Skip to main content

Rough Guide to Bali

Penjor "Hey I am coming to Bali, can you recommend me things to do?" I got that question a lot. I get it, I live in Bali so people would think that I master everything about Bali. Well... 50:50. I happened to travel around Bali since 2017. So it wasn't wrong to assume me knowing Bali. But I am also a lazy traveler so I don't always do many things in one place.  That is why we will call this a rough guide to Bali.  First thing first, define your style of traveling. Because we all know that Bali is an island. Not a city. So it is quite big, you know. You can not explore all of it in two weeks. Well you might be able to do so, but probably not immersing enough of it.  So... what is your style of traveling? Bali offers you some cultures, quiet normal life, party hotspots, quiet beaches, busy beaches, temples, and so on.  Mt Batur West part of Bali (Canggu, Seminyak, Kuta) If you enjoy partying, you might want to spend your time more in the west part of Bali like Canggu, ...

Bayar Pakai QRIS

QRIS Janji Jiwa di DPS.

Siapa yang udah sering pakai QRIS? Doi nongol udah lama banget. Kabarnya sih dari Feb 2020 trus pandemi yaaelah. Karena penasaran dan gatel gw nanya ke mbaknya, dia bilang "Tapi ada persennya lo mbak?" Oh paling juga ongkos antar bank. Gw tanyalah berapa, mbaknya bilang 2,5%. Kok kayak zakat ya jadinya!

Ternyata, nggak kok. Beneran nggak. Kayaknya mbaknya yg belum paham betul ya. Ya maklum aja, di sini masih cinta duit cash meskipun 20 juta pun bayar cash. Heran gw.

Pertama kali gw coba pake QRIS waktu beli obat. Vitamin C IPI itu lho kan murah tho, gw beli 4 waktu itu cuma 15ribu sekian. Trus ga bawa cash gw, sering ga ada cash. Mau debit juga minimal 50 ribu kan. Ga ada ovo. Trus ngeliat "Eh ada QRIS. Bisa ya mbak pake QRIS meskipun ga sampai 50 rb?" Mbaknya bilang bisa dong! Ya bahagia gw. 

Sejak itu kemana-mana bayarnya gw selalu QRIS. Kalau bisa QRIS ya gw pake QRIS. Lagi-lagi karena penasaran, ternyata emang bisa bayar berapapun. Gw pernah bayar nggak sampai 5 ribu eh bisa dong. Ya tentu saja kubahagia. 

Nah enaknya lagi pake QRIS ini bisa silang. Jadi misal si toko punyanya cuma OVO QRIS tapi kita scan dari BCA misal, itu bisa juga. Jadi nggak harus dari penyedia yang sama. Ini gw baru sadari karena gw selalu scan dari BCA, tapi yg gw scan selalu ada tulisan yang berbeda. Persamaannya, mereka ada tulisan QRIS-nya. Kan dulu scan kode begitu selalu hanya dari penyedia ya, yg harus discan dari penyedia yang sama juga. Selama ada logo QRIS berarti ya bisa discan dari app pembayaran apapun. 

Nah pertanyaan gw, QRIS kan satu pintu nih, tapi kalau tiap toko sediain QRIS dari masing-masing penyedia ya kek sia-sia gak sih? Tau sih maksudnya sih pasti ada cashback tambahan kan dari situ tuh. Selain itu, terkesan mubazir. Tapi secara proses ke sananya gw belum tau ya. Ini hanya dari sisi gw sebagai customer yang sudah tak lagi merasakan biaya admin top up hahaha. 

Iya gw seneng banget bisa scan QRIS karena... gw nggak perlu lagi narik debit gw dari dompet. Tinggal bawa hp aja, buka aplikasi, scan, bayar. Nggak ada drama bingung cari kembalian, pasti pas. 

Jadi, gimana, kamu suka nggak pakai QRIS?

Comments

  1. Saya belum pernah pake QRIS sih tapi cukup memudakan juga yah kita nggak perlu lagi narik debit dari dompet. Tinggal bawa hp, buka aplikasi, scan, bayar...

    Jd pengen nyoba

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya ini konsepnya sebenernya sama kayak mesin EDC, cuma beda di caranya aja. EDC gesek/tap, ini scan aja. Enakan ini sih ga ada kontak apapun sama orang. Bener2 pas buat musim covid begini wkwkwk

      Delete

Post a Comment

Share your thoughts with me here

Popular posts from this blog

[Piknik] Prambanan lagi

Salah satu pesona Jawa Tengah adalah Candi Prambanan. Saya sudah 3 kali berkunjung ke situs warisan dunia ini. Candi yang terletak di perbatasan Jawa Tengah dan jogja ini selalu menimbulkan kesan mistis bagi saya. Terletak tak jauh dari jalan raya, sehingga mengunjunginya pun sangat mudah. Berbeda dengan Candi Borobudur yang letaknya sangat jauh dari jalan raya besar.  Ok, menurut saya ada 3 cara menuju candi ini. Menggunakan bus transjogja, taksi, dan kendaraan pribadi. Bagi yang menggunakan transjogja, saya pernah menggunakannya berangkat dari daerah kampus UNY, daerah Depok Sleman. 1 kali transit, 2 kali berganti bus. Dengan harga transjogja yang kala itu, 2014, seharga 3500 rupiah. Tapi sampai saat ini masih sama harganya, menurut info dari teman. Lokasi shelter bis berada agak jauh dari pintu masuk lokasi candi, mungkin kira-kira 500meter sampai 1kilometer. Kalau jalan, menghabiskan waktu sekitar 15-20menit. Bisa juga naik becak untuk opsi yang lain. Lagi-lagi, jangan lupa...

Rough Guide to Bali

Penjor "Hey I am coming to Bali, can you recommend me things to do?" I got that question a lot. I get it, I live in Bali so people would think that I master everything about Bali. Well... 50:50. I happened to travel around Bali since 2017. So it wasn't wrong to assume me knowing Bali. But I am also a lazy traveler so I don't always do many things in one place.  That is why we will call this a rough guide to Bali.  First thing first, define your style of traveling. Because we all know that Bali is an island. Not a city. So it is quite big, you know. You can not explore all of it in two weeks. Well you might be able to do so, but probably not immersing enough of it.  So... what is your style of traveling? Bali offers you some cultures, quiet normal life, party hotspots, quiet beaches, busy beaches, temples, and so on.  Mt Batur West part of Bali (Canggu, Seminyak, Kuta) If you enjoy partying, you might want to spend your time more in the west part of Bali like Canggu, ...

Fire in the Building

Who would have thought that I  experienced fire in the building.  This is my first time living in an appartement. Of course I never chose appartement when living in Indonesia because it’s a real high risk when the earthquake happen. But here we are placed in an appartement. What got me relieved the first time that we are in the lowest floor so if something happen we will be quickly evacuated.  That’s what I thought.  Until it really happened.  We slept around midnight and abruptly woken up by the noise outside. I thought it was the drunk people just got back from night club or the restaurant next door was doing some deep cleaning. So loud that I had to wake up. My husband peeked outside and immediately said “fire brigade outside, you wait here!” I was just “am I dreaming or what?” I put on clothes, checked outside and saw a few of fire trucks. I checked the other side of the appartement and saw a few of police cars and ambulances.  “Oh no, something serious...