Skip to main content

Sepatu Winter Pertama

Moscow Dulu, masih sempet pakai sepatu dengan hak 5 cm waktu kerja kantoran. Ya karena harus keliatan formal aja sih, meskipun nggak ada yang ngelarang juga kalau mau sepatu sneakers pun. Toh juga waktu kerja sepatu dilepas dan pakai sendal jepit.  Tapi itu sudah lama sekali. Setelahnya, bertahun-tahun hanya punya 1 sepatu sneakers dan 1 sandal. Sendal jepit punya lah ya, kan hidup di Bali. Salah satu esensial itu. Sebenernya alesannya sederhana, bukan karena nggak mau punya sepatu lebih dari satu tapi lebih ke males harus nyocokin sepatu lagi ke kaki yang belum tentu enak dipakainya.  Sepatu itu adalah hal esensial yang buat gw nggak apa mahal yang penting nyaman. Karena taruhannya di pijakan, dan itu bisa berdampak ke banyak hal kalau salah pilih sepatu. Jalan kaki adalah bagian besar dari hidup gw, jadi punya sepatu nyaman adalah hal yang tidak bisa dinego.  Nah, meskipun gw beberapa kali pernah jalan-jalan saat musim dingin, Moskow ini agak beda. Kalau di Belanda, mes...

About time...

I moved here maybe almost 13 years. That day, I was 10 years old. Still in elementary school. I have lots friends on same age and some of them are my sister's friends (our age difference is 7 years). We grew up together. Growing up and I just realize now, when I graduated from uni, we all really grown up. Time for me to work, or continue studying, also they are already 17 years old. Time for them to get any license like driving license, residence card, or else. They already has their own rights to choose what they want to do in live.

I think we are balance, lots boys and girls. Time for girls to feel "Lady wanna be", I mean on their age (around 17) they want to know how about having a boyfriend, how to put on make up on face, how is fall in love, or maybe how about kiss, and many things. Sometimes, some of them forget the point of studying at school. They just think about their romance or love or something like that rather than their achievement. Well.... that always happen in life. Feeling up and down on same time. Feel many things.

And time for boys to feel like "bad boy". Not all boys like that, but some of them start to smoke because curious about their friends become and "look" so great when smoking. *I REALLY NOT AGREE WITH THIS. SMOKING ISN'T GREAT AT ALL* They start to taste alcohol even a bit. But the worst is smoking I guess. how? because parents, mostly let their boys smoking although they still studying. Maybe parents get angry at first time, but they dont have any bravery to ban their boys to smoking. Slowly but sure, they just watch their boys damage their lungs. I saw many boys around my house smoking before go to school. Do you know what I want to do to them when see they smoking??? I just wanna say something to them, "Hey guys, be ready for your death soon!". People should know smoking in the morning have a highest risk of death (some people maybe think, "Ohh I better smoking afternoon or night". ridiculous!).

Every seeing people smoking, I ask them "How taste? good?", they just said "Taste by yourself, then you'll know". RA KATE PO'O!

mmmm this is only what I think about, feel pity of some young generation.
STOP SMOKING! LOVE YOUR LIFE! LOVE YOUR SELF! YOU HAVE A BEAUTIFUL LIFE WITHOUT SMOKE!

#Edisi menggalaukan setiap kali berbicara tentang rokok, bahkan pemerintah juga sudah memperketat berbagai hal yang berhubungan dengan rokok tapi yah... simalakama. Jangan korbankan generasi muda dan warga negara dengan pernyataan "kalo pabrik rokok ditutup, berapa juta orang bakal nganggur???". coba jumlah rokok yang dijual, ditukar dengan membuka lapangan pekerjaan yang baru bagi mereka. Halah yasudahlah ya, serba bingung mau nulis apa lagi hehehe. ya sudah sekian dan terimakasih#


Comments

Popular posts from this blog

Getting my Hands on Film Camera

In attempts to slow_myself_down_away_from_digital_life, I am getting my hands on film camera. Yes, the kind of camera where you need to put the film roll in and then start snapping. If you are lucky, the pictures will turn up good but if not then we let the fate decide. This is not my first rodeo on using film camera, but it definitely is the first ever to buy the film and develop it using my own money. It is not cheap, which I know.  What can I say, it's an expensive hobby.  I used my first film roll to take photos of my favorite people. So it has more human than random pictures. It was on family event. After the last shot, I wanted to develop it before I flew to Bali but they had no lab. Luckily we have the lab in Bali. I developed and scanned the film in Ojisanfilmlab Bali. They're just a google away. They sell the roll as well. I had to tell the TSA to do the hand checking rather putting it through the scanner. They understood.  Cimol hides himself in his favorite sp...

Gampangnya Apply e-visa Rusia

Red square Jadi, WNI diberi kemudahan untuk ke Rusia. Cukup dengan apply e-visa yang bisa didapatkan dalam hitungan hari saja. Meskipun sudah sering apply e-visa, tapi e-visa Rusia ini agak unik formulirnya. Jadi sebelum apply, gw baca gimana caranya di sini yang amat sangat runtut dan mudah dipahami. Sebelum isi formulir online, ada baiknya siapkan foto 3.5 x 4.5 dengan background putih dulu. Setelah itu jangan lupa untuk beli asuransi. Karena agak kepikiran, gw putuskan untuk beli asuransi dari perusahan yang ada di sana. Asuransi yang gw beli dari sini . Tadinya setelah beli kok nggak ada info apapun, bahkan bukti bayar pun nggak ada. Tapi petugasnya cukup tangkas setelah gw email, gw langsung dapat asuransinya. Nomer asuransi diperlukan untuk mengisi formulir, jadi harus beli asuransi sebelum apply visa.  Nah, bagi gw, ini formulir baru kali ini dapat pertanyaan yang unik-unik semacam apakah pernah pelatihan militer, wajib militer, pernah pegang / punya senjata, bahkan sampai ...

Setelah Schengen Visa Ditolak Jerman

Bentheim Gw tau Jerman tuh emang meticulous banget, tapi gw nggak sangka bakal se- meticulous itu. Kira-kira bulan Maret gw apply Schengen via Jerman. Kenapa via Jerman? Karena Belanda nggak ada slot heheheee. Rencana perginya bulan April kalau nggak salah waktu itu. Karena suami ada libur tapi cuma pendek banget, dan dia pengen banget pulang ke sana, yaudah lah coba aja. Dapet antrian, mana bayarnya 700ribu pula 😅 lalu pergilah gw submit semua dokumen gw.  Gw bukan yang pertama kali mengajukan Schengen, jadi gw udah "tau" harus submit apa aja. Karena sebagai orang yang menikah dengan warga EU, kami berhak untuk tidak menunjukkan buku tabungan (yg penting tabungan pasangan yang EU yg ditampilkan), dll. Dengan ina inu, eh ternyata diminta surat kerja lah, kalau freelancer harus kasih tau bukti kerjaan juga. Gw rasa ribet ya karena nggak formal kerjanya, jadi ya udah gw tulis ibu rumah tangga. Itu juga masih harus bikin surat pernyataan siapa yg membiayai biaya hidup gw kala...