Skip to main content

Tiga bulan pertama hidup di luar Indonesia

Gw kira rasanya akan sama aja. Ada rasa kangen ya wajar karena jauh dari tempat yang selama ini kita sebut familiar. Tapi ternyata ada rasa rindu yang pukulannya berbeda.  Di kasus gw, gw cuma kenal satu orang Indonesia. Beliau bilang kalau mau temen jalan-jalan bisa lah berkabar biar jalan bareng. Tapi karena gw ada kerja dari senin-jumat, sedangkan beliau nggak, jadinya waktu kami seringkali nggak pas. Sedangkan di akhir pekan, gw habiskan bersama suami.  Bulan pertama masih terasa integrasi. Berusaha mengenal supermarket mana yang jual apa. Cari ini itu di mana. Menghafal jalur transportasi umum. Mengenal, membaca dan memahami nama daerah atau tempat dari huruf cyrilic-nya untuk sekedar "kalau nyasar, bisa kasih tau suami lagi ada di mana" karena seringkali online maps dihambat pemerintah.  Bulan kedua sudah mulai mengenal banyak hal. Sudah punya kartu atm untuk pembayaran. Visa panjang juga sudah di tangan. Mulai berhati-hati dengan banyak hal, mana yang boleh mana ya...

How are you?

 
Sanur

Hello there! It's been awhile. I am so occupied here (with what? lol). Let's catch up on some things.

So how are you? Alles goed? I almost finish my Dutch lesson level 1. I can make a complete sentence now so I am happy that FINALLY!!! At least now I can say more than just Ik hou van jou 😂 I definitely will continue my lesson and thinking about taking French after that 😇

I've been working with someone from Canada, remotely. And I am taking a branding course that really interesting for me. So every time I walk into some shops or see some branding things I would be like "Hmm is that true that you're eco friendly or it is just greenwashing? Ah I know you use this to cover your previous fail branding about that issue!" 😂 On a serious note, I am really interested with this branding stuff and would love to share some when I finish. I will only share what I need to share 😋

I am little bit avoiding login into my social media accounts although it is not easy to do that I still need to log into it to catch up some news. The news lately making me so stressful that make me feel exhausted and tired even siomay and es kopi can't fix my mood. That's a serious thing when foods can't fix me. So I decided to skip for some days. Then when it got little bit chill, my husband sent me some news that I knew since last week and started to talk about it. Oh boy. That was intense.

  
Let's chill. Go get some ice cream

I don't want to talk about the protest and everything happened for the last couple of week, but I am so concerned about people who doesn't know about marital rape. Where almost everybody think that marital rape is okay. Ok we're talking about the real rape where there are no consent from one side. Not the "rape" term as in BDSM. No women, you're allowed to say no if you are tired or not in the mood or sick or anything to your husband. (and vice versa). It is not sinful. Align your logic to your holy book, and you'll find the match.

Oh catching up some about these religious thing pressure, I am un-followed by some friends that finds me annoying because I am criticizing too much about religion and thought that I am convert. They can't handle my guts. Ah they love me, talked about me behind my back. So lovely 😊

Three months living in Bali, make me happy. I feel that I found myself (more) and really enjoying it. When people asked, "Does it feel like everyday is sunday in Bali?" I can say yes to that 😊 it is so enjoyable and liberating living in a place where there is nobody tell you what to do.

 
Seminyak

So I think that's it. I will write more soon. Have a good day everybody 😉

Note: due to our complicated situation lately make the stock market dropping down. It is a good time to buy some stock. Go get some stock pals!

Comments

  1. Ik ben het met je eens over verkrachting binnen het huwelijk -- malang.heritage

    ReplyDelete
  2. GELLAATOOOOOOO AMPOOOON :D

    Mendengar judul how are you, saya langsung mikirnya ke scooby do by do.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Lah refleks malah langsung nyanyi nih gw liat scooby do ahahaha

      Delete

Post a Comment

Share your thoughts with me here

Popular posts from this blog

Jumat ceria

Hari ini memang bukan hari jumat, tapi cuman mau bilang aja sih kalo hari yang paling aku tunggu-tunggu itu hari jumat. Why?   Karena jumat itu selalu ceria, kalopun ada meeting besar pasti di hari jumat dan banyak cemilan, orang-orang pada berangkat sholat jumat, yang nasrani juga mengikuti misa di kantor, bisa pake baju bebas dan bebas berekspresi sepuas-puasnya, dan..... bisa video call sepuasnyaaaaaa kapanpun karena dia libur kerja 😍😍 gambarnya lucu 😁  taken from internet

Melewati Pusuk Pass, Lombok

Kembali ke Pulau Lombok setelah dari Gili Air, kita pun 'turun' gunung menuju daerah selatan. Kita pun melewati Pusuk Pass atau orang suka bilang monkey forest. Tadinya sih dikira kayak kita masuk hutan trus yang banyak monyetnya, tapi ternyata jalanan pinggir tebing yang ada banyak monyet main-main disana. Sama persis kayak jalanan kearah rumah nenek. sampahnya nggak seharusnya disitu ya? Berhentilah kita disana. Takutnya monyetnya kayak yang di Bali itu, yang suka nyuri, eh ternyata nggak sih. Monyetnya anteng diem, makan mulu. Salah satu kesalahan pengunjung adalah memberikan makanan ke si monyet-monyet. Nggak apa sih kasih makan tapi plastiknya ya jangan dibuang disana juga lah. Sebenernya bukan dibuang disana sih, tapi monyetnya aja yang narik ngambil plastik makanan disana. Jadilah disitu kotor semua gara-gara plastik sisa makanan tadi. Eh namanya monyet ya masa iya bisa dikasih tau, 'hey monyet jangan buang sampah sembarangan!', kan ya nggak mun...

Selamat hari guru

Saya pernah lho jadi pengajar, and I found myself in it. Ya kurang lebih 2 tahunan lah saya mengajar. Awalnya sih nggak mau ngajar, karena malu dan nggak bisa ngomong didepan umum. Eh setelah dicoba ternyata keranjingan. Tapi saya nggak mau disebut sebagai guru, kenapa? Berat banget artinya. digugu lan ditiru, kalo kata orang Jawa. Dalem kan artinya? dijadikan sebagai seorang panutan, contoh dan teladan. Alesan lain nggak mau disebut guru karena saya masih doyan petakilan, kalo jadi guru kan kudu kalem ahaiiii. Saya nggak kalem. Saya lebih suka menyebut diri saya pendidik (educator) kala itu, bukan pengajar (teacher). Meskipun secara arti kayaknya lebih berat pendidik deh ya, tapi saya nggak mau aja related sama pengajar yang nggak memperdulikan anak didikannya, nggak menjaga moralitas dan tata krama anak didiknya, saya nggak suka meskipun nggak semuanya lho. Nggak semua, catet, nggak semua! Karena sebagai pendidik memberikan saya tanggung jawab lebih kepada anak didik saya.  ...