Skip to main content

Sepatu Winter Pertama

Moscow Dulu, masih sempet pakai sepatu dengan hak 5 cm waktu kerja kantoran. Ya karena harus keliatan formal aja sih, meskipun nggak ada yang ngelarang juga kalau mau sepatu sneakers pun. Toh juga waktu kerja sepatu dilepas dan pakai sendal jepit.  Tapi itu sudah lama sekali. Setelahnya, bertahun-tahun hanya punya 1 sepatu sneakers dan 1 sandal. Sendal jepit punya lah ya, kan hidup di Bali. Salah satu esensial itu. Sebenernya alesannya sederhana, bukan karena nggak mau punya sepatu lebih dari satu tapi lebih ke males harus nyocokin sepatu lagi ke kaki yang belum tentu enak dipakainya.  Sepatu itu adalah hal esensial yang buat gw nggak apa mahal yang penting nyaman. Karena taruhannya di pijakan, dan itu bisa berdampak ke banyak hal kalau salah pilih sepatu. Jalan kaki adalah bagian besar dari hidup gw, jadi punya sepatu nyaman adalah hal yang tidak bisa dinego.  Nah, meskipun gw beberapa kali pernah jalan-jalan saat musim dingin, Moskow ini agak beda. Kalau di Belanda, mes...

BaliSeries (2): Langit Birunya Bali

Inget nggak kemarenan yang heboh banget langit birunya Jakarta? Hal itu bikin gw nyadar sesuatu, Bali langitnya nggak pernah nggak biru hey!

Kadang kita take it for granted aja kan, karena diliatin tiap hari gitu. Trus gw jadi inget pertama kali tinggal di Bali yang gw beli adalah kacamata hitam. Silaunya bukan main, tapi langitnya birunya maksimal. 

Gw tinggal di Denpasar yang bisa dibilang jarang hujan. Ujan aja sekadar ciprat-cipratin air aja deh biasanya. Tapi akhir-akhir ini ujannya lebih sering dan lebih deres. Mungkin bumi sedang membaik atau apa gw nggak paham deh. Tapi, abis ujan deres begitu, langit langsung balik lagi jadi biru. Seolah tidak terjadi apa-apa begitu. 

Pernah tahun lalu hujan sampai banjir di kantor. Kantor nggak pernah banjir, baru kali itu. Bener-bener deres banget, banjir. Setelah satu jam, teriknya bukan main eh. Langit jadi biru lagi. 


Seringkali ketika gw sedih atau agak bosen gitu, gw tinggal keluar aja nengok ke atas. Yang gw ucapin pasti "WOW biru banget, awannya putih banget."

Akhir-akhir ini Denpasar rajin hujan. Biasanya dari jam malem hari sampe esok paginya jam 10an. Bisa kali setiap hari hujan. Kadang seminggu cuma kebagian sehari doang yg cerah. Kalo begitu biasanya langsung lari ke pantai buat berendam. Tahun lalu gw udah di sini tapi nggak begitu hujan banget. Tahun ini agak beda sih. 

Jadi, karena ini musim hujan dan langit biasanya kelabu, gw mau kasih foto-foto langit Bali yang biru. 

Hope you enjoy it. Stay healthy and stay safe folks! 💙 









Stay healthy, guys!

Comments

Popular posts from this blog

Jumat ceria

Hari ini memang bukan hari jumat, tapi cuman mau bilang aja sih kalo hari yang paling aku tunggu-tunggu itu hari jumat. Why?   Karena jumat itu selalu ceria, kalopun ada meeting besar pasti di hari jumat dan banyak cemilan, orang-orang pada berangkat sholat jumat, yang nasrani juga mengikuti misa di kantor, bisa pake baju bebas dan bebas berekspresi sepuas-puasnya, dan..... bisa video call sepuasnyaaaaaa kapanpun karena dia libur kerja 😍😍 gambarnya lucu 😁  taken from internet

Sepatu Winter Pertama

Moscow Dulu, masih sempet pakai sepatu dengan hak 5 cm waktu kerja kantoran. Ya karena harus keliatan formal aja sih, meskipun nggak ada yang ngelarang juga kalau mau sepatu sneakers pun. Toh juga waktu kerja sepatu dilepas dan pakai sendal jepit.  Tapi itu sudah lama sekali. Setelahnya, bertahun-tahun hanya punya 1 sepatu sneakers dan 1 sandal. Sendal jepit punya lah ya, kan hidup di Bali. Salah satu esensial itu. Sebenernya alesannya sederhana, bukan karena nggak mau punya sepatu lebih dari satu tapi lebih ke males harus nyocokin sepatu lagi ke kaki yang belum tentu enak dipakainya.  Sepatu itu adalah hal esensial yang buat gw nggak apa mahal yang penting nyaman. Karena taruhannya di pijakan, dan itu bisa berdampak ke banyak hal kalau salah pilih sepatu. Jalan kaki adalah bagian besar dari hidup gw, jadi punya sepatu nyaman adalah hal yang tidak bisa dinego.  Nah, meskipun gw beberapa kali pernah jalan-jalan saat musim dingin, Moskow ini agak beda. Kalau di Belanda, mes...

Otak Setengah-Setengah

  semoga gambar ini menjawab rasa penasaran orang ketika mengetahui saya kuliah matematika. this is exactly what I did. bercerita melalui teorema dan conjecture Otak bawaan saya dominan kearah eksak. Saya pun juga memutuskan untuk kuliah jurusan matematika. Ketika sebagian besar orang eksakta sangat membenci Bahasa (Bahasa Inggris dan Bahasa asing lainnya), saya sangat mencintai belajar Bahasa. Sejak masih SD, saya suka sekali belajar Bahasa asing. Pertama belajar pasti Bahasa inggris dong. Kemudian saya jatuh cinta dengan Bahasa Spanyol (yang sampe saat ini nggak mahir-mahir gara-gara nggak punya guru).  Padahal, sayang sekali jika ada seorang jenius dibidang eksakta, tapi kemampuan bahasanya nggak mumpuni. Semisal temen saya, yang pinter banget kimia, fisika, matematika, eh tapi bahasanya nol. Jadilah adegan, ‘eh nyontek kimia lu’ ‘enak aja nyontek, mikir sendiri’ ‘ehh yaudah Bahasa Inggris lu juga mikir sendiri ya. Awas kalo nyontek gw’ Ngancemny...