Skip to main content

Sepatu Winter Pertama

Moscow Dulu, masih sempet pakai sepatu dengan hak 5 cm waktu kerja kantoran. Ya karena harus keliatan formal aja sih, meskipun nggak ada yang ngelarang juga kalau mau sepatu sneakers pun. Toh juga waktu kerja sepatu dilepas dan pakai sendal jepit.  Tapi itu sudah lama sekali. Setelahnya, bertahun-tahun hanya punya 1 sepatu sneakers dan 1 sandal. Sendal jepit punya lah ya, kan hidup di Bali. Salah satu esensial itu. Sebenernya alesannya sederhana, bukan karena nggak mau punya sepatu lebih dari satu tapi lebih ke males harus nyocokin sepatu lagi ke kaki yang belum tentu enak dipakainya.  Sepatu itu adalah hal esensial yang buat gw nggak apa mahal yang penting nyaman. Karena taruhannya di pijakan, dan itu bisa berdampak ke banyak hal kalau salah pilih sepatu. Jalan kaki adalah bagian besar dari hidup gw, jadi punya sepatu nyaman adalah hal yang tidak bisa dinego.  Nah, meskipun gw beberapa kali pernah jalan-jalan saat musim dingin, Moskow ini agak beda. Kalau di Belanda, mes...

Articles with most viewers

I don't think that people viewed my articles some hehehhe.. I think I just write and I don't care it's viewed by people or not. Just love to write, maybe good if people write some articles with good content hehe


Ok, Mayantara School.  viewed 40 times, and this is where I work now. Sejenis agak promosi juga hehehe



World Bagus Family. 42 times viewed. remember when I was in college and first time knew all about Korea


너 밖에 없잖아, 40 times viewed. All about my feeling hehehe


Kembang mayang, 37 times viewed. I don't know why this article has been viewed many times hehe


Dewi Rahayu, Fachrul Ulum, Shoffi Royanni, I know who viewing this article the most hahaha
and Indonesia Jiwa Tanah Airku, Korea tambatan hatiku, 91 times viewed. why why why so many viewers here?? I don't know why. Just... good. apa mungkin mereka kena tipu ya gara-gara judulnya??? heheh


Mimpi kan membawaku Ke Korea, 137 times viewed. I know why. this is my first article that has been published on local newspaper. I wrote the English version too for my friend.


Nah, this is the latest article Rekayasa Jalan Pandaan (One way road), 32 times viewed. 

I dont know why there are many viewers on some articles, but I think good writings in those articles. hehehe
Thank you anyways whoever view my articles, thank you.... 

Comments

Popular posts from this blog

Sepatu Winter Pertama

Moscow Dulu, masih sempet pakai sepatu dengan hak 5 cm waktu kerja kantoran. Ya karena harus keliatan formal aja sih, meskipun nggak ada yang ngelarang juga kalau mau sepatu sneakers pun. Toh juga waktu kerja sepatu dilepas dan pakai sendal jepit.  Tapi itu sudah lama sekali. Setelahnya, bertahun-tahun hanya punya 1 sepatu sneakers dan 1 sandal. Sendal jepit punya lah ya, kan hidup di Bali. Salah satu esensial itu. Sebenernya alesannya sederhana, bukan karena nggak mau punya sepatu lebih dari satu tapi lebih ke males harus nyocokin sepatu lagi ke kaki yang belum tentu enak dipakainya.  Sepatu itu adalah hal esensial yang buat gw nggak apa mahal yang penting nyaman. Karena taruhannya di pijakan, dan itu bisa berdampak ke banyak hal kalau salah pilih sepatu. Jalan kaki adalah bagian besar dari hidup gw, jadi punya sepatu nyaman adalah hal yang tidak bisa dinego.  Nah, meskipun gw beberapa kali pernah jalan-jalan saat musim dingin, Moskow ini agak beda. Kalau di Belanda, mes...

Jumat ceria

Hari ini memang bukan hari jumat, tapi cuman mau bilang aja sih kalo hari yang paling aku tunggu-tunggu itu hari jumat. Why?   Karena jumat itu selalu ceria, kalopun ada meeting besar pasti di hari jumat dan banyak cemilan, orang-orang pada berangkat sholat jumat, yang nasrani juga mengikuti misa di kantor, bisa pake baju bebas dan bebas berekspresi sepuas-puasnya, dan..... bisa video call sepuasnyaaaaaa kapanpun karena dia libur kerja 😍😍 gambarnya lucu 😁  taken from internet

Melewati Pusuk Pass, Lombok

Kembali ke Pulau Lombok setelah dari Gili Air, kita pun 'turun' gunung menuju daerah selatan. Kita pun melewati Pusuk Pass atau orang suka bilang monkey forest. Tadinya sih dikira kayak kita masuk hutan trus yang banyak monyetnya, tapi ternyata jalanan pinggir tebing yang ada banyak monyet main-main disana. Sama persis kayak jalanan kearah rumah nenek. sampahnya nggak seharusnya disitu ya? Berhentilah kita disana. Takutnya monyetnya kayak yang di Bali itu, yang suka nyuri, eh ternyata nggak sih. Monyetnya anteng diem, makan mulu. Salah satu kesalahan pengunjung adalah memberikan makanan ke si monyet-monyet. Nggak apa sih kasih makan tapi plastiknya ya jangan dibuang disana juga lah. Sebenernya bukan dibuang disana sih, tapi monyetnya aja yang narik ngambil plastik makanan disana. Jadilah disitu kotor semua gara-gara plastik sisa makanan tadi. Eh namanya monyet ya masa iya bisa dikasih tau, 'hey monyet jangan buang sampah sembarangan!', kan ya nggak mun...