Skip to main content

Makanan dan Bahasa Pengobat Rindu Kampung

Soto ayam di Seleraku - DXB Gw demen banget makan atau cobain makanan baru. Sebenernya lebih ke lidah gw aja gampang nerima rasa baru dari makanan selain Indonesia. Tapi ketika jauh dari rumah, akhir-akhir ini gw sering tiba-tiba craving  makanan Indonesia. Kayak susah ditahannya aja. Apalagi waktu sebulan di sana, rasanya tiap hari pengen nangis gara-gara pengen makan sambel coba. Tempat yang kebetulan sering banget gw datengin ya Dubai. Di sana kita udah nemu satu restoran Indonesia yang rasanya Indonesia banget. Seleraku namanya. Kenapa gw bilang Indonesia banget? Cuko pempeknya nggak kalah dari Pempek Palembang asli. Bakso Malangnya, ehmmmmmm mantep! Makanan yang lainnya tentu saja nggak kalah rasanya.  Bakso Malang Kemarin, terakhir kali gw ke sana, kebetulan bareng dengan banyak orang Indonesia. Kayak mereka ngumpul-ngumpul bareng gitu. Ada yang ngerayain ulang tahun, ada yang ngerayain hal-hal kecil dalam hidup, ada yang sekedar melepas rindu kampung halaman untuk sekedar memuas

Days Without Phone

Iya nggak nyambung, tapi ini juga diambil dari hape

My old stupid phone has shown me so many signs of being a dying phone. But of course I ignored it. I never bought phone unless I really need to change it or it is really dead. I can remember how many phones I had. My first phone was Nokia 3310. The big hard phone that you can use to hit someone with it. The second one was a gift, Sony Ericsson the first camera phone. Then the third was Samsung Galaxy Mini (lol! this is epic. New beginning of smartphone). Then I bought iphone when the Samsung officially dead.

Until this old iphone (I used it for 3 years), apparently can't update things anymore, insufficient memory, crash here and there. So yesterday, he dead in peace. He dead when my friend send me bunch of pictures of her holiday and then it dead. Just like that. It's time.

So technically I can't be reached that easily since thursday. I am only on FB messenger and skype, but only when I log on into my computer (and will be for some more days). Only depend on those two applications, in case somebody need me or whatever it is. TBH I feel so peaceful 😁. I don't need to rush on my phone checking my whatsapp (you know how crazy whatsapp groups when they are on, thought something important came up), or instagram, or whatever it is. Smartphone nowadays automatically make you addicted to it. Sometimes you don't even need to check your phone, but this addiction push you to check it as if something came up. You know, I ever felt that my phone is ringing or vibrating, so I check it but nothing show up there. Anyone felt like this?

I remember a series about alien that lived in earth and never wanted to get a phone. Now I know why lol

There are several discussions about how smartphone effect us daily. One reason it's not good for life, but on the other hand smartphone helps us in every possible way that I don't need to walk to ATM center to send money or pay my bills.

Have you heard about phubbing? It's kind of new term that means you ignore people who talk with you (or together with you) by playing on your phone. It is that actually happen nowadays right? A family together in same dining table, instead of talking to each other they are on their phones. Friends hanging out together like "hey let's meet up. I miss you all", but instead they still on their phones. I think it because smartphone is really addictive, in a way. That is why I reduce the usage of my phone when I am with my husband because time we have is limited. Why waste time on phone if we are together?

Funny fact, when I am with him, some friends or family will text me like "ARE YOU ALIVE?" 😂

But on the other hand, smartphone helps a lot in life. Pay the bills, order taxi, foods, transfer money, pay everything by scanning the bar code (cashless is amazing), and this and that. So you do also feel those convenient functions smartphone offers us.

It's just like a coin, two sided. Just, stop when you tired. That's all! (otherwise your phone will stop its life lol)


And by today, I miss my grab and gojek app! Especially when I can't order cheeseburger midnight! 

Comments

Popular posts from this blog

[Piknik] Menjejakkan kaki di Bromo

Puluhan tahun hidup sebagai warga Jawa Timur, namun baru pertama kali menjejakkan kaki di Gunung Bromo. Bertepatan dengan upacara Kasada yang terjadi satu tahun sekali dan bertepatan dengan bulan purnama (semoga nggak salah kasih info), sekitar akhir bulan Juli tahun 2015.  Gunung Bromo merupakan gunung yang bertetangga dengan gunung Semeru. Jika kita pergi kesana, maka akan melihat banyak tulisan BTS -yang saya kira Behind The Scene-, ternyata adalah Bromo Tengger Semeru. Tidak hanya melihat gunung Bromo seorang, disana kita akan disajikan jejeran gunung-gunung kecil disana. Ok.. first of all mari dimulai dari berangkat ke Bromo. Menuju Bromo bisa menyetir motor sendiri, bisa juga menyewa tour dari titik keberangkatan (seperti yang saya lakukan), bisa menggunakan ojek seharga 100ribu per ojek sepuasnya, bisa menyewa jeep dari titik mula menuju Bromo (dengar-dengar sih harganya 600ribu/jeep, satu jeep bisa untuk 4-6 orang tergantung ukuran badan orangnya heheh). Jeep yang saya

Ujian hari senin

Kejadian ini terjadi tepat senin minggu lalu. Baru kali itu aku merasa 'WOW.. ini senin yeay'. Karena biasanya 'haduhh udah senen lagi'. Kebayang kan kalo seneng begitu dihari senen menyambut pagi dan hari itu rasanya langka banget. Otomatis pengennya hari itu berlangsung indah. Jam setengah 9 pagi, seperti biasa ke pantry ambil minum bareng sama temen sebangku. Dia bikin teh, aku nyuci botol sekalian ngisi dong. Seperti biasa juga, kadang aku males sih nyuci botol dengan ritual lengkapnya, akhirnya cuman bilas pake air panas. Ya mungkin nggak sampe 50 ml juga. Dikit banget deh. Temen juga selalu bersihin gitu gelasnya pake air panas. Pic source is here Eh lakok lakok... si bapak pantry yang serem itu tiba-tiba bilang 'Gak bisa ya gak nyuci botol pake air panas? Tiap sore itu banyak komplain gara-gara airnya abis'. Yakaliii air abis tinggal isi aja, ibu yang dulu aja nggak pernah ada komplain. Ya aku bilang lah ini cuman dikit, lagian yang ngelakuin ini

SUDAH (setengah) VAKSIN COVID!

Belum bisa dibilang sudah selesai sih, tapi menuju selesai. Tanggal 29 Mei gw memberanikan diri datang ke RS Surya Husadha Sanglah untuk vaksin covid pertama kali. Bukan karena gw nggak berani vaksin, bukan! Tapi gw berdoa semoga dapet jatah vaksin karena per hari kuotanya hanya 200 dosis. Gw vaksin pakai AstraZeneca dan tentunya gratis. Btw keinginan untuk vaksin ini makin gede karena temen-temen deket gw udah dapet vaksin di minggu gw dapet vaksin. Iya, gw kompetitif. Soalan vaksin aja gw kompetitif banget 😂 Jujur gw iri banget sama temen gw yang dapet vaksin duluan. Jadi yaa... 😎 Rencana gw berangkat jam setengah 8 gagal karena gw bangun jam 8 kurang seperempat 😓 Selesai mandi dll, pukul 8.15 gw berangkat ke RS. Nggak jauh RS nya cuma 8 menitan. Sesampainya di sana, kok di meja ada tulisan "Vaksin tutup" Harah mak deg . Ternyata itu cuma kertas pengumuman kalau kuota sudah terpenuhi. Ditanyain udah booking atau belum, lah gw ga nemu link booking dari kemarinan. Untungny