Gw kira rasanya akan sama aja. Ada rasa kangen ya wajar karena jauh dari tempat yang selama ini kita sebut familiar. Tapi ternyata ada rasa rindu yang pukulannya berbeda. Di kasus gw, gw cuma kenal satu orang Indonesia. Beliau bilang kalau mau temen jalan-jalan bisa lah berkabar biar jalan bareng. Tapi karena gw ada kerja dari senin-jumat, sedangkan beliau nggak, jadinya waktu kami seringkali nggak pas. Sedangkan di akhir pekan, gw habiskan bersama suami. Bulan pertama masih terasa integrasi. Berusaha mengenal supermarket mana yang jual apa. Cari ini itu di mana. Menghafal jalur transportasi umum. Mengenal, membaca dan memahami nama daerah atau tempat dari huruf cyrilic-nya untuk sekedar "kalau nyasar, bisa kasih tau suami lagi ada di mana" karena seringkali online maps dihambat pemerintah. Bulan kedua sudah mulai mengenal banyak hal. Sudah punya kartu atm untuk pembayaran. Visa panjang juga sudah di tangan. Mulai berhati-hati dengan banyak hal, mana yang boleh mana ya...
How are you doing guys? A few weeks ago I went for groceries shopping and I thought that I needed to visit the beach after 2 months. The supermarket I went to was a few mins from the regular beach so ... here's some pictures I got that day. It was empty almost in every spots.
Mask on
It is allowed to be naked with mask on
some broken English, guys
waiters were waiting for sunset as they had no customers in the restaurant
I hope you enjoy the pictures here 😉 Have a good day 🌞
Sepi jadinya pantainya yah mba karena pandemi ini. Mo moto2 bisa maksimal ke semua sudut gak kehalang lalu lalang turis
ReplyDeleteIya betul bisa puas foto2nya, tapi sedih juga krn hampir semuanya tutup. Turisme di Bali lumpuh bgt :(
DeleteYa ampun sepinyaaa....
ReplyDeleteGuling-guling di pasir juga gak ada yang liatin kali.
telanjang aja nggak ada yg liatin kok :P
Delete