Skip to main content

If Money Wasn't The Problem, What Would You Do?

In this extraordinary life, I would be a teacher still.  Helping people to understand even some little things to make them feel worthy and understand themselves better. It seems that teaching has become a calling for me. Not about teaching such specific subject like mathematics or so, but more like... I like to give new perspectives for people, and having them saying "Oh.... I see..." is satisfying for me. Of course, by teaching I can learn so many new perspectives from different people too. It's like the more I teach the more I learn, and that is so true. Maybe more like a guide. I like giving guidance to people who needs it. No, I don't like giving unsolicited guiding. I like to guide people who wants to be guided. I'd teach them how to love, love themselves first. Yea sure when we are talking about things, they would say "do useful things like engineering, plumbing, this and that" but they tend to forget that we need some balance in life. Not saying t

Girlfriend Collapsible Menstrual Cup

Gw kira gelas aja yang bisa collapsible, menstrual cup juga bisa ternyata. 

Gw tertarik beli si menstrual cup ini karena kok unik ya bisa dilipet gitu. Meskipun pada dasarnya umur menstrual cup sendiri bisa di atas 5 tahun. Tapi sayangnya menstrual cup yang udah gw pake tiga tahun itu  gw simpan di kamar mandi, saat Bali berminggu-minggu hujan yang menyebabkan dia jadi berjamur. Ini murni keteledoran gw.

Waktu gw liat tempatnya "eh kok jamuran ya" lalu kulihat menstrual cup nya yang juga jamuran. Yaudah nggak mau ambil resiko. Makanan berjamur dikit aja gw buang apalagi ini yang masuk ke tubuh lewat bagian yang juga bisa rawan terserang jamur. 

Karena sudah wishlist Filmore Girlfriend menstrual cup lama banget, akhirnya gw beli ya karena butuh juga. Punya menstrual cup satu aja cukup. Awalnya agak kagok ya karena kebiasaan pake mens cup yang bentuk bulet utuh gitu. Tapi yang ini mirip tangga berundak gitu. Apa sih, yang model lingkar paling kecil, lingkar tengah agak besaran dikit, lingkar paling atas paling besar. 

Kalau di menscup yang bentuknya bulet dari ujung sampai ujung, begitu dimasukkan biasanya ada bunyi "plop" tandanya menscup udah masuk sempurna dan udah ke-vacuum dengan sempurna. Nah yang ini, karena bentuknya yang berundak, gw jujur bingung. Bingung karena mikir ini di dalam udah beneran kebuka apa belum ya. 

Tapi ternyata itu jadi salah satu keunggulannya. Waktu pakai yang bulet, gw harus memastikan dari yang paling ujung bawah beberapa mm di atasnya udah bulet semua, nggak ada bagian yang tertekuk (karena folding waktu masukin menscup). Nah kalau yang Girlfriend ini, karena bawahnya bentuk kecil dan sudah ada lekukan (untuk collapsible-nya) jadi dia sudah otomatis ngasih tau kalau ini udah masuk ke dalam dengan benar dan ter-vacuum sempurna. 

Lucu banget, gw nunggu beberapa saat karena khawatir belum pas tapi ternyata udah masuk. Tentu saja hal yang paling bisa jadi penanda dia udah masuk sempurna atau nggak berasa ada yang ganjel atau nggak. Kalau masih kerasa ganjel, berarti masih belum masuk sempurna. Pakai menscup itu harus nggak berasa, baru betul. Kalau masih terasa ganjel, antara itu kurang ke dalam atau masih ada yang nekuk. 

Untuk kadar silikonnya si Girlfriend agak lebih empuk daripada yang Gcup. Bagi gw sih keduanya sama-sama gampang masuknya kok. Hal yang jadi pembeda adalah gampang nggaknya si cup terbuka sempurna di dalam. Bentuk yang utuh bulet dari ujung ke ujung buat gw agak sulit kadang kebukanya. Meski udah 3 tahun pakai juga, kadang gw masih perlu 2-3 kali keluar masukin cup buat mastiin dia udah beneran kebuka sempurna di dalam. Tapi gw juga masih belum terbiasa pakai yang collapsible jadi masih beberapa kali gw harus pastiin itu udah kebuka. 

But, is it worth to buy? 

Banyak komentar orang yang beli Girlfriend bilang kalau bentuknya nggak gitu intimidating bagi orang yang pertama kali pake menscup, yang gw juga setuju banget karena ketika di-fold dia akan keliatan kecil dan ramah. Seolah meyakinkan pemakai kalau dia nggak akan nyakitin gitu. 

Dari sisi harga tentunya lebih mahal daripada Gcup. Girlfriend harganya sekitar 400-500an, tergantung belinya waktu promo tanggal kembar atau nggak. Kalau Gcup masih bisa dijangkau dengan harga di bawah 200ribu, dan udah cukup bagus. Gw pakai udah 3 tahun dan baru ganti karena jamur. Bukan bahannya yang gampang berjamur ya, ya tapi gw simpannya aja keliru kemarin.  

Bentuk Girlfriend ini juga bukan satu-satunya yang collapsible ya, cuma karena produk lokal jadi ya kenapa nggak? Semoga ini bertahan lebih dari 3 tahun dan nggak beli baru karena gw yang teledor.

Menstrual cup really changed my life. I regret I didn't start this way way way earlier. 

Comments

Popular posts from this blog

Ujian hari senin

Kejadian ini terjadi tepat senin minggu lalu. Baru kali itu aku merasa 'WOW.. ini senin yeay'. Karena biasanya 'haduhh udah senen lagi'. Kebayang kan kalo seneng begitu dihari senen menyambut pagi dan hari itu rasanya langka banget. Otomatis pengennya hari itu berlangsung indah. Jam setengah 9 pagi, seperti biasa ke pantry ambil minum bareng sama temen sebangku. Dia bikin teh, aku nyuci botol sekalian ngisi dong. Seperti biasa juga, kadang aku males sih nyuci botol dengan ritual lengkapnya, akhirnya cuman bilas pake air panas. Ya mungkin nggak sampe 50 ml juga. Dikit banget deh. Temen juga selalu bersihin gitu gelasnya pake air panas. Pic source is here Eh lakok lakok... si bapak pantry yang serem itu tiba-tiba bilang 'Gak bisa ya gak nyuci botol pake air panas? Tiap sore itu banyak komplain gara-gara airnya abis'. Yakaliii air abis tinggal isi aja, ibu yang dulu aja nggak pernah ada komplain. Ya aku bilang lah ini cuman dikit, lagian yang ngelakuin ini

Jumat ceria

Hari ini memang bukan hari jumat, tapi cuman mau bilang aja sih kalo hari yang paling aku tunggu-tunggu itu hari jumat. Why?   Karena jumat itu selalu ceria, kalopun ada meeting besar pasti di hari jumat dan banyak cemilan, orang-orang pada berangkat sholat jumat, yang nasrani juga mengikuti misa di kantor, bisa pake baju bebas dan bebas berekspresi sepuas-puasnya, dan..... bisa video call sepuasnyaaaaaa kapanpun karena dia libur kerja 😍😍 gambarnya lucu 😁  taken from internet

[Piknik] Prambanan lagi

Salah satu pesona Jawa Tengah adalah Candi Prambanan. Saya sudah 3 kali berkunjung ke situs warisan dunia ini. Candi yang terletak di perbatasan Jawa Tengah dan jogja ini selalu menimbulkan kesan mistis bagi saya. Terletak tak jauh dari jalan raya, sehingga mengunjunginya pun sangat mudah. Berbeda dengan Candi Borobudur yang letaknya sangat jauh dari jalan raya besar.  Ok, menurut saya ada 3 cara menuju candi ini. Menggunakan bus transjogja, taksi, dan kendaraan pribadi. Bagi yang menggunakan transjogja, saya pernah menggunakannya berangkat dari daerah kampus UNY, daerah Depok Sleman. 1 kali transit, 2 kali berganti bus. Dengan harga transjogja yang kala itu, 2014, seharga 3500 rupiah. Tapi sampai saat ini masih sama harganya, menurut info dari teman. Lokasi shelter bis berada agak jauh dari pintu masuk lokasi candi, mungkin kira-kira 500meter sampai 1kilometer. Kalau jalan, menghabiskan waktu sekitar 15-20menit. Bisa juga naik becak untuk opsi yang lain. Lagi-lagi, jangan lupa men