Skip to main content

I Thought I Hate People, but...

Sanur ... but I actually don't! That I realized when I had dinner with H and he asked me, "Do you think she's married? The seller, she looks young but not too young."  So I said, "Uhmm I don't know and I don't care."  He then said again, "Yea I know, but I am curious about people. I am curious about what they're doing in life." That's when it came to my mind, "Wait a minute! I am also curious about people, but not their personal life like marital status, how many kids they have, what religion they believe in. I am curious about what they think about things! Ah that's why I love talking to people, no matter how introvert I am but talking to people still excites me." Then we finished our big nasi goreng together.  Looking back at it, I never really like people randomly talking to me when I was in the zone... Like zoning in and out talking to myself. But actually no, maybe it was only that we didn't sync so I went &qu

Emas Mini : Solusi Investasi Dengan Dana Mini

 

Kenapa judulnya kayak judul lomba blogging ya? 😬
Nggak, ini bukan tulisan untuk lomba ataupun dibayar untuk menulis dari Emas Mini (meskipun gw bakal seneng banget kalo di endorse emas mini sekarung 😛).

Setelah tabungan emas yang gw punya di Pegadaian, bentuknya nggak keliatan kan karena hanya berupa saldo semata. Nah penasaran (meskipun tau kalau 5gram emas pun masih seupil), iseng cobain beli emas mini. Lagi-lagi, siapa lagi kalo bukan si Prisca yang satunya. Prisca itu emang best buddy deh kalo soal investasi. Bangga gw berteman sama dia. Dia selalu pengaruhi gw buat invest. Love you buddy 💓

Jadi disini gw selalu cari cara ya buat investasi apapun tapi yang bisa dimulai dari dana yang minimal. Ya kecuali kalo kamu punya duit satu milyar, trus mau beli sahamnya indomie 1 persen (kalo dapet tuh semilyar 1 persen). Beda cara mainnya bung 😋

Karena seriusan gw penasaran banget sama emas mini, lebih ke penasaran seberapa kecil sih emas ini?? Ku beli lah emas mini 0,2 gram via bukalapak. Kok via online? Kok berani?

Nah begini, emas mini ini punya distributor resmi. Bisa diliat di website mereka ini. Tiap daerah punya distributor masing-masing, dan hanya terbatas (sejauh pemahaman gw). Kalo kuota abis ya nggak bisa jadi distributor. Ok gw ga paham cara kerja mereka, yang jelas, tentunya sebagai distributor mereka juga ambil untung kan? Terserah berapa pun untungnya mereka. Kemudian, emas yang dijual berupa 0,1 gram; 0,2 gram; 0,4 gram; 1gram. Aneh juga menurut gw kenapa nggak jual 0,5gram.

Jadi kenapa gw berani beli online? Karena udah gw cek dulu nama distributornya, resmi apa nggak dari website Emas Mini itu tadi. 

 

Harganya gimana? Harganya murah kalau kecil, tapi seperti biasa dong. Kalo beli semakin gede gramnya ya semakin murah. Ibarat beli gula setengah kilo harga 5 ribu, beli gula sekilo cuman 7ribu. Ya mirip gitu lah namanya juga dagang kan. Secara otomatis harganya ngikut harga emas harian. Nah pertama kali beli itu 0,2 gram seharga 160ribu (ongkir 20ribu lol). Itu harga termurah banget saat itu (sebulan lalu sih). Jadi kalo pengen beli cuma 0,2gram, pertimbangkan ongkir juga. Ajak join temen ato siapapun yang mau beli biar bisa bagi ongkir lol. ((Tapi abis gw beli emas mini 160 ribu itu, besoknya gw beli celana jeans sama rok 160ribu juga 😓)).

Oh iya, emas akan datang bersamaan dengan kartu nama distributor, bukti pembelian dan sertifikat emas asli. Menurut gw sih, si bungkus mini isi sertifikat ini nggak perlu kan dibuka segelnya kecuali kalo kamu beli emas mini buat pengganti earings kamu aja 😜 Nah kan kalo 0,2 gram terlalu kecil, bisa buat apa? Bisa buat gantungan kalung kamu, giwang atau mending nggak usah dibuka deh ya karena akumulasi dari emas mini tadi bisa ditukar jadi satu nominal emas yang lebih besar. Misal gw punya emas mini 0,2 gram ini sebanyak 5 lembar, berarti gw bisa tukerin emas ini jadi 1 gram (dg mengganti biaya sertifikat sebesar 10ribu). Enak kan? Semacem kamu punya receh 200an sebanyak 10 koin, trus ditukerin ke Indomart jadi selembar 2000 rupiah. Win win solution bukan?

Jadi bayangkan, kalian punya emas mini sekotak banroll nya si Kaesang? Hemmm

Tapi inget ya, ini investasi. Jadi jangan harap nilainya bakal berubah drastis dalam satu tahun. Ya berubah sih nilai emas sih berubah selalu setidaknya 80-100ribu pertahunnya. Tapi kan investasi ini eh. Misal aja bikin emas mini ini diinvestasikan untuk pendidikan anak masuk SMP 12 tahun lagi. Udah krasa lah ya bedanya ya.

Jadi siapa bilang investasi itu mahal? Anak sekolahan aja juga bisa mulai investasi kalau begini kan 😊

Comments

  1. Yaolo, blog anda kali ini sangat berpaedah sekali....

    Besok ah coba-coba beli. Bentar, gw congkel dulu celengannya si Keenan

    Wkwwkwkwk

    ReplyDelete
    Replies
    1. Udah persuasif belom gw? haha

      ntar jgn lupa abis congkel tabungan Keenan, bagi2 ya 0,2gram nya :P

      Delete
  2. OMG ini lucu banget, baru tau ada emas mini seunyu ini! Seperti nya cocok buat kode ke teman-teman sebagai hadiah lahiran anak gua KWKKKKWKW

    ReplyDelete
    Replies
    1. HUAHHAHAHAHAHHAHAHAH kok aku nda kepikiran bisa buat ngode kado lairan ya??? HAHAHHAHAHA ide bagus tuh :D

      Delete
  3. gara gara gua kebanyakan hidup di dalam GOA.... saya jadi baru tahu kalau ada Mas MINI, sebab selama ini saya cuma tau dengan Mas Bambang Doang...hahahaha....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mas Bambang kaka pertamanya mas mini :P
      buru beli masmini nya trus taro di Goa biar beranak LOL

      Delete
  4. Wahhh menarik

    Udah lama banget kepikiran buat investasi duit jajan yang nggak seberapa ini itung-itung tabungan masa depan, eh tapi kalau disimpen dalam bentuk duit selalu aja abis kepake wkwkkw

    Maybe this is my solution waaahh waaahhh

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahhaha jangan pernah nyimpen tabungan bentuk duit. banyak abisnya haha kecuali kl disimpen dlm bentuk tabungan ala mapan dg tujuan tertentu :D

      yuk buru diborong emasmininya. sapa tau 5 taun lagi bisa buat beli kos2an haha

      Delete

Post a Comment

Share your thoughts with me here

Popular posts from this blog

Tips Membeli Buku

Ada duitnya wkwkw! Ya maksud gw, harga buku di Indonesia bisa dibilang nggak murah terutama buku yang berbahasa asli misalnya Bahasa Inggris. Buku cetakan versi asli biasanya harganya bisa 2 kali harga buku terjemahannya, atau dua-tiga kali harga e-book. Ini e-book yang original ya, bukan yang bajakan. Kayak semacem beli di kindle atau books-nya google itu.  Kadang emang sering pengen beli fisik bukunya tapi kok harganya sampe 300ribu banget, sedangkan hasrat ingin membaca ini tinggi sekali. Nah, kalau skenario yang begini yang terjadi (dan paling sering), gw biasanya cek toko buku bekas dulu. Di Bali ada beberapa toko buku bekas yang reliable , meskipun koleksinya kita nggak akan tau ya karena ya random juga. Satu di Sanur, satu di Ubud.  Ini karena kapan hari gw udah beli bukunya Madeline yang Song of Achilles di Periplus, 200ribuan. Lalu nemuin bekasnya dengan sampul yang gw mau, cuma 25ribu. Jadi gw udah beli yang baru, beberapa hari kemudian gw ke toko buku bekas dan nemu itu. Set

Mendaftar Pelatihan di Prakerja

Sanur Jadi dulu program ini diluncurkan pemerintah untuk kasih insentif orang yang di PHK atau tidak bekerja pas pandemi. Jadi ya gw tentu saja nggak punya hak tho. Sebagai orang yang nggak punya hak, ya gw nggak ikutan lah. Trus temen gw beberapa bulan lalu bilang, ikut aja soalnya ini buat yg kerja yg mau nunjang skill juga lho.  "Hah masa sih?" Yaudah pas liat oh ya bener juga, jadi gw daftar. Daftar pertama di gelombang 20 nggak lolos. Trus ya udah patah hati dah lah gausah daftar. Eh tiba-tiba minggu lalu temen gw lolos gelombang berapa gitu, lalu bilang kalau gelombang 29 udah buka. Yaudah deh ikutan aja. Eh lolos dong. Pembukaan gelombang ini termasuk cepet. Hampir tiap minggu selalu ada gelombang baru yang dibuka. Jadi daftar di gelombangnya itu selama 3 harian, pengumumannya 3 hari kemudian, lalu 3 hari kemudian udah bukaan baru. Bener-bener cepet banget. Nah temen gw yang lagi S2 nggak bisa ikutan padahal dia juga kerja sebagai pengajar. Alasannya KTP sudah terdafta

I Thought I Hate People, but...

Sanur ... but I actually don't! That I realized when I had dinner with H and he asked me, "Do you think she's married? The seller, she looks young but not too young."  So I said, "Uhmm I don't know and I don't care."  He then said again, "Yea I know, but I am curious about people. I am curious about what they're doing in life." That's when it came to my mind, "Wait a minute! I am also curious about people, but not their personal life like marital status, how many kids they have, what religion they believe in. I am curious about what they think about things! Ah that's why I love talking to people, no matter how introvert I am but talking to people still excites me." Then we finished our big nasi goreng together.  Looking back at it, I never really like people randomly talking to me when I was in the zone... Like zoning in and out talking to myself. But actually no, maybe it was only that we didn't sync so I went &qu