Skip to main content

The Reward of Teaching

Buku belajar Bahasa Indonesia dalam berbagai bahasa. I've become a teacher since semester 9. That being said, my teaching journey started in 2013. Took hiatus for 2 something years then I came back to these exam sheets, students, books, and social interactions. Didn't even want to become one but I fell in love right after I jumped in.  I guess I need to ask to apologize to my dad. I was mad at him a long time ago because he asked me to be one lol. Well, maybe I just didn't like the idea of being a teacher in a class where your students don't even care about you telling stuff in front of the class. That actually made me realize that I prefer to teach whoever wants to learn. Although sometimes I just need to teach without knowing what's their reasons to learn, and that is also fine. I do what I had to do. That is why I hate grading because I don't mind giving them a perfect score but what's the point if they know nothing after the course ended? I never teach a

Cara Agar Tidak Direkrut Teroris

Sanur

Usia 17 tahun, lepas dari SMA dan masuk ke kampus, salah satu pesan papa yang gw paling inget adalah "Kamu kesana kuliah, bukan gabung-gabung grup-grup ekstrimis. Gausah ikutan kalo diajak. Ada banyak macem-macem grup teroris yang mengatasnamakan agama lho. Hati-hati, kalo bisa kuliah pulang aja, gausah berorganisasi"

Well... papa gw mendapatkan apa yang diminta karena sampe luluspun gw nggak berorganisasi 😂 Tapi, nggak mahasiswa kupu-kupu juga sih. Kuliah pulang-kuliah pulang. Tidak dong 😚 Wajar bagi orangtua gw buat khawatir karena anak pertamanya bakalan jauh dari rumah, nggak 24/7 diawasi. Tapi yaaa ada untungnya gw nggak relijius banget dulu. Hmm sekarang juga nggak sih 😅 Bukan urusan manusia juga bisa bilang "Gw relijius! Gw lebih relijius dari lu!" Meh!

Lalu apa yang gw lakukan selama kuliah di luar kegiatan perkuliahan? Gw belajar Bahasa Korea dan jadi KPopers 😂😂😂 Awalnya sih gw Super Junior banget, tapi setelah bertahun-tahun mulai bisa jadi random aja. Dari menjadi Kpopers dan belajar Bahasa Korea bersama dengan pembicara asli sampe udah kayak jadi kakak sendiri lah pokoknya, ternyata gw dapetin banyak hal dari kegiatan gw tersebut. 

Apakah kuliah gw keteteran? Yaaa keteterannya bukan karena kegiatan tersebut tapi karena mata kuliahnya aja tambah sulit 😂 Pernah satu dua semester isinya banyak aljabar, sumpah bikin gw pengen keluar aja. Tapi langsung banting setir ke kelas pemrograman yang sampai lulus gw ternyata mampu bikin skripsi AI sederhana. 

Di sela-sela kuliah, gw inget banget, tiap hari Jumat di gerbang kampus, selalu ada orang yang membagi buletin mingguan. Buletin ini milik HTI. Gw selalu ambil kok buletinnya, buat kipas-kipas nanti di kelas 😉 Gw baca juga kok. Cuma karena isinya agak keras juga jadi yaudah nasibnya kalau nggak jadi kipas ya jadi bungkus makanan. 

Jaman gw kuliah dulu, gw masuk kuliah 2009, kegiatan mereka ini nggak terlalu terbuka. Nggak ada orang yang terang-terangan prospek orang untuk join grup mereka. Grup "jihad" mereka. Sejujurnya gw penasaran sih gimana cara mereka prospek, karena banyak banget adek tingkat gw yang cerita kalo mereka "diprospek". Diberikan berita-berita keutamaan jihad, mati syahid, dsb, dsb, lalu ketika dibantah, mereka akan membantah lagi. Apa karena muka gw udah ngeselin dan nggak meyakinkan ya? Makanya jarang diajak debat. 

Jadi kesimpulannya, kalau situ nggak mau diajak jadi teroris, pasang muka ngeselin - jangan muka yang iya iya oke oke aja. Muka polos tuh yang selalu diincar mereka. Muka yang penuh amarah juga biasanya yang jadi incaran. Punya muka belaga bego itu bagus (kadang), tapi punya ekspresi muka yang masa bodoh itu lebih penting 😏 Trus kalau udah terlanjur kena dan diajak "diskusi", ketika mereka menanyakan sesuatu, tanya balik aja pertanyaannya. Misal; tau nggak jihad yang utama itu apa? Jawab aja, "hmm apa ya kak, menurut kakak jihad yang paling utama itu apa? Gw yakin setelah 10 kali pertanyaan mereka kesel sendiri. 

Cara lain adalah, menyibukkan diri dengan kegiatan misal jadi Kpopers 😎 Fangirling itu ngabisin waktu banget lho. Selama gw fangirling, kehidupan gw cuma terbagi jadi kampus dan fangirling. Udah ga masuk lah itu join grup ekstrimis, ga ada waktu.  

Yang paling penting adalah tau apa yang kalian mau. Tau apa yang ada dalam diri kalian, kendalikan diri kalian. Kalau dalam diri kalian ingin melakukan hal yang bermanfaat untuk sesama, gampang! Cek aja janda dan anak yatim di sekitar kalian. Nggak usah ndakik-ndakik mau berjuang demi umat seluruh dunia dan melakukan pembalasan dengan bunuh diri. Itu goblog namanya! Inget, menjadi bermanfaat bagi sekitar adalah hal yang nggak kalah baik dari jihad yang mereka definisikan 😉

Menurut kalian, apa cara yang lebih efektif biar nggak direkrut teroris? Mending juga direkrut jadi komisaris perusahaan negara ya nggak 😎

Comments

Popular posts from this blog

The Reward of Teaching

Buku belajar Bahasa Indonesia dalam berbagai bahasa. I've become a teacher since semester 9. That being said, my teaching journey started in 2013. Took hiatus for 2 something years then I came back to these exam sheets, students, books, and social interactions. Didn't even want to become one but I fell in love right after I jumped in.  I guess I need to ask to apologize to my dad. I was mad at him a long time ago because he asked me to be one lol. Well, maybe I just didn't like the idea of being a teacher in a class where your students don't even care about you telling stuff in front of the class. That actually made me realize that I prefer to teach whoever wants to learn. Although sometimes I just need to teach without knowing what's their reasons to learn, and that is also fine. I do what I had to do. That is why I hate grading because I don't mind giving them a perfect score but what's the point if they know nothing after the course ended? I never teach a

Dapet Visa UAE (Dubai) Gampang Banget

Dubai creek Beberapa waktu yang lalu, kita pusing berat karena H dapet libur kali ini cuman 10 hari. 10 hari dari yang biasanya 14 hari. Akhrinya diputuskan untuk tetap mengambil libur tapi nggak ke Indonesia.  Ternyata, beberapa hari kemudian, dia bilang, kalau liburnya malah jadi 7-8 hari aja. Mau ga mau saya yang harus kesana. Maksudnya terbang mendekatinya. Udah milih-milih negara mana yang harganya rasional, yang ga banyak makan waktu buat terbangnya H, dan tentunya ga ribet urus visa buat pemegang paspor hijau yang ga sesakti paspornya H.  Btw warna paspor Indonesia jadi biru ya sekarang?? Pilihan jatuh ke Dubai. Pemegang paspor hijau harus bikin visa, ya pusing lagi deh cara bikin visa Dubai nih gimana. Apa iya sesusah bikin visa schengen, visa US, visa lainnya. dari persyaratan sih standar ya, termasuk  record  bank account selama 3 bulan. Emang nggak pernah bikin visa Dubai sebelumnya ya, apalagi H yang paspornya super sakti kemana-mana (hampir) ga perlu visa, dia ga pernah ad

Catatan Kuliah (6) : Masuk bareng, keluar bareng (?)

Sanur Sebagai mahasiswa yang masih belum mengenal kerasnya kehidupan kala itu, kita berikrar "Kita masuk bareng kita juga harus keluar bareng." Naif? Iya tentu. Maklumin aja namanya juga mahasiswa baru kan. Maunya yang  flawless  terus. Tapi apa salahnya sih berdoa baik kali aja malaikat mengamini lol.  Ternyata, kenyataannya, tentu saja tidak. Iya kalau semua  setting  nya  default  semua mahasiswa tidak ada kesulitan yang berarti, dosen nggak resek, mahasiswa juga nggak resek, data nggak resek, pasti lulus bareng kita. Kehidupan perkuliahan keras di akhir hahaha Gw dari awal masuk kampus ngerasa kalo gw nggak akan lulus tepat waktu. Aneh ya, harusnya orang mikir lulus tepat waktu tapi gw udah ada feeling. Dan gw berusaha keras buat nggak terlalu jatuh dalam angka. Ya maksudnyaaaa karena gw anak minor komputasi jadi gw udah bisa tebak lah data yang gw pake pasti agak makan waktu. Jadi  range  kelulusan adalah 7 semester, 8 semester, 9 semester, diatas 9 semester. Temen gw ya