Skip to main content

Sepatu Winter Pertama

Moscow Dulu, masih sempet pakai sepatu dengan hak 5 cm waktu kerja kantoran. Ya karena harus keliatan formal aja sih, meskipun nggak ada yang ngelarang juga kalau mau sepatu sneakers pun. Toh juga waktu kerja sepatu dilepas dan pakai sendal jepit.  Tapi itu sudah lama sekali. Setelahnya, bertahun-tahun hanya punya 1 sepatu sneakers dan 1 sandal. Sendal jepit punya lah ya, kan hidup di Bali. Salah satu esensial itu. Sebenernya alesannya sederhana, bukan karena nggak mau punya sepatu lebih dari satu tapi lebih ke males harus nyocokin sepatu lagi ke kaki yang belum tentu enak dipakainya.  Sepatu itu adalah hal esensial yang buat gw nggak apa mahal yang penting nyaman. Karena taruhannya di pijakan, dan itu bisa berdampak ke banyak hal kalau salah pilih sepatu. Jalan kaki adalah bagian besar dari hidup gw, jadi punya sepatu nyaman adalah hal yang tidak bisa dinego.  Nah, meskipun gw beberapa kali pernah jalan-jalan saat musim dingin, Moskow ini agak beda. Kalau di Belanda, mes...

Sayang Bumi Sayang Anak

Sharjah - UAE

Gw suka banget belanja online. Ya karena praktis aja. Tentu saja gw juga suka banget belanja langsung on the spot kalau lagi stress dan lagi ada waktu buat muter-muter. Tapi... ternyata gw jadi kesel tiap abis belanja online, gw harus berurusan dengan plastik-plastik bekas belanja. 

"Dih plastik lagi."

Emang, beberapa barang tentu saja perlu plastik/bubble wrap ekstra. Tapi banyak dari belanjaan gw yang nggak perlu itu semua. Tebel banget. Gw paham juga beberapa toko lebih milih dibungkus plastik tebel biar tokonya nggak dikomplain. Tapi bagi gw, udah kebangetan. 

Gw tau kita nggak bisa sepenuhnya nggak pakai plastik. Kita masih akan pakai plastik. Konsekuensinya, ya kita harus tau sampah plastik ini harus diolah gimana biar nggak kebuang sia-sia. Mana nggak bisa terurai ratusan tahun lagi. 

Masalahnya, plastik ini seringkali nggak bisa dipake lagi karena selotip yang muter. Susah lah di-breakdown lagi biar bisa dipakai ulang. Akhirnya, tentu saja dibuang percuma. Ntah kenapa rasanya ganggu banget kalau dapet banyak plastik. 

Makanya gw seneng banget kalau belanja di toko yang bener-bener peduli dengan bungkus yang dipake. Salah duanya, Aruna bamboo sama Sayurbox. Sayurbox ngasih pilihan untuk tanpa plastik. Ini yang di Bali ya, gw nggak tau kalau di luar Bali. Gw beberapa kali beli barang di Aruna, terpesona banget sama packaging yang nggak pake plastik sama sekali. Bahkan selotipnya kertas. Apresiasi gw besar banget ke toko yang kasih effort ekstra buat itu. Sayurbox ngasih pilihan tanpa plastik jadi bisa dibungkus wadah kertas coklat itu. Ya sebenernya buat gw juga bungkus dalam tuh nggak gitu perlu sih soalnya juga masuk kardus kan. Gw punya ntah berapa kardus bekas Sayurbox. Bisa dibalikin gak sih ini? 

Jadi sekarang, selagi bisa gw beli di toko sebelah tanpa belanja online gw bakalan beli ke sebelah. Sebisa mungkin menghindari beban biaya tambahan dan juga beban emisi karbon. Ribet banget ya? Ya gimana, bumi juga rumah gw. Apa iya kita nggak mau peduli sama rumah kita? 

Ayok lah, mengurangi sampah pribadi sendiri. Jadi lebih sadar kalau bumi ini cuma satu. Kalau rusak, susah betulinnya. Apa iya kita setega itu sama anak cucu kita yang besar kemungkinan masih akan hidup di Bumi yang ntah masih layak dihuni atau nggak?

Comments

  1. Kalau dari sisi industri, bikin kemasan eco-friendly tuh budgetnya gede. Apa lagi buat bisnis kecil (pernah pengen bikin soalnya). Jadinya berat gitu buat bikin. uhuhuh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul banget. Pernah dapet tugas nyari bahan packing yang green, susah dapetnya dan kalopun ada harganya mahal banget dan belum tentu melindungi barang yg akan dikirim. Mungkin karena plastik lebih banyak permintaan jadinya tentu murah yang banyak demand.

      Tugas kita yang dapet aja jadinya yang berusaha recycle setidaknya nggak langsug buang. Meskipun itu jg nggak gampang juga :/

      Delete

Post a Comment

Share your thoughts with me here

Popular posts from this blog

Getting my Hands on Film Camera

In attempts to slow_myself_down_away_from_digital_life, I am getting my hands on film camera. Yes, the kind of camera where you need to put the film roll in and then start snapping. If you are lucky, the pictures will turn up good but if not then we let the fate decide. This is not my first rodeo on using film camera, but it definitely is the first ever to buy the film and develop it using my own money. It is not cheap, which I know.  What can I say, it's an expensive hobby.  I used my first film roll to take photos of my favorite people. So it has more human than random pictures. It was on family event. After the last shot, I wanted to develop it before I flew to Bali but they had no lab. Luckily we have the lab in Bali. I developed and scanned the film in Ojisanfilmlab Bali. They're just a google away. They sell the roll as well. I had to tell the TSA to do the hand checking rather putting it through the scanner. They understood.  Cimol hides himself in his favorite sp...

Sepatu Winter Pertama

Moscow Dulu, masih sempet pakai sepatu dengan hak 5 cm waktu kerja kantoran. Ya karena harus keliatan formal aja sih, meskipun nggak ada yang ngelarang juga kalau mau sepatu sneakers pun. Toh juga waktu kerja sepatu dilepas dan pakai sendal jepit.  Tapi itu sudah lama sekali. Setelahnya, bertahun-tahun hanya punya 1 sepatu sneakers dan 1 sandal. Sendal jepit punya lah ya, kan hidup di Bali. Salah satu esensial itu. Sebenernya alesannya sederhana, bukan karena nggak mau punya sepatu lebih dari satu tapi lebih ke males harus nyocokin sepatu lagi ke kaki yang belum tentu enak dipakainya.  Sepatu itu adalah hal esensial yang buat gw nggak apa mahal yang penting nyaman. Karena taruhannya di pijakan, dan itu bisa berdampak ke banyak hal kalau salah pilih sepatu. Jalan kaki adalah bagian besar dari hidup gw, jadi punya sepatu nyaman adalah hal yang tidak bisa dinego.  Nah, meskipun gw beberapa kali pernah jalan-jalan saat musim dingin, Moskow ini agak beda. Kalau di Belanda, mes...

Snailmail

I signed up in an international portal since I was at high school. I was a quiet one, not much talk especially with stranger. But since that day, I feel myself get easier to talk to strangers. In that portal, there are several options why you join there, including 'flirting', that is shown on the optional boxes. And I found something interesting, snailmail. I never heard about this before, but I thought it is like a mail that goes slower because snail always walking so slow. Then someone chatted me and told me that she want to snailmail. I asked her what is that and she said 'it is postcard swapping'.   was taken at Museum Angkut years ago. taken using my old unique phone Wow.. postcard swapping.. my granny and I did it long time ago before mobile phone was invented. Well I mean before we all use mobile phone to connect to each other. I have family in The Netherlands, and we only have a phone, if we call them using home phone it would cost a lot for even few minu...