Skip to main content

Makanan dan Bahasa Pengobat Rindu Kampung

Soto ayam di Seleraku - DXB Gw demen banget makan atau cobain makanan baru. Sebenernya lebih ke lidah gw aja gampang nerima rasa baru dari makanan selain Indonesia. Tapi ketika jauh dari rumah, akhir-akhir ini gw sering tiba-tiba craving  makanan Indonesia. Kayak susah ditahannya aja. Apalagi waktu sebulan di sana, rasanya tiap hari pengen nangis gara-gara pengen makan sambel coba. Tempat yang kebetulan sering banget gw datengin ya Dubai. Di sana kita udah nemu satu restoran Indonesia yang rasanya Indonesia banget. Seleraku namanya. Kenapa gw bilang Indonesia banget? Cuko pempeknya nggak kalah dari Pempek Palembang asli. Bakso Malangnya, ehmmmmmm mantep! Makanan yang lainnya tentu saja nggak kalah rasanya.  Bakso Malang Kemarin, terakhir kali gw ke sana, kebetulan bareng dengan banyak orang Indonesia. Kayak mereka ngumpul-ngumpul bareng gitu. Ada yang ngerayain ulang tahun, ada yang ngerayain hal-hal kecil dalam hidup, ada yang sekedar melepas rindu kampung halaman untuk sekedar memuas

Do We Need To Use A Plastic Straw?

 
Both I bought in Bali, the stainless was bought in Menjangan, the bamboo was bought in Little Talks Ubud

As we all know, plastic is one of the best inventions in the world. Unfortunately, this is becoming our main problem now. Too many plastic wastes that threaten the future of this earth. Here I am relying on people who work for biodegradable plastic. I hope that will works.

There are mostly two arguments about the usage of straw. Some people said that they use straw for medical and hygienic reasons. Some of them say they don't need to use the straw. For those who said that they need a straw for the medical reason, I can understand it. I can also understand how people need it for hygienic reason. They don't trust people enough that they clean the glass properly. As well as they might not clean up the spoon, fork, knife, and plate properly.

Everybody has their own reason. The thing is can they replace the plastic straw with something reusable if they can't live without straw?

When we went to Menjangan, this resort provides a very eco-friendly resort with less plastic usage. I don't need to explain how bad the plastic waste recently right? I just want to encourage people to use the reusable straw if they really need the straw. It could be stainless steel straw, could be the one from bamboo (I have them all). One straw cost at least 15k-20k. Such a cheap price for a lifetime straw.

How to clean up the straw? Put a little bit more effort to do that because when you use it for drinking thick yogurt, and not directly wash it, believe me, you will need to put a little bit extra effort to clean up. Could use some hot water or boil the straw, and use the brush for straw (which I just ordered today, cost 15k-40k depend on how beautiful the package is). But this isn't the problem right? You also wash your spoon and fork, then why not with your straw? (I start to imagine bringing my own spoon fork knife to eat in the restaurant 😯).

From the economic perspective, it might bring some lost for entrepreneurs who use plastic as their main sector, but self-awareness is also needed. Aware of how using plastic too much is threatening the world. It is happening now.

Two options: Let your kids suffer in a very bad world in future or try to save it now!

Comments

Popular posts from this blog

[Piknik] Menjejakkan kaki di Bromo

Puluhan tahun hidup sebagai warga Jawa Timur, namun baru pertama kali menjejakkan kaki di Gunung Bromo. Bertepatan dengan upacara Kasada yang terjadi satu tahun sekali dan bertepatan dengan bulan purnama (semoga nggak salah kasih info), sekitar akhir bulan Juli tahun 2015.  Gunung Bromo merupakan gunung yang bertetangga dengan gunung Semeru. Jika kita pergi kesana, maka akan melihat banyak tulisan BTS -yang saya kira Behind The Scene-, ternyata adalah Bromo Tengger Semeru. Tidak hanya melihat gunung Bromo seorang, disana kita akan disajikan jejeran gunung-gunung kecil disana. Ok.. first of all mari dimulai dari berangkat ke Bromo. Menuju Bromo bisa menyetir motor sendiri, bisa juga menyewa tour dari titik keberangkatan (seperti yang saya lakukan), bisa menggunakan ojek seharga 100ribu per ojek sepuasnya, bisa menyewa jeep dari titik mula menuju Bromo (dengar-dengar sih harganya 600ribu/jeep, satu jeep bisa untuk 4-6 orang tergantung ukuran badan orangnya heheh). Jeep yang saya

Ujian hari senin

Kejadian ini terjadi tepat senin minggu lalu. Baru kali itu aku merasa 'WOW.. ini senin yeay'. Karena biasanya 'haduhh udah senen lagi'. Kebayang kan kalo seneng begitu dihari senen menyambut pagi dan hari itu rasanya langka banget. Otomatis pengennya hari itu berlangsung indah. Jam setengah 9 pagi, seperti biasa ke pantry ambil minum bareng sama temen sebangku. Dia bikin teh, aku nyuci botol sekalian ngisi dong. Seperti biasa juga, kadang aku males sih nyuci botol dengan ritual lengkapnya, akhirnya cuman bilas pake air panas. Ya mungkin nggak sampe 50 ml juga. Dikit banget deh. Temen juga selalu bersihin gitu gelasnya pake air panas. Pic source is here Eh lakok lakok... si bapak pantry yang serem itu tiba-tiba bilang 'Gak bisa ya gak nyuci botol pake air panas? Tiap sore itu banyak komplain gara-gara airnya abis'. Yakaliii air abis tinggal isi aja, ibu yang dulu aja nggak pernah ada komplain. Ya aku bilang lah ini cuman dikit, lagian yang ngelakuin ini

SUDAH (setengah) VAKSIN COVID!

Belum bisa dibilang sudah selesai sih, tapi menuju selesai. Tanggal 29 Mei gw memberanikan diri datang ke RS Surya Husadha Sanglah untuk vaksin covid pertama kali. Bukan karena gw nggak berani vaksin, bukan! Tapi gw berdoa semoga dapet jatah vaksin karena per hari kuotanya hanya 200 dosis. Gw vaksin pakai AstraZeneca dan tentunya gratis. Btw keinginan untuk vaksin ini makin gede karena temen-temen deket gw udah dapet vaksin di minggu gw dapet vaksin. Iya, gw kompetitif. Soalan vaksin aja gw kompetitif banget 😂 Jujur gw iri banget sama temen gw yang dapet vaksin duluan. Jadi yaa... 😎 Rencana gw berangkat jam setengah 8 gagal karena gw bangun jam 8 kurang seperempat 😓 Selesai mandi dll, pukul 8.15 gw berangkat ke RS. Nggak jauh RS nya cuma 8 menitan. Sesampainya di sana, kok di meja ada tulisan "Vaksin tutup" Harah mak deg . Ternyata itu cuma kertas pengumuman kalau kuota sudah terpenuhi. Ditanyain udah booking atau belum, lah gw ga nemu link booking dari kemarinan. Untungny