Skip to main content

Sepatu Winter Pertama

Moscow Dulu, masih sempet pakai sepatu dengan hak 5 cm waktu kerja kantoran. Ya karena harus keliatan formal aja sih, meskipun nggak ada yang ngelarang juga kalau mau sepatu sneakers pun. Toh juga waktu kerja sepatu dilepas dan pakai sendal jepit.  Tapi itu sudah lama sekali. Setelahnya, bertahun-tahun hanya punya 1 sepatu sneakers dan 1 sandal. Sendal jepit punya lah ya, kan hidup di Bali. Salah satu esensial itu. Sebenernya alesannya sederhana, bukan karena nggak mau punya sepatu lebih dari satu tapi lebih ke males harus nyocokin sepatu lagi ke kaki yang belum tentu enak dipakainya.  Sepatu itu adalah hal esensial yang buat gw nggak apa mahal yang penting nyaman. Karena taruhannya di pijakan, dan itu bisa berdampak ke banyak hal kalau salah pilih sepatu. Jalan kaki adalah bagian besar dari hidup gw, jadi punya sepatu nyaman adalah hal yang tidak bisa dinego.  Nah, meskipun gw beberapa kali pernah jalan-jalan saat musim dingin, Moskow ini agak beda. Kalau di Belanda, mes...

Cerita Gowes Bareng Jogja Bike (1)

 

Salah satu tujuan yang harus tercapai ketika mengunjungi Jogja kemarin adalah GOWES di Malioboro. Itu semacem ga bisa nggak deh pokoknya kudu gowes, sendirian ya gak masalah wis.

Terus kan sebenernya tujuan ke Jogja kemarin adalah Ujian Bahasa Korea tapi kita punya ekstra 2 hari sebelum ujian. Emang sengaja nyisain waktu buat liburan tipis-tipis. Gw kesana bareng pengajar Korea (Maya) tentunya dan juga pengajar Bahasa Inggris (Mbak Trias). Mbak Trias butuh hiburan, doi tepar gegara jadi anggota KPPS sehari sebelumnya. Jadi pas dateng tiba-tiba ngerasa sakit.

Malemnya kita cari makan, eh doi malah mual-mual masuk angin. Duh masa iya jauh-jauh ke Jogja tapi berakhir di kasur aja? Nah pas jalan pulang, kan dicegat mas-mas Jogja Bike ini ditawarin sepedaan. Gw sih OKE banget kan, tapi si mbak ini menolak dengan dalih lagi sakit. Trus gw rayu-rayu dia biar ikutan gowes itung-itung cari keringat gitu biar cepet bisa sendawa dan anginnya keluar ntah lewat lubang manapun oke lah. Long story short, doi mau ikut gowes. Jadi kita bertiga gowes bareng.

Oh ya, ada beberapa hal yang kita rasa bisa komplain ke Jogja Bike ya. Kondisi sepeda agak goyang yang mana ketika mengayuh itu terasa kali goyangan tidak stabilnya. Kemudian remnya juga rada alot dan nggak begitu pakem. Kondisi ini akan sangat mempengaruhi orang yang jarang bersepeda (jadi krasa terus mau jatuhnya).

 

Tuhan, disitulah gw ngerasa kalo spion tuh butuh. Ga peduli buat sepeda apapun ya, akan lebih baik kalau sepeda disana ada spionnya biar ga jereng mata ini kalo mau belok atau nyebrang.

Gw sangat suka sekali dengan konsep bersepeda ini. Sayang sekali, program yang baru berjalan mungkin setahunan ini sudah harus mengalami minus sana sini. Aplikasi kemarin agak percuma karena scanner sepeda rusak jadi harus di scan manual. Mengembalikannya pun harus ke tempat meminjam sepeda juga karena rusaknya penyimpanan database ini (sebetulnya bisa dikembalikan ke tempat lain).

Oh ya aplikasinya namanya InaBike. Baru ada di Jogja juga Bali. Semoga kota lain ikutan juga ya ada InaBike ini. Asik soalnya.

Harga sampai lebaran masih gratis. Tapi semoga setelah berbayar, mereka pun akan berbenah. Karena hey! Program ini bagus banget lho, saat males jalan muter Malioboro kita punya opsi lain untuk mengayuh sepeda sepanjang Malioboro (atau seputeran Malioboro). Cobain deh kalau ke Jogja 😊

Comments

  1. Gak ilang dimaling tuh sepeda? Secara barecode aja udah gak berfungsi. Gw yakin gps nya juga udah mati.

    ReplyDelete
    Replies
    1. hmmm kujuga tidak tahu. apakah aku harus jaga disana malem hari? wkkwkw
      itu digembok sih kayae ya. haruse digembok sih, kl ga digembok yo wasalam wes

      emg sayang bgt sih scanner e rusak dan beberapa sparepart nya sepeda juga kurang sip. smoga aja ada perbaikan ya. soalnya asik lho jalan2 naek peda pancal gt. ngurangin polusi juga

      Delete
  2. Jogja, meskipun jaman sekarang udh modern tapi masih segar dan sehat kotanya kayak dulu. Gak kaya Jakarta yg udah banyak polusi kendaraan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Masih bisa nemu seger di Jogja sih daripada Jakarta ya :D

      Delete

Post a Comment

Share your thoughts with me here

Popular posts from this blog

Sepatu Winter Pertama

Moscow Dulu, masih sempet pakai sepatu dengan hak 5 cm waktu kerja kantoran. Ya karena harus keliatan formal aja sih, meskipun nggak ada yang ngelarang juga kalau mau sepatu sneakers pun. Toh juga waktu kerja sepatu dilepas dan pakai sendal jepit.  Tapi itu sudah lama sekali. Setelahnya, bertahun-tahun hanya punya 1 sepatu sneakers dan 1 sandal. Sendal jepit punya lah ya, kan hidup di Bali. Salah satu esensial itu. Sebenernya alesannya sederhana, bukan karena nggak mau punya sepatu lebih dari satu tapi lebih ke males harus nyocokin sepatu lagi ke kaki yang belum tentu enak dipakainya.  Sepatu itu adalah hal esensial yang buat gw nggak apa mahal yang penting nyaman. Karena taruhannya di pijakan, dan itu bisa berdampak ke banyak hal kalau salah pilih sepatu. Jalan kaki adalah bagian besar dari hidup gw, jadi punya sepatu nyaman adalah hal yang tidak bisa dinego.  Nah, meskipun gw beberapa kali pernah jalan-jalan saat musim dingin, Moskow ini agak beda. Kalau di Belanda, mes...

Getting my Hands on Film Camera

In attempts to slow_myself_down_away_from_digital_life, I am getting my hands on film camera. Yes, the kind of camera where you need to put the film roll in and then start snapping. If you are lucky, the pictures will turn up good but if not then we let the fate decide. This is not my first rodeo on using film camera, but it definitely is the first ever to buy the film and develop it using my own money. It is not cheap, which I know.  What can I say, it's an expensive hobby.  I used my first film roll to take photos of my favorite people. So it has more human than random pictures. It was on family event. After the last shot, I wanted to develop it before I flew to Bali but they had no lab. Luckily we have the lab in Bali. I developed and scanned the film in Ojisanfilmlab Bali. They're just a google away. They sell the roll as well. I had to tell the TSA to do the hand checking rather putting it through the scanner. They understood.  Cimol hides himself in his favorite sp...

Dapet Visa UAE (Dubai) Gampang Banget

Dubai creek Beberapa waktu yang lalu, kita pusing berat karena suami gw dapet libur kali ini cuman 10 hari. 10 hari dari yang biasanya 14 hari. Akhrinya diputuskan untuk tetap mengambil libur tapi nggak ke Indonesia.  Ternyata, beberapa hari kemudian, dia bilang, kalau liburnya malah jadi 7-8 hari aja. Mau ga mau saya yang harus terbang mendekatinya. Udah milih-milih negara mana yang harganya rasional, yang ga banyak makan waktu buat terbangnya dia dan tentunya ga ribet urus visa buat pemegang paspor hijau yang ga sesakti paspornya dia. Pilihan jatuh ke Dubai. Pemegang paspor hijau harus bikin visa, ya pusing lagi deh cara bikin visa Dubai nih gimana. Apa iya sesusah bikin visa schengen, visa US, visa lainnya. Dari persyaratan sih standar ya, termasuk  record  bank account selama 3 bulan. Gw belum pernah bikin visa Dubai sebelumnya ya, apalagi H yang paspornya super sakti kemana-mana (hampir) ga perlu visa, dia ga pernah ada pengalaman bikin visa kecuali  Visa Sosial...