Skip to main content

Mendaftar Pelatihan di Prakerja

Sanur Jadi dulu program ini diluncurkan pemerintah untuk kasih insentif orang yang di PHK atau tidak bekerja pas pandemi. Jadi ya gw tentu saja nggak punya hak tho. Sebagai orang yang nggak punya hak, ya gw nggak ikutan lah. Trus temen gw beberapa bulan lalu bilang, ikut aja soalnya ini buat yg kerja yg mau nunjang skill juga lho.  "Hah masa sih?" Yaudah pas liat oh ya bener juga, jadi gw daftar. Daftar pertama di gelombang 20 nggak lolos. Trus ya udah patah hati dah lah gausah daftar. Eh tiba-tiba minggu lalu temen gw lolos gelombang berapa gitu, lalu bilang kalau gelombang 29 udah buka. Yaudah deh ikutan aja. Eh lolos dong. Pembukaan gelombang ini termasuk cepet. Hampir tiap minggu selalu ada gelombang baru yang dibuka. Jadi daftar di gelombangnya itu selama 3 harian, pengumumannya 3 hari kemudian, lalu 3 hari kemudian udah bukaan baru. Bener-bener cepet banget. Nah temen gw yang lagi S2 nggak bisa ikutan padahal dia juga kerja sebagai pengajar. Alasannya KTP sudah terdafta

Days Without Phone

Iya nggak nyambung, tapi ini juga diambil dari hape

My old stupid phone has shown me so many signs of being a dying phone. But of course I ignored it. I never bought phone unless I really need to change it or it is really dead. I can remember how many phones I had. My first phone was Nokia 3310. The big hard phone that you can use to hit someone with it. The second one was a gift, Sony Ericsson the first camera phone. Then the third was Samsung Galaxy Mini (lol! this is epic. New beginning of smartphone). Then I bought iphone when the Samsung officially dead.

Until this old iphone (I used it for 3 years), apparently can't update things anymore, insufficient memory, crash here and there. So yesterday, he dead in peace. He dead when my friend send me bunch of pictures of her holiday and then it dead. Just like that. It's time.

So technically I can't be reached that easily since thursday. I am only on FB messenger and skype, but only when I log on into my computer (and will be for some more days). Only depend on those two applications, in case somebody need me or whatever it is. TBH I feel so peaceful 😁. I don't need to rush on my phone checking my whatsapp (you know how crazy whatsapp groups when they are on, thought something important came up), or instagram, or whatever it is. Smartphone nowadays automatically make you addicted to it. Sometimes you don't even need to check your phone, but this addiction push you to check it as if something came up. You know, I ever felt that my phone is ringing or vibrating, so I check it but nothing show up there. Anyone felt like this?

I remember a series about alien that lived in earth and never wanted to get a phone. Now I know why lol

There are several discussions about how smartphone effect us daily. One reason it's not good for life, but on the other hand smartphone helps us in every possible way that I don't need to walk to ATM center to send money or pay my bills.

Have you heard about phubbing? It's kind of new term that means you ignore people who talk with you (or together with you) by playing on your phone. It is that actually happen nowadays right? A family together in same dining table, instead of talking to each other they are on their phones. Friends hanging out together like "hey let's meet up. I miss you all", but instead they still on their phones. I think it because smartphone is really addictive, in a way. That is why I reduce the usage of my phone when I am with my husband because time we have is limited. Why waste time on phone if we are together?

Funny fact, when I am with him, some friends or family will text me like "ARE YOU ALIVE?" 😂

But on the other hand, smartphone helps a lot in life. Pay the bills, order taxi, foods, transfer money, pay everything by scanning the bar code (cashless is amazing), and this and that. So you do also feel those convenient functions smartphone offers us.

It's just like a coin, two sided. Just, stop when you tired. That's all! (otherwise your phone will stop its life lol)


And by today, I miss my grab and gojek app! Especially when I can't order cheeseburger midnight! 

Comments

Popular posts from this blog

Mendaftar Pelatihan di Prakerja

Sanur Jadi dulu program ini diluncurkan pemerintah untuk kasih insentif orang yang di PHK atau tidak bekerja pas pandemi. Jadi ya gw tentu saja nggak punya hak tho. Sebagai orang yang nggak punya hak, ya gw nggak ikutan lah. Trus temen gw beberapa bulan lalu bilang, ikut aja soalnya ini buat yg kerja yg mau nunjang skill juga lho.  "Hah masa sih?" Yaudah pas liat oh ya bener juga, jadi gw daftar. Daftar pertama di gelombang 20 nggak lolos. Trus ya udah patah hati dah lah gausah daftar. Eh tiba-tiba minggu lalu temen gw lolos gelombang berapa gitu, lalu bilang kalau gelombang 29 udah buka. Yaudah deh ikutan aja. Eh lolos dong. Pembukaan gelombang ini termasuk cepet. Hampir tiap minggu selalu ada gelombang baru yang dibuka. Jadi daftar di gelombangnya itu selama 3 harian, pengumumannya 3 hari kemudian, lalu 3 hari kemudian udah bukaan baru. Bener-bener cepet banget. Nah temen gw yang lagi S2 nggak bisa ikutan padahal dia juga kerja sebagai pengajar. Alasannya KTP sudah terdafta

Book : Semakin Dalam Di Jejak Langkah

  Buku ketiga dari Buru Tetralogi ini lebih berat dari Bumi Manusia dan Anak Semua Bangsa . Disini banyak disinggung tentang Multatuli yang mengungkap "kotornya" birokrasi. Kotor disini tentu saja soal korupsi. Semakin dalam membaca ternyata semakin paham kalo kemungkinan besar korupsi ini "warisan budaya" kolonial. Buku ini pun mengatakan bahwa kolonial berhutang banyak gulden kepada Hindia Belanda atas semua hitungan 'meleset'nya penerimaan pajak dan penyalurannya. Siapa yang nggak mau untung banyak? Ya kolonial menang banyak. Bahkan kalau mau benar-benar dihitung, bisa jadi mereka kalah. Tapi nggak mungkin kan diusut karena kolonial tau kalau mereka bakal ketauan salah dan memungkiri itu. Jadi yaaa, lenyap begitu saja. Disini Minke kawin setelah ditinggal Annelies yang Indo dia kawin dengan yang orang tionghoa. Lagi-lagi pula dia ditinggalkan karena istrinya sakit (kemudian kawin lagi dengan Prinses yang ntah darimana tapi yang jelas dia berpendid

[Piknik] Prambanan lagi

Salah satu pesona Jawa Tengah adalah Candi Prambanan. Saya sudah 3 kali berkunjung ke situs warisan dunia ini. Candi yang terletak di perbatasan Jawa Tengah dan jogja ini selalu menimbulkan kesan mistis bagi saya. Terletak tak jauh dari jalan raya, sehingga mengunjunginya pun sangat mudah. Berbeda dengan Candi Borobudur yang letaknya sangat jauh dari jalan raya besar.  Ok, menurut saya ada 3 cara menuju candi ini. Menggunakan bus transjogja, taksi, dan kendaraan pribadi. Bagi yang menggunakan transjogja, saya pernah menggunakannya berangkat dari daerah kampus UNY, daerah Depok Sleman. 1 kali transit, 2 kali berganti bus. Dengan harga transjogja yang kala itu, 2014, seharga 3500 rupiah. Tapi sampai saat ini masih sama harganya, menurut info dari teman. Lokasi shelter bis berada agak jauh dari pintu masuk lokasi candi, mungkin kira-kira 500meter sampai 1kilometer. Kalau jalan, menghabiskan waktu sekitar 15-20menit. Bisa juga naik becak untuk opsi yang lain. Lagi-lagi, jangan lupa men