Skip to main content

Mengalahkan Rasa Takut akan Tenggelam

Makanan setelah renang di KOOD Sanur (serba vegan) Dari dulu takut banget sama air dengan volume yang besar. Mungkin di kehidupan gw sebelumnya gw pernah tenggelem kali ya. Makanya nggak pernah bisa renang. Karena ya takut tenggelam. Bahkan sekedar kecipak kecipuk aja takut. Sampai pindah ke Bali. Pindah ke Bali nggak berekspektasi setinggi itu sih. Ternyata, jadi lebih sering main air di pantai. Nggak renang, cuma berendam aja. Lama-lama jadi kebiasaan dan udah mulai terbiasa dengan air. Ternyata seru juga yaa. Kemudian dilatih suami gw buat berani snorkeling. Iya takut awalnya, nggak percaya meskipun dia bilang nggak akan tenggelam karena pake fin. Hmm masaaaa~~ Ya tetep pake pelampung sih. Pertama kali nyemplung, tentu saja heboh takut tenggelam padahal udah pake pelampung, pake fin, mana dipegangin juga. Tapi heboh aja, takut tenggelem. Ada 3 spot waktu itu, gw cuma nyemplung satu spot aja belum juga 15 menit udah naik kapal. Beberapa kali snorkeling akhirnya baru berani lepas pela

Anjloknya Saham, Nanjaknya Emas

Aduh portofolio saham gw anjlog men, gara-gara covid-19.
frangipani

Sounds familiar? Itu yang gw dengungkan sejak akhir Februari!! 😂

Sejak covid-19 menyerang, itu virus bener-bener ganas banget. Bukan cuma manusia yang disasar, tapi juga pasar saham di seluruh dunia. Gw lagi pantau akhir-akhir ini pasar US dan Kanada karena urusan kerjaan, eh nggak jauh beda juga nasibnya. IHSG sampai berdarah-darah tak terkira hingga pasar sempat ditutup karena turun 5%.

Dulu waktu krisis 98, gw masih SD kelas 1. Yang gw tau saat itu, yang gw ingat saat itu, TV rame protes dan kekacauan. Mamak gw ngeluh karena harga beras jadi super nanjak banget. Tapi yaa apa sih yang anak usia 7 tahun pahami tentang krisis moneter kala itu? Toh gw masih tetep jajan, masih tetep main, makan enak.

Nah, waktu kemarin IHSG seanjlok itu, gw tiba-tiba galau mikir duit cadangan ada berapa, aset ada berapa, hutang ada berapa, stok beras, stok indomie, segala-gala gw itungin. Ya ampun, mungkin ini yang dirasain nyak babe gw dulu taun 98 kali ya.

But I took the chance to buy more stocks, gradually. Gw nggak mau serakah karena ya ga ada duitnya buat beli hahaha. Tapi emang gw pantau aja dikit-dikit belinya. Waktu itu gw beli satu lot, ternyata dua hari kemudian malah lebih turun lagi ya gw beli lagi dikit. Ya nangis dikit liat portofolio, tapi gw bisa beli lagi dikit2. Gw bisa dapet 2 Lot dengan harga 1 Lot taun lalu. Ya diskon ini, kejar aja kalo punya duit dingin.

Rossa, kucing mertua gw

Lupa keasikan mantau pasar, iseng lah gw cek emas murni gw. Harganya bulan kemarin per gram sekitar 730an, hari ini udah di angka 840an. WOW. Portofolio saham boleh anjlok, tapi emas murni nanjak. Ya senggaknya rada seger lah gw mikirnya. Secercah cahaya di ujung hari.

Emas dijadikan sebagai pilihan untuk mengamankan uang terbaik sejauh ini. Biasanya, emas dijadikan pilihan untuk menjaga kekayaan. Kata temen gw sih karena jumlah emas yang terbatas nggak seperti jumlah uang yang terus-terusan dicetak jadi nilai emas masih lebih berharga daripada uang cetak. Meski sebenernya gw masih belum begitu paham sih kenapa nilai emas jarang banget jatuh. Gw belum pernah liat harga emas yang merosot tajam semerosot saham.

Anyway, gw dapet harga terbaik waktu beli BBRI kemarin di poin 2,470/lembar. Dibandingkan dengan pertama kali gw beli waktu itu 4,490 😅

Bagaimana denganmu, kawan? 😎 Jangan lupa, jangan kebanyakan keluar. Mending rebahan dulu kayak Rossa 😏

Comments

  1. Saham-saham eikeh juga berguguran. Tapi emang niatnya buat inpes yaudah merem aja lah. Gw malah nambah saham kemaren. Beli dikit-dikit sih. Karna duitnya gak ada, wkwkwkwk.

    Lagi koronah gini mah namanya uang cash paling berharga. Makanya sekarang fokus ngumpulin dana darurat dulu. Senggaknya kalo krisis gak makan nasi sama garam. Tapi nasi sama indomie, wkwkwkwk.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Samaaaa kemarenan inject aja dikit2 lumayan kan hehehehehe

      indomie ma luv, udah beli sekerdus kemaren. Yang lain mau beli ina inu ditahan duluuuu, kondisi lagi tak menentu begini. Cepatlah usaiiiiiii coronaaaaa margaritaaaa

      Delete
  2. Tahan beli ini itunya mesti dikuatin lagi, berhubung kasus covid nine teen malah nambah banyak, intinya mah pinter2 ngelola uang jangan sampe keluar buat barang2 yg gak terlalu penting

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya apalagi dg kerja dari rmh kadang bikin kita rajin check out barang2 di e-commerce :D

      Pkoknya uang keluarnya jgn sampai salah dari post mana aja yaa :)

      Delete
  3. Keren nih mainannya saham. Pengen ikutan tapi gak tau mo mulai darimana :)

    jadinya yg konvensional aja emas. Lumayan dalam 3 tahun terakhir dari 500an, perhari ini 800 ribuan yah.

    btw salam kenal, ijin follow ya mba

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul sekali, emas lagi bersinar banget. Ada yg krn untung di emas, akhirnya skrg dijual dan dipindah ke saham. Untung dobel2 krn saham lg harga diskon :D

      investasi saham smua bisa kok, asal belajar dulu ilmu dasarnya biar nggak asal beli perusahaan yg abal2 ;)

      salam kenal juga yaaa makasih udah berkunjung :)

      Delete

Post a Comment

Share your thoughts with me here

Popular posts from this blog

Book : Semakin Dalam Di Jejak Langkah

  Buku ketiga dari Buru Tetralogi ini lebih berat dari Bumi Manusia dan Anak Semua Bangsa . Disini banyak disinggung tentang Multatuli yang mengungkap "kotornya" birokrasi. Kotor disini tentu saja soal korupsi. Semakin dalam membaca ternyata semakin paham kalo kemungkinan besar korupsi ini "warisan budaya" kolonial. Buku ini pun mengatakan bahwa kolonial berhutang banyak gulden kepada Hindia Belanda atas semua hitungan 'meleset'nya penerimaan pajak dan penyalurannya. Siapa yang nggak mau untung banyak? Ya kolonial menang banyak. Bahkan kalau mau benar-benar dihitung, bisa jadi mereka kalah. Tapi nggak mungkin kan diusut karena kolonial tau kalau mereka bakal ketauan salah dan memungkiri itu. Jadi yaaa, lenyap begitu saja. Disini Minke kawin setelah ditinggal Annelies yang Indo dia kawin dengan yang orang tionghoa. Lagi-lagi pula dia ditinggalkan karena istrinya sakit (kemudian kawin lagi dengan Prinses yang ntah darimana tapi yang jelas dia berpendid

Traveling During Pandemic

CGK to DPS I am one of the people who travel (relatively a lot) during a pandemic. Unfortunately, me being in a long-distance marriage, need mental and physical support once in a while.  In the beginning, we met after 8 months of the pandemic and then 3 or 4 months, then every 2 months. I went wild the first 8 months of the pandemic. Everything felt harder. I know many people feel the same, I am not the only one. We're just coping with the best we can do.  The island I call home 💙 It was so stressful the first time traveling during the pandemic. Like I said here , it's not really worth the effort if you're traveling "for fun". PCR price was crazy, every time we have to calculate the time, make it double as well as the price. Because we buy the time with money. I usually book a ticket at least 2-4 weeks before my travel, then went to the airport 2 hours before my flying time, everything felt so efficient but not during the pandemic. I booked my ticket a week befor

[Piknik] Prambanan lagi

Salah satu pesona Jawa Tengah adalah Candi Prambanan. Saya sudah 3 kali berkunjung ke situs warisan dunia ini. Candi yang terletak di perbatasan Jawa Tengah dan jogja ini selalu menimbulkan kesan mistis bagi saya. Terletak tak jauh dari jalan raya, sehingga mengunjunginya pun sangat mudah. Berbeda dengan Candi Borobudur yang letaknya sangat jauh dari jalan raya besar.  Ok, menurut saya ada 3 cara menuju candi ini. Menggunakan bus transjogja, taksi, dan kendaraan pribadi. Bagi yang menggunakan transjogja, saya pernah menggunakannya berangkat dari daerah kampus UNY, daerah Depok Sleman. 1 kali transit, 2 kali berganti bus. Dengan harga transjogja yang kala itu, 2014, seharga 3500 rupiah. Tapi sampai saat ini masih sama harganya, menurut info dari teman. Lokasi shelter bis berada agak jauh dari pintu masuk lokasi candi, mungkin kira-kira 500meter sampai 1kilometer. Kalau jalan, menghabiskan waktu sekitar 15-20menit. Bisa juga naik becak untuk opsi yang lain. Lagi-lagi, jangan lupa men