Skip to main content

BUKU

Ganesha - Ubud. Toko buku favorit, sering jual buku antik. Benda yang gw sayang banget yaa buku-buku gw. Gw mau minjemin buku gw, tapi kalau buku gw diminta orang... hmmm... nggak dulu deh ya. Kalau minjemin pun pasti mikir-mikir dulu, orangnya bertanggungjawab apa nggak hehehee. Dari kecil, orangtua gw selalu minta untuk berhemat ya karena kita memang dari keluarga yang biasa saja. Uang jajan gw biasanya setengah dari uang jajan temen-temen gw. Bukannya mereka pelit, ya emang dibiasain hidup gak foya-foya aja. Lagian juga gw nggak punya alasan kan, karena belum punya duit sendiri haha!  Tapi kalau soal buku, nggak usah ditanya. Semahal apapun pasti dibeliin kalo emang perlu. Royal banget kalo soalan buku. Karena prinsip mereka, "Orangtua kamu ini nggak kaya, nggak mampu ngasih kamu duit banyak. Tapi kami akan berusaha semaksimal mungkin untuk memberi kamu pendidikan terbaik yang kamu bisa dapatkan. Buku salah satunya. Jadi nggak boleh pelit." Betul, nilai kehidupan tersebut

Jangan Membeli Saham Sebelum Paham

Kotal amal di ICRC museum, Geneva - 2019.

Jangan pernah tergiur dengan ajakan, "Ayo sini invest ke gw, dapet return 10% lho perbulannya. Ntar gw beliin lu saham, nah lu tinggal tunggu aja pasti dapet return 10% tiap bulan. Enak kan? Nggak ngapa-ngapain tapi duitnya berkembang. Bukan investasi bodong ini. Serius kok, masa ga percaya sih? Kan gw temen lo, mana ada temen boongin temennya?" 

Temen boongin temennya itu... ya banyak. Apalagi masalah duit. Tidakkah anda familiar dengan skenario yang hutang lebih galak daripada yang ngasih pinjaman?

Ngomong-ngomong nih, makin lama makin banyak orang yang investasi. Itu bagus banget. ORI07 aja kejual melampui target lho. Bukti bahwa kita udah lebih membuka mata dan diri terhadap investasi. 

Memulai investasi saham itu gampang kok, nggak seserem yang dibilang orang-orang. Tapi rawan terjungkal kalau nggak paham apa itu saham dan bagaimana cara saham bekerja. Iya betul, memang investasi saham bisa membawa untung yang bahkan lebih dari 10% tiap bulannya, hari esoknya jatuh 20% pun juga bisa. Yang perlu diketahui adalah, keuntungan yang didapat dari investasi saham bukan dalam bentuk nominal yang ditransfer setiap bulan ke rekening kita. Bentuk keuntungannya adalah capital gain dan dividen. Capital gain adalah bentuk keuntungan dari selisih harga sekarang terhadap harga ketika dibeli. Beli 2000 kemudian sekarang 2500, capital gainnya sebesar 500. Nilai tersebut bisa lebih naik lagi atau turun tergantung pergerakan saham di bursa. Sedangkan dividen adalah keuntungan yang dibagikan setiap semester atau tahunan. Kebijakannya berbeda setiap perusahaan. Harga dividen yang diberikan akan dikalikan dengan berapa lembar saham yang dimiliki. 

Ingat ya, keuntungan saham yang didapatkan bukan keuntungan yang ditransferkan secara rutin tiap bulan. Untuk keuntungan yang didapat rutin tiap bulan lebih baik investasi dalam bentuk deposito atau obligasi.

Sama seperti monopoli, investasi saham perlu strategi dan analisis yang mendalam

Tingkat resiko saham termasuk di kategori yang tinggi karena sangat fluktuatif dan bisa dipengaruhi oleh isu sosial politik juga. Tapi bukan berarti nggak aman. Investasi saham itu aman banget, asal: saham perusahaan yang dibeli jelas dan dana dikendalikan sendiri. Jangan pernah mempercayakan dana yang kamu punya kepada pihak ketiga. Pihak ketiga ini seringkali menjadi celah bagi pelaku bisnis kotor yang (seringkali) melarikan uang yang diinvestasikan. 

Pertanyaan yang sering gw dapet kalau ada yang tanya soal saham adalah : Gimana caranya nggak rugi? Ya nggak usah investasi sih kalau nggak mau resiko 😌 Semua jenis investasi beresiko. Hanya saja resiko tersebut bisa dikenali di profil resiko masing-masing sebelum investasi. Kalau memang profilmu agresif dan saham adalah yang kamu inginkan, ya belajar. 

Pelajari tiga level saham yang ada di pasar saham. Pelajari mana yang masuk kategori bluechip (big cap), second liner, dan third liner. Pemula jangan aneh-aneh, kalau memang niat investasi saham, cari perusahaan yang bluechip dulu. Sangat haram untuk membeli saham di level third liner. Kenapa? Kebanyakan saham third liner tidak memiliki tujuan bisnis dan fundamental perusahaan yang jelas. Hari ini untung 100% besok buntung 300% pun bisa. 

Sesuatu itu terasa menakutkan sebelum dikenal dan dipelajari. Jangan membeli saham sebelum paham. Kamu perlu mengetahui, mempelajari dan memahami saham yang akan kamu beli. Jangan pernah seberani itu untuk membeli saham sebelum kamu paham bagaimana perilakunya di pasar, branding apa yang ditawarkan, value apa yang dipegang, apakah produknya memiliki potensi bertahan untuk 20-50 tahun yang akan datang, apakah bisa tergantikan seiring berjalannya waktu, apakah barangnya akan selalu kita butuhkan sehari-hari. 

Profil resiko agresif bukan berarti tanpa perhitungan dan bertindak goblok. Belajar. Belajar. Belajar. Temukan teman-teman sesama investor yang satu frekuensi untuk sama-sama belajar menganalisa saham. Tiap orang akan memiliki preferensi untuk membeli produk saham favoritnya. Nggak perlu tergiur, nggak perlu ikut-ikutan. Pelajari saja perusahaannya dan jika tertarik barulah eksekusi. Beli saham itu bukan soal balapan kok. 

Nggak perlu takut untuk memulai investasi saham. Hanya saja sebelum memulai, ingat mantra ini : Jangan membeli saham sebelum paham. 

So folks, good luck!

Comments

  1. Aku investasi di celengan babon....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Beli celengan babon dimana sih? Akutu pengen beli yg tanah liat gt.

      Delete
  2. Memang harus paham betul trik dan ilmunya ya, biar ga mengalami kebuntungan...alias bukannya untung malah jadi buntung
    #mendadak aku jadi teringat akan mata kukiah makroekonomi nih kalau bahasannya saham
    Jadi kepo juga aku ama saham yang udah masuk bluechip perusahaan mana aja hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya benerrrr... masalah duit ini rada sensitif banget soalnya, salah jalan bisa amblassss deh duit cantik itu.

      saham2 bluechip bs dicari di google wkwkwk. Bluechip sih cenderung nampil di kehidupan sehari-hari macem BRI, BCA, Unilever. Rumah siapa yg ga ada produk unilevernya sama sekali? Pasti ada satu dua hahaha

      Delete
  3. sepakat banget sih, kalau belum paham seluk beluk saham apalagi cara mainnya nanti2 dulu deh, daripada kena tipu atau rugi kan. xixixi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya betul krn ini butuh ilmu bukan sekedar gambling kayak main judiii hahaha

      Delete

Post a Comment

Share your thoughts with me here

Popular posts from this blog

BUKU

Ganesha - Ubud. Toko buku favorit, sering jual buku antik. Benda yang gw sayang banget yaa buku-buku gw. Gw mau minjemin buku gw, tapi kalau buku gw diminta orang... hmmm... nggak dulu deh ya. Kalau minjemin pun pasti mikir-mikir dulu, orangnya bertanggungjawab apa nggak hehehee. Dari kecil, orangtua gw selalu minta untuk berhemat ya karena kita memang dari keluarga yang biasa saja. Uang jajan gw biasanya setengah dari uang jajan temen-temen gw. Bukannya mereka pelit, ya emang dibiasain hidup gak foya-foya aja. Lagian juga gw nggak punya alasan kan, karena belum punya duit sendiri haha!  Tapi kalau soal buku, nggak usah ditanya. Semahal apapun pasti dibeliin kalo emang perlu. Royal banget kalo soalan buku. Karena prinsip mereka, "Orangtua kamu ini nggak kaya, nggak mampu ngasih kamu duit banyak. Tapi kami akan berusaha semaksimal mungkin untuk memberi kamu pendidikan terbaik yang kamu bisa dapatkan. Buku salah satunya. Jadi nggak boleh pelit." Betul, nilai kehidupan tersebut

Lessons Learned in 2021

March '21. Me, during the lowest point of my life. Yes, I still smile and dead inside lol. 2021 is personally not an easy year. It's the year where I questioned my existence as a human being. I thought being a kind person was enough.  Obviously, I felt insecure when the closest person told me how I was not special, doing less than what I could. That triggered me and I started to ask myself "What am I doing on this earth? What's my purpose as a human? What am I going to do? What do I want to do? What do I want to become? What kind of future do I want? What am I?"  That person only became the trigger, yet the problems existed inside me. So I realized completely that it was about me, not someone else. There was something wrong with me. When I knew that the problem is me, I seek help. Lucky me (or should I say, unlucky me?), I didn't have those scary nights alone. My best friend went through the same, so we're kinda helping each other. Though the trigger was d

Ujian hari senin

Kejadian ini terjadi tepat senin minggu lalu. Baru kali itu aku merasa 'WOW.. ini senin yeay'. Karena biasanya 'haduhh udah senen lagi'. Kebayang kan kalo seneng begitu dihari senen menyambut pagi dan hari itu rasanya langka banget. Otomatis pengennya hari itu berlangsung indah. Jam setengah 9 pagi, seperti biasa ke pantry ambil minum bareng sama temen sebangku. Dia bikin teh, aku nyuci botol sekalian ngisi dong. Seperti biasa juga, kadang aku males sih nyuci botol dengan ritual lengkapnya, akhirnya cuman bilas pake air panas. Ya mungkin nggak sampe 50 ml juga. Dikit banget deh. Temen juga selalu bersihin gitu gelasnya pake air panas. Pic source is here Eh lakok lakok... si bapak pantry yang serem itu tiba-tiba bilang 'Gak bisa ya gak nyuci botol pake air panas? Tiap sore itu banyak komplain gara-gara airnya abis'. Yakaliii air abis tinggal isi aja, ibu yang dulu aja nggak pernah ada komplain. Ya aku bilang lah ini cuman dikit, lagian yang ngelakuin ini