Skip to main content

If Money Wasn't The Problem, What Would You Do?

In this extraordinary life, I would be a teacher still.  Helping people to understand even some little things to make them feel worthy and understand themselves better. It seems that teaching has become a calling for me. Not about teaching such specific subject like mathematics or so, but more like... I like to give new perspectives for people, and having them saying "Oh.... I see..." is satisfying for me. Of course, by teaching I can learn so many new perspectives from different people too. It's like the more I teach the more I learn, and that is so true. Maybe more like a guide. I like giving guidance to people who needs it. No, I don't like giving unsolicited guiding. I like to guide people who wants to be guided. I'd teach them how to love, love themselves first. Yea sure when we are talking about things, they would say "do useful things like engineering, plumbing, this and that" but they tend to forget that we need some balance in life. Not saying t

Cara Agar Tidak Direkrut Teroris

Sanur

Usia 17 tahun, lepas dari SMA dan masuk ke kampus, salah satu pesan papa yang gw paling inget adalah "Kamu kesana kuliah, bukan gabung-gabung grup-grup ekstrimis. Gausah ikutan kalo diajak. Ada banyak macem-macem grup teroris yang mengatasnamakan agama lho. Hati-hati, kalo bisa kuliah pulang aja, gausah berorganisasi"

Well... papa gw mendapatkan apa yang diminta karena sampe luluspun gw nggak berorganisasi 😂 Tapi, nggak mahasiswa kupu-kupu juga sih. Kuliah pulang-kuliah pulang. Tidak dong 😚 Wajar bagi orangtua gw buat khawatir karena anak pertamanya bakalan jauh dari rumah, nggak 24/7 diawasi. Tapi yaaa ada untungnya gw nggak relijius banget dulu. Hmm sekarang juga nggak sih 😅 Bukan urusan manusia juga bisa bilang "Gw relijius! Gw lebih relijius dari lu!" Meh!

Lalu apa yang gw lakukan selama kuliah di luar kegiatan perkuliahan? Gw belajar Bahasa Korea dan jadi KPopers 😂😂😂 Awalnya sih gw Super Junior banget, tapi setelah bertahun-tahun mulai bisa jadi random aja. Dari menjadi Kpopers dan belajar Bahasa Korea bersama dengan pembicara asli sampe udah kayak jadi kakak sendiri lah pokoknya, ternyata gw dapetin banyak hal dari kegiatan gw tersebut. 

Apakah kuliah gw keteteran? Yaaa keteterannya bukan karena kegiatan tersebut tapi karena mata kuliahnya aja tambah sulit 😂 Pernah satu dua semester isinya banyak aljabar, sumpah bikin gw pengen keluar aja. Tapi langsung banting setir ke kelas pemrograman yang sampai lulus gw ternyata mampu bikin skripsi AI sederhana. 

Di sela-sela kuliah, gw inget banget, tiap hari Jumat di gerbang kampus, selalu ada orang yang membagi buletin mingguan. Buletin ini milik HTI. Gw selalu ambil kok buletinnya, buat kipas-kipas nanti di kelas 😉 Gw baca juga kok. Cuma karena isinya agak keras juga jadi yaudah nasibnya kalau nggak jadi kipas ya jadi bungkus makanan. 

Jaman gw kuliah dulu, gw masuk kuliah 2009, kegiatan mereka ini nggak terlalu terbuka. Nggak ada orang yang terang-terangan prospek orang untuk join grup mereka. Grup "jihad" mereka. Sejujurnya gw penasaran sih gimana cara mereka prospek, karena banyak banget adek tingkat gw yang cerita kalo mereka "diprospek". Diberikan berita-berita keutamaan jihad, mati syahid, dsb, dsb, lalu ketika dibantah, mereka akan membantah lagi. Apa karena muka gw udah ngeselin dan nggak meyakinkan ya? Makanya jarang diajak debat. 

Jadi kesimpulannya, kalau situ nggak mau diajak jadi teroris, pasang muka ngeselin - jangan muka yang iya iya oke oke aja. Muka polos tuh yang selalu diincar mereka. Muka yang penuh amarah juga biasanya yang jadi incaran. Punya muka belaga bego itu bagus (kadang), tapi punya ekspresi muka yang masa bodoh itu lebih penting 😏 Trus kalau udah terlanjur kena dan diajak "diskusi", ketika mereka menanyakan sesuatu, tanya balik aja pertanyaannya. Misal; tau nggak jihad yang utama itu apa? Jawab aja, "hmm apa ya kak, menurut kakak jihad yang paling utama itu apa? Gw yakin setelah 10 kali pertanyaan mereka kesel sendiri. 

Cara lain adalah, menyibukkan diri dengan kegiatan misal jadi Kpopers 😎 Fangirling itu ngabisin waktu banget lho. Selama gw fangirling, kehidupan gw cuma terbagi jadi kampus dan fangirling. Udah ga masuk lah itu join grup ekstrimis, ga ada waktu.  

Yang paling penting adalah tau apa yang kalian mau. Tau apa yang ada dalam diri kalian, kendalikan diri kalian. Kalau dalam diri kalian ingin melakukan hal yang bermanfaat untuk sesama, gampang! Cek aja janda dan anak yatim di sekitar kalian. Nggak usah ndakik-ndakik mau berjuang demi umat seluruh dunia dan melakukan pembalasan dengan bunuh diri. Itu goblog namanya! Inget, menjadi bermanfaat bagi sekitar adalah hal yang nggak kalah baik dari jihad yang mereka definisikan 😉

Menurut kalian, apa cara yang lebih efektif biar nggak direkrut teroris? Mending juga direkrut jadi komisaris perusahaan negara ya nggak 😎

Comments

Popular posts from this blog

Ujian hari senin

Kejadian ini terjadi tepat senin minggu lalu. Baru kali itu aku merasa 'WOW.. ini senin yeay'. Karena biasanya 'haduhh udah senen lagi'. Kebayang kan kalo seneng begitu dihari senen menyambut pagi dan hari itu rasanya langka banget. Otomatis pengennya hari itu berlangsung indah. Jam setengah 9 pagi, seperti biasa ke pantry ambil minum bareng sama temen sebangku. Dia bikin teh, aku nyuci botol sekalian ngisi dong. Seperti biasa juga, kadang aku males sih nyuci botol dengan ritual lengkapnya, akhirnya cuman bilas pake air panas. Ya mungkin nggak sampe 50 ml juga. Dikit banget deh. Temen juga selalu bersihin gitu gelasnya pake air panas. Pic source is here Eh lakok lakok... si bapak pantry yang serem itu tiba-tiba bilang 'Gak bisa ya gak nyuci botol pake air panas? Tiap sore itu banyak komplain gara-gara airnya abis'. Yakaliii air abis tinggal isi aja, ibu yang dulu aja nggak pernah ada komplain. Ya aku bilang lah ini cuman dikit, lagian yang ngelakuin ini

Jumat ceria

Hari ini memang bukan hari jumat, tapi cuman mau bilang aja sih kalo hari yang paling aku tunggu-tunggu itu hari jumat. Why?   Karena jumat itu selalu ceria, kalopun ada meeting besar pasti di hari jumat dan banyak cemilan, orang-orang pada berangkat sholat jumat, yang nasrani juga mengikuti misa di kantor, bisa pake baju bebas dan bebas berekspresi sepuas-puasnya, dan..... bisa video call sepuasnyaaaaaa kapanpun karena dia libur kerja 😍😍 gambarnya lucu 😁  taken from internet

[Piknik] Prambanan lagi

Salah satu pesona Jawa Tengah adalah Candi Prambanan. Saya sudah 3 kali berkunjung ke situs warisan dunia ini. Candi yang terletak di perbatasan Jawa Tengah dan jogja ini selalu menimbulkan kesan mistis bagi saya. Terletak tak jauh dari jalan raya, sehingga mengunjunginya pun sangat mudah. Berbeda dengan Candi Borobudur yang letaknya sangat jauh dari jalan raya besar.  Ok, menurut saya ada 3 cara menuju candi ini. Menggunakan bus transjogja, taksi, dan kendaraan pribadi. Bagi yang menggunakan transjogja, saya pernah menggunakannya berangkat dari daerah kampus UNY, daerah Depok Sleman. 1 kali transit, 2 kali berganti bus. Dengan harga transjogja yang kala itu, 2014, seharga 3500 rupiah. Tapi sampai saat ini masih sama harganya, menurut info dari teman. Lokasi shelter bis berada agak jauh dari pintu masuk lokasi candi, mungkin kira-kira 500meter sampai 1kilometer. Kalau jalan, menghabiskan waktu sekitar 15-20menit. Bisa juga naik becak untuk opsi yang lain. Lagi-lagi, jangan lupa men