Skip to main content

Sepatu Winter Pertama

Moscow Dulu, masih sempet pakai sepatu dengan hak 5 cm waktu kerja kantoran. Ya karena harus keliatan formal aja sih, meskipun nggak ada yang ngelarang juga kalau mau sepatu sneakers pun. Toh juga waktu kerja sepatu dilepas dan pakai sendal jepit.  Tapi itu sudah lama sekali. Setelahnya, bertahun-tahun hanya punya 1 sepatu sneakers dan 1 sandal. Sendal jepit punya lah ya, kan hidup di Bali. Salah satu esensial itu. Sebenernya alesannya sederhana, bukan karena nggak mau punya sepatu lebih dari satu tapi lebih ke males harus nyocokin sepatu lagi ke kaki yang belum tentu enak dipakainya.  Sepatu itu adalah hal esensial yang buat gw nggak apa mahal yang penting nyaman. Karena taruhannya di pijakan, dan itu bisa berdampak ke banyak hal kalau salah pilih sepatu. Jalan kaki adalah bagian besar dari hidup gw, jadi punya sepatu nyaman adalah hal yang tidak bisa dinego.  Nah, meskipun gw beberapa kali pernah jalan-jalan saat musim dingin, Moskow ini agak beda. Kalau di Belanda, mes...

Days Without Phone

Iya nggak nyambung, tapi ini juga diambil dari hape

My old stupid phone has shown me so many signs of being a dying phone. But of course I ignored it. I never bought phone unless I really need to change it or it is really dead. I can remember how many phones I had. My first phone was Nokia 3310. The big hard phone that you can use to hit someone with it. The second one was a gift, Sony Ericsson the first camera phone. Then the third was Samsung Galaxy Mini (lol! this is epic. New beginning of smartphone). Then I bought iphone when the Samsung officially dead.

Until this old iphone (I used it for 3 years), apparently can't update things anymore, insufficient memory, crash here and there. So yesterday, he dead in peace. He dead when my friend send me bunch of pictures of her holiday and then it dead. Just like that. It's time.

So technically I can't be reached that easily since thursday. I am only on FB messenger and skype, but only when I log on into my computer (and will be for some more days). Only depend on those two applications, in case somebody need me or whatever it is. TBH I feel so peaceful 😁. I don't need to rush on my phone checking my whatsapp (you know how crazy whatsapp groups when they are on, thought something important came up), or instagram, or whatever it is. Smartphone nowadays automatically make you addicted to it. Sometimes you don't even need to check your phone, but this addiction push you to check it as if something came up. You know, I ever felt that my phone is ringing or vibrating, so I check it but nothing show up there. Anyone felt like this?

I remember a series about alien that lived in earth and never wanted to get a phone. Now I know why lol

There are several discussions about how smartphone effect us daily. One reason it's not good for life, but on the other hand smartphone helps us in every possible way that I don't need to walk to ATM center to send money or pay my bills.

Have you heard about phubbing? It's kind of new term that means you ignore people who talk with you (or together with you) by playing on your phone. It is that actually happen nowadays right? A family together in same dining table, instead of talking to each other they are on their phones. Friends hanging out together like "hey let's meet up. I miss you all", but instead they still on their phones. I think it because smartphone is really addictive, in a way. That is why I reduce the usage of my phone when I am with my husband because time we have is limited. Why waste time on phone if we are together?

Funny fact, when I am with him, some friends or family will text me like "ARE YOU ALIVE?" 😂

But on the other hand, smartphone helps a lot in life. Pay the bills, order taxi, foods, transfer money, pay everything by scanning the bar code (cashless is amazing), and this and that. So you do also feel those convenient functions smartphone offers us.

It's just like a coin, two sided. Just, stop when you tired. That's all! (otherwise your phone will stop its life lol)


And by today, I miss my grab and gojek app! Especially when I can't order cheeseburger midnight! 

Comments

Popular posts from this blog

Sepatu Winter Pertama

Moscow Dulu, masih sempet pakai sepatu dengan hak 5 cm waktu kerja kantoran. Ya karena harus keliatan formal aja sih, meskipun nggak ada yang ngelarang juga kalau mau sepatu sneakers pun. Toh juga waktu kerja sepatu dilepas dan pakai sendal jepit.  Tapi itu sudah lama sekali. Setelahnya, bertahun-tahun hanya punya 1 sepatu sneakers dan 1 sandal. Sendal jepit punya lah ya, kan hidup di Bali. Salah satu esensial itu. Sebenernya alesannya sederhana, bukan karena nggak mau punya sepatu lebih dari satu tapi lebih ke males harus nyocokin sepatu lagi ke kaki yang belum tentu enak dipakainya.  Sepatu itu adalah hal esensial yang buat gw nggak apa mahal yang penting nyaman. Karena taruhannya di pijakan, dan itu bisa berdampak ke banyak hal kalau salah pilih sepatu. Jalan kaki adalah bagian besar dari hidup gw, jadi punya sepatu nyaman adalah hal yang tidak bisa dinego.  Nah, meskipun gw beberapa kali pernah jalan-jalan saat musim dingin, Moskow ini agak beda. Kalau di Belanda, mes...

Tentukan Jangka Waktu Investasi

Seperti Ganesha bukan? Dewa ilmu pengetahuan dan lambang kecerdasan. Favorit gw. Tapi ini speaker sih 😆   "Aku mau investasi" "Oke bentuknya apa dan berapa lama?" "Hmm ya pokoknya apa lah yang cocok buatku" Ya you kira I dukun? Selain menentukan profil resiko , acara yang perlu untuk dipikirkan adalah menentukan berapa lama jangka waktu investasi. Ada yang membagi kedalam dua kategori yaitu pendek dan panjang, ada pula yang membaginya ke tiga kategori yaitu jangka pendek, menengah, dan panjang. Nah kebutuhan ini hanya investor yang tahu. Tentunya tiap orang nggak bisa disamakan kebutuhannya.  Jangka pendek biasanya berkisar tidak lebih dari 5 tahun. Biasanya deposito dan obligasi dimasukkan dalam kategori ini. Biasanya yang jangka pendek ini selalu mendapat return pasti, karena selalu pasti jadi resikonya sangat rendah sekali. Kemudian jangan lupa untuk mengecek apakah return yang ditawarkan masih mampu untuk menghalau laju inflasi untuk beberapa tahun ...

Seolah Kalian Tau Segalanya

'Ihiw, ada bahan obrolan baru buat dianalisa dan dinyinyirin nih. Si dia mau kawin sama bule. Duitnya banyak kali. Ato kalo gak gitu yaaa dia cuma buat mainan aja' Kita nggak akan pernah memuaskan hasrat banyak orang demi membuat mereka semua senang. Jika kita ingin membuat pasangan hidup kita bahagia, ya wajar, ya normal. Tapi tidak untuk membuat para suporter ataupun hanya penonton dalam hidup kita bahagia juga kah? Toh dari setiap langkah yang kita ambil, benar maupun salah juga masih saja bisa diambil celah salahnya untuk diwejangi ala mereka. Atau lebih bekennya, dinyinyirin. Mungkin beberapa tulisan saya tentang menikahi WNA banyak yang terdengar 'keras', maafkan saya yang sedang jengkel-jengkelnya. Menikah dengan orang yang berbeda yang datangnya ribuan miles jauhnya dari Indonesia juga bukan hal yang mudah, you know! Tapi orang dengan mudahnya saja melihat kita yang sedang jalan berdua dan bertanya, atau nyeletuk istilahnya, 'Guidenya ya mbak?'...