Skip to main content

Praktisnya Menggunakan e-meterai

Sebagai pelaku kawin campur, meterai adalah hal kecil yang sering kali luput karena dikit-dikit tempel meterai untuk perihal pengajuan visa. Seringnya beli satu, dua taro dompet, eh nggak tau keselip di mana. Belum lagi kalau ternyata setelah dokumen dicetak - ditempel matere - lalu ditandatangani - kemudian discan, ini prosesnya kayak berulang banget dan bisa berkali-kali karena salah tanggal atau orang yang dituju atau dokumen udah keburu expired. Udah kecil, nggak murah, sering ilang pula wkwkwk.  e-meterai mulai diluncurkan tahun 2021. Gw belum pernah coba karena jujur masih bingung apa iya ini imigrasi nanti nerima e-meterai gw? Hingga hari ini, Januari 2023 gw harus kirim dokumen bermeterai untuk update alamat gw sebagai penjamin visa. Iya, nggak bisa via website langsung, harus kirim permohonan via email yang dilengkapi dokumen permohonan dg tanda tangan di atas meterai.  Hah hoh karena nggak ada printer di rumah, kalau ngeprint cuma perlu sebiji. Meterai udah ga ada juga. Akhir

Smartphone and our lives

Android based - Smartphone or tablet are familiar in our lives now. People still keep in touch although thousands miles away apart. Many kind of applications that can connect us with other people, such as Line, WhatsApp, Kakao Talk, and many more. I know those applications offered by smartphone make us feel easy to do many things with our smartphone. The first time when I got my smartphone, I said “Sophisticated”.  Yeah that’s right! Sophisticated. I can do many things with my smartphone, I have all my teaching materials in it, I can surfing easily and faster, I can talk to other people by free phone using application, I can share my pictures easily using Instagram (since I like photography), if come to new places I can’t get lost or deceived by taxi driver because I have my GPS hehe. One day I got problem with my smartphone, it can not be turned on and it makes me frustrated. Why? Because I have class and my all materials teaching in smartphone.Ohh,, really I can’t live without my smartphone. My mom said that my smartphone and Sammy (my laptop) are half of myself haha. That’s true mom.

See, there are many things that smartphone can do, and of course help us. Give us many things that we can’t imagine before. the newest type will increase the capabilities. Of course, the developer will make it more and more sophisticated.

But there is something that maybe we forget. Maybe we’re getting excited with smartphone and forget that we are a human too. We’re human being, need to say “hi” to other people too. The real “hi”, not just say “hi” by phone. Maybe we can say hi by phone if we are living far each other. But what if we live in same place? I mean if we go to somewhere  together, we often play with smartphone rather than talking with friends. Sometimes we play on facebook, twitter, or others while going out with friend. Ok, let say, friend still have other things to do, but it’s pathetic when see family going out to eat and dad, mom, even kids play on their own smartphone. They weren't talk each other. They just talk with their own smartphone. So if I see those, I just see mom dad and kids out together, order foods, and play with smartphone while waiting. Doesn't look like family, just look like a man, a woman, and kids eat together in same table without knowing each other, or maybe "who are you?".  I mean, if family going out together, just make it become quality time with family. Maybe parents busy at work and kids busy at school, so they out and make a good time. But unfortunately, the gadget make them far away. They stay close, but far. If you know what I mean.

Smartphone hmmm something that we can’t avoid for now (actually for me hehe), but don’t forget that we are human being and we need to communicate with human and living being. It’s ok having smartphone that help us, just don’t let our smartphone take control our real life. Our lives too precious to taken over by technology.

*haha bahasa gueh*

Comments

Popular posts from this blog

Praktisnya Menggunakan e-meterai

Sebagai pelaku kawin campur, meterai adalah hal kecil yang sering kali luput karena dikit-dikit tempel meterai untuk perihal pengajuan visa. Seringnya beli satu, dua taro dompet, eh nggak tau keselip di mana. Belum lagi kalau ternyata setelah dokumen dicetak - ditempel matere - lalu ditandatangani - kemudian discan, ini prosesnya kayak berulang banget dan bisa berkali-kali karena salah tanggal atau orang yang dituju atau dokumen udah keburu expired. Udah kecil, nggak murah, sering ilang pula wkwkwk.  e-meterai mulai diluncurkan tahun 2021. Gw belum pernah coba karena jujur masih bingung apa iya ini imigrasi nanti nerima e-meterai gw? Hingga hari ini, Januari 2023 gw harus kirim dokumen bermeterai untuk update alamat gw sebagai penjamin visa. Iya, nggak bisa via website langsung, harus kirim permohonan via email yang dilengkapi dokumen permohonan dg tanda tangan di atas meterai.  Hah hoh karena nggak ada printer di rumah, kalau ngeprint cuma perlu sebiji. Meterai udah ga ada juga. Akhir

Ujian hari senin

Kejadian ini terjadi tepat senin minggu lalu. Baru kali itu aku merasa 'WOW.. ini senin yeay'. Karena biasanya 'haduhh udah senen lagi'. Kebayang kan kalo seneng begitu dihari senen menyambut pagi dan hari itu rasanya langka banget. Otomatis pengennya hari itu berlangsung indah. Jam setengah 9 pagi, seperti biasa ke pantry ambil minum bareng sama temen sebangku. Dia bikin teh, aku nyuci botol sekalian ngisi dong. Seperti biasa juga, kadang aku males sih nyuci botol dengan ritual lengkapnya, akhirnya cuman bilas pake air panas. Ya mungkin nggak sampe 50 ml juga. Dikit banget deh. Temen juga selalu bersihin gitu gelasnya pake air panas. Pic source is here Eh lakok lakok... si bapak pantry yang serem itu tiba-tiba bilang 'Gak bisa ya gak nyuci botol pake air panas? Tiap sore itu banyak komplain gara-gara airnya abis'. Yakaliii air abis tinggal isi aja, ibu yang dulu aja nggak pernah ada komplain. Ya aku bilang lah ini cuman dikit, lagian yang ngelakuin ini

Dapet Visa UAE (Dubai) Gampang Banget

Dubai creek Beberapa waktu yang lalu, kita pusing berat karena H dapet libur kali ini cuman 10 hari. 10 hari dari yang biasanya 14 hari. Akhrinya diputuskan untuk tetap mengambil libur tapi nggak ke Indonesia.  Ternyata, beberapa hari kemudian, dia bilang, kalau liburnya malah jadi 7-8 hari aja. Mau ga mau saya yang harus kesana. Maksudnya terbang mendekatinya. Udah milih-milih negara mana yang harganya rasional, yang ga banyak makan waktu buat terbangnya H, dan tentunya ga ribet urus visa buat pemegang paspor hijau yang ga sesakti paspornya H.  Btw warna paspor Indonesia jadi biru ya sekarang?? Pilihan jatuh ke Dubai. Pemegang paspor hijau harus bikin visa, ya pusing lagi deh cara bikin visa Dubai nih gimana. Apa iya sesusah bikin visa schengen, visa US, visa lainnya. dari persyaratan sih standar ya, termasuk  record  bank account selama 3 bulan. Emang nggak pernah bikin visa Dubai sebelumnya ya, apalagi H yang paspornya super sakti kemana-mana (hampir) ga perlu visa, dia ga pernah ad