Skip to main content

Mengalahkan Rasa Takut akan Tenggelam

Makanan setelah renang di KOOD Sanur (serba vegan) Dari dulu takut banget sama air dengan volume yang besar. Mungkin di kehidupan gw sebelumnya gw pernah tenggelem kali ya. Makanya nggak pernah bisa renang. Karena ya takut tenggelam. Bahkan sekedar kecipak kecipuk aja takut. Sampai pindah ke Bali. Pindah ke Bali nggak berekspektasi setinggi itu sih. Ternyata, jadi lebih sering main air di pantai. Nggak renang, cuma berendam aja. Lama-lama jadi kebiasaan dan udah mulai terbiasa dengan air. Ternyata seru juga yaa. Kemudian dilatih suami gw buat berani snorkeling. Iya takut awalnya, nggak percaya meskipun dia bilang nggak akan tenggelam karena pake fin. Hmm masaaaa~~ Ya tetep pake pelampung sih. Pertama kali nyemplung, tentu saja heboh takut tenggelam padahal udah pake pelampung, pake fin, mana dipegangin juga. Tapi heboh aja, takut tenggelem. Ada 3 spot waktu itu, gw cuma nyemplung satu spot aja belum juga 15 menit udah naik kapal. Beberapa kali snorkeling akhirnya baru berani lepas pela

SCAL-Q dari yang paling muda..

Novia Ulfa, calon bidan nomer....(nomer berapa yaaaaaa??????? nomer satu deh buat kita. tapi bukan bidan yang menangani proses kelahiran anakku heheheeh).
Member yang paling sehat dan subur diantara kita (yaiyalahhhh........ semakin hari semakin berkembang dengan sehat seiring dengan perkembangan bayi yang dia bantu melahirkan)


Prisca Aditya Putri, nah yang ini tuh calon istrinya 이혁재 슈주. calon istri yang baik, bunda yang baik. Pokoknya istri yang bisa dibanggakan suaminya dan juga bunda yang dibanggakan anaknya. Insyaallah, beserta member SCAL-Q yang paling tua nanti akan ke korea untuk mengejar mimpi cita-cita dan cinta kami..
Member yang paling tinggi dan kurus (yahh aku bangga akan hal itu...)


Radin Zakiyah Musbich, calon guru bahasa inggris yang berkompeten dibidangnya. sebenernya gak tau juga sih, abisnya cintaku yang satu ini lebih cocok jadi guru yang maen ma anak kecil (tapi ntar malah bingung, mana gurunya mana muridnya heheheheh)
Member yang paling takut akan sesuatu yang buruk (walaupun hanya khayalannya saja) terjadi dalam hidupnya dan hidup orang terdekatnya, daya khayal yang luar biasa kadang nggak realistis.. ckckckck...


Dina Satalina, SCAL-Q yang paling imut dan lemot, calon psikolog hebat dimana-mana. awas stress aja say kalo ngurus pasien.. tapi ya lumayan lah, kita punya psikolog gratis buat SCAL-Q. dari SCAL-q untuk SCAL-Q (kayak demokrasi aja nih).
Member yang paling kecil nih diantara kita ber10, paling nggak bisa dibentak dan dikasari, lemotnya nggak nahan deh kadang..


Nah, sekarang saatnya yang paling muda nomer 5 (yaaaa daripada menyebut sesuatu yang membuatnya tersinggung, lebih baik menyebut kosakatanya saja yaaaa)
Maya Rosa Nanda, calon istri 이동해 슈주. teman seperjuangan yang sama-sama memperjuangkan mimpi dan cinta kita di Korea..
Member yang paling cerewet, tertinggi nomer 2 lah di SCAL-Q setelah aku (hahahahahahhaha....), kebetulan kuliah ditempat yang sama ma aku, tapi nggak kebetulan jadi teman seranjangku selama 3 tahun terakhir ini dan mungkin masih akan menjadi teman seranjangku nanti di Korea bersama dengan Febby sampai sebelum aku melepas masa lajang dengan orang yang sangat aku cintai (yaeyalah,,, kalo udah nikah yo gak kate aku turu ambek awakmu maneh, sepurane yo. aku luweh mbelani bojoku hehehe


Itulah member SCAL-Q. dari jaman 7 tahun yang lalu sampek kapanpun tetap ber5.

SCAL-Q jaman SMA

NB:sepurane yo rek, foto2mu ndak onok seng apdet. seng apdet mek tek ku tok hohohohoho.... 미안해 사랑해!!!

Comments

Popular posts from this blog

Book : Semakin Dalam Di Jejak Langkah

  Buku ketiga dari Buru Tetralogi ini lebih berat dari Bumi Manusia dan Anak Semua Bangsa . Disini banyak disinggung tentang Multatuli yang mengungkap "kotornya" birokrasi. Kotor disini tentu saja soal korupsi. Semakin dalam membaca ternyata semakin paham kalo kemungkinan besar korupsi ini "warisan budaya" kolonial. Buku ini pun mengatakan bahwa kolonial berhutang banyak gulden kepada Hindia Belanda atas semua hitungan 'meleset'nya penerimaan pajak dan penyalurannya. Siapa yang nggak mau untung banyak? Ya kolonial menang banyak. Bahkan kalau mau benar-benar dihitung, bisa jadi mereka kalah. Tapi nggak mungkin kan diusut karena kolonial tau kalau mereka bakal ketauan salah dan memungkiri itu. Jadi yaaa, lenyap begitu saja. Disini Minke kawin setelah ditinggal Annelies yang Indo dia kawin dengan yang orang tionghoa. Lagi-lagi pula dia ditinggalkan karena istrinya sakit (kemudian kawin lagi dengan Prinses yang ntah darimana tapi yang jelas dia berpendid

Traveling During Pandemic

CGK to DPS I am one of the people who travel (relatively a lot) during a pandemic. Unfortunately, me being in a long-distance marriage, need mental and physical support once in a while.  In the beginning, we met after 8 months of the pandemic and then 3 or 4 months, then every 2 months. I went wild the first 8 months of the pandemic. Everything felt harder. I know many people feel the same, I am not the only one. We're just coping with the best we can do.  The island I call home 💙 It was so stressful the first time traveling during the pandemic. Like I said here , it's not really worth the effort if you're traveling "for fun". PCR price was crazy, every time we have to calculate the time, make it double as well as the price. Because we buy the time with money. I usually book a ticket at least 2-4 weeks before my travel, then went to the airport 2 hours before my flying time, everything felt so efficient but not during the pandemic. I booked my ticket a week befor

[Piknik] Prambanan lagi

Salah satu pesona Jawa Tengah adalah Candi Prambanan. Saya sudah 3 kali berkunjung ke situs warisan dunia ini. Candi yang terletak di perbatasan Jawa Tengah dan jogja ini selalu menimbulkan kesan mistis bagi saya. Terletak tak jauh dari jalan raya, sehingga mengunjunginya pun sangat mudah. Berbeda dengan Candi Borobudur yang letaknya sangat jauh dari jalan raya besar.  Ok, menurut saya ada 3 cara menuju candi ini. Menggunakan bus transjogja, taksi, dan kendaraan pribadi. Bagi yang menggunakan transjogja, saya pernah menggunakannya berangkat dari daerah kampus UNY, daerah Depok Sleman. 1 kali transit, 2 kali berganti bus. Dengan harga transjogja yang kala itu, 2014, seharga 3500 rupiah. Tapi sampai saat ini masih sama harganya, menurut info dari teman. Lokasi shelter bis berada agak jauh dari pintu masuk lokasi candi, mungkin kira-kira 500meter sampai 1kilometer. Kalau jalan, menghabiskan waktu sekitar 15-20menit. Bisa juga naik becak untuk opsi yang lain. Lagi-lagi, jangan lupa men