Skip to main content

Posts

Tiga bulan pertama hidup di luar Indonesia

Gw kira rasanya akan sama aja. Ada rasa kangen ya wajar karena jauh dari tempat yang selama ini kita sebut familiar. Tapi ternyata ada rasa rindu yang pukulannya berbeda.  Di kasus gw, gw cuma kenal satu orang Indonesia. Beliau bilang kalau mau temen jalan-jalan bisa lah berkabar biar jalan bareng. Tapi karena gw ada kerja dari senin-jumat, sedangkan beliau nggak, jadinya waktu kami seringkali nggak pas. Sedangkan di akhir pekan, gw habiskan bersama suami.  Bulan pertama masih terasa integrasi. Berusaha mengenal supermarket mana yang jual apa. Cari ini itu di mana. Menghafal jalur transportasi umum. Mengenal, membaca dan memahami nama daerah atau tempat dari huruf cyrilic-nya untuk sekedar "kalau nyasar, bisa kasih tau suami lagi ada di mana" karena seringkali online maps dihambat pemerintah.  Bulan kedua sudah mulai mengenal banyak hal. Sudah punya kartu atm untuk pembayaran. Visa panjang juga sudah di tangan. Mulai berhati-hati dengan banyak hal, mana yang boleh mana ya...

Sebuah gambar, seberkas kenangan

Gambar usang peninggalan 10 tahun yg lalu, sapa yg tau akhirnya bisa menjadikan kita satu dan bertemu lagi. Seragam Merah Putih yang sudah lama kita lepaskan. Berkumpul bersama selama 6 taun tentunya bukan waktu yg singkat. Waktu itu menjadikan persahabatan polos kita terbentuk. Jika diliat-liat, semua wajah digambar itu masih menunjukkan kepolosan mereka. Yah.. Wajah yg penuh semangat bersaing dalam prestasi, intra ekstra, wajah merona krn malu ketika berpapasan dg cinta monyetnya, wajah yg menunjukkan kesetiaan pada kawan, dukungan pada kawan, hingga kebencian iseng ala anak SD dg kelas sebelah :D Waktu memang sudah lama berlalu, tapi waktu tidak akan menghapus kenangan selama bertahun-tahun itu. Ridiculous but fun. Masih teringat dibenakku, betapa wali kelas bu Anik Mahmudah sangat menyayangi kami, bagaimana beliau selalu mendukung percomblangan konyol kami. Malu-malu pada masa itu, tetapi indah dikenang untuk saat ini. Ferdi dan Krisna, mungkin menjadi sepasang sejoli ...

16 years ago

Just remember when we were young and playing arround together. What are you doin' guys now? Married? Working? Still in college? Or doin something i dont know? It doesnt matter what you are doin'. It just i hope you all doin something good for your life. Make your life and your future as you wish. I just hope that all of us will be a good mom and dad later^^ And remember that we have a GREAT GREAT time when we were young. I think kids now doesnt like us when we were young

SCAL-Q dari yang paling muda..

Novia Ulfa, calon bidan nomer....(nomer berapa yaaaaaa??????? nomer satu deh buat kita. tapi bukan bidan yang menangani proses kelahiran anakku heheheeh). Member yang paling sehat dan subur diantara kita (yaiyalahhhh........ semakin hari semakin berkembang dengan sehat seiring dengan perkembangan bayi yang dia bantu melahirkan) Prisca Aditya Putri, nah yang ini tuh calon istrinya 이혁재 슈주. calon istri yang baik, bunda yang baik. Pokoknya istri yang bisa dibanggakan suaminya dan juga bunda yang dibanggakan anaknya. Insyaallah, beserta member SCAL-Q yang paling tua nanti akan ke korea untuk mengejar mimpi cita-cita dan cinta kami.. Member yang paling tinggi dan kurus (yahh aku bangga akan hal itu...) Radin Zakiyah Musbich, calon guru bahasa inggris yang berkompeten dibidangnya. sebenernya gak tau juga sih, abisnya cintaku yang satu ini lebih cocok jadi guru yang maen ma anak kecil (tapi ntar malah bingung, mana gurunya mana muridnya heheheheh) Member yang paling takut akan ses...

Saya PRISCA

Aku adalah Prisca Aditya Putri yang sedang menyelesaikan studi S1 Matematika di Universitas Negeri Malang. seorang pemimpi yang berkekuatan besar atas dorongan mimpi untuk mewujudkan mimpi menjadi kenyataan. Bermimpi memberikanku kekuatan dan kepercayaan bahwa "AKU BISA!"