Skip to main content

Romanticizing My Cooking

Bakso I have to admit that my love for cooking is growing. It's growing and I can't believe it myself. This feeling has been like this since probably two years ago. Before, cooking felt like a hard work that I had to fulfill. It still is, but the difference is I enjoy it now. So it does not feel like I am forcing myself.  Back then whenever I cooked, it's either wrong recipe or incorrect measurement. It never tasted right. So I gave up cooking just because I never found the right one. And then I started to feel that I wanna eat better. I don't want to just eat whatever, I want to know what goes into my body. If I prepare it myself, then I know it's good one.  I don't eat too much sugar, sometimes it is hard to buy one thing outside and has a lot of sugar in it. So cooking it myself will allow me to control the amount of sugar. So I found recipes and I tried to make them. As to my surprise, they taste right! Exactly how they should have tasted. That made me happy

Bayar Pakai QRIS

QRIS Janji Jiwa di DPS.

Siapa yang udah sering pakai QRIS? Doi nongol udah lama banget. Kabarnya sih dari Feb 2020 trus pandemi yaaelah. Karena penasaran dan gatel gw nanya ke mbaknya, dia bilang "Tapi ada persennya lo mbak?" Oh paling juga ongkos antar bank. Gw tanyalah berapa, mbaknya bilang 2,5%. Kok kayak zakat ya jadinya!

Ternyata, nggak kok. Beneran nggak. Kayaknya mbaknya yg belum paham betul ya. Ya maklum aja, di sini masih cinta duit cash meskipun 20 juta pun bayar cash. Heran gw.

Pertama kali gw coba pake QRIS waktu beli obat. Vitamin C IPI itu lho kan murah tho, gw beli 4 waktu itu cuma 15ribu sekian. Trus ga bawa cash gw, sering ga ada cash. Mau debit juga minimal 50 ribu kan. Ga ada ovo. Trus ngeliat "Eh ada QRIS. Bisa ya mbak pake QRIS meskipun ga sampai 50 rb?" Mbaknya bilang bisa dong! Ya bahagia gw. 

Sejak itu kemana-mana bayarnya gw selalu QRIS. Kalau bisa QRIS ya gw pake QRIS. Lagi-lagi karena penasaran, ternyata emang bisa bayar berapapun. Gw pernah bayar nggak sampai 5 ribu eh bisa dong. Ya tentu saja kubahagia. 

Nah enaknya lagi pake QRIS ini bisa silang. Jadi misal si toko punyanya cuma OVO QRIS tapi kita scan dari BCA misal, itu bisa juga. Jadi nggak harus dari penyedia yang sama. Ini gw baru sadari karena gw selalu scan dari BCA, tapi yg gw scan selalu ada tulisan yang berbeda. Persamaannya, mereka ada tulisan QRIS-nya. Kan dulu scan kode begitu selalu hanya dari penyedia ya, yg harus discan dari penyedia yang sama juga. Selama ada logo QRIS berarti ya bisa discan dari app pembayaran apapun. 

Nah pertanyaan gw, QRIS kan satu pintu nih, tapi kalau tiap toko sediain QRIS dari masing-masing penyedia ya kek sia-sia gak sih? Tau sih maksudnya sih pasti ada cashback tambahan kan dari situ tuh. Selain itu, terkesan mubazir. Tapi secara proses ke sananya gw belum tau ya. Ini hanya dari sisi gw sebagai customer yang sudah tak lagi merasakan biaya admin top up hahaha. 

Iya gw seneng banget bisa scan QRIS karena... gw nggak perlu lagi narik debit gw dari dompet. Tinggal bawa hp aja, buka aplikasi, scan, bayar. Nggak ada drama bingung cari kembalian, pasti pas. 

Jadi, gimana, kamu suka nggak pakai QRIS?

Comments

  1. Saya belum pernah pake QRIS sih tapi cukup memudakan juga yah kita nggak perlu lagi narik debit dari dompet. Tinggal bawa hp, buka aplikasi, scan, bayar...

    Jd pengen nyoba

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya ini konsepnya sebenernya sama kayak mesin EDC, cuma beda di caranya aja. EDC gesek/tap, ini scan aja. Enakan ini sih ga ada kontak apapun sama orang. Bener2 pas buat musim covid begini wkwkwk

      Delete

Post a Comment

Share your thoughts with me here

Popular posts from this blog

Romanticizing My Cooking

Bakso I have to admit that my love for cooking is growing. It's growing and I can't believe it myself. This feeling has been like this since probably two years ago. Before, cooking felt like a hard work that I had to fulfill. It still is, but the difference is I enjoy it now. So it does not feel like I am forcing myself.  Back then whenever I cooked, it's either wrong recipe or incorrect measurement. It never tasted right. So I gave up cooking just because I never found the right one. And then I started to feel that I wanna eat better. I don't want to just eat whatever, I want to know what goes into my body. If I prepare it myself, then I know it's good one.  I don't eat too much sugar, sometimes it is hard to buy one thing outside and has a lot of sugar in it. So cooking it myself will allow me to control the amount of sugar. So I found recipes and I tried to make them. As to my surprise, they taste right! Exactly how they should have tasted. That made me happy

Cerita Karantina di Hotel

Cerita karantina selanjutnya 2 kali di hotel. Kali ini, semuanya berjalan lebih terkoordinir. List hotel karantina bisa dilihat di sini . Jadi nggak ada lagi drama nggak diladenin karena ina inu. Tinggal pilih hotel, hubungi hotel via WA atau email, kirim dokumen yang diperlukan, lalu kita dapat QR code yang nantinya ditunjukkan ke pihak bandara.  Karantina pertama kali di hotel gw bulan September kalau nggak Oktober 2021 dan bulan Januari 2022. Gw pesen di dua hotel berbeda. Karantina di hotel pertama dapet rejeki cuma 3 hari, jadi biaya yang dikeluarkan juga nggak sebanyak kemaren yang 7 hari.  dipakein gelang rumah sakit, dilepas pas check out. Nah, alurnya secara detail ada yang berubah sedikit tapi secara garis besar masih sama. Begitu datang, urus dokumen ini itu, lalu kita di PCR di lokasi. PCR ini hasilnya didapat dalam waktu 1 dan 2 jam karena ada dua lab yang berbeda. Waktu pertama kali gw karantina, gw harus nunggu hasil di bandara sebelum diangkut ke hotel. Tapi karantina k

Gojek ke bandara juanda

While waiting, jadi mending berbagi sedikit soal gojek. Karena saya adalah pengguna setia gojek, saya pengen cobain ke bandara pake gojek. Awalnya saya kira tidak bisa *itu emang sayanya aja sih yang menduga nggak bisa*, trus tanya temen katanya bisa karena dia sering ke bandara pakai motornya. Nah berarti gojek bisa dong?? Sebelum-sebelumnya kalo naek gojek selalu bayar cash, tapi kali ini pengen cobain top up go pay. Minimum top up 10ribu. Jadi saya cobain deh 30ribu dulu. Eh ternyata lagi ada promo 50% off kalo pake go pay. Haiyaaaaa kenapa ga dari dulu aja ngisi go pay hahaha. Dari kantor ke bandara juanda sekitar 8km. Kantor saya sih daerah rungkut industri. Penasarannn banget ini abang mau lewat mana ya. Tertera di layar 22ribu, tapi karena pakai go pay diskon 50% jadinya tinggal 11ribu. Bayangin tuhh... pake bis damri aja 30ribu hahaha. 11ribu udah nyampe bandara. Biasanya 15ribu ke royal plaza dari kantor haha. Lagi untung. Bagus deh. Nah sepanjang perjalanan, saya mikir ter