In attempts to slow_myself_down_away_from_digital_life, I am getting my hands on film camera. Yes, the kind of camera where you need to put the film roll in and then start snapping. If you are lucky, the pictures will turn up good but if not then we let the fate decide. This is not my first rodeo on using film camera, but it definitely the first ever to buy the film and develop it using my own money. It is not cheap, which I know. What can I say, it's an expensive hobby. I used my first film roll to take photos of my favorite people. So it has more human than random pictures. It was on family event. After the last shot, I wanted to develop it before I flew to Bali but they had no lab. Luckily we have the lab in Bali. I developed and scanned the film in Ojisanfilmlab Bali. They're just a google away. They sell the roll as well. I had to tell the TSA to do the hand checking rather putting it through the scanner. They understood. Cimol hides himself in his favorite spot ...
Ya nggak tau makanya gw nanya 😂
Gw udah seminggu lebih nggak keluar rumah kalo nggak belanja, udah mulai bosen banget. Kerja dari rumah sih, tapi yaaa begitulah. Bosen juga ternyata nggak ngeliat dan berinteraksi dengan manusia lainnya.
Kemudian gw liatin foto-foto di folder gw yang masih di HP waktu ke Saleve. Trus mikir, "Gimana ya rasanya tinggal di desa kecil gini?" Ya meskipun desa kecil, akses internet ya udah oke lah. Tapi karena masih yaaaa sabtu minggu nggak ada yang buka si toko-toko ini, bener-bener weekend khusus untuk waktu di rumah bareng keluarga. Gw pernah tau, ini cerita di Jerman begini dulu. Tapi ternyata ya Swiss pun begitu (Mall hari minggu tutup), ternyata Saleve ini juga gitu.
Saleve ini desa kecil yang ada di perbatasan Swiss. Jadi udah masuk Prancis, tapi 30 menit aja naik bus dari Geneve. Desanya terletak di puncak gunung ini. Pohon-pohon hijau yang muterin gunung itu, jalan yang bisa di akses mobil juga.
So, I hope you enjoy some pictures here. I am bored being self isolation for more than a week already, so I edited these and post these. Enjoy and stay home! STAY F HOME if it is possible! 💕
Gw udah seminggu lebih nggak keluar rumah kalo nggak belanja, udah mulai bosen banget. Kerja dari rumah sih, tapi yaaa begitulah. Bosen juga ternyata nggak ngeliat dan berinteraksi dengan manusia lainnya.
Kemudian gw liatin foto-foto di folder gw yang masih di HP waktu ke Saleve. Trus mikir, "Gimana ya rasanya tinggal di desa kecil gini?" Ya meskipun desa kecil, akses internet ya udah oke lah. Tapi karena masih yaaaa sabtu minggu nggak ada yang buka si toko-toko ini, bener-bener weekend khusus untuk waktu di rumah bareng keluarga. Gw pernah tau, ini cerita di Jerman begini dulu. Tapi ternyata ya Swiss pun begitu (Mall hari minggu tutup), ternyata Saleve ini juga gitu.
Saleve ini desa kecil yang ada di perbatasan Swiss. Jadi udah masuk Prancis, tapi 30 menit aja naik bus dari Geneve. Desanya terletak di puncak gunung ini. Pohon-pohon hijau yang muterin gunung itu, jalan yang bisa di akses mobil juga.
Jalan menuju puncak, yang mengelilingi gunung.
Sumpah setengah mati gw mendaki gunung ini.
Tangga ini bikin mengumpat ratusan kali. Karena naik dan turun, eh pas turun kepleset. Untung nggak meluncur sampe bawah.
Desa di atas gunung.
Mau social distancing juga gimana? Wong jaraknya udah jauh-jauhan begini, penduduknya juga dikit. Ngumpul aja di warung buat minum coklat anget, teh, disambi makan croissant.
Nggak ada manusia yang keluar di hari minggu. Ya emang dingin sih, cuma kok yaaa masa sih nggak ada yang beli-beli gas kek, sembako kek.
Mobil yang lewat jalan ini bisa dihitung jari. Bener-bener dikit banget. Jalanan cenderung sepi.
Geneve dari Saleve.
Ini jam 3-4 sore.
Tapi yang jelas udaranya ini bersih banget. Oksigen yang masuk ke paru-paru rasanya aduhai sekalian bisa membersihkan organ dalam rupanya. Mungkin... aku akan ingin tinggal di tempat sejenis ini nanti. Waktu mendekati pensiun mungkin 💕






Entah mengapa ketika baca artikel ini langsung membayangkan jika aku berada di desa saleve ini. Kira-kira apa ya yang bakal aku lakukan di sana. Mungkin aku bakal sering berjalan kaki, treking naik gunung, dan menikmatinm suasana sepi, pemandangan, dan udara segar perdesaan.
ReplyDeleteAah, bagus sekali xeritanya
Rupanya kita memiliki bayangan yang sama hahaha
DeleteBisa jadi sehat kalo sekeliling begini, yang trekking aja banyak kakek nenek tapi lebih tangkas daripada daku huhuhu
Layangan mbak. Nek aku malah layangan karo Keenan. Sepi banget helloo...
ReplyDeleteAman gak ono emak-emak sing rusuh ngusir wong layangan.
Ora nyantol sutet kan layangane??
Delete