Skip to main content

Sepatu Winter Pertama

Moscow Dulu, masih sempet pakai sepatu dengan hak 5 cm waktu kerja kantoran. Ya karena harus keliatan formal aja sih, meskipun nggak ada yang ngelarang juga kalau mau sepatu sneakers pun. Toh juga waktu kerja sepatu dilepas dan pakai sendal jepit.  Tapi itu sudah lama sekali. Setelahnya, bertahun-tahun hanya punya 1 sepatu sneakers dan 1 sandal. Sendal jepit punya lah ya, kan hidup di Bali. Salah satu esensial itu. Sebenernya alesannya sederhana, bukan karena nggak mau punya sepatu lebih dari satu tapi lebih ke males harus nyocokin sepatu lagi ke kaki yang belum tentu enak dipakainya.  Sepatu itu adalah hal esensial yang buat gw nggak apa mahal yang penting nyaman. Karena taruhannya di pijakan, dan itu bisa berdampak ke banyak hal kalau salah pilih sepatu. Jalan kaki adalah bagian besar dari hidup gw, jadi punya sepatu nyaman adalah hal yang tidak bisa dinego.  Nah, meskipun gw beberapa kali pernah jalan-jalan saat musim dingin, Moskow ini agak beda. Kalau di Belanda, mes...

Mendaftar Pelatihan di Prakerja

Sanur

Jadi dulu program ini diluncurkan pemerintah untuk kasih insentif orang yang di PHK atau tidak bekerja pas pandemi. Jadi ya gw tentu saja nggak punya hak tho. Sebagai orang yang nggak punya hak, ya gw nggak ikutan lah. Trus temen gw beberapa bulan lalu bilang, ikut aja soalnya ini buat yg kerja yg mau nunjang skill juga lho. 

"Hah masa sih?"

Yaudah pas liat oh ya bener juga, jadi gw daftar. Daftar pertama di gelombang 20 nggak lolos. Trus ya udah patah hati dah lah gausah daftar. Eh tiba-tiba minggu lalu temen gw lolos gelombang berapa gitu, lalu bilang kalau gelombang 29 udah buka. Yaudah deh ikutan aja. Eh lolos dong.

Pembukaan gelombang ini termasuk cepet. Hampir tiap minggu selalu ada gelombang baru yang dibuka. Jadi daftar di gelombangnya itu selama 3 harian, pengumumannya 3 hari kemudian, lalu 3 hari kemudian udah bukaan baru. Bener-bener cepet banget.

Nah temen gw yang lagi S2 nggak bisa ikutan padahal dia juga kerja sebagai pengajar. Alasannya KTP sudah terdaftar di kemendiknas atau mana gitu. Jadi ini bisanya untuk pekerja ya, bukan pelajar.

Jadi yang perlu dilakuin adalah mendaftar di prakerja.go.id. Trus ikutin aja disuruh ngapain yaudah ikut aja. Setelah daftar ada soal yang harus diselesaikan. Kayaknya sih soal psikotes sederhana gitu, lupa gw. Ini cuma sekali aja sih. 

Kemudian ketika gw daftar gelombang 29, gw harus foto KTP dan selfie. Foto KTP ini agak susah-susah gampang karena nggak boleh lebih dari 2 MB dan harus langsung on the spot, jadi nggak bisa ambil dari galeri. Akhirnya diakalin pake nurunin kapasitas kamera, baru bisa setelah ntah berapa kali percobaan. Lalu diikuti dengan selfie. Setelah selesai tinggal tunggu aja 2 atau 3 hari sampai pengumuman ditutup dan kita dinyatakan lolos apa nggak. 

Setelah 3 hari gw dinyatakan lolos. 

sisa saldo pelatihan gw

Gw dapet saldo pelatihan satu juta rupiah. Saldo ini nggak bisa diuangkan jadi harus dipake buat pelatihan. Gw ambil yang pertama pelatihan soal mengatur keuangan. Ini bener-bener nggak bertele-tele. Bagus banget pelatihannya. Jadi kursus 6 jam selesai dalam waktu singkat karena bisa gw sambi ngapa-ngapain juga. Tiap selesai satu sub-bab ada ujiannya. 

Nah setelah menyelesaikan kursus, kita akan mendapatkan sertifikat maksimal 2x24 jam. Kalau belum dapat langsung lapor aja. Setelah sertifikat masuk, dalam waktu 1x24 jam kita harus memberi ulasan kursus tersebut. Karena kita perlu mengulas agar jadwal insentif kita turun. 

Setelah gw tunggu 2x24 jam, ternyata gw nggak dapet. Jadi gw mengadukan ini dan segera setelah lapor langsung dapat email untuk mengulas kursus. Begitu gw klik submit ulasan, jadwal insentif langsung keluar. 

jadwal insentif

Insentif ini keluar sebesar 600ribu, selama 4 bulan berturut-turut. Btw insentif ini keluar cuma beberapa hari setelah kita ulas pelatihannya.

Apakah kita bener-bener berhak mendapat insentif ini saat posisi kita sudah kerja? Ya kenapa nggak? Daripada duitnya dikorupsi pejabat, mending dikasih ke rakyatnya berupa bentuk pelatihan. Mana beneran lagi dapet pelatihan yang nggak ecek-ecek. Gw udah ngincer pelatihan kedua gw karena gw masih punya saldo pelatihan. Sayang kalo nggak dipake.

Insentif ini nggak akan keluar kalau kita belum selesaikan pelatihan sampai batas waktu yang sudah ditentukan. Jadi ya setelah beli pelatihan, ya harus diselesaikan lah. Mana kan pelatihan-pelatihan itu harganya biasanya di luaran nggak murah ya. Jadi ini bener-bener bagus banget programnya. 

Jadi gimana? Kalian udah ikutan pelatihan prakerja belum? 

Comments

Popular posts from this blog

Getting my Hands on Film Camera

In attempts to slow_myself_down_away_from_digital_life, I am getting my hands on film camera. Yes, the kind of camera where you need to put the film roll in and then start snapping. If you are lucky, the pictures will turn up good but if not then we let the fate decide. This is not my first rodeo on using film camera, but it definitely is the first ever to buy the film and develop it using my own money. It is not cheap, which I know.  What can I say, it's an expensive hobby.  I used my first film roll to take photos of my favorite people. So it has more human than random pictures. It was on family event. After the last shot, I wanted to develop it before I flew to Bali but they had no lab. Luckily we have the lab in Bali. I developed and scanned the film in Ojisanfilmlab Bali. They're just a google away. They sell the roll as well. I had to tell the TSA to do the hand checking rather putting it through the scanner. They understood.  Cimol hides himself in his favorite sp...

Snailmail

I signed up in an international portal since I was at high school. I was a quiet one, not much talk especially with stranger. But since that day, I feel myself get easier to talk to strangers. In that portal, there are several options why you join there, including 'flirting', that is shown on the optional boxes. And I found something interesting, snailmail. I never heard about this before, but I thought it is like a mail that goes slower because snail always walking so slow. Then someone chatted me and told me that she want to snailmail. I asked her what is that and she said 'it is postcard swapping'.   was taken at Museum Angkut years ago. taken using my old unique phone Wow.. postcard swapping.. my granny and I did it long time ago before mobile phone was invented. Well I mean before we all use mobile phone to connect to each other. I have family in The Netherlands, and we only have a phone, if we call them using home phone it would cost a lot for even few minu...

Sepatu Winter Pertama

Moscow Dulu, masih sempet pakai sepatu dengan hak 5 cm waktu kerja kantoran. Ya karena harus keliatan formal aja sih, meskipun nggak ada yang ngelarang juga kalau mau sepatu sneakers pun. Toh juga waktu kerja sepatu dilepas dan pakai sendal jepit.  Tapi itu sudah lama sekali. Setelahnya, bertahun-tahun hanya punya 1 sepatu sneakers dan 1 sandal. Sendal jepit punya lah ya, kan hidup di Bali. Salah satu esensial itu. Sebenernya alesannya sederhana, bukan karena nggak mau punya sepatu lebih dari satu tapi lebih ke males harus nyocokin sepatu lagi ke kaki yang belum tentu enak dipakainya.  Sepatu itu adalah hal esensial yang buat gw nggak apa mahal yang penting nyaman. Karena taruhannya di pijakan, dan itu bisa berdampak ke banyak hal kalau salah pilih sepatu. Jalan kaki adalah bagian besar dari hidup gw, jadi punya sepatu nyaman adalah hal yang tidak bisa dinego.  Nah, meskipun gw beberapa kali pernah jalan-jalan saat musim dingin, Moskow ini agak beda. Kalau di Belanda, mes...