Skip to main content

Romanticizing My Cooking

Bakso I have to admit that my love for cooking is growing. It's growing and I can't believe it myself. This feeling has been like this since probably two years ago. Before, cooking felt like a hard work that I had to fulfill. It still is, but the difference is I enjoy it now. So it does not feel like I am forcing myself.  Back then whenever I cooked, it's either wrong recipe or incorrect measurement. It never tasted right. So I gave up cooking just because I never found the right one. And then I started to feel that I wanna eat better. I don't want to just eat whatever, I want to know what goes into my body. If I prepare it myself, then I know it's good one.  I don't eat too much sugar, sometimes it is hard to buy one thing outside and has a lot of sugar in it. So cooking it myself will allow me to control the amount of sugar. So I found recipes and I tried to make them. As to my surprise, they taste right! Exactly how they should have tasted. That made me happy

Mabok Lagi di Lautan Nusa Penida

Crystal Bay

Jujur ini gw bingung, gw yang lemah apa emang ombak di Nusa Penida tuh bikin mabok banget. Gw belum pernah ke Nusa Penida pulaunya tapi ke lautan sekitar Nusa Penida udah 2 kali dan masih juga belum bersahabat. Pertama kali sekitar tahun 2018 atau 2019, buat snorkeling. Minggu kemarin, kali kedua ke sana dengan provider yang sama, namun untuk Diving. Hanya ukuran wet suit saja yang berbeda, dari XS ke M. Iya beda banget. 

Beberapa tahun yang lalu ditanyain apa mabokan, gw dengan PD nya bilang enggak karena sebelumnya juga pernah ke Gili naik boat juga oke aja. Eh belum 30 menit, udah ambyar mutah-mutah. Gw inget banget ada mas-mas diver cakep banget nyebur diving di samping gw muntah-muntah. Well, you'll feel better in the water, and it was. 

Kita dibawa ke 3 spot diving/snorkeling. 

Kalau low tide begini, dibawa dulu pakai kapal mini ke speed boat di agak tengah

Bertahun berlalu, H mulai pengen diving di Nusa Penida buat liat manta. Gw agak grogi karena masih trauma, beneran trauma banget ada di boat dan air. Waktu di Maldives juga ada di boat juga, tapi baik-baik aja. Jadi gw beraniin oke lah diving pergi pake boat itu lagi. 

Sebelum berangkat gw minum tolak angin, ngemut permen tolak angin nggak berhenti, masih juga minum antimo. Sejam setelahnya gw masih oke bahkan sampe setelah diving. Tapi begitu naik kapal setelah diving pertama, perut rasanya kayak dikocok, muka pucat, tapi masih bisa tahan. 

ke speed boat ini

Karena diving sekitar 30-45 menitan, kita perlu waktu istirahat sekitar sejam di daratan sebelum nyemplung lagi. Nah otak gw udah kayak "OKE INI SEJAM DI BOAT APA GW BISA TAHAN?" Ya tentu tidak. 30 menit setelahnya gw muntah-muntah. 3 kali ngeluarin isi perut, langsung kosong. Dikasih antimo lagi, lalu siap-siap nyebur. 

Setelah diving kedua, istirahat lagi dong di kapal. Gw udah nggak pengen naik ke kapal. Trauma banget ngeliat kapal. Lalu, karena harus, akhirnya gw nyerah. Gw udah nggak bisa lanjut diving ketiga karena gw udah pusing banget. Rasanya terombang-ambing, tapi gw juga nggak mau di kapal trus. Akhirnya join grup snorkeling aja di Crystal Bay. Surge di Nusa Penida emang nggak main-main. 

Selama di air pasti rasanya lebih enakan daripada di darat tapi terombang-ambing. Gw juga udah liat one fixed point tapi tetep aja mabok. Apaan. Waktu gw diving juga di bawah nggak ada sih arus yang gimana gitu, tapi surge yang gede banget. Jadi di dalam air kayak main ayunan gitu. Ya kalau di air sih oke, tapi di atas air rasanya... ingin muntah lagi. 

Sanur dari kejauhan

Jadi, buat yang ingin ke Nusa Penida (pulaunya) dari Sanur, perjalanan sekitar 45 menitan. Kalau langsung ke pulaunya sih satu pil antimo bisa lah tahan mabok. Tapi kalau mau diving/snorkeling trip 3 lokasi ya kehidupan di kapal setidaknya akan dilalui selama kurang lebih 3-4 jam, dengan masa berada di air berkisar kurang lebih 3 jam. Kami naik kapal pukul 8.30 pagi dan kembali ke darat sekitar pukul 15.30. 

Kami mikir, oke pertama kali sebelum ke air maboknya, kedua kali ke sana maboknya setelah diving pertama. Mungkin kita harus coba lagi, siapa tahu maboknya setelah diving kedua lol. Tapi gw rasa, udah cukup lah menyelami lautan Nusa Penida. Udah cukup. 

Tapi All4Diving Sanur ini enak banget dipake jasanya. Go check them out for snorkeling or diving.

Was it worth it? Hell yea! We saw the mantas!!!!

Comments

Popular posts from this blog

If Money Wasn't The Problem, What Would You Do?

In this extraordinary life, I would be a teacher still.  Helping people to understand even some little things to make them feel worthy and understand themselves better. It seems that teaching has become a calling for me. Not about teaching such specific subject like mathematics or so, but more like... I like to give new perspectives for people, and having them saying "Oh.... I see..." is satisfying for me. Of course, by teaching I can learn so many new perspectives from different people too. It's like the more I teach the more I learn, and that is so true. Maybe more like a guide. I like giving guidance to people who needs it. No, I don't like giving unsolicited guiding. I like to guide people who wants to be guided. I'd teach them how to love, love themselves first. Yea sure when we are talking about things, they would say "do useful things like engineering, plumbing, this and that" but they tend to forget that we need some balance in life. Not saying t

Cerita Karantina di Hotel

Cerita karantina selanjutnya 2 kali di hotel. Kali ini, semuanya berjalan lebih terkoordinir. List hotel karantina bisa dilihat di sini . Jadi nggak ada lagi drama nggak diladenin karena ina inu. Tinggal pilih hotel, hubungi hotel via WA atau email, kirim dokumen yang diperlukan, lalu kita dapat QR code yang nantinya ditunjukkan ke pihak bandara.  Karantina pertama kali di hotel gw bulan September kalau nggak Oktober 2021 dan bulan Januari 2022. Gw pesen di dua hotel berbeda. Karantina di hotel pertama dapet rejeki cuma 3 hari, jadi biaya yang dikeluarkan juga nggak sebanyak kemaren yang 7 hari.  dipakein gelang rumah sakit, dilepas pas check out. Nah, alurnya secara detail ada yang berubah sedikit tapi secara garis besar masih sama. Begitu datang, urus dokumen ini itu, lalu kita di PCR di lokasi. PCR ini hasilnya didapat dalam waktu 1 dan 2 jam karena ada dua lab yang berbeda. Waktu pertama kali gw karantina, gw harus nunggu hasil di bandara sebelum diangkut ke hotel. Tapi karantina k

Ujian hari senin

Kejadian ini terjadi tepat senin minggu lalu. Baru kali itu aku merasa 'WOW.. ini senin yeay'. Karena biasanya 'haduhh udah senen lagi'. Kebayang kan kalo seneng begitu dihari senen menyambut pagi dan hari itu rasanya langka banget. Otomatis pengennya hari itu berlangsung indah. Jam setengah 9 pagi, seperti biasa ke pantry ambil minum bareng sama temen sebangku. Dia bikin teh, aku nyuci botol sekalian ngisi dong. Seperti biasa juga, kadang aku males sih nyuci botol dengan ritual lengkapnya, akhirnya cuman bilas pake air panas. Ya mungkin nggak sampe 50 ml juga. Dikit banget deh. Temen juga selalu bersihin gitu gelasnya pake air panas. Pic source is here Eh lakok lakok... si bapak pantry yang serem itu tiba-tiba bilang 'Gak bisa ya gak nyuci botol pake air panas? Tiap sore itu banyak komplain gara-gara airnya abis'. Yakaliii air abis tinggal isi aja, ibu yang dulu aja nggak pernah ada komplain. Ya aku bilang lah ini cuman dikit, lagian yang ngelakuin ini