Skip to main content

The Reward of Teaching

Buku belajar Bahasa Indonesia dalam berbagai bahasa. I've become a teacher since semester 9. That being said, my teaching journey started in 2013. Took hiatus for 2 something years then I came back to these exam sheets, students, books, and social interactions. Didn't even want to become one but I fell in love right after I jumped in.  I guess I need to ask to apologize to my dad. I was mad at him a long time ago because he asked me to be one lol. Well, maybe I just didn't like the idea of being a teacher in a class where your students don't even care about you telling stuff in front of the class. That actually made me realize that I prefer to teach whoever wants to learn. Although sometimes I just need to teach without knowing what's their reasons to learn, and that is also fine. I do what I had to do. That is why I hate grading because I don't mind giving them a perfect score but what's the point if they know nothing after the course ended? I never teach a

Sesuai Platform kok


Pernah denger "sobat misqueen"? Frasa itu terucap pertama kali di twitter gegara kalo di twitter bacotannya seringkali menandai ketidakmampuan akan finansial. Gunanya, untuk menyindir pengguna instagram yang katanya suka "pamer" kekayaan.

Iya apa iya?

Jadi ibarat kata, pengguna twitter tuh cenderung nggak nampilin kekayaan atau bragging about being poor. Sedangkan instagram sebaliknya, bahkan konon sampai ada yang stress gara-gara nggak kuat liat postingan temen-temennya yang "hidup enak" atau sering liburan. Ya kali posting foto pas lagi susah berak, ya ngapain.

twitter for bacot

Kemudian gw jadi mikir, lah tujuan twitter kan emang buat bacot sekian ratus karakter sedangkan instagram kan untuk pamer foto. Masa kalo unggah foto selalu dibilang sombong? Terlepas dari niat sesungguhnya yang kita nggak tau ya. Tapi balik lagi kan tujuan platform yang dipakai ini apa. Foto yang bagus kan juga soal estetika. Ada yang suka dengan human interest photography. Ada pula yang suka dengan jepretan makanan. Ada juga yang suka dengan pemandangan alam. Ada pula yang suka selfie dan lain sebagainya. Wajar dong mereka berikan yang terbaik untuk menyajikan gambar yang akan diunggah. Atau biasanya sebagai preview atau teaser tayangan blog maupun vlog.

Di sisi lain, suami gw pake twitter buat kerjaan dia. Dia butuh berita kilat yang berhubungan dengan situasi keamaan karena itu kerjaan dia. Ada pula orang lain yang menggunakan twitter sebagai akun alter. Semacem di real life dia pendiam tapi ternyata vulgar. Ya nggak salah, selama tidak melanggar aturan apapun.

Gw pribadi nggak suka dengan ungkapan sobat miskin, kenapa? Karena gw percaya ucapan adalah doa. Kata-kata itu punya kekuatan yang nggak kamu duga bisa begitu kuatnya. Taun lalu sekitar bulan Mei gw doa "Tuhan, gw pengen pindah ke Bali taun depan. Kasih jalan Tuhan." Juni setahun kemudian gw udah pindah aja ke Bali. Gw percaya kalau kalimat yang kita ucapkan secara sadar maupun tidak akan membawa dampak personal and I chose not to say anything bad or things that I dont want that to happen.

instagram for pamer

Sama halnya dengan Linkedin yang kita update dengan CV terbaru. Segala jenis pencapaian di sana. Nggak mungkin cuma nulis "mampu menyelesaikan tugas dengan baik." Ya pasti ada bumbu-bumbu pemanisnya. Bagaimanapun juga yang membuat kita dilirik recruiter juga salah satunya karena penulisan bahasa di CV atau profile yang menarik. Kan lagi jualan bookk.

Perihal narasi yang mengandung sombong, yaaa itu diluar kontrol kita. Ada narasi yang kalem emang ingin membagi ilmu, ada pula yang sombong alus atau emang beneran sombong dan songong. Balik lagi, sosial media ya adalah media untuk "bersilaturahmi" via layar. Apa yang kita unggah dengan niat apapun akan mendapatkan reaksi yang tidak bisa kita kontrol. Tinggal sebijaknya kita aja lah. Perlu disaring kalau memang perlu. Ambil waktu sekian menit untuk mencerna dan nggak asal berbagi berita.

Siapa tau, eh siapa tau, dari penggunaan sosial media itu tadi bakalan bisa dipertemukan dengan jalan hidup yang selama ini dinanti-nanti. Tentunya dengan menggunakan kaidah bersosial media yang benar. Jaman sekarang apapun bisa ditemukan jejak digitalnya. Just, dont make it worse lah.

Jadi ya santai saja 😉

Comments

  1. twitter iku gae mbacot, tapi lek IG pisan se story ne
    kalau IG feed ya eman ya Allah tolong
    tapi ncen kadang pamer foto ndek Ig serba salah kok
    jare penggawean dulin ae
    lah.....
    terus sing kate diposting kata kata mutiara ngunu
    yasalaam....

    netizen ncen maha benar wakakakaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. iyo bener, awak kalo ke pantai atau kemana gitu jarene DOLEEEN TROOOSSS. La piye wong ya 10 menit ngesot wes sampe. ga sampe sejam wes isa sampe Ubud. Nek pngn apik titik sunset nang Seminyak mek setengah jam. Jalan trossssss hahahah

      duh baru isa bls komen T_T

      Delete
  2. Saya tak punya medsos. Tapi saya punya blog. Kalo mau bacot puassss. Karna bisa panjang kali lebar.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mas e banyak bacot jd cocoke di blog aja :P

      mariki mampir ah wes kangen ngomentari tp aku ndak isa komen dari kapan bulan T_T ini ae sek bs kayak gini huhu

      Delete
  3. instagram jarang dibuka, twitter cuma baca dan RT aja hehe. Facebook buat share blogspot doang

    ReplyDelete
    Replies
    1. yaaa sepertinya fungsinya memang begitu hahaha
      makin lama makin pusing liat berita yg asal share dari media yg nggak kredibel atau independen gt T_T

      baru bisa balas komennya, aku ndak bs komen dari berbulan2 lalu :(

      Delete
  4. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete

Post a Comment

Share your thoughts with me here

Popular posts from this blog

Ujian hari senin

Kejadian ini terjadi tepat senin minggu lalu. Baru kali itu aku merasa 'WOW.. ini senin yeay'. Karena biasanya 'haduhh udah senen lagi'. Kebayang kan kalo seneng begitu dihari senen menyambut pagi dan hari itu rasanya langka banget. Otomatis pengennya hari itu berlangsung indah. Jam setengah 9 pagi, seperti biasa ke pantry ambil minum bareng sama temen sebangku. Dia bikin teh, aku nyuci botol sekalian ngisi dong. Seperti biasa juga, kadang aku males sih nyuci botol dengan ritual lengkapnya, akhirnya cuman bilas pake air panas. Ya mungkin nggak sampe 50 ml juga. Dikit banget deh. Temen juga selalu bersihin gitu gelasnya pake air panas. Pic source is here Eh lakok lakok... si bapak pantry yang serem itu tiba-tiba bilang 'Gak bisa ya gak nyuci botol pake air panas? Tiap sore itu banyak komplain gara-gara airnya abis'. Yakaliii air abis tinggal isi aja, ibu yang dulu aja nggak pernah ada komplain. Ya aku bilang lah ini cuman dikit, lagian yang ngelakuin ini

Jumat ceria

Hari ini memang bukan hari jumat, tapi cuman mau bilang aja sih kalo hari yang paling aku tunggu-tunggu itu hari jumat. Why?   Karena jumat itu selalu ceria, kalopun ada meeting besar pasti di hari jumat dan banyak cemilan, orang-orang pada berangkat sholat jumat, yang nasrani juga mengikuti misa di kantor, bisa pake baju bebas dan bebas berekspresi sepuas-puasnya, dan..... bisa video call sepuasnyaaaaaa kapanpun karena dia libur kerja 😍😍 gambarnya lucu 😁  taken from internet

Sudah Vaksin Covid Lengkap

Sei sapi yang kucintai Yes, it's my biggest flex this year.  Setelah vaksin pertama akhir Mei kemarin, akhirnya gw udah dapet suntikan kedua tanggal 21 Agustus 2021. Cantik kan tanggalnya?  Masih di RS yang sama, Surya Husadha, kali ini gw berangkat pagi. Yaa... 15 menit lebih pagi daripada vaksin pertama 😬 Karena gw ketiduran, seperti biasa. Hari itu hari sabtu, memang sengaja milih akhir pekan waktu vaksin pertama. Kita nggak tau efeknya bakalan gimana kan.  Vaksin pertama gw bisa bilang hampir ga ada efek apapun sih. Cuma ke UGD aja hari ketiga karena asam lambung naik banget. Setelah gw inget-inget, gw emang nggak banyak makan setelah vaksin malah gegoleran dan kata dokternya "Kalau abis vaksin tuh makan mbak yang banyak, protein yang banyak, jangan malah ga makan. Jadinya asam lambung naik kan?" Yasudah abis disuntik ranitidin, sejam juga gw udah mendingan.  Jadi gw bertekad "Ok setelah vaksin kedua, gw harus makan yang banyak!!!" Setelah gw datang di RS,