Skip to main content

Tiga bulan pertama hidup di luar Indonesia

Gw kira rasanya akan sama aja. Ada rasa kangen ya wajar karena jauh dari tempat yang selama ini kita sebut familiar. Tapi ternyata ada rasa rindu yang pukulannya berbeda.  Di kasus gw, gw cuma kenal satu orang Indonesia. Beliau bilang kalau mau temen jalan-jalan bisa lah berkabar biar jalan bareng. Tapi karena gw ada kerja dari senin-jumat, sedangkan beliau nggak, jadinya waktu kami seringkali nggak pas. Sedangkan di akhir pekan, gw habiskan bersama suami.  Bulan pertama masih terasa integrasi. Berusaha mengenal supermarket mana yang jual apa. Cari ini itu di mana. Menghafal jalur transportasi umum. Mengenal, membaca dan memahami nama daerah atau tempat dari huruf cyrilic-nya untuk sekedar "kalau nyasar, bisa kasih tau suami lagi ada di mana" karena seringkali online maps dihambat pemerintah.  Bulan kedua sudah mulai mengenal banyak hal. Sudah punya kartu atm untuk pembayaran. Visa panjang juga sudah di tangan. Mulai berhati-hati dengan banyak hal, mana yang boleh mana ya...

Cuti Menstruasinya Wanita

Mazmi - Dxb.

Wanita memiliki hak untuk cuti menstruasi, yang sayangnya seringkali tidak diperhatikan oleh perusahaan atau si wanitanya tersebut sungkan untuk meminta cuti menstruasi atau sekedar dianggap nggak penting jadi dianggep nggak ada. 

Temen gw dari SMA, sering banget waktu menstruasi bisa sampai pingsan. Dulunya gw nggak ada gangguan dengan efek samping menstruasi. Yahh paling juga pinggang rontok, perut kram, tapi masih bisa diatasi. Ntah kenapa makin berumur makin dalem aja efeknya menstruasi. Tapi ini jadi kegelisahan yang gw akan periksakan ke dokter sih.

Kepala sakitnya banget, kramnya nggak ketulungan banget. Kalau udah bener-bener nggak tahan, gw minum obat sakit kepala trus tidur. Gw tentunya menyadari kalau rajin minum obat akan bikin ketergantungan. Gw bukan tipe orang yang gampangan minum obat. Sebisa mungkin gw tahan atau nggak minum obat, kecuali sakit gigi, maag dan sakit kepala waktu mens. 

Nggak semua wanita memiliki level keluhan sakit yang sama ketika menstruasi. Ada yang ringan banget, nggak ada masalah berarti, ada juga yang sampai pingsan karena terlampau sakit. Seharusnya, seharusnya ya, memang sudah sepantasnya kalau wanita meminta cuti menstruasi ketika memang dirasa tidak sanggup. Karena tubuh wanita dan lelaki bentukannya beda. 

Cuti menstruasi itu hak pekerja wanita lho. Hal ini diatur undang-undang;

"Pekerja/buruh perempuan yang dalam masa haid merasakan sakit dan memberitahukan kepada pengusaha, tidak wajib bekerja pada hari pertama dan kedua pada waktu haid," bunyi Pasal 81 ayat (1) UU Ketenagakerjaan. 

Kalau dibilang "Ya wanita kodratnya mens, mau gimana lagi" Ya kita juga nggak minta punya sistem tubuh yang seperti ini 😓 Menjadi wanita itu udah susah secara budaya di negeri ini, rawan kena begal payudara dan pelecehan seksual, masa iya sih cuti menstruasi aja nggak dibolehin bos? 

Btw, kemarin gw nonton video ada alat untuk simulasi kram menstruasi. Dari banyak lelaki yang cobain itu, meski di level 1, mereka udah nggak kuat sedangkan si cewe waktu cobain level sakit tertinggi aja mukanya biasa aja 😂 Ya gimana, udah biasa sakit tiap bulan selama belasan puluhan tahun 😅

Kalian bisa dapet cuti menstruasi dengan mudah nggak?

Comments

Popular posts from this blog

Jumat ceria

Hari ini memang bukan hari jumat, tapi cuman mau bilang aja sih kalo hari yang paling aku tunggu-tunggu itu hari jumat. Why?   Karena jumat itu selalu ceria, kalopun ada meeting besar pasti di hari jumat dan banyak cemilan, orang-orang pada berangkat sholat jumat, yang nasrani juga mengikuti misa di kantor, bisa pake baju bebas dan bebas berekspresi sepuas-puasnya, dan..... bisa video call sepuasnyaaaaaa kapanpun karena dia libur kerja 😍😍 gambarnya lucu 😁  taken from internet

Melewati Pusuk Pass, Lombok

Kembali ke Pulau Lombok setelah dari Gili Air, kita pun 'turun' gunung menuju daerah selatan. Kita pun melewati Pusuk Pass atau orang suka bilang monkey forest. Tadinya sih dikira kayak kita masuk hutan trus yang banyak monyetnya, tapi ternyata jalanan pinggir tebing yang ada banyak monyet main-main disana. Sama persis kayak jalanan kearah rumah nenek. sampahnya nggak seharusnya disitu ya? Berhentilah kita disana. Takutnya monyetnya kayak yang di Bali itu, yang suka nyuri, eh ternyata nggak sih. Monyetnya anteng diem, makan mulu. Salah satu kesalahan pengunjung adalah memberikan makanan ke si monyet-monyet. Nggak apa sih kasih makan tapi plastiknya ya jangan dibuang disana juga lah. Sebenernya bukan dibuang disana sih, tapi monyetnya aja yang narik ngambil plastik makanan disana. Jadilah disitu kotor semua gara-gara plastik sisa makanan tadi. Eh namanya monyet ya masa iya bisa dikasih tau, 'hey monyet jangan buang sampah sembarangan!', kan ya nggak mun...

Fire in the Building

Who would have thought that I  experienced fire in the building.  This is my first time living in an appartement. Of course I never chose appartement when living in Indonesia because it’s a real high risk when the earthquake happen. But here we are placed in an appartement. What got me relieved the first time that we are in the lowest floor so if something happen we will be quickly evacuated.  That’s what I thought.  Until it really happened.  We slept around midnight and abruptly woken up by the noise outside. I thought it was the drunk people just got back from night club or the restaurant next door was doing some deep cleaning. So loud that I had to wake up. My husband peeked outside and immediately said “fire brigade outside, you wait here!” I was just “am I dreaming or what?” I put on clothes, checked outside and saw a few of fire trucks. I checked the other side of the appartement and saw a few of police cars and ambulances.  “Oh no, something serious...