Skip to main content

Pentingkah Memiliki Asuransi?

sunset di Kuta Bali
Dulu tiap kali denger kata asuransi, gw selalu antipati. Rasanya seperti, "Apaan sih asuransi-asuransi? Udah duit ilang, nggak dapet apa-apa, mending diinvestasikan aja lah" Asuransi yang gw punya cuma asuransi kesehatan aja karena otomatis terdaftar di Askes sebagai anak dari PNS.

Asuransi adalah pertanggungan atau perjanjian antara dua belah pihak, di mana pihak satu berkewajiban membayar iuran atau kontribusi atau premi. Pihak yang lainnya memiliki kewajiban memberikan jaminan sepenuhnya kepada pembayar iuran/kontribusi/premi apabila terjadi sesuatu yang menimpa pihak pertama atau barang miliknya sesuai dengan perjanjian yang sudah dibuat) -  Wikipedia
Tentu saja akhir-akhir ini sudah berubah dong opini gw terhadap asuransi. Tak kenal maka tak sayang. Gw pelajari tentang asuransi lebih jauh beserta manfaatnya. Tapi, benahi dulu definisi awal asuransi. Banyak orang yang salah kira kalau asuransi adalah soal "investasi." Asuransi bukan investasi.

Catatan Kuliah (2) : Kampus swasta atau negeri?

Malang, where I spent my college life here

Setelah minggu lalu menulis Catatan Kuliah (1), sekarang saatnya menulis lanjutannya. Jadi balik lagi ya ini bukan sok tau tapi pengalaman aja. Kali aja pengalaman gw ini bisa bantu kalian yang sedang galau.

Sebelum masuk kuliah, gw nggak segalau adek gw yang 3-4 tahun lalu masuk kuliah. Gw sebagai anak pertama yang informasinya kurang ketika sekolah SMA tentang perkampusan, ya ada informasi tentang kampus tapi kebanyakan adalah kampus yang swasta atau kampus yang memiliki ikatan dinas (STAN dan kawan-kawannya). Nah ITN (Institute Teknik Nasional), kampus swasta yang ada di Malang dulu sempet gw lirik karena gw bisa masuk tanpa ujian (LOL! Males banget ujian).

Kurangnya informasi yang masuk untuk pelajar SMA amat sangat membuat kebanyakan siswa SALAH masuk jurusan. Bukan karena salah masuk sebenernya ya tapi karena kurang aja literasi dan kurang mampu mengenali bakatnya sendiri.

Karena tidak semua siswa mendapat privilege untuk mendapatkan informasi dari sekolah maupun guru, jika memang ingin melanjutkan pendidikan carilah dulu kemauan dan kemampuan untuk melanjutkan. Entah itu kemampuan berpikir atau membayarnya.

Nah, adek gw sejak kelas 2 SMA udah galau banget bakal kuliah dimana. Bahkan dari kelas satu SMA pun dia udah rajin numpuk nilai bagus (YA KARENA EMANG DIA PINTER SIH), karena kalo nilai dia jelek dia bakal gulung-gulung di teras rumah takut diomelin mama. Ya tetep diomelin sih, abis malu-maluin udah gede nangis gulung-gulung gara-gara nilai turun 5 poin aja (sumpah ini nyata).

Adek gw mengincar teknik migas. Pokoknya mau ga mau boleh ga boleh harus masuk migas. 2 taun dia mikir migassssssss trus. Gamau tau deh pokoknya migas. Ga isa dibelokin juga. Dia nanya "Mbak, enaknya aku kuliah apa ya? Aku kalo nggak masuk migas, aku mau masuk matematika aja deh kek mbak sama papa" DEMI OPO!

Ya gw sih jawabnya... sebentar, dibikin dialog aja :

"Ya kamu maunya apa?"
"Migas mbak"
"Mampu otaknya?"
"Kayake ya mampu" Btw iya dia mampu kalo secara otak. Gw akui ini.
"Dimana?"
"Di xxx" Gw lupa kampusnya
"Trus prospek kerjanya gimana? kamu mau milih profesi apa?"
"Ya prospek kerjanya bisa di X bisa di Y bisa di Z, profesinya bakal A, nanti bisa B, ...." dia jelasin panjang lebar dan dia tau apa yang dia bahas
"Trus papa mampu bayar nggak?"
"Nah itu! agak mahal sih"

Tahun selanjutnya dia tiba-tiba belok jurusan "Mbak, aku mau ambil elektro!"
"LAH lu kata migas?"
"Ndak jadi, terlalu mahal kasian papa. Elektro aja"
"Dimana?"
"Masih observasi kampus"
Dia observasi beberapa kampus yang memiliki jurusan elektro . Kira-kira dimana kampus yang cukup bagus, yang nanti kerjanya itu nggak nyari tapi dicari, link kerjanya gimana.

dua dari sekian belas temen sekelas matematika yang recehnya nggak berubah dari 2009
           
Sebelum lulus SMA, dia diterima di ITS tanpa tes (lupa jurusan apa), tapi bersamaan dengan tes masuk kampus STTPLN jurusan elektro. Dia nanya gw enaknya dia ambil apa, karena dia yakin tes di STTPLN ini bakal lolos. Ya gw suruh dia mempertimbangkan dua sisi. ITS tentu banyak link, tapi kamu yakin nggak bisa langsung dapat kerja? Apakah ada link yang menghubungkanmu ketika kamu lulus? Gw sih yakin dia mampu kalau soal menyerap ilmu. Pertanyaan yang sama untuk STTPLN. Adek gw jawab "Kalau STTPLN ini nantinya kalau nilainya bagus terus akan ada kesempatan lebih mudah masuk PLN. Bisa juga masuk kelas kerjasama. Link untuk kerja lebih lebar dan terbuka..." panjang lebar dia jelaskan.

Beberapa hari kemudian pengumuman dan adek gw diterima di STTPLN. Dia nanya harus ambil yang mana dengan pertimbangan-pertimbangan tersebut. Gw jawab "STT!"

"Tapi kan swasta mbak, di Jakarta lagi"
"Papa mampu bayar nggak?"
"Mampu"
"STT!"

Tadinya sempet berat si babe kalo anaknya sekolah jauh, trus gw bilang aja "Itu anak kalo disini-sini aja ya nggak berkembang lah. Biarin idup di kerasnya kota besar, biar ga manja, biar ngerasain perjuangan hidup. Anak itu mampu kok nyerap ilmu, kalo emang ada kerjaan setelah lulus yang menanti ya kan lebih enak. Prinsip itu kalo bisa kita yang dilamar kerjaan, bukan kerjaan yang ngelamar kita. Selama papa mampu bayar, biarin dia berangkat!"


Setelah dipikir-pikir (babe yang mikir), nanya ke sodara yang kerja disana juga kira-kira pandangannya gimana, akhirnya approved. Berangkatlah dia ke Jakarta. Dia buktiin kok kalo dia mampu dan dia memang layak. Mulai masuk hingga saat ini, dia selalu memegang posisi IPK tertinggi dan nggak hanya IPK aja yang tinggi tapi skill yang mumpuni juga. Kalo nggak ada skill mah, gw pasti jadi orang pertama yang nyinyirin dia 😏

Pesan gw ke dia sih selalu "Lu pinter itu keren, nilai selalu bagus dan skill mumpuni itu nilai plus. Tapi jangan sampe sosial lu jelek dan lu sombong hanya karena kamu diatas. Jangan pelit ilmu dan jangan jadi orang yang jengkelin". Dia aktif juga jadi asdos sampai saat ini. Skill juteknya dia juga sama kek gw kok, skalinya diganggu dia bakal skak mat!!! Gw bangga adek gw begitu 😂

Kampus swasta atau negeri sama aja yang penting bisa mengembangkan skill-mu dan juga memfasilitasi pengembangan dirimu, serta memberikan persentase tinggi untuk mendapatkan pekerjaan setelah lulus kuliah.

Bukan berarti ITS itu jelek ya guys, no, ITS itu one of the best university di Indonesia. Hanya saja dengan mempertimbangkan segalanya dan tetek bengeknya, pilihan jatuh ke STTPLN yang swasta. Terbukti juga di tahun-tahun terakhir adek gw kuliah, udah banyak kakak tingkatnya juga teman seangkatannya yang udah dapet job.

Intinya apa? Kampus swasta atau negeri itu tidak masalah. Jadi bukan status negeri atau swastanya tapi tentang kualitas yang ditawarkan kampus tersebut untuk menunjang kamu dalam memperdalam kemampuanmu dan proses hidup setelahnya.

bersambung ke episode selanjutnya ya ...

Comments

  1. Aku mileh kampus ndek emben bukan mana yang paling baik, tapi mana yang paling aku mampu dan mana yang paling murah bayar spp-ne, wkwkwkwwk

    ReplyDelete
    Replies
    1. HUAHAHHAHAHAHAHAHAHAH Gimana yaaa?? sepertinya aku jg gitu deh :D

      Delete

Post a Comment

Share your thoughts with me here

Popular posts from this blog

[Piknik] Prambanan lagi

Salah satu pesona Jawa Tengah adalah Candi Prambanan. Saya sudah 3 kali berkunjung ke situs warisan dunia ini. Candi yang terletak di perbatasan Jawa Tengah dan jogja ini selalu menimbulkan kesan mistis bagi saya. Terletak tak jauh dari jalan raya, sehingga mengunjunginya pun sangat mudah. Berbeda dengan Candi Borobudur yang letaknya sangat jauh dari jalan raya besar. 
Ok, menurut saya ada 3 cara menuju candi ini. Menggunakan bus transjogja, taksi, dan kendaraan pribadi. Bagi yang menggunakan transjogja, saya pernah menggunakannya berangkat dari daerah kampus UNY, daerah Depok Sleman. 1 kali transit, 2 kali berganti bus. Dengan harga transjogja yang kala itu, 2014, seharga 3500 rupiah. Tapi sampai saat ini masih sama harganya, menurut info dari teman. Lokasi shelter bis berada agak jauh dari pintu masuk lokasi candi, mungkin kira-kira 500meter sampai 1kilometer. Kalau jalan, menghabiskan waktu sekitar 15-20menit. Bisa juga naik becak untuk opsi yang lain. Lagi-lagi, jangan lupa menaw…

Pake Jenius

Beberapa waktu lalu sering liat counter Jenius di Matos, yang lalu kutemui pula di MOG. Anak Malang tau lah dua mall ini. Nah udah cari info sana sini ya, kok kayaknya asik gitu. Jadi memberanikan diri untuk sign up. Apakah perlu kujelaskan fitur dan fungsinya secara mendetail? Karena sudah banyak tercecer informasinya di internet. Nggak ah, gw mau bahas pengalaman gw pake kartu ini selama sebulan ini.

Sign up lah aku di counter MOG (ya gusti kejebak lagi gw pake nambah kartu-kartuan begini). Kemudian, berkatalah mbaknya "Transfer aja mbak satu juta kesini, kita lagi ada promo kalau transaksi pertama kali satu juta akan ada free kartu member starbucks dengan saldo 50ribu. Lumayan lho mbak Starbucks". Gw nggak fanatik Sbucks (cuma kalo harus beli Chai tea selalu kesini). Dan tanpa sadar pun gw transfer sejuta ke akun jenius gw. Because, why not? Lagian juga mindah duit gw sendiri ke rekening yang lain kan? Nggak ilang duit juga.

Jadilah kudapat kartu Jenius beserta k…

Punya Rekening Lagi : CIMB on Account

Saya cenderung males bawa uang cash. Kenapa? Ribet, nominal rupiah yang gede banget kebanyakan nol, dan seringnya di dompet isinya duaribuan. Pernah lho duaribuan itu ada kali 30lembar. Serasa kaya, kalo duitnya merah haha

Saya lebih suka debet. Lebih praktis kan, tapi nggak bisa dipake beli di toko kelontong. Jatohnya malah lebih mahal sih emang, dipakenya juga kalo nggak ke toko kelontong kan. Tapi... Saya juga sebenernya rada takut akhir-akhir ini. Karena uang di rekening bisa aja tiba-tiba ilang. Ada temen, satu kali gaji ilang. Untung aja dia urusin bener-bener dan bisa balik duitnya. Ada lagi OB juga gitu, duitnya juga ilang mendadak. Takutnya itu kan di hack atau diduplikat kartu ATM nya. Semakin canggih lah pokoknya.

Nah karena banyak kejadian kayak gitu, saya jadi lebih protektif ke kartu mana yang bisa dipake sembarangan dan mana yang nggak boleh. For sure, ini berhubungan dengan berapa banyak jumlah rekening yang dimiliki. Menurut saya sih minimal harus punya 2. Satu buat …