Skip to main content

BUKU

Ganesha - Ubud. Toko buku favorit, sering jual buku antik. Benda yang gw sayang banget yaa buku-buku gw. Gw mau minjemin buku gw, tapi kalau buku gw diminta orang... hmmm... nggak dulu deh ya. Kalau minjemin pun pasti mikir-mikir dulu, orangnya bertanggungjawab apa nggak hehehee. Dari kecil, orangtua gw selalu minta untuk berhemat ya karena kita memang dari keluarga yang biasa saja. Uang jajan gw biasanya setengah dari uang jajan temen-temen gw. Bukannya mereka pelit, ya emang dibiasain hidup gak foya-foya aja. Lagian juga gw nggak punya alasan kan, karena belum punya duit sendiri haha!  Tapi kalau soal buku, nggak usah ditanya. Semahal apapun pasti dibeliin kalo emang perlu. Royal banget kalo soalan buku. Karena prinsip mereka, "Orangtua kamu ini nggak kaya, nggak mampu ngasih kamu duit banyak. Tapi kami akan berusaha semaksimal mungkin untuk memberi kamu pendidikan terbaik yang kamu bisa dapatkan. Buku salah satunya. Jadi nggak boleh pelit." Betul, nilai kehidupan tersebut

Karena Sekarang #LiburanJadiMudah


  
Ubud

Masih inget rasanya beberapa tahun lalu, terkadang rencana jalan-jalan hanya akan berakhir sebagai rencana belaka karena ketidaksanggupan mengatasi keribetan pesan tiket dan hotel. Kebanyakan dari proses itu harus dilakukan offline a.k.a harus pesan di travel agen. Tak jarang pula perjalanan tak berjalan sesuai harapan karena tidak singkronnya informasi yang didapat dari pihak travel agen dan pihak yang satunya. Oh betapa sulitnya! 

Bulan lalu, saya dan suami berada di Bali selama satu bulan. Tiket dari Surabaya ke Bali saya pesan satu minggu sebelum berangkat, membayarnya pun menggunakan kartu kredit atau kartu debit yang tak perlu keluar rumah dan hanya klik klik klik. Beberapa tahun yang lalu, saya yakin saya nggak bernyali pesan tiket seminggu sebelum keberangkatan. Pasti pesan sebulan dua bulan sebelum keberangkatan. Saya tak pernah menyangka kemajuan teknologi benar-benar membuat #LiburanJadiMudah dan sangat membantu proses traveling yang sering saya lakukan belakangan ini. 

 
Dubai Mall & Burj Khalifa, Dubai

Waktu kita berada di Bali sebulan, kita berencana tinggal di Ubud selama 4 minggu tapi ternyata harus mendadak ke Denpasar hari itu juga karena tidak mungkin saya ke Denpasar sendirian dengan kondisi tangan kanan tidak bisa digunakan akibat kecelakaan motor di Padang Bai. Tadinya rencana awal saya ke Denpasar sendirian menyusul suami yang pergi ke Denpasar lebih dulu, dengan membawa 2 koper besar yang kira-kira beratnya 40 kg. Tapi rencana itu kita batalkan karena tangan kanan yang tidak bisa digerakkan, jadi saya harus ke Denpasar bersama suami saat itu juga. Saat itu juga, satu jam sebelum berangkat ke Denpasar, kita baru pesan hotel untuk 4 hari di Denpasar. 

Kemajuan teknologi ini sangat membantu saya yang belakangan ini sering melakukan perjalanan untuk bertemu suami. Kondisi LDR ini sering kita gunakan untuk bertemu saat suami libur, kadang di Indonesia kadang pula di negeri orang. Bagi saya, yang terpenting adalah bertemu suami. Bukan dimana tempatnya. Dan tentunya dengan masa libur suami yang tak bisa dipastikan sebulan sebelumnya, kita seringkali pesan tiket penerbangan paling cepat 2 minggu sebelum terbang, paling lambat satu minggu sebelumnya. Nekat! Tapi selamat 😄

 
Wat Arun

Jujur sih saya ingin sekali ke Korea Selatan (dan juga Utara). Tapi ke Korea ini belum pernah diturutin suami karena alasannya saya yang WNI ini butuh visa ke Korsel, ribet katanya. Kenapa harus Korsel? Karena saya menghabiskan sebagian besar masa kuliah saya belajar bahasa Korea dan berinteraksi dengan orang Korea. Hal ini tentu membawa kenangan sendiri untuk saya.

Nah, rasa-rasanya sih, kalau saya ke Korea saya bakal pergi sendirian atau dengan teman. Sepertinya sih nggak mungkin pergi bersama suami karena ya… suami tak menggilai Korea seperti saya. Tak pula dia doyan makanan Korea yang enak itu. Pokoknya sebisa mungkin dia menghindar kalau diajak ke Korea. Jadi lebih baik pergi bersama teman-teman yang punya rencana jalan ke Korea Selatan. 

 
Tbilisi, Georgia

Harga tiket PP Surabaya-Incheon kalau normal sih bisa sekitar 10 juta-an. Kalau beruntung seperti sahabat saya sih bisa dapat 5 juta PP Surabaya-Incheon. Makanya saya nunda-nunda terus karena ya sering nggak beruntung kalau soal berburu tiket murah. Jujur deh, saya ini tipe orang pemilih kalau soal terbang. Kalau terbang domestik yang hanya satu jam sih, nggak bakal terlalu milih. Tapi kalau terbang keluar negeri apalagi yang jarak tempuhnya lebih dari 5 jam, saya cenderung milih-milih soal pesawat. Karena nggak bisa dipungkiri ya, penerbangan lebih dari 5 jam itu sering bikin senewen pas sampai ditujuan. Jadi harus benar-benar pesawat yang bikin nyaman dan setidaknya nggak merusak mood selama perjalanan.  

Nah kemarin iseng browsing tiket ke Korea, tiba-tiba nemuin yang namanya Vizitrip. Setelah mengacak-acak isi website ini, ketemulah yang namanya trip ke Korea Selatan dengan harga yang cihuy masuk akal dan nggak bikin dompet nangis. Malah lebih murah kalau dihitung sih. Paket yang ke Korea ini pakai penerbangan yang nggak bikin diriku ini merengek nantinya haha! Tentunya bikin mata berbinar dan #LiburanJadiMudah 😎

Best friend yang pamer jalan ke Korea duluan

Vizitrip juga menyediakan banyak pilihan untuk open trip maupun group tour dan juga regular trip, yang tentunya bisa dipilih sesuai kebutuhan dan kemauan. Mau berangkat sendiri, ya ayo. Mau berangkat rame-rame ya monggo. Vizitrip juga menyediakan paket domestik dan luar negeri. Jadi tak usah takut ribet karena Trip Bareng Vizitrip bikin Liburan Jadi Mudah dong. 

Nah teruntuk suamiku tersayang, nanti jika tiba waktunya ku menjejakkan kaki di tanah Raja Sejong ini, dimohon untuk membantu menambah uang saku ya. Janji deh nanti istrimu bawakan sumpit asli Korea yang ramah lingkungan. Tak sabar rasanya ku menanti Trip Bareng Vizitrip yang bikin #LiburanJadiMudah 😍

Comments

Post a Comment

Share your thoughts with me here

Popular posts from this blog

BUKU

Ganesha - Ubud. Toko buku favorit, sering jual buku antik. Benda yang gw sayang banget yaa buku-buku gw. Gw mau minjemin buku gw, tapi kalau buku gw diminta orang... hmmm... nggak dulu deh ya. Kalau minjemin pun pasti mikir-mikir dulu, orangnya bertanggungjawab apa nggak hehehee. Dari kecil, orangtua gw selalu minta untuk berhemat ya karena kita memang dari keluarga yang biasa saja. Uang jajan gw biasanya setengah dari uang jajan temen-temen gw. Bukannya mereka pelit, ya emang dibiasain hidup gak foya-foya aja. Lagian juga gw nggak punya alasan kan, karena belum punya duit sendiri haha!  Tapi kalau soal buku, nggak usah ditanya. Semahal apapun pasti dibeliin kalo emang perlu. Royal banget kalo soalan buku. Karena prinsip mereka, "Orangtua kamu ini nggak kaya, nggak mampu ngasih kamu duit banyak. Tapi kami akan berusaha semaksimal mungkin untuk memberi kamu pendidikan terbaik yang kamu bisa dapatkan. Buku salah satunya. Jadi nggak boleh pelit." Betul, nilai kehidupan tersebut

Lessons Learned in 2021

March '21. Me, during the lowest point of my life. Yes, I still smile and dead inside lol. 2021 is personally not an easy year. It's the year where I questioned my existence as a human being. I thought being a kind person was enough.  Obviously, I felt insecure when the closest person told me how I was not special, doing less than what I could. That triggered me and I started to ask myself "What am I doing on this earth? What's my purpose as a human? What am I going to do? What do I want to do? What do I want to become? What kind of future do I want? What am I?"  That person only became the trigger, yet the problems existed inside me. So I realized completely that it was about me, not someone else. There was something wrong with me. When I knew that the problem is me, I seek help. Lucky me (or should I say, unlucky me?), I didn't have those scary nights alone. My best friend went through the same, so we're kinda helping each other. Though the trigger was d

Klerek tok seng awakmu gak gelem

“ Koen iku opo seng gak doyan, klerek tok seng awakmu gak gelem ”. Iya, itu adalaah statement dari ibundaku tersayang saat mengetahui anaknya tercinta ini adalah pemakan segala. Ya mau gimana lagi, pas cobain jenis makanan baru, ya doyan. Contohnya makanan dari negeri ginseng. Dari beberapa makanan korea yang pernah aku coba, bahkan dibuat langsung dari guruku yang korea itu, aku ya doyan-doyan aja tuh. Abis enak sih. Gitu mama ga doyan, katanya gini, “ ndelok ae wes gak nafsu aku ”. Lah yawes itu kan lidah si emak. Lah lidah gue beda, doyan aja. Yaa asal ndak terlalu bersantan dan pedes banget deh.   yaiyalah nggak doyan, la wong emang nggak untuk dimakan. pic source tempo.co Ga masalah, dari hobiku yang pemakan segala ini adek kosku ada yang ngiri. Dia bilang, “mbak ini lho, makannya banyak, semuanya doyan, tapi badannya nggak bisa gemuk. Ngiri aku”. Ahhaaa!!! Itu dia. aku banyak makan dan badan tetep langsing aja hahahhaa.. Alhamdulillah banget deh hehehe. Berat badan sih n