Skip to main content

Sepatu Winter Pertama

Moscow Dulu, masih sempet pakai sepatu dengan hak 5 cm waktu kerja kantoran. Ya karena harus keliatan formal aja sih, meskipun nggak ada yang ngelarang juga kalau mau sepatu sneakers pun. Toh juga waktu kerja sepatu dilepas dan pakai sendal jepit.  Tapi itu sudah lama sekali. Setelahnya, bertahun-tahun hanya punya 1 sepatu sneakers dan 1 sandal. Sendal jepit punya lah ya, kan hidup di Bali. Salah satu esensial itu. Sebenernya alesannya sederhana, bukan karena nggak mau punya sepatu lebih dari satu tapi lebih ke males harus nyocokin sepatu lagi ke kaki yang belum tentu enak dipakainya.  Sepatu itu adalah hal esensial yang buat gw nggak apa mahal yang penting nyaman. Karena taruhannya di pijakan, dan itu bisa berdampak ke banyak hal kalau salah pilih sepatu. Jalan kaki adalah bagian besar dari hidup gw, jadi punya sepatu nyaman adalah hal yang tidak bisa dinego.  Nah, meskipun gw beberapa kali pernah jalan-jalan saat musim dingin, Moskow ini agak beda. Kalau di Belanda, mes...

Jangan Membeli Saham Sebelum Paham

Kotal amal di ICRC museum, Geneva - 2019.

Jangan pernah tergiur dengan ajakan, "Ayo sini invest ke gw, dapet return 10% lho perbulannya. Ntar gw beliin lu saham, nah lu tinggal tunggu aja pasti dapet return 10% tiap bulan. Enak kan? Nggak ngapa-ngapain tapi duitnya berkembang. Bukan investasi bodong ini. Serius kok, masa ga percaya sih? Kan gw temen lo, mana ada temen boongin temennya?" 

Temen boongin temennya itu... ya banyak. Apalagi masalah duit. Tidakkah anda familiar dengan skenario yang hutang lebih galak daripada yang ngasih pinjaman?

Ngomong-ngomong nih, makin lama makin banyak orang yang investasi. Itu bagus banget. ORI07 aja kejual melampui target lho. Bukti bahwa kita udah lebih membuka mata dan diri terhadap investasi. 

Memulai investasi saham itu gampang kok, nggak seserem yang dibilang orang-orang. Tapi rawan terjungkal kalau nggak paham apa itu saham dan bagaimana cara saham bekerja. Iya betul, memang investasi saham bisa membawa untung yang bahkan lebih dari 10% tiap bulannya, hari esoknya jatuh 20% pun juga bisa. Yang perlu diketahui adalah, keuntungan yang didapat dari investasi saham bukan dalam bentuk nominal yang ditransfer setiap bulan ke rekening kita. Bentuk keuntungannya adalah capital gain dan dividen. Capital gain adalah bentuk keuntungan dari selisih harga sekarang terhadap harga ketika dibeli. Beli 2000 kemudian sekarang 2500, capital gainnya sebesar 500. Nilai tersebut bisa lebih naik lagi atau turun tergantung pergerakan saham di bursa. Sedangkan dividen adalah keuntungan yang dibagikan setiap semester atau tahunan. Kebijakannya berbeda setiap perusahaan. Harga dividen yang diberikan akan dikalikan dengan berapa lembar saham yang dimiliki. 

Ingat ya, keuntungan saham yang didapatkan bukan keuntungan yang ditransferkan secara rutin tiap bulan. Untuk keuntungan yang didapat rutin tiap bulan lebih baik investasi dalam bentuk deposito atau obligasi.

Sama seperti monopoli, investasi saham perlu strategi dan analisis yang mendalam

Tingkat resiko saham termasuk di kategori yang tinggi karena sangat fluktuatif dan bisa dipengaruhi oleh isu sosial politik juga. Tapi bukan berarti nggak aman. Investasi saham itu aman banget, asal: saham perusahaan yang dibeli jelas dan dana dikendalikan sendiri. Jangan pernah mempercayakan dana yang kamu punya kepada pihak ketiga. Pihak ketiga ini seringkali menjadi celah bagi pelaku bisnis kotor yang (seringkali) melarikan uang yang diinvestasikan. 

Pertanyaan yang sering gw dapet kalau ada yang tanya soal saham adalah : Gimana caranya nggak rugi? Ya nggak usah investasi sih kalau nggak mau resiko 😌 Semua jenis investasi beresiko. Hanya saja resiko tersebut bisa dikenali di profil resiko masing-masing sebelum investasi. Kalau memang profilmu agresif dan saham adalah yang kamu inginkan, ya belajar. 

Pelajari tiga level saham yang ada di pasar saham. Pelajari mana yang masuk kategori bluechip (big cap), second liner, dan third liner. Pemula jangan aneh-aneh, kalau memang niat investasi saham, cari perusahaan yang bluechip dulu. Sangat haram untuk membeli saham di level third liner. Kenapa? Kebanyakan saham third liner tidak memiliki tujuan bisnis dan fundamental perusahaan yang jelas. Hari ini untung 100% besok buntung 300% pun bisa. 

Sesuatu itu terasa menakutkan sebelum dikenal dan dipelajari. Jangan membeli saham sebelum paham. Kamu perlu mengetahui, mempelajari dan memahami saham yang akan kamu beli. Jangan pernah seberani itu untuk membeli saham sebelum kamu paham bagaimana perilakunya di pasar, branding apa yang ditawarkan, value apa yang dipegang, apakah produknya memiliki potensi bertahan untuk 20-50 tahun yang akan datang, apakah bisa tergantikan seiring berjalannya waktu, apakah barangnya akan selalu kita butuhkan sehari-hari. 

Profil resiko agresif bukan berarti tanpa perhitungan dan bertindak goblok. Belajar. Belajar. Belajar. Temukan teman-teman sesama investor yang satu frekuensi untuk sama-sama belajar menganalisa saham. Tiap orang akan memiliki preferensi untuk membeli produk saham favoritnya. Nggak perlu tergiur, nggak perlu ikut-ikutan. Pelajari saja perusahaannya dan jika tertarik barulah eksekusi. Beli saham itu bukan soal balapan kok. 

Nggak perlu takut untuk memulai investasi saham. Hanya saja sebelum memulai, ingat mantra ini : Jangan membeli saham sebelum paham. 

So folks, good luck!

Comments

  1. Aku investasi di celengan babon....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Beli celengan babon dimana sih? Akutu pengen beli yg tanah liat gt.

      Delete
  2. Memang harus paham betul trik dan ilmunya ya, biar ga mengalami kebuntungan...alias bukannya untung malah jadi buntung
    #mendadak aku jadi teringat akan mata kukiah makroekonomi nih kalau bahasannya saham
    Jadi kepo juga aku ama saham yang udah masuk bluechip perusahaan mana aja hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya benerrrr... masalah duit ini rada sensitif banget soalnya, salah jalan bisa amblassss deh duit cantik itu.

      saham2 bluechip bs dicari di google wkwkwk. Bluechip sih cenderung nampil di kehidupan sehari-hari macem BRI, BCA, Unilever. Rumah siapa yg ga ada produk unilevernya sama sekali? Pasti ada satu dua hahaha

      Delete
  3. sepakat banget sih, kalau belum paham seluk beluk saham apalagi cara mainnya nanti2 dulu deh, daripada kena tipu atau rugi kan. xixixi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya betul krn ini butuh ilmu bukan sekedar gambling kayak main judiii hahaha

      Delete

Post a Comment

Share your thoughts with me here

Popular posts from this blog

Sepatu Winter Pertama

Moscow Dulu, masih sempet pakai sepatu dengan hak 5 cm waktu kerja kantoran. Ya karena harus keliatan formal aja sih, meskipun nggak ada yang ngelarang juga kalau mau sepatu sneakers pun. Toh juga waktu kerja sepatu dilepas dan pakai sendal jepit.  Tapi itu sudah lama sekali. Setelahnya, bertahun-tahun hanya punya 1 sepatu sneakers dan 1 sandal. Sendal jepit punya lah ya, kan hidup di Bali. Salah satu esensial itu. Sebenernya alesannya sederhana, bukan karena nggak mau punya sepatu lebih dari satu tapi lebih ke males harus nyocokin sepatu lagi ke kaki yang belum tentu enak dipakainya.  Sepatu itu adalah hal esensial yang buat gw nggak apa mahal yang penting nyaman. Karena taruhannya di pijakan, dan itu bisa berdampak ke banyak hal kalau salah pilih sepatu. Jalan kaki adalah bagian besar dari hidup gw, jadi punya sepatu nyaman adalah hal yang tidak bisa dinego.  Nah, meskipun gw beberapa kali pernah jalan-jalan saat musim dingin, Moskow ini agak beda. Kalau di Belanda, mes...

Getting my Hands on Film Camera

In attempts to slow_myself_down_away_from_digital_life, I am getting my hands on film camera. Yes, the kind of camera where you need to put the film roll in and then start snapping. If you are lucky, the pictures will turn up good but if not then we let the fate decide. This is not my first rodeo on using film camera, but it definitely is the first ever to buy the film and develop it using my own money. It is not cheap, which I know.  What can I say, it's an expensive hobby.  I used my first film roll to take photos of my favorite people. So it has more human than random pictures. It was on family event. After the last shot, I wanted to develop it before I flew to Bali but they had no lab. Luckily we have the lab in Bali. I developed and scanned the film in Ojisanfilmlab Bali. They're just a google away. They sell the roll as well. I had to tell the TSA to do the hand checking rather putting it through the scanner. They understood.  Cimol hides himself in his favorite sp...

[Piknik] Jejak sejarah di Malang

Beberapa bulan yang lalu ketika si mas ke Bromo, dengan waktu yang mepet banget, akhirnya kita niat jelajah singkat jejak sejarah di Kota Malang. Biasa lah ya, dia selalu bawa buku panduan. Selain nerd, dia juga nggak mau oon ketika dia berada di suatu tempat baru. Dia terlalu nggak percaya sama kemampuan sejarahku akan kota Malang, karena pasti kalo nanya sejarahnya yang aku tahu paling juga nggak jauh-jauh dari lapak baju buku murah. Sejarahnya, tanyain mbah mbah jaman dulu dah. kantor balaikota Malang Perjalanan kita mulai dari hotel Tugu. Kita mulai dari naik becak. Tadinya saya kira aja sampai seratus ribu ya nganter ke daerah pasar besar (alun-alun kotak), eh ternyata cuman 30ribu. Terheran-heran juga kok, ini muka bule nggak dimahalin?? Derita punya partner bule, harga dibedain.   dari sampul sih nggak beda banyak, tapi begitu buka dalemnya...hmm kalah deh cetakan Indonesia sama cetakan luar negeri buku ini bagus kok, ada peta-peta jelajahnya juga Malang saat...