In attempts to slow_myself_down_away_from_digital_life, I am getting my hands on film camera. Yes, the kind of camera where you need to put the film roll in and then start snapping. If you are lucky, the pictures will turn up good but if not then we let the fate decide. This is not my first rodeo on using film camera, but it definitely the first ever to buy the film and develop it using my own money. It is not cheap, which I know. What can I say, it's an expensive hobby. I used my first film roll to take photos of my favorite people. So it has more human than random pictures. It was on family event. After the last shot, I wanted to develop it before I flew to Bali but they had no lab. Luckily we have the lab in Bali. I developed and scanned the film in Ojisanfilmlab Bali. They're just a google away. They sell the roll as well. I had to tell the TSA to do the hand checking rather putting it through the scanner. They understood. Cimol hides himself in his favorite spot ...
Karena sedang ada urusan dadakan ke Jakarta, maka sekalian gw putuskan untuk sambang ke opa buyut. Opa buyut adalah salah satu orang Belanda yang meninggal di Jepang ketika ditawan sebagai tawanan perang di Perang Dunia II.
Menurut nama keluarga, ada kemungkinan beliau merupakan anak dari keluarga Jerman yang bergabung dengan Belanda sehingga secara otomatis tercatat sebagai warga negara Belanda, menikah dengan oma buyut yang mana masih juga keturunan Belanda. Mereka berdua mempunyai seorang anak lelaki yang dikirim ke Belanda pada tahun 1955 sehingga terpisah dari adiknya (nenek gw) yang masih kecil. Mami (nenek gw) masih sekitar umur setahun saat opa buyut ditawan.
Beliau meninggal saat usia 37 tahun, masih relatif muda. Oma buyut meminta jenazahnya dikirim ke Indonesia tapi permintaan itu tidak disetujui. Akhirnya setelah beberapa saat, pihak-pihak yang berkaitan memulangkan jenazah para korban perang yang sudah dikremasi. Abu opa buyut disimpan di Ereveld Menteng Pulo, Jakarta.
Bertahun-tahun mami pengen banget dateng kesitu tapi kesempatannya masih nggak datang sampai pada akhirnya mami menyusul opa. Karena rasa penasaran dan keinginan untuk kembali menelisik garis keluarga, maka adik yang sekolah di Jakarta mencari dimana abu disimpan. Setelah pencarian panjang dan ditemukan abu opa, tersimpan rapi di bagian atas rak. Sebulan setelah mami meninggal.
Saking bahagianya gw, gw lapor lah ke papa mertua gw yang berujung pada omelannya karena gw telat banget. Karena mami gw meninggal dan mami nggak bisa tau lebih banyak soal papanya. Gw ya agak nyesel sih karena kita telat mencari padahal semua data terekam di database yang ada di Belanda. Papa mertua gw langsung cari database keluarga opa dan oma buyut. Ada dua nama yang mirip tapi yang satu asalnya bukan dari Jawa Timur. Setelah beberapa pencarian, ketemulah satu data persis yang menjelaskan tentang abu jenazah dikirim ke Lemmers, marga oma buyut gw. Dari situ gw jadi tau kalau marganya mamanya opa buyut gw itu sama kayak marga mama sambungnya suami gw.
Disimpan di rak O, dengan nama ACL von Bannisseth (meski namanya salah tulis van)
Nyesel karena telat, tapi gw bahagia akhirnya ketemu juga. Kemarin gw ke Jakarta ada urusan di Kuningan, gw sempetin mampir. Ternyata jaraknya hanya 2km aja. Gw datang ditemenin adek gw dan kita cuma berdua disitu. Gw hampir nangis karena nggak nyangka aja gw bisa ketemu opa buyut gw. Meski dalam keadaan yang berbeda.
And I said, "Hi opa! Sorry I just came today. I am glad I came. I am the first granddaughter of your daughter"
Beristirahat lah jiwa-jiwa yang tenang dalam damai 💚
Gw aja yang di Jakarta gak tau ada tempat beginian. Bayar mbak masuknya? Apa familinya doang yang boleh berkunjung?
ReplyDeletesekarang sih dibuka untuk umum. tinggal pencet bel aja (lumayan jauh juga dari gerbang), trus isi buku tamu dan tujuannya mau ngapain. Bagus lho, cus nyobain berkunjung. Kalo kesana nitip salam ke uyutku :D
DeleteWahhh boleh jugaaa
DeleteJadi pengalaman baru kalo berkunjung ke situ
keren tempatnya
ReplyDeleteIt's terawat ya 😊
Deletepengen berkunjung juga nih jadinya hehe
Deletesalam kunjungan dari Malaysia :)
ReplyDeleteWash terima kasih kunjungannya ☺️
Delete