Skip to main content

Beli Kartu SIM di Dubai

Dubai creek Ini merupakan tahun ke-4 setelah kunjungan pertama ke Dubai. UAE menjadi satu-satunya negara terbanyak yang gw kunjungi untuk alasan bertemu suami. Baru kali ini juga gw punya nomer Dubai. Dulunya gw kira kalau kita nggak bisa beli nomer segampang di Indonesia karena H bilang ribet katanya. Yaudah kita nggak beli, hanya sekedar pakai wifi hotel dan tempat tujuan aja seperti Dubai Mall. Lagipula juga intensitas utama gw balas chat ya dari suami gw. Yang lain bisa menunggu. Kalo bareng juga ngapain kan chatting . Tahun lalu, kami pertama kali eksplor UAE menggunakan kendaraan sendiri. Nyetir sendiri maksudnya, nggak naik bus dll. Karena nyetir sendiri, kami perlu internet untuk GPS dong. Akhirnya H beli nomer di bandara. Pake paspor aja biasa.  "Oh ternyata bisa ih beli nomer di Dubai" Nah, sekarang waktu kami ke Dubai lagi, H bertanya-tanya apakah nomer yang lalu tuh masih aktif apa nggak. Setelah cari informasi, ternyata kita bisa verifikasi paspor kita di kios a

With Heart

Irene ; Nadya ; Elsha ; Milda ; Ariaga ; Prisca Pasaribu ; Sylvie, Anita, Hendy ; Tyas, Samuel ; Dian Nikolas Alissa (AADC) ; Rasma ; Diva ; Pak Budi ;

Mereka adalah beberapa dari siswa Mayantara School yang berada dibawah asuhanku *bahasa gueh*. Kebanyakan mereka memang belajar Bahasa Korea. Kepada mereka, aku menyalurkan banyak ilmu. dan dari mereka pula aku belajar dan mendapat banyak ilmu baru. Mengajar, benar-benar bukan keinginanku. Tapi mengajarkan hal baru yang bermanfaat untuk orang lain merupakan satu kepuasan tersendiri. Stress kah ketika mengajar mereka?? Hmm mungkin stres hanya sekitar 5%, sisanya seneng. Kok bisa seneng?? karena menghadapi berbagai macam orang dengan macam-macam karakteristik. Sangat menyenangkan sekali bekerja berhadapan dengan makhluk hidup. Sepertinya tipe-tipe pekerjaan yang cocok buatku adalah bekerja dengan manusia, bukan dengan mesin atau benda.

I get salary not as much as officer or CEO or HRD in a big company. I know, but that salary is enough. My mindset isn't money oriented now. Not much salary but if I compare with other jobs that often make the workers get stress, I am happy being here. The situation, the students, the co workers, the owner, and everything here feel so good and really conducive. And that makes me think, "What if I become a teacher or professor??" *proses memikirkannya*

I know sometimes we have to move on. But maybe not now. Teaching here really give me lots experiences. A priceless experiences. We always improve our skills day by day. I get to improve my Korean skills and also not forget my mathematics.

Oh iya, aku dapat tugas baru untuk membuat soal latihan persiapan masuk universitas. Tantangan baru. Yahhh walaupun aku tidak akan membuat soal matematika sendiri, tapi pasti akan menjadi tantangan dan pengalaman baru.

Bekerja dengan hati. Itulah intinya. Bekerjalah dengan hati, maka kau akan bahagia dan rajin bekerja :)

Comments

Popular posts from this blog

Ujian hari senin

Kejadian ini terjadi tepat senin minggu lalu. Baru kali itu aku merasa 'WOW.. ini senin yeay'. Karena biasanya 'haduhh udah senen lagi'. Kebayang kan kalo seneng begitu dihari senen menyambut pagi dan hari itu rasanya langka banget. Otomatis pengennya hari itu berlangsung indah. Jam setengah 9 pagi, seperti biasa ke pantry ambil minum bareng sama temen sebangku. Dia bikin teh, aku nyuci botol sekalian ngisi dong. Seperti biasa juga, kadang aku males sih nyuci botol dengan ritual lengkapnya, akhirnya cuman bilas pake air panas. Ya mungkin nggak sampe 50 ml juga. Dikit banget deh. Temen juga selalu bersihin gitu gelasnya pake air panas. Pic source is here Eh lakok lakok... si bapak pantry yang serem itu tiba-tiba bilang 'Gak bisa ya gak nyuci botol pake air panas? Tiap sore itu banyak komplain gara-gara airnya abis'. Yakaliii air abis tinggal isi aja, ibu yang dulu aja nggak pernah ada komplain. Ya aku bilang lah ini cuman dikit, lagian yang ngelakuin ini

Jumat ceria

Hari ini memang bukan hari jumat, tapi cuman mau bilang aja sih kalo hari yang paling aku tunggu-tunggu itu hari jumat. Why?   Karena jumat itu selalu ceria, kalopun ada meeting besar pasti di hari jumat dan banyak cemilan, orang-orang pada berangkat sholat jumat, yang nasrani juga mengikuti misa di kantor, bisa pake baju bebas dan bebas berekspresi sepuas-puasnya, dan..... bisa video call sepuasnyaaaaaa kapanpun karena dia libur kerja 😍😍 gambarnya lucu 😁  taken from internet

Soal ujian TOPIK vs EPS TOPIK

Setelah membahas perbedaan TOPIK dan EPS TOPIK , kali ini saya akan menulis materi tentang apa saja yg diujikan *agak sedikit detail ya*. Pengalaman mengikuti dan 'membimbing' untuk kedua ujian tersebut, jadi sedikit banyak mengetahui detail soal yg diujikan. Dimulai dari EPS TOPIK. Jika anda adalah warga yg ingin menjadi TKI/TKW di Korea, lulus ujian ini adalah wajib hukumnya. Kebanyakan dari mereka ingin cara singkat karena ingin segera berangkat sehingga menggunakan cara ilegal. Bahkan ada yg lulus tanpa ujian. Bisa saja, tapi di Korea dia mlongo. Untuk soal EPS TOPIK, soal-soal yg keluar adalah materi tentang perpabrikan dan perusahaan semacem palu, obeng, cangkul, cara memupuk, cara memerah susu sapi, cara mengurus asuransi, cara melaporkan majikan yg nggak bener, cara membaca slip gaji, sampai soal kecelakaan kerja. Intinya tentang bagaimana mengetahui hak dan kewajiban bekerja di Korea termasuk printilan yang berhubungan dengan pekerjaan. Karena yang melalui jalur ini