Skip to main content

Mengalahkan Rasa Takut akan Tenggelam

Makanan setelah renang di KOOD Sanur (serba vegan) Dari dulu takut banget sama air dengan volume yang besar. Mungkin di kehidupan gw sebelumnya gw pernah tenggelem kali ya. Makanya nggak pernah bisa renang. Karena ya takut tenggelam. Bahkan sekedar kecipak kecipuk aja takut. Sampai pindah ke Bali. Pindah ke Bali nggak berekspektasi setinggi itu sih. Ternyata, jadi lebih sering main air di pantai. Nggak renang, cuma berendam aja. Lama-lama jadi kebiasaan dan udah mulai terbiasa dengan air. Ternyata seru juga yaa. Kemudian dilatih suami gw buat berani snorkeling. Iya takut awalnya, nggak percaya meskipun dia bilang nggak akan tenggelam karena pake fin. Hmm masaaaa~~ Ya tetep pake pelampung sih. Pertama kali nyemplung, tentu saja heboh takut tenggelam padahal udah pake pelampung, pake fin, mana dipegangin juga. Tapi heboh aja, takut tenggelem. Ada 3 spot waktu itu, gw cuma nyemplung satu spot aja belum juga 15 menit udah naik kapal. Beberapa kali snorkeling akhirnya baru berani lepas pela

Emas Mini : Solusi Investasi Dengan Dana Mini

 

Kenapa judulnya kayak judul lomba blogging ya? 😬
Nggak, ini bukan tulisan untuk lomba ataupun dibayar untuk menulis dari Emas Mini (meskipun gw bakal seneng banget kalo di endorse emas mini sekarung 😛).

Setelah tabungan emas yang gw punya di Pegadaian, bentuknya nggak keliatan kan karena hanya berupa saldo semata. Nah penasaran (meskipun tau kalau 5gram emas pun masih seupil), iseng cobain beli emas mini. Lagi-lagi, siapa lagi kalo bukan si Prisca yang satunya. Prisca itu emang best buddy deh kalo soal investasi. Bangga gw berteman sama dia. Dia selalu pengaruhi gw buat invest. Love you buddy 💓

Jadi disini gw selalu cari cara ya buat investasi apapun tapi yang bisa dimulai dari dana yang minimal. Ya kecuali kalo kamu punya duit satu milyar, trus mau beli sahamnya indomie 1 persen (kalo dapet tuh semilyar 1 persen). Beda cara mainnya bung 😋

Karena seriusan gw penasaran banget sama emas mini, lebih ke penasaran seberapa kecil sih emas ini?? Ku beli lah emas mini 0,2 gram via bukalapak. Kok via online? Kok berani?

Nah begini, emas mini ini punya distributor resmi. Bisa diliat di website mereka ini. Tiap daerah punya distributor masing-masing, dan hanya terbatas (sejauh pemahaman gw). Kalo kuota abis ya nggak bisa jadi distributor. Ok gw ga paham cara kerja mereka, yang jelas, tentunya sebagai distributor mereka juga ambil untung kan? Terserah berapa pun untungnya mereka. Kemudian, emas yang dijual berupa 0,1 gram; 0,2 gram; 0,4 gram; 1gram. Aneh juga menurut gw kenapa nggak jual 0,5gram.

Jadi kenapa gw berani beli online? Karena udah gw cek dulu nama distributornya, resmi apa nggak dari website Emas Mini itu tadi. 

 

Harganya gimana? Harganya murah kalau kecil, tapi seperti biasa dong. Kalo beli semakin gede gramnya ya semakin murah. Ibarat beli gula setengah kilo harga 5 ribu, beli gula sekilo cuman 7ribu. Ya mirip gitu lah namanya juga dagang kan. Secara otomatis harganya ngikut harga emas harian. Nah pertama kali beli itu 0,2 gram seharga 160ribu (ongkir 20ribu lol). Itu harga termurah banget saat itu (sebulan lalu sih). Jadi kalo pengen beli cuma 0,2gram, pertimbangkan ongkir juga. Ajak join temen ato siapapun yang mau beli biar bisa bagi ongkir lol. ((Tapi abis gw beli emas mini 160 ribu itu, besoknya gw beli celana jeans sama rok 160ribu juga 😓)).

Oh iya, emas akan datang bersamaan dengan kartu nama distributor, bukti pembelian dan sertifikat emas asli. Menurut gw sih, si bungkus mini isi sertifikat ini nggak perlu kan dibuka segelnya kecuali kalo kamu beli emas mini buat pengganti earings kamu aja 😜 Nah kan kalo 0,2 gram terlalu kecil, bisa buat apa? Bisa buat gantungan kalung kamu, giwang atau mending nggak usah dibuka deh ya karena akumulasi dari emas mini tadi bisa ditukar jadi satu nominal emas yang lebih besar. Misal gw punya emas mini 0,2 gram ini sebanyak 5 lembar, berarti gw bisa tukerin emas ini jadi 1 gram (dg mengganti biaya sertifikat sebesar 10ribu). Enak kan? Semacem kamu punya receh 200an sebanyak 10 koin, trus ditukerin ke Indomart jadi selembar 2000 rupiah. Win win solution bukan?

Jadi bayangkan, kalian punya emas mini sekotak banroll nya si Kaesang? Hemmm

Tapi inget ya, ini investasi. Jadi jangan harap nilainya bakal berubah drastis dalam satu tahun. Ya berubah sih nilai emas sih berubah selalu setidaknya 80-100ribu pertahunnya. Tapi kan investasi ini eh. Misal aja bikin emas mini ini diinvestasikan untuk pendidikan anak masuk SMP 12 tahun lagi. Udah krasa lah ya bedanya ya.

Jadi siapa bilang investasi itu mahal? Anak sekolahan aja juga bisa mulai investasi kalau begini kan 😊

Comments

  1. Yaolo, blog anda kali ini sangat berpaedah sekali....

    Besok ah coba-coba beli. Bentar, gw congkel dulu celengannya si Keenan

    Wkwwkwkwk

    ReplyDelete
    Replies
    1. Udah persuasif belom gw? haha

      ntar jgn lupa abis congkel tabungan Keenan, bagi2 ya 0,2gram nya :P

      Delete
  2. OMG ini lucu banget, baru tau ada emas mini seunyu ini! Seperti nya cocok buat kode ke teman-teman sebagai hadiah lahiran anak gua KWKKKKWKW

    ReplyDelete
    Replies
    1. HUAHHAHAHAHAHHAHAHAH kok aku nda kepikiran bisa buat ngode kado lairan ya??? HAHAHHAHAHA ide bagus tuh :D

      Delete
  3. gara gara gua kebanyakan hidup di dalam GOA.... saya jadi baru tahu kalau ada Mas MINI, sebab selama ini saya cuma tau dengan Mas Bambang Doang...hahahaha....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mas Bambang kaka pertamanya mas mini :P
      buru beli masmini nya trus taro di Goa biar beranak LOL

      Delete
  4. Wahhh menarik

    Udah lama banget kepikiran buat investasi duit jajan yang nggak seberapa ini itung-itung tabungan masa depan, eh tapi kalau disimpen dalam bentuk duit selalu aja abis kepake wkwkkw

    Maybe this is my solution waaahh waaahhh

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahhaha jangan pernah nyimpen tabungan bentuk duit. banyak abisnya haha kecuali kl disimpen dlm bentuk tabungan ala mapan dg tujuan tertentu :D

      yuk buru diborong emasmininya. sapa tau 5 taun lagi bisa buat beli kos2an haha

      Delete

Post a Comment

Share your thoughts with me here

Popular posts from this blog

Book : Semakin Dalam Di Jejak Langkah

  Buku ketiga dari Buru Tetralogi ini lebih berat dari Bumi Manusia dan Anak Semua Bangsa . Disini banyak disinggung tentang Multatuli yang mengungkap "kotornya" birokrasi. Kotor disini tentu saja soal korupsi. Semakin dalam membaca ternyata semakin paham kalo kemungkinan besar korupsi ini "warisan budaya" kolonial. Buku ini pun mengatakan bahwa kolonial berhutang banyak gulden kepada Hindia Belanda atas semua hitungan 'meleset'nya penerimaan pajak dan penyalurannya. Siapa yang nggak mau untung banyak? Ya kolonial menang banyak. Bahkan kalau mau benar-benar dihitung, bisa jadi mereka kalah. Tapi nggak mungkin kan diusut karena kolonial tau kalau mereka bakal ketauan salah dan memungkiri itu. Jadi yaaa, lenyap begitu saja. Disini Minke kawin setelah ditinggal Annelies yang Indo dia kawin dengan yang orang tionghoa. Lagi-lagi pula dia ditinggalkan karena istrinya sakit (kemudian kawin lagi dengan Prinses yang ntah darimana tapi yang jelas dia berpendid

Traveling During Pandemic

CGK to DPS I am one of the people who travel (relatively a lot) during a pandemic. Unfortunately, me being in a long-distance marriage, need mental and physical support once in a while.  In the beginning, we met after 8 months of the pandemic and then 3 or 4 months, then every 2 months. I went wild the first 8 months of the pandemic. Everything felt harder. I know many people feel the same, I am not the only one. We're just coping with the best we can do.  The island I call home 💙 It was so stressful the first time traveling during the pandemic. Like I said here , it's not really worth the effort if you're traveling "for fun". PCR price was crazy, every time we have to calculate the time, make it double as well as the price. Because we buy the time with money. I usually book a ticket at least 2-4 weeks before my travel, then went to the airport 2 hours before my flying time, everything felt so efficient but not during the pandemic. I booked my ticket a week befor

[Piknik] Prambanan lagi

Salah satu pesona Jawa Tengah adalah Candi Prambanan. Saya sudah 3 kali berkunjung ke situs warisan dunia ini. Candi yang terletak di perbatasan Jawa Tengah dan jogja ini selalu menimbulkan kesan mistis bagi saya. Terletak tak jauh dari jalan raya, sehingga mengunjunginya pun sangat mudah. Berbeda dengan Candi Borobudur yang letaknya sangat jauh dari jalan raya besar.  Ok, menurut saya ada 3 cara menuju candi ini. Menggunakan bus transjogja, taksi, dan kendaraan pribadi. Bagi yang menggunakan transjogja, saya pernah menggunakannya berangkat dari daerah kampus UNY, daerah Depok Sleman. 1 kali transit, 2 kali berganti bus. Dengan harga transjogja yang kala itu, 2014, seharga 3500 rupiah. Tapi sampai saat ini masih sama harganya, menurut info dari teman. Lokasi shelter bis berada agak jauh dari pintu masuk lokasi candi, mungkin kira-kira 500meter sampai 1kilometer. Kalau jalan, menghabiskan waktu sekitar 15-20menit. Bisa juga naik becak untuk opsi yang lain. Lagi-lagi, jangan lupa men