Skip to main content

Surviving -20 Celcius in Moscow

frozen lake in Moscow I'd say surviving because I am a tropical girl coming from 30-35 degree Celcius. So yes, this is about surviving such differences in temperature. I spent my whole life in a tropical country then I have to be in a -20 celcius, not an easy situation.  Obviously, I came prepared. I have been in a 0 celcius and learned that double triple layering is the right answer. Moscow has heater that runs nonstop since the beginning of (probably, I dont remember) November until early May. So you technically can not turn it off or on. Many days it gets too hot inside. Going to the mall in Moscow got me super sleepy and tired because it feels most of the time like in Sauna. So, double triple layering in Moscow is the right thing to do.  November temperature usually started to feel chilly, still not lower than 0. December will get colder can be minus. But January and February are the coldest season. This year dropped to -20 (that I can remember). The average temperature wa...

Sebuah gambar, seberkas kenangan

Gambar usang peninggalan 10 tahun yg lalu, sapa yg tau akhirnya bisa menjadikan kita satu dan bertemu lagi. Seragam Merah Putih yang sudah lama kita lepaskan. Berkumpul bersama selama 6 taun tentunya bukan waktu yg singkat. Waktu itu menjadikan persahabatan polos kita terbentuk. Jika diliat-liat, semua wajah digambar itu masih menunjukkan kepolosan mereka. Yah.. Wajah yg penuh semangat bersaing dalam prestasi, intra ekstra, wajah merona krn malu ketika berpapasan dg cinta monyetnya, wajah yg menunjukkan kesetiaan pada kawan, dukungan pada kawan, hingga kebencian iseng ala anak SD dg kelas sebelah :D

Waktu memang sudah lama berlalu, tapi waktu tidak akan menghapus kenangan selama bertahun-tahun itu. Ridiculous but fun. Masih teringat dibenakku, betapa wali kelas bu Anik Mahmudah sangat menyayangi kami, bagaimana beliau selalu mendukung percomblangan konyol kami. Malu-malu pada masa itu, tetapi indah dikenang untuk saat ini.

Ferdi dan Krisna, mungkin menjadi sepasang sejoli yang tak terpisahkan. Mungkin hanya perpisahan karena pernikahan saja yg akan memisah mereka. Bayangin aja, rumah bertetangga, selalu satu sekolah, bahkan sampai saat inipun mereka satu kelas satu jurusan dan satu kamar. Hubungan seperti itu bisa disebut apa kawan-kawan?? Hehehe

Aku juga masih ingat dimana Dayat dan Riris selalu berebut untuk menggandeng tangan mamaku ketika mama menjemputku sepulang sekolah. Dan terpaksa akhirnya aku hanya bisa menyebrang dengan menggandeng tasnya Dayat atau Riris. 



Aku juga pernah ingat, Ferdi matanya kena sambel sampe akhirnya mbuat dia pake kacamata. Aku jg ingat, Tesa pernah masuk kls B sampai akhirnya kita hasut dan Tesa dipindah ke kelas A. Aku ingat, Krisna baru bergabung dg kita dikelas 5. Gwen juga. Aku masih ingat, aku pernah jatuh dari prosotan kayu kursi panjang yg dipasang miring diatas meja dan Tole ketawa gara2 aku pake celana pendek gambar pikachu.

Pernah juga kita godain guru agama kita Bu Asma kls 3 krn ibuknya tidur sampe ngorok dikelas. Aku msh ingat, Ria memberitahukan mens pertamanya pada kita kls 5. Aku jg ingat waktu kls 6, youngki pernah menendang bola sepak tepat diwajahku dan membuatnya merah sebagian. Aku masih sangat ingat, Angga adalah pemegang rekor tak terkalahkan selalu menempati rangking 2 dikelas. Kemana-mana pasti Angga Ferdi Arga Krisna ini bareng. Aku yg juga sebangku ma Devi, duduk paling depan ndiri. Belakng kita Gwen ma Betty. Buat Betty, maap ye dulu kita sering ndak akur heheheh…

Masih inget ndak kalo Tesa ma Milla ketawa sampek jongkok2? Sampe mbuat bu Anik heran (termasuk aku yg disampingnya). Aku jg ingat bgt dg jelas dicomblangin ma Ferdi sejak kls 5. Dan yah jujur aja, Ferdi itu temen pertama yg nembak aku dikelas 1 SMP :)

Siapa yg inget ada satu orang yg takut bgt ma Delfi? Dia mending hindari daripada hadepin Delfi. Lupa... Yg jelas Ucik dan Nurul itu kemana mana bareng. Nikah pun jaraknya ndak jauh jauh harinya (berita yang kudapat dari emakku).
Yang udah nikah based on pengetahuan saiya sendiri : Delfi, Devi, Tole, Ucik, Nurul, Hadi (udah pada punya beibi semua, tapi ndak tau Hadi)
Yang mau nikah based on pengetahuan saiya sendiri : saya saya saya heheheh

But one thing, siape ye dulu ketua kelas kita?? Aku lupa gak ketulungan. Yg jelas aku langganan bendahara ma sekertaris. Heheheheh
10 tahun berlalu, mungkin wajah kami tidak sepolos dulu lagi. Kini kami telah beranjak dewasa. Masa anak-anak yg bahagia telah kami lalui bersama. Insya Allah ntr ndak ada kata "masa kecil kurang bahagia" bagi kami. Masa remaja kami lewati tidak bersama. Karena hanya sebagian kecil saja yg masih bisa bersama dlm satu sekolah yg sama. Dan kini, masa kami beranjak dewasa, kami dipertemukan lagi. Masing-masing dari kami melanjutkan studi sesuai bidangnya (kecuali aku mungkin hehehe. But no. I began to love math), trus ada lagi yg udah kerja, ada jg yg udah mengabdikan diri untuk mengurus anak dan suaminya. 

Angga, Riris, Ferdi, Youngky, Dayat, Arga, Syarif (tole), Hadi, Tesa, Yayi, Ria, Kurnia, Devi, Aku, Gwenny, Bety, Delfi, Nurul, Lita, Krisna.
Aku - - > @SilverEstrella         Arga - - > @Pakubraja                        Ferdi - - > @rama_ferdi
Angga - - > @Angga_Rvian     Gwenny - - > @gwennai         Tesa - - > @tesasukahijau
 *Lainnya nyusul kalo udah dapet link

Whatever it takes, Wherever we are, whatever we do, I hope all of us will have a great future as we wish and we want. Amiin..And remember, we have a great great great childhood that we spent together.

Comments

Popular posts from this blog

Jumat ceria

Hari ini memang bukan hari jumat, tapi cuman mau bilang aja sih kalo hari yang paling aku tunggu-tunggu itu hari jumat. Why?   Karena jumat itu selalu ceria, kalopun ada meeting besar pasti di hari jumat dan banyak cemilan, orang-orang pada berangkat sholat jumat, yang nasrani juga mengikuti misa di kantor, bisa pake baju bebas dan bebas berekspresi sepuas-puasnya, dan..... bisa video call sepuasnyaaaaaa kapanpun karena dia libur kerja 😍😍 gambarnya lucu 😁  taken from internet

Fire in the Building

Who would have thought that I  experienced fire in the building.  This is my first time living in an appartement. Of course I never chose appartement when living in Indonesia because it’s a real high risk when the earthquake happen. But here we are placed in an appartement. What got me relieved the first time that we are in the lowest floor so if something happen we will be quickly evacuated.  That’s what I thought.  Until it really happened.  We slept around midnight and abruptly woken up by the noise outside. I thought it was the drunk people just got back from night club or the restaurant next door was doing some deep cleaning. So loud that I had to wake up. My husband peeked outside and immediately said “fire brigade outside, you wait here!” I was just “am I dreaming or what?” I put on clothes, checked outside and saw a few of fire trucks. I checked the other side of the appartement and saw a few of police cars and ambulances.  “Oh no, something serious...

Jangan minta oleh-oleh!

    Taken from internet Pernah nggak kalau kita mau bepergian, trus orang-orang pada bilang 'Jangan lupa oleh-olehnya ya' ? Pasti pernah dong ya... Yang jelas saya nggak pernah ngerti kenapa orang sering meminta sesuatu ketika kita pergi somewhere. Dulu waktu kecil juga saya suka bilang begitu. Siapa yang pergi kemana pasti deh 'jangan lupa oleh-olehnya ya om, tante pakdhe, budhe, mas, mbak'. Tapi lama kelamaan saya mikir 'saya cuman ngomong aja tanpa niat minta oleh-oleh', kecuali kalo memang kita menitipkan hal itu karena memang hanya ada ditempat yang akan dikunjungi orang tersebut, misal buku. Pernah nitip beliin buku di Korea karena emang adanya disana. Jadi esensinya oleh-oleh itu apa? Saya juga kurang tau soalnya udah nggak pernah lagi minta dibawain oleh-oleh. HJ pulang ke Belanda sana saya cuma minta beliin buku. Itupun nggak dibeliin gara-gara bukunya nggak bagus kata dia. Oleh-oleh pun ada yang sekedar apa adanya karena emang adanya begitu...