Skip to main content

BUKU

Ganesha - Ubud. Toko buku favorit, sering jual buku antik. Benda yang gw sayang banget yaa buku-buku gw. Gw mau minjemin buku gw, tapi kalau buku gw diminta orang... hmmm... nggak dulu deh ya. Kalau minjemin pun pasti mikir-mikir dulu, orangnya bertanggungjawab apa nggak hehehee. Dari kecil, orangtua gw selalu minta untuk berhemat ya karena kita memang dari keluarga yang biasa saja. Uang jajan gw biasanya setengah dari uang jajan temen-temen gw. Bukannya mereka pelit, ya emang dibiasain hidup gak foya-foya aja. Lagian juga gw nggak punya alasan kan, karena belum punya duit sendiri haha!  Tapi kalau soal buku, nggak usah ditanya. Semahal apapun pasti dibeliin kalo emang perlu. Royal banget kalo soalan buku. Karena prinsip mereka, "Orangtua kamu ini nggak kaya, nggak mampu ngasih kamu duit banyak. Tapi kami akan berusaha semaksimal mungkin untuk memberi kamu pendidikan terbaik yang kamu bisa dapatkan. Buku salah satunya. Jadi nggak boleh pelit." Betul, nilai kehidupan tersebut

Liuk Cantik Penari Legong

 

Ceritanya di Bali kita berdua bener-bener tanpa jadwal apapun. Tiba-tiba pengen aja liat legong. Nanya ke yang punya homestay, dia punya jadwalnya dan jadwalnya ternyata setiap hari disemua tempat. Ya kadang-kadang aja ada yang spesial, tapi bener-bener nggak pernah putus shownya.

Kita ambil yang deket homestay, di Puri Saraswati (water palace), yang mana kita udah kesana kemarennya. Harga disana 80ribu pertiket. Kalau yang di Ubud Palace harganya 100ribu. 10 menit dari homestay juga ada pertunjukkan tari kecak. Lebih spektakuler kan itu sebenernya, tapi kita pilih yang agak lebih deket aja lah.

Tariannya ruwet. Bener-bener ruwet. dan yang jelas kalo tarian Bali, spesialnya ada di permainan matanya. Aku punya temen SMA dari Bali dan dia bener-bener keren main matanya. Padahal dia bilang itu dia nggak bagus. Nggak bagus aja bikin kita mlongo.

Ada lima segmen (lima apa enam ya?), yang pertama pembukaan, semacem sambutan dengan gamelan. Kemudian ada 2 penari penyambut, kemudian ada 5 orang penari yang semuanya cewek. Selanjutnya ada satu penari topeng, mereka ambil temanya old man, jadi penggambarannya ya kakek-kakek gitu. Nah selanjutnya ini yang favoritku, seorang lelaki yang matanya aduhai beneran. Merasa main mata denganku uhuk. Selanjutnya ada 2 orang wanita dewasa, kemudian satu wanita dengan satu lelaki yang bermain  mata tadi. Dan yang terakhir yang 5 orang lelaki. Seolah menggambarkan perang.

 

 

 

 































I actually have no desire to write that much now, I just want to post pictures I've taken for Legong dance performance. They were great. My husband said so. Great performance







Comments

Post a Comment

Share your thoughts with me here

Popular posts from this blog

BUKU

Ganesha - Ubud. Toko buku favorit, sering jual buku antik. Benda yang gw sayang banget yaa buku-buku gw. Gw mau minjemin buku gw, tapi kalau buku gw diminta orang... hmmm... nggak dulu deh ya. Kalau minjemin pun pasti mikir-mikir dulu, orangnya bertanggungjawab apa nggak hehehee. Dari kecil, orangtua gw selalu minta untuk berhemat ya karena kita memang dari keluarga yang biasa saja. Uang jajan gw biasanya setengah dari uang jajan temen-temen gw. Bukannya mereka pelit, ya emang dibiasain hidup gak foya-foya aja. Lagian juga gw nggak punya alasan kan, karena belum punya duit sendiri haha!  Tapi kalau soal buku, nggak usah ditanya. Semahal apapun pasti dibeliin kalo emang perlu. Royal banget kalo soalan buku. Karena prinsip mereka, "Orangtua kamu ini nggak kaya, nggak mampu ngasih kamu duit banyak. Tapi kami akan berusaha semaksimal mungkin untuk memberi kamu pendidikan terbaik yang kamu bisa dapatkan. Buku salah satunya. Jadi nggak boleh pelit." Betul, nilai kehidupan tersebut

Lessons Learned in 2021

March '21. Me, during the lowest point of my life. Yes, I still smile and dead inside lol. 2021 is personally not an easy year. It's the year where I questioned my existence as a human being. I thought being a kind person was enough.  Obviously, I felt insecure when the closest person told me how I was not special, doing less than what I could. That triggered me and I started to ask myself "What am I doing on this earth? What's my purpose as a human? What am I going to do? What do I want to do? What do I want to become? What kind of future do I want? What am I?"  That person only became the trigger, yet the problems existed inside me. So I realized completely that it was about me, not someone else. There was something wrong with me. When I knew that the problem is me, I seek help. Lucky me (or should I say, unlucky me?), I didn't have those scary nights alone. My best friend went through the same, so we're kinda helping each other. Though the trigger was d

Klerek tok seng awakmu gak gelem

“ Koen iku opo seng gak doyan, klerek tok seng awakmu gak gelem ”. Iya, itu adalaah statement dari ibundaku tersayang saat mengetahui anaknya tercinta ini adalah pemakan segala. Ya mau gimana lagi, pas cobain jenis makanan baru, ya doyan. Contohnya makanan dari negeri ginseng. Dari beberapa makanan korea yang pernah aku coba, bahkan dibuat langsung dari guruku yang korea itu, aku ya doyan-doyan aja tuh. Abis enak sih. Gitu mama ga doyan, katanya gini, “ ndelok ae wes gak nafsu aku ”. Lah yawes itu kan lidah si emak. Lah lidah gue beda, doyan aja. Yaa asal ndak terlalu bersantan dan pedes banget deh.   yaiyalah nggak doyan, la wong emang nggak untuk dimakan. pic source tempo.co Ga masalah, dari hobiku yang pemakan segala ini adek kosku ada yang ngiri. Dia bilang, “mbak ini lho, makannya banyak, semuanya doyan, tapi badannya nggak bisa gemuk. Ngiri aku”. Ahhaaa!!! Itu dia. aku banyak makan dan badan tetep langsing aja hahahhaa.. Alhamdulillah banget deh hehehe. Berat badan sih n