Skip to main content

Surviving -20 Celcius in Moscow

frozen lake in Moscow I'd say surviving because I am a tropical girl coming from 30-35 degree Celcius. So yes, this is about surviving such differences in temperature. I spent my whole life in a tropical country then I have to be in a -20 celcius, not an easy situation.  Obviously, I came prepared. I have been in a 0 celcius and learned that double triple layering is the right answer. Moscow has heater that runs nonstop since the beginning of (probably, I dont remember) November until early May. So you technically can not turn it off or on. Many days it gets too hot inside. Going to the mall in Moscow got me super sleepy and tired because it feels most of the time like in Sauna. So, double triple layering in Moscow is the right thing to do.  November temperature usually started to feel chilly, still not lower than 0. December will get colder can be minus. But January and February are the coldest season. This year dropped to -20 (that I can remember). The average temperature wa...

Universitas Negeri Malang nama kampus gue, bukan yang lainnya


Kalo ditanya orang, “Kuliah dimana?”Jawab kita, “Kuliah di UM”,Trus mereka bilang, “Ohhhh Muhammadiyah Malang ya?”,Berjuta kali gue harus bilang, “BUKAN! Tapi IKIP Malang”dengan ekspresi datar, mereka mengatakan…..”Ohh… IKIP tho”

Helloooo ekspresi macam apa itu yaa?? Bukan maksud menjelekkan kampus lain, hanya ingin sedikit membanggakan kampus gue yang negeri haahhaha…

*buat yang baca, dan merasa kampusnya, jangan cemberut ya. That’s the fact, kalo kampus gue negeri dan kampus ente swasta. Masalah yang laen kagak ikut-ikut. Cuma statusnya aja, negeri ma swasta*

Ada lagi nama kampus gue versi beda, “UNM”.nah looohh… apaan lagi nih. Orang nama  kampus gue UM bukan UNM. UNM mah punya Makasar. Lagi-lagi disamain ma nama kampus lain. Fiiiuuuhhh….

Nah, versi lain lagi, “UNEMA”.nahh… UNEMA, emntang-mentang Universitas Negeri Malang, disamaain kayak Universitas Negri Surabaya yang disingkat UNESA. Beeehhh…. Susah ya..

Ok, sekali lagi ya… ini penderitaan, bukan penderitaan sih. Cuma agak ganggu aja ya buat semua mahasiswa UM. Gue yakin 100% mereka pasti ngerasain hal yang gue rasain dan gue jelasin kayak diatas.

So, finally, nama kampus gue UNIVERSITAS NEGERI MALANG yang kalo disingkat jadi UM!!! That’s it! Jangan dirubah-rubah lagi

Comments

Popular posts from this blog

Jumat ceria

Hari ini memang bukan hari jumat, tapi cuman mau bilang aja sih kalo hari yang paling aku tunggu-tunggu itu hari jumat. Why?   Karena jumat itu selalu ceria, kalopun ada meeting besar pasti di hari jumat dan banyak cemilan, orang-orang pada berangkat sholat jumat, yang nasrani juga mengikuti misa di kantor, bisa pake baju bebas dan bebas berekspresi sepuas-puasnya, dan..... bisa video call sepuasnyaaaaaa kapanpun karena dia libur kerja 😍😍 gambarnya lucu 😁  taken from internet

Fire in the Building

Who would have thought that I  experienced fire in the building.  This is my first time living in an appartement. Of course I never chose appartement when living in Indonesia because it’s a real high risk when the earthquake happen. But here we are placed in an appartement. What got me relieved the first time that we are in the lowest floor so if something happen we will be quickly evacuated.  That’s what I thought.  Until it really happened.  We slept around midnight and abruptly woken up by the noise outside. I thought it was the drunk people just got back from night club or the restaurant next door was doing some deep cleaning. So loud that I had to wake up. My husband peeked outside and immediately said “fire brigade outside, you wait here!” I was just “am I dreaming or what?” I put on clothes, checked outside and saw a few of fire trucks. I checked the other side of the appartement and saw a few of police cars and ambulances.  “Oh no, something serious...

Jangan minta oleh-oleh!

    Taken from internet Pernah nggak kalau kita mau bepergian, trus orang-orang pada bilang 'Jangan lupa oleh-olehnya ya' ? Pasti pernah dong ya... Yang jelas saya nggak pernah ngerti kenapa orang sering meminta sesuatu ketika kita pergi somewhere. Dulu waktu kecil juga saya suka bilang begitu. Siapa yang pergi kemana pasti deh 'jangan lupa oleh-olehnya ya om, tante pakdhe, budhe, mas, mbak'. Tapi lama kelamaan saya mikir 'saya cuman ngomong aja tanpa niat minta oleh-oleh', kecuali kalo memang kita menitipkan hal itu karena memang hanya ada ditempat yang akan dikunjungi orang tersebut, misal buku. Pernah nitip beliin buku di Korea karena emang adanya disana. Jadi esensinya oleh-oleh itu apa? Saya juga kurang tau soalnya udah nggak pernah lagi minta dibawain oleh-oleh. HJ pulang ke Belanda sana saya cuma minta beliin buku. Itupun nggak dibeliin gara-gara bukunya nggak bagus kata dia. Oleh-oleh pun ada yang sekedar apa adanya karena emang adanya begitu...