Skip to main content

Sepatu Winter Pertama

Moscow Dulu, masih sempet pakai sepatu dengan hak 5 cm waktu kerja kantoran. Ya karena harus keliatan formal aja sih, meskipun nggak ada yang ngelarang juga kalau mau sepatu sneakers pun. Toh juga waktu kerja sepatu dilepas dan pakai sendal jepit.  Tapi itu sudah lama sekali. Setelahnya, bertahun-tahun hanya punya 1 sepatu sneakers dan 1 sandal. Sendal jepit punya lah ya, kan hidup di Bali. Salah satu esensial itu. Sebenernya alesannya sederhana, bukan karena nggak mau punya sepatu lebih dari satu tapi lebih ke males harus nyocokin sepatu lagi ke kaki yang belum tentu enak dipakainya.  Sepatu itu adalah hal esensial yang buat gw nggak apa mahal yang penting nyaman. Karena taruhannya di pijakan, dan itu bisa berdampak ke banyak hal kalau salah pilih sepatu. Jalan kaki adalah bagian besar dari hidup gw, jadi punya sepatu nyaman adalah hal yang tidak bisa dinego.  Nah, meskipun gw beberapa kali pernah jalan-jalan saat musim dingin, Moskow ini agak beda. Kalau di Belanda, mes...

Diving in Nusa Penida

Apart from having a seasickness, diving in Nusa Penida was cool. We saw big big mantas, big turtles, some babies manta, the coral was pretty colorful too. Alive I'd say. 

Our first dive was in Manta Point. As you can see from the name, we planned on seeing some manta which luckily we did. It was amazing to see big mantas. I saw, at least 5 big ones. Then babies were cuddling and having a nap in same spot. That was cute to see. We also see some turtles, the big one. 

The thing is, it has almost-no current, but surge. The surge was pretty big for me as a beginner. Which was actually kinda cool. I swam a little then pushed back by the surge, then pushed forward flowing with the surge. Personally, I chose surge more than current hahaha! My experiences with current, was not cool. I dislike to fight it but at the same time I had to let go myself being dragged with the current until god knows where 😂

While with surge, I can also see the creatures down there flowing happily following the surge. That was kinda cool. 

The manta that flipping around in front of your eyes, is the best thing ever. Such a showing off.

I like diving in Nusa Penida, I just dont like to be on a boat around Nusa Penida. That surge down there, was the main reason why I threw up on a boat. Yes I took the pill of anti seasickness as much as I can, I drink ginger kinda thing to, but nope, they worked only for an hour. I took another one, then threw it up after 10 mins. In the water you'll feel fine, but in the surface... damn! 

We did 3 dives, well I did only 2 dives then one snorkeling to avoid being on a boat for too long (with headache I got after the second dive). But imagined being on a boat for at least 3 hours of surface after each dive. Yes that is the thing you should think about when you go diving in Nusa Penida. 

Btw I didn't see my favorite stonefish but my husband did. It was something he saw on his third dive (which I went for snorkeling instead). 

"Look at one fixed point far there" 

Hmmm excuse me sir, do you think I didn't do that the whole trip here? I DID but 😩😭 Still throwing up. At least now, there's no one in the water where I threw up. Unlike the first one, 4 years ago.

I was hungry the whole trip, but I can't even move. Once I move, it can trigger my stomach to throw up again. But once we reach the land, they asked me "Are you okay now?" I answered with a big smile, "I am feeling wonderful now am touching the land!"

So I am rethinking about becoming a divemaster or a dive instructor. I'll teach on a land. I do better on a land.

Was the diving worth it? YES. Would I do it again in Nusa Penida? Hmm maybe not if I have to be on a boat for too long. I give up.

Comments

Popular posts from this blog

Sepatu Winter Pertama

Moscow Dulu, masih sempet pakai sepatu dengan hak 5 cm waktu kerja kantoran. Ya karena harus keliatan formal aja sih, meskipun nggak ada yang ngelarang juga kalau mau sepatu sneakers pun. Toh juga waktu kerja sepatu dilepas dan pakai sendal jepit.  Tapi itu sudah lama sekali. Setelahnya, bertahun-tahun hanya punya 1 sepatu sneakers dan 1 sandal. Sendal jepit punya lah ya, kan hidup di Bali. Salah satu esensial itu. Sebenernya alesannya sederhana, bukan karena nggak mau punya sepatu lebih dari satu tapi lebih ke males harus nyocokin sepatu lagi ke kaki yang belum tentu enak dipakainya.  Sepatu itu adalah hal esensial yang buat gw nggak apa mahal yang penting nyaman. Karena taruhannya di pijakan, dan itu bisa berdampak ke banyak hal kalau salah pilih sepatu. Jalan kaki adalah bagian besar dari hidup gw, jadi punya sepatu nyaman adalah hal yang tidak bisa dinego.  Nah, meskipun gw beberapa kali pernah jalan-jalan saat musim dingin, Moskow ini agak beda. Kalau di Belanda, mes...

Jumat ceria

Hari ini memang bukan hari jumat, tapi cuman mau bilang aja sih kalo hari yang paling aku tunggu-tunggu itu hari jumat. Why?   Karena jumat itu selalu ceria, kalopun ada meeting besar pasti di hari jumat dan banyak cemilan, orang-orang pada berangkat sholat jumat, yang nasrani juga mengikuti misa di kantor, bisa pake baju bebas dan bebas berekspresi sepuas-puasnya, dan..... bisa video call sepuasnyaaaaaa kapanpun karena dia libur kerja 😍😍 gambarnya lucu 😁  taken from internet

Jangan minta oleh-oleh!

    Taken from internet Pernah nggak kalau kita mau bepergian, trus orang-orang pada bilang 'Jangan lupa oleh-olehnya ya' ? Pasti pernah dong ya... Yang jelas saya nggak pernah ngerti kenapa orang sering meminta sesuatu ketika kita pergi somewhere. Dulu waktu kecil juga saya suka bilang begitu. Siapa yang pergi kemana pasti deh 'jangan lupa oleh-olehnya ya om, tante pakdhe, budhe, mas, mbak'. Tapi lama kelamaan saya mikir 'saya cuman ngomong aja tanpa niat minta oleh-oleh', kecuali kalo memang kita menitipkan hal itu karena memang hanya ada ditempat yang akan dikunjungi orang tersebut, misal buku. Pernah nitip beliin buku di Korea karena emang adanya disana. Jadi esensinya oleh-oleh itu apa? Saya juga kurang tau soalnya udah nggak pernah lagi minta dibawain oleh-oleh. HJ pulang ke Belanda sana saya cuma minta beliin buku. Itupun nggak dibeliin gara-gara bukunya nggak bagus kata dia. Oleh-oleh pun ada yang sekedar apa adanya karena emang adanya begitu...