Skip to main content

Rough Guide to Bali

Penjor "Hey I am coming to Bali, can you recommend me things to do?" I got that question a lot. I get it, I live in Bali so people would think that I master everything about Bali. Well... 50:50. I happened to travel around Bali since 2017. So it wasn't wrong to assume me knowing Bali. But I am also a lazy traveler so I don't always do many things in one place.  That is why we will call this a rough guide to Bali.  First thing first, define your style of traveling. Because we all know that Bali is an island. Not a city. So it is quite big, you know. You can not explore all of it in two weeks. Well you might be able to do so, but probably not immersing enough of it.  So... what is your style of traveling? Bali offers you some cultures, quiet normal life, party hotspots, quiet beaches, busy beaches, temples, and so on.  Mt Batur West part of Bali (Canggu, Seminyak, Kuta) If you enjoy partying, you might want to spend your time more in the west part of Bali like Canggu, ...

Ingin Tinggal di Pedesaan

Geneva

... tapi bukan di Indonesia 😂 Gatau deh ini akhir-akhir ini aku suka banget nontonin kanal orang di youtube yang tinggal di desa, bisa self sufficient banget, tenang, damai, slow. Trus nonton Gilmore Girls, Virgin River juga. Suka aja ngeliatnya. Emang bener kehidupan di desa memang terasa berjalan lebih lambat karena nggak ada yang ngejar-ngejar. Nggak macet dan nggak sebising kota.

Sebenernya mau gw simple. Gw emang banyak maunya sih tapi ya kenapa emang? Siapa tau diaminin malaikat lho. Gw pengennya tinggal di tempat desa yang alamnya itu masih lebih banyak daripada manusianya. Tapi kalo bisa sih fasilitasnya udah lengkap termasuk fasilitas kesehatan ya, terlebih lagi soal internet! Internet cepet adalah koentji. 

Sempet lho kepikiran, "Ah gw pengen tinggal di NZ. Jumlah kambingnya aja jauh lebih banyak dari jumlah manusianya." Atau tinggal di sana tapi yang masih bisa nemu kang bakso, lontong kupang, sate, cilok, cimol, lupis, getuk lindri lewat depan rumah gitu. Ya tuhan udah minta-minta, banyak mau lagi. Yaudahlah gapapa, kali aja diaminin malaikat. Trus pengen juga punya kucing yang bisa eek di luar tapi juga bisa jadi kucing rumahan yang manja. 

Gak harus desa yang nduesoooo banget gitu enggak. Kayak mertua gw idup di kota kecil yang jalan 10 menit aja udah masuk hutan-hutan, 30 menit aja udah ke negeri tetangga, internet cepet banget, segala fasilitas ada. Gitu lho yang gw mau. Apa gw ngikut mertua aja kali ya? 😆 Jangan ding. Melanggar prinsip lol.

Delden

Dulu gw mikir gw adalah city person. Tapi akhir-akhir ini bener-bener kewalahan banget rasanya. Ya gw yakin rasa kewalahan ini nggak gw aja yang ngerasain. Ditambah lagi dengan adanya pandemi ini lho yang bikin lelah makin berkepanjangan. Kerjaan semuanya dikerjain dari layar komputer, mata makin lebih cepet sepetnya, leher rasanya tegang kaku. Enak sih, enak banget. Privilege banget bisa kerja dari depan layar, dimana aja. Tapi nggak bisa seenaknya keluar rumah. Kalau keluar juga masih was-was juga. Rasanya kangen ketemu orang random untuk sekadar chit chat bertukar kabar, ngobrolin anjing liar, cuaca yang panasnya nggak ketulungan yang diikuti dengan rekomendasi minuman seger yang bisa didapat. 

I know we have our own battles in life. Gw cuma manusia biasa yang hobi ngeluh dan banyak mau aja 😂

Ah udah ah. Jangan lupa guys, masih pakai masker ya dan VAKSIN lah kalau dapat kesempatan! Jangan kasih kendoorr!!! 

Have a good one and stay safe, people! 💚 

Comments

  1. Mungkin jenuh dengan rutinitas sehari-hari di kota jadinya pengin hidup di pedesaan. :)

    Sama dengan orang desa, pengin juga liburan ke kota, soalnya di desa sepi, cuma bunyi jangkrik doang kalo malam krik krik krik...😂😂😃

    ReplyDelete
    Replies
    1. HAHAHAHAH bener banget. Kita memang cenderun menginginkan yang kita ga punya ya hahaha

      Delete

Post a Comment

Share your thoughts with me here

Popular posts from this blog

Jumat ceria

Hari ini memang bukan hari jumat, tapi cuman mau bilang aja sih kalo hari yang paling aku tunggu-tunggu itu hari jumat. Why?   Karena jumat itu selalu ceria, kalopun ada meeting besar pasti di hari jumat dan banyak cemilan, orang-orang pada berangkat sholat jumat, yang nasrani juga mengikuti misa di kantor, bisa pake baju bebas dan bebas berekspresi sepuas-puasnya, dan..... bisa video call sepuasnyaaaaaa kapanpun karena dia libur kerja 😍😍 gambarnya lucu 😁  taken from internet

Gampangnya Apply e-visa Rusia

Red square Jadi, WNI diberi kemudahan untuk ke Rusia. Cukup dengan apply e-visa yang bisa didapatkan dalam hitungan hari saja. Meskipun sudah sering apply e-visa, tapi e-visa Rusia ini agak unik formulirnya. Jadi sebelum apply, gw baca gimana caranya di sini yang amat sangat runtut dan mudah dipahami. Sebelum isi formulir online, ada baiknya siapkan foto 3.5 x 4.5 dengan background putih dulu. Setelah itu jangan lupa untuk beli asuransi. Karena agak kepikiran, gw putuskan untuk beli asuransi dari perusahan yang ada di sana. Asuransi yang gw beli dari sini . Tadinya setelah beli kok nggak ada info apapun, bahkan bukti bayar pun nggak ada. Tapi petugasnya cukup tangkas setelah gw email, gw langsung dapat asuransinya. Nomer asuransi diperlukan untuk mengisi formulir, jadi harus beli asuransi sebelum apply visa.  Nah, bagi gw, ini formulir baru kali ini dapat pertanyaan yang unik-unik semacam apakah pernah pelatihan militer, wajib militer, pernah pegang / punya senjata, bahkan sampai ...

Urus Pindah Domisili ke Denpasar - Bali

Balinese is a lot of thing, but one thing for sure that they work efficiently when it is related to the documents.  Gw selalu kasih tepuk tangan meriah kalau urus-urus dokumen di Bali tuh serba cepet banget. Di Denpasar ya terutama karena gw tinggal di sini. Nggak tau lagi kalau di daerah lain. Ini testimoni gw yang tiap tahun harus urus dokumen visa suami, tiap tahun harus ke Dukcapil, Polres, wira-wiri di desa urus printilan.  Akhirnya tahun ini gw putuskan untuk pindah domisili ke Bali. Yeay.   Bukan tanpa alasan, tapi karena untuk menjamin KITAP, gw harus domisili Bali. Suami gw udah terdaftar di Imigrasi Bali. Jadi daripada gw harus pindahin dia ke domisili asal gw, yang mana gw udah nggak tinggal di sana hampir 20 tahun, ya lebih baik gw yang pindah.  Ternyata, pindah KTP tuh gampang banget ya. Gw kira gw harus pulang dulu ke domisili untuk cabut berkas. Setelah tanya langsung ke domisili asal gw (Pake WA dan jawabnya nunggu lama banget), mereka bilang untuk ur...