Skip to main content

Getting my Hands on Film Camera

In attempts to slow_myself_down_away_from_digital_life, I am getting my hands on film camera. Yes, the kind of camera where you need to put the film roll in and then start snapping. If you are lucky, the pictures will turn up good but if not then we let the fate decide. This is not my first rodeo on using film camera, but it definitely the first ever to buy the film and develop it using my own money. It is not cheap, which I know.  What can I say, it's an expensive hobby.  I used my first film roll to take photos of my favorite people. So it has more human than random pictures. It was on family event. After the last shot, I wanted to develop it before I flew to Bali but they had no lab. Luckily we have the lab in Bali. I developed and scanned the film in Ojisanfilmlab Bali. They're just a google away. They sell the roll as well. I had to tell the TSA to do the hand checking rather putting it through the scanner. They understood.  Cimol hides himself in his favorite spot ...

Mendaftar Pelatihan di Prakerja

Sanur

Jadi dulu program ini diluncurkan pemerintah untuk kasih insentif orang yang di PHK atau tidak bekerja pas pandemi. Jadi ya gw tentu saja nggak punya hak tho. Sebagai orang yang nggak punya hak, ya gw nggak ikutan lah. Trus temen gw beberapa bulan lalu bilang, ikut aja soalnya ini buat yg kerja yg mau nunjang skill juga lho. 

"Hah masa sih?"

Yaudah pas liat oh ya bener juga, jadi gw daftar. Daftar pertama di gelombang 20 nggak lolos. Trus ya udah patah hati dah lah gausah daftar. Eh tiba-tiba minggu lalu temen gw lolos gelombang berapa gitu, lalu bilang kalau gelombang 29 udah buka. Yaudah deh ikutan aja. Eh lolos dong.

Pembukaan gelombang ini termasuk cepet. Hampir tiap minggu selalu ada gelombang baru yang dibuka. Jadi daftar di gelombangnya itu selama 3 harian, pengumumannya 3 hari kemudian, lalu 3 hari kemudian udah bukaan baru. Bener-bener cepet banget.

Nah temen gw yang lagi S2 nggak bisa ikutan padahal dia juga kerja sebagai pengajar. Alasannya KTP sudah terdaftar di kemendiknas atau mana gitu. Jadi ini bisanya untuk pekerja ya, bukan pelajar.

Jadi yang perlu dilakuin adalah mendaftar di prakerja.go.id. Trus ikutin aja disuruh ngapain yaudah ikut aja. Setelah daftar ada soal yang harus diselesaikan. Kayaknya sih soal psikotes sederhana gitu, lupa gw. Ini cuma sekali aja sih. 

Kemudian ketika gw daftar gelombang 29, gw harus foto KTP dan selfie. Foto KTP ini agak susah-susah gampang karena nggak boleh lebih dari 2 MB dan harus langsung on the spot, jadi nggak bisa ambil dari galeri. Akhirnya diakalin pake nurunin kapasitas kamera, baru bisa setelah ntah berapa kali percobaan. Lalu diikuti dengan selfie. Setelah selesai tinggal tunggu aja 2 atau 3 hari sampai pengumuman ditutup dan kita dinyatakan lolos apa nggak. 

Setelah 3 hari gw dinyatakan lolos. 

sisa saldo pelatihan gw

Gw dapet saldo pelatihan satu juta rupiah. Saldo ini nggak bisa diuangkan jadi harus dipake buat pelatihan. Gw ambil yang pertama pelatihan soal mengatur keuangan. Ini bener-bener nggak bertele-tele. Bagus banget pelatihannya. Jadi kursus 6 jam selesai dalam waktu singkat karena bisa gw sambi ngapa-ngapain juga. Tiap selesai satu sub-bab ada ujiannya. 

Nah setelah menyelesaikan kursus, kita akan mendapatkan sertifikat maksimal 2x24 jam. Kalau belum dapat langsung lapor aja. Setelah sertifikat masuk, dalam waktu 1x24 jam kita harus memberi ulasan kursus tersebut. Karena kita perlu mengulas agar jadwal insentif kita turun. 

Setelah gw tunggu 2x24 jam, ternyata gw nggak dapet. Jadi gw mengadukan ini dan segera setelah lapor langsung dapat email untuk mengulas kursus. Begitu gw klik submit ulasan, jadwal insentif langsung keluar. 

jadwal insentif

Insentif ini keluar sebesar 600ribu, selama 4 bulan berturut-turut. Btw insentif ini keluar cuma beberapa hari setelah kita ulas pelatihannya.

Apakah kita bener-bener berhak mendapat insentif ini saat posisi kita sudah kerja? Ya kenapa nggak? Daripada duitnya dikorupsi pejabat, mending dikasih ke rakyatnya berupa bentuk pelatihan. Mana beneran lagi dapet pelatihan yang nggak ecek-ecek. Gw udah ngincer pelatihan kedua gw karena gw masih punya saldo pelatihan. Sayang kalo nggak dipake.

Insentif ini nggak akan keluar kalau kita belum selesaikan pelatihan sampai batas waktu yang sudah ditentukan. Jadi ya setelah beli pelatihan, ya harus diselesaikan lah. Mana kan pelatihan-pelatihan itu harganya biasanya di luaran nggak murah ya. Jadi ini bener-bener bagus banget programnya. 

Jadi gimana? Kalian udah ikutan pelatihan prakerja belum? 

Comments

Popular posts from this blog

Taking a Train from Moscow City to Yaroslavky

walking to the wagon We chose deliberately in the winter to travel from Moscow to Yaroslavsky. In my defense, we kinda had to use the holiday a little bit. If we're waiting for the good weather, it probably not gonna happen for 3 months and then nothing again. So this trip was taken on February 2026. So we've decided to take a few days off going from Moscow to half of the golden ring. The name ring, means literally ring. Refers to a few cities that used to be very important in the past. Starting from Moscow city (where which we're coming from, technically). I have to mention the cities here anyway; Sergiyev Posad, Pereslavl Zalessky, Rostov Veliky, Yaroslavl, Kostroma, Ivanovo, Vladimir, and Suzdal. there will be info about the train  We took the train trip from Moscow. I would say it's the "normal type" of train. So we sat next to each other. Two seaters next to each other. I think my husband took the non-economy one. He booked the train from the app, tutu. T...

Jumat ceria

Hari ini memang bukan hari jumat, tapi cuman mau bilang aja sih kalo hari yang paling aku tunggu-tunggu itu hari jumat. Why?   Karena jumat itu selalu ceria, kalopun ada meeting besar pasti di hari jumat dan banyak cemilan, orang-orang pada berangkat sholat jumat, yang nasrani juga mengikuti misa di kantor, bisa pake baju bebas dan bebas berekspresi sepuas-puasnya, dan..... bisa video call sepuasnyaaaaaa kapanpun karena dia libur kerja 😍😍 gambarnya lucu 😁  taken from internet

Rough Guide to Bali

Penjor "Hey I am coming to Bali, can you recommend me things to do?" I got that question a lot. I get it, I live in Bali so people would think that I master everything about Bali. Well... 50:50. I happened to travel around Bali since 2017. So it wasn't wrong to assume me knowing Bali. But I am also a lazy traveler so I don't always do many things in one place.  That is why we will call this a rough guide to Bali.  First thing first, define your style of traveling. Because we all know that Bali is an island. Not a city. So it is quite big, you know. You can not explore all of it in two weeks. Well you might be able to do so, but probably not immersing enough of it.  So... what is your style of traveling? Bali offers you some cultures, quiet normal life, party hotspots, quiet beaches, busy beaches, temples, and so on.  Mt Batur West part of Bali (Canggu, Seminyak, Kuta) If you enjoy partying, you might want to spend your time more in the west part of Bali like Canggu, ...