Langsung ke konten utama

Sesuai Platform kok


Pernah denger "sobat misqueen"? Frasa itu terucap pertama kali di twitter gegara kalo di twitter bacotannya seringkali menandai ketidakmampuan akan finansial. Gunanya, untuk menyindir pengguna instagram yang katanya suka "pamer" kekayaan.

Iya apa iya?

Jadi ibarat kata, pengguna twitter tuh cenderung nggak nampilin kekayaan atau bragging about being poor. Sedangkan instagram sebaliknya, bahkan konon sampai ada yang stress gara-gara nggak kuat liat postingan temen-temennya yang "hidup enak" atau sering liburan. Ya kali posting foto pas lagi susah berak, ya ngapain.

twitter for bacot

Kemudian gw jadi mikir, lah tujuan twitter kan emang buat bacot sekian ratus karakter sedangkan instagram kan untuk pamer foto. Masa kalo unggah foto selalu dibilang sombong? Terlepas dari niat sesungguhnya yang kita nggak tau ya. Tapi balik lagi kan tujuan platform yang dipakai ini apa. Foto yang bagus kan juga soal estetika. Ada yang suka dengan human interest photography. Ada pula yang suka dengan jepretan makanan. Ada juga yang suka dengan pemandangan alam. Ada pula yang suka selfie dan lain sebagainya. Wajar dong mereka berikan yang terbaik untuk menyajikan gambar yang akan diunggah. Atau biasanya sebagai preview atau teaser tayangan blog maupun vlog.

Di sisi lain, suami gw pake twitter buat kerjaan dia. Dia butuh berita kilat yang berhubungan dengan situasi keamaan karena itu kerjaan dia. Ada pula orang lain yang menggunakan twitter sebagai akun alter. Semacem di real life dia pendiam tapi ternyata vulgar. Ya nggak salah, selama tidak melanggar aturan apapun.

Gw pribadi nggak suka dengan ungkapan sobat miskin, kenapa? Karena gw percaya ucapan adalah doa. Kata-kata itu punya kekuatan yang nggak kamu duga bisa begitu kuatnya. Taun lalu sekitar bulan Mei gw doa "Tuhan, gw pengen pindah ke Bali taun depan. Kasih jalan Tuhan." Juni setahun kemudian gw udah pindah aja ke Bali. Gw percaya kalau kalimat yang kita ucapkan secara sadar maupun tidak akan membawa dampak personal and I chose not to say anything bad or things that I dont want that to happen.

instagram for pamer

Sama halnya dengan Linkedin yang kita update dengan CV terbaru. Segala jenis pencapaian di sana. Nggak mungkin cuma nulis "mampu menyelesaikan tugas dengan baik." Ya pasti ada bumbu-bumbu pemanisnya. Bagaimanapun juga yang membuat kita dilirik recruiter juga salah satunya karena penulisan bahasa di CV atau profile yang menarik. Kan lagi jualan bookk.

Perihal narasi yang mengandung sombong, yaaa itu diluar kontrol kita. Ada narasi yang kalem emang ingin membagi ilmu, ada pula yang sombong alus atau emang beneran sombong dan songong. Balik lagi, sosial media ya adalah media untuk "bersilaturahmi" via layar. Apa yang kita unggah dengan niat apapun akan mendapatkan reaksi yang tidak bisa kita kontrol. Tinggal sebijaknya kita aja lah. Perlu disaring kalau memang perlu. Ambil waktu sekian menit untuk mencerna dan nggak asal berbagi berita.

Siapa tau, eh siapa tau, dari penggunaan sosial media itu tadi bakalan bisa dipertemukan dengan jalan hidup yang selama ini dinanti-nanti. Tentunya dengan menggunakan kaidah bersosial media yang benar. Jaman sekarang apapun bisa ditemukan jejak digitalnya. Just, dont make it worse lah.

Jadi ya santai saja πŸ˜‰

Komentar

  1. twitter iku gae mbacot, tapi lek IG pisan se story ne
    kalau IG feed ya eman ya Allah tolong
    tapi ncen kadang pamer foto ndek Ig serba salah kok
    jare penggawean dulin ae
    lah.....
    terus sing kate diposting kata kata mutiara ngunu
    yasalaam....

    netizen ncen maha benar wakakakaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. iyo bener, awak kalo ke pantai atau kemana gitu jarene DOLEEEN TROOOSSS. La piye wong ya 10 menit ngesot wes sampe. ga sampe sejam wes isa sampe Ubud. Nek pngn apik titik sunset nang Seminyak mek setengah jam. Jalan trossssss hahahah

      duh baru isa bls komen T_T

      Hapus
  2. Saya tak punya medsos. Tapi saya punya blog. Kalo mau bacot puassss. Karna bisa panjang kali lebar.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mas e banyak bacot jd cocoke di blog aja :P

      mariki mampir ah wes kangen ngomentari tp aku ndak isa komen dari kapan bulan T_T ini ae sek bs kayak gini huhu

      Hapus
  3. instagram jarang dibuka, twitter cuma baca dan RT aja hehe. Facebook buat share blogspot doang

    BalasHapus
    Balasan
    1. yaaa sepertinya fungsinya memang begitu hahaha
      makin lama makin pusing liat berita yg asal share dari media yg nggak kredibel atau independen gt T_T

      baru bisa balas komennya, aku ndak bs komen dari berbulan2 lalu :(

      Hapus
  4. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus

Posting Komentar

Share your thoughts with me here

Postingan populer dari blog ini

Obrolan Konyol #1

serius ya mas, sampe kayak gitu. awas bocor yang bawah
Terlalu banyak obrolan konyol antara aku dan HJ kalo kita ketemu. I just want to put it here 😌

SD

Ceritanya HJ lagi balik ke Kandahar. Rute penerbangannya Surabaya - Jakarta - Dubai - Kabul - Kandahar. Sebegitu panjangnya dan perlu waktu sekitar 2 - 3 hari. Dan selalu dong aku absen ya.


'Hun, arrived?'
'Yea ... on the way to SD now'
'SD? Sekolah dasar a?'
'No!! Sub Delegation!! πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚'

Ya mana gue tau kalo SD itu sub delegation ya πŸ˜πŸ˜‘

Dong

Dia lagi belajar bahasa Indonesia akhir-akhir ini. Kita lagi ngobrolin soal apa gitu yang ujung-ujungnya ngomong khawatir.

'Dont worry about it hun. It's ok it's fine'
'Hemm but worry hun.. I am worry hun..'
'It's ok'
'You dong!'

Lahh tadinya agak sendu jadi ngakak kok tiba-tiba ngomong dong sih nih anak. Ini antara beneran dong apa dia tipo maunya nulis dont sih 😭

'Ok, love you'
'Love you love you love you …

Punya Rekening Lagi : CIMB on Account

Saya cenderung males bawa uang cash. Kenapa? Ribet, nominal rupiah yang gede banget kebanyakan nol, dan seringnya di dompet isinya duaribuan. Pernah lho duaribuan itu ada kali 30lembar. Serasa kaya, kalo duitnya merah haha

Saya lebih suka debet. Lebih praktis kan, tapi nggak bisa dipake beli di toko kelontong. Jatohnya malah lebih mahal sih emang, dipakenya juga kalo nggak ke toko kelontong kan. Tapi... Saya juga sebenernya rada takut akhir-akhir ini. Karena uang di rekening bisa aja tiba-tiba ilang. Ada temen, satu kali gaji ilang. Untung aja dia urusin bener-bener dan bisa balik duitnya. Ada lagi OB juga gitu, duitnya juga ilang mendadak. Takutnya itu kan di hack atau diduplikat kartu ATM nya. Semakin canggih lah pokoknya.

Nah karena banyak kejadian kayak gitu, saya jadi lebih protektif ke kartu mana yang bisa dipake sembarangan dan mana yang nggak boleh. For sure, ini berhubungan dengan berapa banyak jumlah rekening yang dimiliki. Menurut saya sih minimal harus punya 2. Satu buat …

Pake Jenius

Beberapa waktu lalu sering liat counter Jenius di Matos, yang lalu kutemui pula di MOG. Anak Malang tau lah dua mall ini. Nah udah cari info sana sini ya, kok kayaknya asik gitu. Jadi memberanikan diri untuk sign up. Apakah perlu kujelaskan fitur dan fungsinya secara mendetail? Karena sudah banyak tercecer informasinya di internet. Nggak ah, gw mau bahas pengalaman gw pake kartu ini selama sebulan ini.

Sign up lah aku di counter MOG (ya gusti kejebak lagi gw pake nambah kartu-kartuan begini). Kemudian, berkatalah mbaknya "Transfer aja mbak satu juta kesini, kita lagi ada promo kalau transaksi pertama kali satu juta akan ada free kartu member starbucks dengan saldo 50ribu. Lumayan lho mbak Starbucks". Gw nggak fanatik Sbucks (cuma kalo harus beli Chai tea selalu kesini). Dan tanpa sadar pun gw transfer sejuta ke akun jenius gw. Because, why not? Lagian juga mindah duit gw sendiri ke rekening yang lain kan? Nggak ilang duit juga.

Jadilah kudapat kartu Jenius beserta k…

Bahagia Itu Sederhana Atau Sulit?

This picture was taken at Car Free day in Pandaan, and saw this little kids playing around with bubbles, happiness for them is as easy as you can see on this picture, kids with bubbles, a girl and a boy holding hand while smiling and greeting their friends there.

Setelah membaca karya Jostein Gaarder yang seorang filsuf, saya jadi keracunan untuk sedikit berfilosofi dalam hidup. Tetiba saya berpikir apa itu bahagia. Darimana sumber kebahagiaan itu berasal. Apakah uang dan kekuasaan bisa membuat kita bahagia. Apakah bahagia itu sulit dicari. Bagaimana peran uang untuk kebahagiaan itu... dan masih banyak lagi pertanyaan tentang kebahagiaan.

Standar kebahagiaan setiap orang tentu berbeda-beda. Tapi standar tersebut tidaklah penting bagi saya, karena saya tidak menggunakan standar mereka dalam menentukan kebahagiaan saya sendiri.

Saya bahagia ketika saya bersama keluarga. Saya bahagia ketika bersama HJ. Saya bahagia ketika saya bisa membantu orang. Saya bahagia ketika saya mengajar dan mu…