Skip to main content

Romanticizing My Cooking

Bakso I have to admit that my love for cooking is growing. It's growing and I can't believe it myself. This feeling has been like this since probably two years ago. Before, cooking felt like a hard work that I had to fulfill. It still is, but the difference is I enjoy it now. So it does not feel like I am forcing myself.  Back then whenever I cooked, it's either wrong recipe or incorrect measurement. It never tasted right. So I gave up cooking just because I never found the right one. And then I started to feel that I wanna eat better. I don't want to just eat whatever, I want to know what goes into my body. If I prepare it myself, then I know it's good one.  I don't eat too much sugar, sometimes it is hard to buy one thing outside and has a lot of sugar in it. So cooking it myself will allow me to control the amount of sugar. So I found recipes and I tried to make them. As to my surprise, they taste right! Exactly how they should have tasted. That made me happy

Life recently #4


maap buat eneg liat foto saya yak, yang ini foto ditembok rumah baru yang abis di cat. sayang kan kalo nggak dinodai dengan selfie 😎
 

Lama kayaknya absen ya. hemm padahal juga baru semingguan sih, atau dua minggu, tiga minggu? Entahlah ya, yang jelas absen ngerasa lama banget.

Minggu lalu saya move in ke Malang. Balik kucing ceritanya. And thank god akhirnya nemu 'mlijo' sekitar kompleks. Heboh deh pokoknya pas pindahan. Yang heboh siapa? Mama papa mami om tante dan pembantunya. Saya? Nyante aja, wong mereka udah heboh. hebohnya itu, 'Masak apa? bawa apa? eh jangan lupa beli tahu disana, ntar aku yang bawa petis. oiya krupuknya versi A, B, C dibawa semua ya. trus cemilannya jangan lupa dong. Oiya sambelnya ya. aku masak kare ayam, udah jangan bawa banyak ayam. lainnya aja. Daging yak, sama ikan. Kasih lalapan lengkap ya'. Apalah kalo para wanita mau kemana-mana pikirannya swasembada kan ya. Kalo bapak-bapak yang dipikir obeng, las, tang, kunci, bor, apalah itu peralatannya. Memang ya, Tuhan itu adil menciptakan wanita untuk lelaki.


om favorit deh, slalu siap setiap saat. smua bagian rumah yang bagian cek ya si om ini, demi keselamatan sang ponakan tercinta hoho

Ceritanya stay a night disana. You know kan orang Indonesia (khususnya Jawa) yang segala-gala harus ditanggal 'baek'. Saya? Manut aja. Wong tinggal bawa badan aja. Yang bawa barang-barang si Om yang pinjem mobil pick up. Mobilnya dia disetir anaknya. La karena anaknya nih masih SMA masih berjiwa muda yang kadang nyosor mobil depannya aja dia ga sadar, akhirnya dia dikawal ditengah-tengah. Biar nggak bablas gitu.

Selama berminggu-minggu ini, tiap akhir pekan ada aja kegiatannya. Sering keluar kota juga. Akhirnya drop baby woiiiii. Drop. rabu kemarin nggak siap berangkat kerja, karena emang nggak bisa kerja. Demam, pusing, batuk, pilek, muntah, duuuh sedih banget sih. Periksa ke dokter katanya 'ohh radang tenggorokan, drop karena banyak kegiatan, infeksi saluran pernafasan (bilang aja pilek dok), infeksi pita suara (lah? abis konser?)'. Sampe disuruh bilang 'do' sama dokternya. Ya nggak bisa lah ngomong. Suara ilang 4 hari. Baru hari ini bisa ngomong, nafsu makan udah balik, obat tinggal semalem aja yes!

Sejatinya, mulai senen kemaren tuh ada anak baru yang mau gantiin posisi saya. Harus di ajarin kan ya. Baru diajarin 2 hari ehh saya KO. Kasian deh dia harus handle 3 affiliates. Mabok deh mabok, dihajar dia. Maapkeun ya nak hahaha. Besok senen kakak balik kok. Tapi cuman 4 hari, abis itu ya kamu selamanya yang handle huhuhu

Bulan April ini agak gloomy sih di tim ini, karena 5 orang keluar dari tim karena sistem, 1 orang karena ketrima kerja, 1 orang karena nikah (which is me yang menggunakan alasan 'aku lebih memilih menyempurnakan agamaku daripada melanjutkan kerja disini' 😂).

Ya begitulah, life is never flat. Cuman sayang aja sih, bakal kehilangan temen-temen baik yang disini. Well.. nggak kehilangan sih, cuma nggak bisa ngeliat tiap hari lagi. Ganti pemandangan deh abis ini

Comments

  1. wahahahah priksa hari baek ya Pris?
    aku ga terlalu deket sama keluarga laennya sih, dan ortu aku pun gaterlalu musiingin hari baek ato buruk bagi mereka sama aj. tapi aku suka mastii cuaca baek ato ga.. wkwkwkk jadi kalo kemana-mana dan mau ngapain kucu priksa ramalan cuaca dulu gitu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wkwkwkwkw iya bener ramalan cuaca itu penting mengingat ujan masa kini begitu surprising bgt yak, panas sharian ehhhh mendadak badai malamnya

      Delete
  2. arema maneh
    duh barokah mbak
    mugo2 kerasan
    dan...
    ayo dulin haha

    ReplyDelete
  3. Blogger malang yo mbak? Atau surabaya? Atau yg mana ini hehe. Salam dr blogger Kediri.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha yakpa ya mas!? Surabaya malang sih sejauh ini haha

      Delete
    2. Blogger malang ? kasihan. Untung saya blogger jogja sehingga lebih banyak untungnya. :D

      Delete
    3. Smoga nasibnya gak malang seperti kota yg ditinggali de mas hahaha

      Delete
  4. Jika sering keluar kota, stamina dan pola makan harus terjaga. biar fit terus. Jika terabaikan ya seperti itu drop. Ibarat kata pepatah, badan juga punya hak untuk istirahat, jangan disuruh kewajibannya saja yaitu kerja. Enak ya punya keluarga yang bisa saling membantu. Terasa kompak jadinya. Mana obeng ,saya pinjam dong, pintu rumahku engselnya lepas. Tapi jangan lupa juga bawa lalapan dan ini dan itu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sini sini mas, obengnya disini. Lengkap sama kunci inggris eropa cina amerikanya 😁

      He em badannya protesssss, seminggu ga makan gorengan, sambel, es, menderitaaaa kakakkkk

      Delete
  5. Cieh sing meh kawin. Kawin nang kene po londo mbak?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kawin iso neng ndi2 mas 😂😂
      Nikah dek sni kok, tp kudu mbilas wong kua seng mengada2 hal yg aneh2 😒

      Delete

Post a Comment

Share your thoughts with me here

Popular posts from this blog

Romanticizing My Cooking

Bakso I have to admit that my love for cooking is growing. It's growing and I can't believe it myself. This feeling has been like this since probably two years ago. Before, cooking felt like a hard work that I had to fulfill. It still is, but the difference is I enjoy it now. So it does not feel like I am forcing myself.  Back then whenever I cooked, it's either wrong recipe or incorrect measurement. It never tasted right. So I gave up cooking just because I never found the right one. And then I started to feel that I wanna eat better. I don't want to just eat whatever, I want to know what goes into my body. If I prepare it myself, then I know it's good one.  I don't eat too much sugar, sometimes it is hard to buy one thing outside and has a lot of sugar in it. So cooking it myself will allow me to control the amount of sugar. So I found recipes and I tried to make them. As to my surprise, they taste right! Exactly how they should have tasted. That made me happy

Mengenal Nyai, Eyang Buyut Orang Indo Kebanyakan

  Seperti yang pernah saya tulis sebelumnya tentang darah campuran Eropa, saya pernah janji nulis tentang orang Indo dan Nyai, nenek buyut dari para Indo kebanyakan. Sekarang kita liat definisi dari Indo sendiri. Jadi Indo (Indo-Europeaan atau Eropa Hindia) adalah para keturunan yang hidup di Hindia Belanda (Indonesia) atau di Eropa yang merupakan keturunan dari orang Indonesia dengan orang Eropa (Kebanyakan Belanda, Jerman, Prancis, Belgia). Itulah kenapa saya agak risih mendengar orang menyebut Indonesia dengan singkatan Indo. Karena kedua hal itu beda definisi dan arti. Sekarang apa itu Nyai? Apa definisi dari Nyai? Nyai adalah seorang perempuan pribumi (bisa jadi orang Indonesia asli), Tionghoa dan Jepang yang hidup bersama lelaki Eropa di masa Hindia Belanda. Hidup bersama atau samenleven yang artinya kumpul kebo, tidak menikah. Fungsinya nyai itu apa? Fungsinya diatas seorang baboe dan dibawah seorang istri, tapi wajib melakukan kewajiban seorang baboe dan istri. Karena mem

[Piknik] Prambanan lagi

Salah satu pesona Jawa Tengah adalah Candi Prambanan. Saya sudah 3 kali berkunjung ke situs warisan dunia ini. Candi yang terletak di perbatasan Jawa Tengah dan jogja ini selalu menimbulkan kesan mistis bagi saya. Terletak tak jauh dari jalan raya, sehingga mengunjunginya pun sangat mudah. Berbeda dengan Candi Borobudur yang letaknya sangat jauh dari jalan raya besar.  Ok, menurut saya ada 3 cara menuju candi ini. Menggunakan bus transjogja, taksi, dan kendaraan pribadi. Bagi yang menggunakan transjogja, saya pernah menggunakannya berangkat dari daerah kampus UNY, daerah Depok Sleman. 1 kali transit, 2 kali berganti bus. Dengan harga transjogja yang kala itu, 2014, seharga 3500 rupiah. Tapi sampai saat ini masih sama harganya, menurut info dari teman. Lokasi shelter bis berada agak jauh dari pintu masuk lokasi candi, mungkin kira-kira 500meter sampai 1kilometer. Kalau jalan, menghabiskan waktu sekitar 15-20menit. Bisa juga naik becak untuk opsi yang lain. Lagi-lagi, jangan lupa men