Skip to main content

Sepatu Winter Pertama

Moscow Dulu, masih sempet pakai sepatu dengan hak 5 cm waktu kerja kantoran. Ya karena harus keliatan formal aja sih, meskipun nggak ada yang ngelarang juga kalau mau sepatu sneakers pun. Toh juga waktu kerja sepatu dilepas dan pakai sendal jepit.  Tapi itu sudah lama sekali. Setelahnya, bertahun-tahun hanya punya 1 sepatu sneakers dan 1 sandal. Sendal jepit punya lah ya, kan hidup di Bali. Salah satu esensial itu. Sebenernya alesannya sederhana, bukan karena nggak mau punya sepatu lebih dari satu tapi lebih ke males harus nyocokin sepatu lagi ke kaki yang belum tentu enak dipakainya.  Sepatu itu adalah hal esensial yang buat gw nggak apa mahal yang penting nyaman. Karena taruhannya di pijakan, dan itu bisa berdampak ke banyak hal kalau salah pilih sepatu. Jalan kaki adalah bagian besar dari hidup gw, jadi punya sepatu nyaman adalah hal yang tidak bisa dinego.  Nah, meskipun gw beberapa kali pernah jalan-jalan saat musim dingin, Moskow ini agak beda. Kalau di Belanda, mes...

Cuti Menstruasinya Wanita

Mazmi - Dxb.

Wanita memiliki hak untuk cuti menstruasi, yang sayangnya seringkali tidak diperhatikan oleh perusahaan atau si wanitanya tersebut sungkan untuk meminta cuti menstruasi atau sekedar dianggap nggak penting jadi dianggep nggak ada. 

Temen gw dari SMA, sering banget waktu menstruasi bisa sampai pingsan. Dulunya gw nggak ada gangguan dengan efek samping menstruasi. Yahh paling juga pinggang rontok, perut kram, tapi masih bisa diatasi. Ntah kenapa makin berumur makin dalem aja efeknya menstruasi. Tapi ini jadi kegelisahan yang gw akan periksakan ke dokter sih.

Kepala sakitnya banget, kramnya nggak ketulungan banget. Kalau udah bener-bener nggak tahan, gw minum obat sakit kepala trus tidur. Gw tentunya menyadari kalau rajin minum obat akan bikin ketergantungan. Gw bukan tipe orang yang gampangan minum obat. Sebisa mungkin gw tahan atau nggak minum obat, kecuali sakit gigi, maag dan sakit kepala waktu mens. 

Nggak semua wanita memiliki level keluhan sakit yang sama ketika menstruasi. Ada yang ringan banget, nggak ada masalah berarti, ada juga yang sampai pingsan karena terlampau sakit. Seharusnya, seharusnya ya, memang sudah sepantasnya kalau wanita meminta cuti menstruasi ketika memang dirasa tidak sanggup. Karena tubuh wanita dan lelaki bentukannya beda. 

Cuti menstruasi itu hak pekerja wanita lho. Hal ini diatur undang-undang;

"Pekerja/buruh perempuan yang dalam masa haid merasakan sakit dan memberitahukan kepada pengusaha, tidak wajib bekerja pada hari pertama dan kedua pada waktu haid," bunyi Pasal 81 ayat (1) UU Ketenagakerjaan. 

Kalau dibilang "Ya wanita kodratnya mens, mau gimana lagi" Ya kita juga nggak minta punya sistem tubuh yang seperti ini 😓 Menjadi wanita itu udah susah secara budaya di negeri ini, rawan kena begal payudara dan pelecehan seksual, masa iya sih cuti menstruasi aja nggak dibolehin bos? 

Btw, kemarin gw nonton video ada alat untuk simulasi kram menstruasi. Dari banyak lelaki yang cobain itu, meski di level 1, mereka udah nggak kuat sedangkan si cewe waktu cobain level sakit tertinggi aja mukanya biasa aja 😂 Ya gimana, udah biasa sakit tiap bulan selama belasan puluhan tahun 😅

Kalian bisa dapet cuti menstruasi dengan mudah nggak?

Comments

Popular posts from this blog

Sepatu Winter Pertama

Moscow Dulu, masih sempet pakai sepatu dengan hak 5 cm waktu kerja kantoran. Ya karena harus keliatan formal aja sih, meskipun nggak ada yang ngelarang juga kalau mau sepatu sneakers pun. Toh juga waktu kerja sepatu dilepas dan pakai sendal jepit.  Tapi itu sudah lama sekali. Setelahnya, bertahun-tahun hanya punya 1 sepatu sneakers dan 1 sandal. Sendal jepit punya lah ya, kan hidup di Bali. Salah satu esensial itu. Sebenernya alesannya sederhana, bukan karena nggak mau punya sepatu lebih dari satu tapi lebih ke males harus nyocokin sepatu lagi ke kaki yang belum tentu enak dipakainya.  Sepatu itu adalah hal esensial yang buat gw nggak apa mahal yang penting nyaman. Karena taruhannya di pijakan, dan itu bisa berdampak ke banyak hal kalau salah pilih sepatu. Jalan kaki adalah bagian besar dari hidup gw, jadi punya sepatu nyaman adalah hal yang tidak bisa dinego.  Nah, meskipun gw beberapa kali pernah jalan-jalan saat musim dingin, Moskow ini agak beda. Kalau di Belanda, mes...

Getting my Hands on Film Camera

In attempts to slow_myself_down_away_from_digital_life, I am getting my hands on film camera. Yes, the kind of camera where you need to put the film roll in and then start snapping. If you are lucky, the pictures will turn up good but if not then we let the fate decide. This is not my first rodeo on using film camera, but it definitely is the first ever to buy the film and develop it using my own money. It is not cheap, which I know.  What can I say, it's an expensive hobby.  I used my first film roll to take photos of my favorite people. So it has more human than random pictures. It was on family event. After the last shot, I wanted to develop it before I flew to Bali but they had no lab. Luckily we have the lab in Bali. I developed and scanned the film in Ojisanfilmlab Bali. They're just a google away. They sell the roll as well. I had to tell the TSA to do the hand checking rather putting it through the scanner. They understood.  Cimol hides himself in his favorite sp...

[Piknik] Jejak sejarah di Malang

Beberapa bulan yang lalu ketika si mas ke Bromo, dengan waktu yang mepet banget, akhirnya kita niat jelajah singkat jejak sejarah di Kota Malang. Biasa lah ya, dia selalu bawa buku panduan. Selain nerd, dia juga nggak mau oon ketika dia berada di suatu tempat baru. Dia terlalu nggak percaya sama kemampuan sejarahku akan kota Malang, karena pasti kalo nanya sejarahnya yang aku tahu paling juga nggak jauh-jauh dari lapak baju buku murah. Sejarahnya, tanyain mbah mbah jaman dulu dah. kantor balaikota Malang Perjalanan kita mulai dari hotel Tugu. Kita mulai dari naik becak. Tadinya saya kira aja sampai seratus ribu ya nganter ke daerah pasar besar (alun-alun kotak), eh ternyata cuman 30ribu. Terheran-heran juga kok, ini muka bule nggak dimahalin?? Derita punya partner bule, harga dibedain.   dari sampul sih nggak beda banyak, tapi begitu buka dalemnya...hmm kalah deh cetakan Indonesia sama cetakan luar negeri buku ini bagus kok, ada peta-peta jelajahnya juga Malang saat...