Skip to main content

Surviving -20 Celcius in Moscow

frozen lake in Moscow I'd say surviving because I am a tropical girl coming from 30-35 degree Celcius. So yes, this is about surviving such differences in temperature. I spent my whole life in a tropical country then I have to be in a -20 celcius, not an easy situation.  Obviously, I came prepared. I have been in a 0 celcius and learned that double triple layering is the right answer. Moscow has heater that runs nonstop since the beginning of (probably, I dont remember) November until early May. So you technically can not turn it off or on. Many days it gets too hot inside. Going to the mall in Moscow got me super sleepy and tired because it feels most of the time like in Sauna. So, double triple layering in Moscow is the right thing to do.  November temperature usually started to feel chilly, still not lower than 0. December will get colder can be minus. But January and February are the coldest season. This year dropped to -20 (that I can remember). The average temperature wa...

Mabok Lagi di Lautan Nusa Penida

Crystal Bay

Jujur ini gw bingung, gw yang lemah apa emang ombak di Nusa Penida tuh bikin mabok banget. Gw belum pernah ke Nusa Penida pulaunya tapi ke lautan sekitar Nusa Penida udah 2 kali dan masih juga belum bersahabat. Pertama kali sekitar tahun 2018 atau 2019, buat snorkeling. Minggu kemarin, kali kedua ke sana dengan provider yang sama, namun untuk Diving. Hanya ukuran wet suit saja yang berbeda, dari XS ke M. Iya beda banget. 

Beberapa tahun yang lalu ditanyain apa mabokan, gw dengan PD nya bilang enggak karena sebelumnya juga pernah ke Gili naik boat juga oke aja. Eh belum 30 menit, udah ambyar mutah-mutah. Gw inget banget ada mas-mas diver cakep banget nyebur diving di samping gw muntah-muntah. Well, you'll feel better in the water, and it was. 

Kita dibawa ke 3 spot diving/snorkeling. 

Kalau low tide begini, dibawa dulu pakai kapal mini ke speed boat di agak tengah

Bertahun berlalu, H mulai pengen diving di Nusa Penida buat liat manta. Gw agak grogi karena masih trauma, beneran trauma banget ada di boat dan air. Waktu di Maldives juga ada di boat juga, tapi baik-baik aja. Jadi gw beraniin oke lah diving pergi pake boat itu lagi. 

Sebelum berangkat gw minum tolak angin, ngemut permen tolak angin nggak berhenti, masih juga minum antimo. Sejam setelahnya gw masih oke bahkan sampe setelah diving. Tapi begitu naik kapal setelah diving pertama, perut rasanya kayak dikocok, muka pucat, tapi masih bisa tahan. 

ke speed boat ini

Karena diving sekitar 30-45 menitan, kita perlu waktu istirahat sekitar sejam di daratan sebelum nyemplung lagi. Nah otak gw udah kayak "OKE INI SEJAM DI BOAT APA GW BISA TAHAN?" Ya tentu tidak. 30 menit setelahnya gw muntah-muntah. 3 kali ngeluarin isi perut, langsung kosong. Dikasih antimo lagi, lalu siap-siap nyebur. 

Setelah diving kedua, istirahat lagi dong di kapal. Gw udah nggak pengen naik ke kapal. Trauma banget ngeliat kapal. Lalu, karena harus, akhirnya gw nyerah. Gw udah nggak bisa lanjut diving ketiga karena gw udah pusing banget. Rasanya terombang-ambing, tapi gw juga nggak mau di kapal trus. Akhirnya join grup snorkeling aja di Crystal Bay. Surge di Nusa Penida emang nggak main-main. 

Selama di air pasti rasanya lebih enakan daripada di darat tapi terombang-ambing. Gw juga udah liat one fixed point tapi tetep aja mabok. Apaan. Waktu gw diving juga di bawah nggak ada sih arus yang gimana gitu, tapi surge yang gede banget. Jadi di dalam air kayak main ayunan gitu. Ya kalau di air sih oke, tapi di atas air rasanya... ingin muntah lagi. 

Sanur dari kejauhan

Jadi, buat yang ingin ke Nusa Penida (pulaunya) dari Sanur, perjalanan sekitar 45 menitan. Kalau langsung ke pulaunya sih satu pil antimo bisa lah tahan mabok. Tapi kalau mau diving/snorkeling trip 3 lokasi ya kehidupan di kapal setidaknya akan dilalui selama kurang lebih 3-4 jam, dengan masa berada di air berkisar kurang lebih 3 jam. Kami naik kapal pukul 8.30 pagi dan kembali ke darat sekitar pukul 15.30. 

Kami mikir, oke pertama kali sebelum ke air maboknya, kedua kali ke sana maboknya setelah diving pertama. Mungkin kita harus coba lagi, siapa tahu maboknya setelah diving kedua lol. Tapi gw rasa, udah cukup lah menyelami lautan Nusa Penida. Udah cukup. 

Tapi All4Diving Sanur ini enak banget dipake jasanya. Go check them out for snorkeling or diving.

Was it worth it? Hell yea! We saw the mantas!!!!

Comments

Popular posts from this blog

Jumat ceria

Hari ini memang bukan hari jumat, tapi cuman mau bilang aja sih kalo hari yang paling aku tunggu-tunggu itu hari jumat. Why?   Karena jumat itu selalu ceria, kalopun ada meeting besar pasti di hari jumat dan banyak cemilan, orang-orang pada berangkat sholat jumat, yang nasrani juga mengikuti misa di kantor, bisa pake baju bebas dan bebas berekspresi sepuas-puasnya, dan..... bisa video call sepuasnyaaaaaa kapanpun karena dia libur kerja 😍😍 gambarnya lucu 😁  taken from internet

Fire in the Building

Who would have thought that I  experienced fire in the building.  This is my first time living in an appartement. Of course I never chose appartement when living in Indonesia because it’s a real high risk when the earthquake happen. But here we are placed in an appartement. What got me relieved the first time that we are in the lowest floor so if something happen we will be quickly evacuated.  That’s what I thought.  Until it really happened.  We slept around midnight and abruptly woken up by the noise outside. I thought it was the drunk people just got back from night club or the restaurant next door was doing some deep cleaning. So loud that I had to wake up. My husband peeked outside and immediately said “fire brigade outside, you wait here!” I was just “am I dreaming or what?” I put on clothes, checked outside and saw a few of fire trucks. I checked the other side of the appartement and saw a few of police cars and ambulances.  “Oh no, something serious...

Tiga bulan pertama hidup di luar Indonesia

Gw kira rasanya akan sama aja. Ada rasa kangen ya wajar karena jauh dari tempat yang selama ini kita sebut familiar. Tapi ternyata ada rasa rindu yang pukulannya berbeda.  Di kasus gw, gw cuma kenal satu orang Indonesia. Beliau bilang kalau mau temen jalan-jalan bisa lah berkabar biar jalan bareng. Tapi karena gw ada kerja dari senin-jumat, sedangkan beliau nggak, jadinya waktu kami seringkali nggak pas. Sedangkan di akhir pekan, gw habiskan bersama suami.  Bulan pertama masih terasa integrasi. Berusaha mengenal supermarket mana yang jual apa. Cari ini itu di mana. Menghafal jalur transportasi umum. Mengenal, membaca dan memahami nama daerah atau tempat dari huruf cyrilic-nya untuk sekedar "kalau nyasar, bisa kasih tau suami lagi ada di mana" karena seringkali online maps dihambat pemerintah.  Bulan kedua sudah mulai mengenal banyak hal. Sudah punya kartu atm untuk pembayaran. Visa panjang juga sudah di tangan. Mulai berhati-hati dengan banyak hal, mana yang boleh mana ya...