Gw kira rasanya akan sama aja. Ada rasa kangen ya wajar karena jauh dari tempat yang selama ini kita sebut familiar. Tapi ternyata ada rasa rindu yang pukulannya berbeda. Di kasus gw, gw cuma kenal satu orang Indonesia. Beliau bilang kalau mau temen jalan-jalan bisa lah berkabar biar jalan bareng. Tapi karena gw ada kerja dari senin-jumat, sedangkan beliau nggak, jadinya waktu kami seringkali nggak pas. Sedangkan di akhir pekan, gw habiskan bersama suami. Bulan pertama masih terasa integrasi. Berusaha mengenal supermarket mana yang jual apa. Cari ini itu di mana. Menghafal jalur transportasi umum. Mengenal, membaca dan memahami nama daerah atau tempat dari huruf cyrilic-nya untuk sekedar "kalau nyasar, bisa kasih tau suami lagi ada di mana" karena seringkali online maps dihambat pemerintah. Bulan kedua sudah mulai mengenal banyak hal. Sudah punya kartu atm untuk pembayaran. Visa panjang juga sudah di tangan. Mulai berhati-hati dengan banyak hal, mana yang boleh mana ya...
"Wah emas lagi tinggi nih, gw jual gimana?"
"Trus kalo dijual mau dialokasikan kemana dananya? Udah tertarik saham?"
"Nggak juga sih, ya buat beli emas lagi aja ntar kalo udah turun"
Lak mbulet ae koyok entut 😂
Investasi itu bukan perihal ikut-ikutan lho. Ya gapapa ngikut investasi tapi pastikan profil resikonya sesuai dengan diri sendiri. Jangan pernah samakan profil resiko kamu dengan orang lain. Kalau ada yang nanya gw selalu tanya profil resikonya apa dulu. Masa iya yang konservatif langsung investasi saham? Ya mabok 😅
Ada tiga jenis profil resiko: konservatif, moderat, progresif.
Sesuai namanya, konservatif ya yang nggak mau terlalu beresiko. Maunya hidup tenang, tidur nyaman, nggak dihantui mimpi "Woi investasi lu lagi turun, jual-jual sana daripada makin rugi lhoooo." Biasanya jenis ini maunya yang pasti-pasti aja macem deposito. Tentu saja sesuai prinsip investasi, kalau maunya yang aman yaaaa return juga baliknya dikit.
Jenis kedua adalah moderat. Sesuai judulnya, tipe ini di tengah-tengah yang yaaaa agak beresiko dikit boleh lah, tapi jangan banyak-banyak. Yang sekiranya nggak banting banget lah kalo harga turun.
Selanjutnya tipe progresif yang suka tantangan. Sekiranya, boleh lah kita invest banyak di saham biar dapet return tinggi juga. Tapi, nggak melulu berani menghadapi tantangan aja, tapi juga membekali diri dengan ilmunya. Kalau berani dapet tantangan aja tapi ga ada ilmu ya bego namanya. Justru yang tipe begini harus pinter-pinter ngatur siasat saat anjlog dan saat menanjak.
Tenang aja, investasi itu bukan untuk semua orang kok. Nggak semua orang cocok dan ingin investasi dan itu nggak masalah juga. Yang penting, pastikan sebelum investasi kamu paham dulu apa yang mau dibeli dan prospeknya gimana. Pelan-pelan aja, satu per satu dulu, santai saja. Yakinkan diri sendiri sembari belajar 😉
"Trus kalo dijual mau dialokasikan kemana dananya? Udah tertarik saham?"
"Nggak juga sih, ya buat beli emas lagi aja ntar kalo udah turun"
Lak mbulet ae koyok entut 😂
Investasi itu bukan perihal ikut-ikutan lho. Ya gapapa ngikut investasi tapi pastikan profil resikonya sesuai dengan diri sendiri. Jangan pernah samakan profil resiko kamu dengan orang lain. Kalau ada yang nanya gw selalu tanya profil resikonya apa dulu. Masa iya yang konservatif langsung investasi saham? Ya mabok 😅
Ada tiga jenis profil resiko: konservatif, moderat, progresif.
Sesuai namanya, konservatif ya yang nggak mau terlalu beresiko. Maunya hidup tenang, tidur nyaman, nggak dihantui mimpi "Woi investasi lu lagi turun, jual-jual sana daripada makin rugi lhoooo." Biasanya jenis ini maunya yang pasti-pasti aja macem deposito. Tentu saja sesuai prinsip investasi, kalau maunya yang aman yaaaa return juga baliknya dikit.
Jenis kedua adalah moderat. Sesuai judulnya, tipe ini di tengah-tengah yang yaaaa agak beresiko dikit boleh lah, tapi jangan banyak-banyak. Yang sekiranya nggak banting banget lah kalo harga turun.
Selanjutnya tipe progresif yang suka tantangan. Sekiranya, boleh lah kita invest banyak di saham biar dapet return tinggi juga. Tapi, nggak melulu berani menghadapi tantangan aja, tapi juga membekali diri dengan ilmunya. Kalau berani dapet tantangan aja tapi ga ada ilmu ya bego namanya. Justru yang tipe begini harus pinter-pinter ngatur siasat saat anjlog dan saat menanjak.
Tenang aja, investasi itu bukan untuk semua orang kok. Nggak semua orang cocok dan ingin investasi dan itu nggak masalah juga. Yang penting, pastikan sebelum investasi kamu paham dulu apa yang mau dibeli dan prospeknya gimana. Pelan-pelan aja, satu per satu dulu, santai saja. Yakinkan diri sendiri sembari belajar 😉
Hmm aku setuju, untuk hal lain pun jngan terburu2, harus daripemikiran yg matang
ReplyDeleteyak betul, harus dipikir dulu ndak boleh grusa grusu biar ga nyesel heheh
Deleteinvestasi emas saya rasa masih yang paling aman
ReplyDeleteiya emas dianggap bisa menjaga kekayaan dg resiko rendah. Kembali ke prinsip invest sedikit return sedikit dan juga sebaliknya. Yang mana yg cocok aja dg profil resiko :D
DeleteSaya juga lebih memilih yg konservatif
ReplyDeleteInpestasi aku di Indomaret. Jajanin Keenan tiap bulan biar perutnya gembul -__-'
ReplyDeleteJajanin aku jg dong om. Aku kan seumuran Keenan juga
Delete