Skip to main content

Merah Putih

Gw sama Indonesia itu ibarat dua sejoli dalam love and hate relationship. Gw terlahir di tanah yang diperjuangkan orang-orang terdahulu. Nggak keitung berapa juta nyawa hilang untuk itu. Gw bersyukur gw nggak perlu lagi bawa bambu runcing untuk merebut negeri ini dari tangan penjajah. Sejak sebelum nikah gw mulai "berteman" dengan birokrasi dua negara. Birokrasi dari Belanda, tentu saja tidak seribet birokrasi di negeri ini. Segala macam email akan segera dibalas dan dibantu untuk dihubungkan ke pihak terkait atau yang menangani itu. Bahkan untuk permintaan Schengen visa tipe kunjungan keluarga di masa pandemik ini diberikan high priority dan email dibalas dalam sekejap. Sedangkan di Indonesia, aaahhh yaaa gitu dehh.

Tapi, nggak akan pernah gw pungkiri tiap kali gw denger lagu Indonesia Raya gw selalu mewek. Tiap kali liat bendera Indonesia, gw diam sebentar  berterima kasih atas nikmat bisa tinggal di negeri ini tanpa perlu memegang senjata. Gw bener-bener marah saat suami g…

Days Without Phone

Iya nggak nyambung, tapi ini juga diambil dari hape

My old stupid phone has shown me so many signs of being a dying phone. But of course I ignored it. I never bought phone unless I really need to change it or it is really dead. I can remember how many phones I had. My first phone was Nokia 3310. The big hard phone that you can use to hit someone with it. The second one was a gift, Sony Ericsson the first camera phone. Then the third was Samsung Galaxy Mini (lol! this is epic. New beginning of smartphone). Then I bought iphone when the Samsung officially dead.

Until this old iphone (I used it for 3 years), apparently can't update things anymore, insufficient memory, crash here and there. So yesterday, he dead in peace. He dead when my friend send me bunch of pictures of her holiday and then it dead. Just like that. It's time.

So technically I can't be reached that easily since thursday. I am only on FB messenger and skype, but only when I log on into my computer (and will be for some more days). Only depend on those two applications, in case somebody need me or whatever it is. TBH I feel so peaceful 😁. I don't need to rush on my phone checking my whatsapp (you know how crazy whatsapp groups when they are on, thought something important came up), or instagram, or whatever it is. Smartphone nowadays automatically make you addicted to it. Sometimes you don't even need to check your phone, but this addiction push you to check it as if something came up. You know, I ever felt that my phone is ringing or vibrating, so I check it but nothing show up there. Anyone felt like this?

I remember a series about alien that lived in earth and never wanted to get a phone. Now I know why lol

There are several discussions about how smartphone effect us daily. One reason it's not good for life, but on the other hand smartphone helps us in every possible way that I don't need to walk to ATM center to send money or pay my bills.

Have you heard about phubbing? It's kind of new term that means you ignore people who talk with you (or together with you) by playing on your phone. It is that actually happen nowadays right? A family together in same dining table, instead of talking to each other they are on their phones. Friends hanging out together like "hey let's meet up. I miss you all", but instead they still on their phones. I think it because smartphone is really addictive, in a way. That is why I reduce the usage of my phone when I am with my husband because time we have is limited. Why waste time on phone if we are together?

Funny fact, when I am with him, some friends or family will text me like "ARE YOU ALIVE?" 😂

But on the other hand, smartphone helps a lot in life. Pay the bills, order taxi, foods, transfer money, pay everything by scanning the bar code (cashless is amazing), and this and that. So you do also feel those convenient functions smartphone offers us.

It's just like a coin, two sided. Just, stop when you tired. That's all! (otherwise your phone will stop its life lol)


And by today, I miss my grab and gojek app! Especially when I can't order cheeseburger midnight! 

Comments

Popular posts from this blog

[Piknik] Prambanan lagi

Salah satu pesona Jawa Tengah adalah Candi Prambanan. Saya sudah 3 kali berkunjung ke situs warisan dunia ini. Candi yang terletak di perbatasan Jawa Tengah dan jogja ini selalu menimbulkan kesan mistis bagi saya. Terletak tak jauh dari jalan raya, sehingga mengunjunginya pun sangat mudah. Berbeda dengan Candi Borobudur yang letaknya sangat jauh dari jalan raya besar. 
Ok, menurut saya ada 3 cara menuju candi ini. Menggunakan bus transjogja, taksi, dan kendaraan pribadi. Bagi yang menggunakan transjogja, saya pernah menggunakannya berangkat dari daerah kampus UNY, daerah Depok Sleman. 1 kali transit, 2 kali berganti bus. Dengan harga transjogja yang kala itu, 2014, seharga 3500 rupiah. Tapi sampai saat ini masih sama harganya, menurut info dari teman. Lokasi shelter bis berada agak jauh dari pintu masuk lokasi candi, mungkin kira-kira 500meter sampai 1kilometer. Kalau jalan, menghabiskan waktu sekitar 15-20menit. Bisa juga naik becak untuk opsi yang lain. Lagi-lagi, jangan lupa menaw…

[Book] Dunia Cecilia

'apakah kalian membicarakan hal semacam itu di surga?' 'tapi kami berusaha tidak membicarakannya dekat-dekat Tuhan. ia sangat sensitif terhadap kritik'
Yap, sepenggal dialog antara Cecilia dan malaikat Ariel. Saya mengenal Jostein Gaarder sejak kuliah. Ehhhh 'mengenal' dalam artian kenal bukunya ya, kalo bisa kenal pribadi mah bisa seneng jingkrak-jingkrak hehehe. Jadi karena teman saya mendapat tugas kuliah membaca satu novel filsafat berjudul Dunia Sophie, saya jadi sedikit mengetahui si bapak Gaarder ini. Enak ya tugasnya anak sastra baca novel, tugas anak matematika ya baca sih, tapi pembuktian kalkulus -_-



Dunia Cecilia ini buku pertama Jostein Gaarder yang saya baca, karena buku Dunia Shopie sangatlah berat berdasar review teman saya. Saya sih nggak perlu baca buku itu karena teman saya sudah benar-benar mahir bercerita. Jadilah saya sudah paham bener cerita Dunia Sophie tanpa membacanya.

Novel ini atas rekomendasi teman saya, dia bilang kalau novel ini ri…

Pake Jenius

Beberapa waktu lalu sering liat counter Jenius di Matos, yang lalu kutemui pula di MOG. Anak Malang tau lah dua mall ini. Nah udah cari info sana sini ya, kok kayaknya asik gitu. Jadi memberanikan diri untuk sign up. Apakah perlu kujelaskan fitur dan fungsinya secara mendetail? Karena sudah banyak tercecer informasinya di internet. Nggak ah, gw mau bahas pengalaman gw pake kartu ini selama sebulan ini.

Sign up lah aku di counter MOG (ya gusti kejebak lagi gw pake nambah kartu-kartuan begini). Kemudian, berkatalah mbaknya "Transfer aja mbak satu juta kesini, kita lagi ada promo kalau transaksi pertama kali satu juta akan ada free kartu member starbucks dengan saldo 50ribu. Lumayan lho mbak Starbucks". Gw nggak fanatik Sbucks (cuma kalo harus beli Chai tea selalu kesini). Dan tanpa sadar pun gw transfer sejuta ke akun jenius gw. Because, why not? Lagian juga mindah duit gw sendiri ke rekening yang lain kan? Nggak ilang duit juga.

Jadilah kudapat kartu Jenius beserta k…