Skip to main content

Sepatu Winter Pertama

Moscow Dulu, masih sempet pakai sepatu dengan hak 5 cm waktu kerja kantoran. Ya karena harus keliatan formal aja sih, meskipun nggak ada yang ngelarang juga kalau mau sepatu sneakers pun. Toh juga waktu kerja sepatu dilepas dan pakai sendal jepit.  Tapi itu sudah lama sekali. Setelahnya, bertahun-tahun hanya punya 1 sepatu sneakers dan 1 sandal. Sendal jepit punya lah ya, kan hidup di Bali. Salah satu esensial itu. Sebenernya alesannya sederhana, bukan karena nggak mau punya sepatu lebih dari satu tapi lebih ke males harus nyocokin sepatu lagi ke kaki yang belum tentu enak dipakainya.  Sepatu itu adalah hal esensial yang buat gw nggak apa mahal yang penting nyaman. Karena taruhannya di pijakan, dan itu bisa berdampak ke banyak hal kalau salah pilih sepatu. Jalan kaki adalah bagian besar dari hidup gw, jadi punya sepatu nyaman adalah hal yang tidak bisa dinego.  Nah, meskipun gw beberapa kali pernah jalan-jalan saat musim dingin, Moskow ini agak beda. Kalau di Belanda, mes...

Boxing!

bisa wrap sendiri setelah 2 bulan

Akhirnya gw nggak cuma mendambakan, "Ahh pengen boxing deh" tapi beneran bayar buat boxing.

Udah beberapa bulan ngintip instagram tempat boxing deket rumah gw, udah berbulan-bulan disuruh H buat berangkat, akhirnya gw mantapkan hati "Yaudah lah cobain dulu sekali" yang ternyata gratis trial ya. Karena baru pertama kali, ya gw mau coba yang basic aja. 

Setelah satu jam, penuh keringat, gw langsung aja "Mas, bayar dong bulanan". 

Gw bener-bener orang yang nggak bisa olahraga sendirian. Karena kalo sendirian, gw pasti boongin diri gw sendiri "Ah kan ga ada yang liat, udah ah nggak kuat" konyol. Tapi kalau ada minimal, pelatihnya, kita udah engap pasti mereka teriak-teriak "10 MORE SECONDS! AYO AYO BISA!!!" Kek malu lah kalau nggak lanjut, yekan? Plank dari cuma bisa 10 detik, jadibisa 20 detik, 30 detik, jadi 40 detik, gara-gara "AYO KAK BISAAAAAA!!!" Antara sebel, kesel, tapi ya seneng 😆

Jadi memang betul pribadi yang satu ini perlu orang lain untuk mau olahraga. Tempat boxing gw ini cuma 3 menit dari rumah. Kebetulan gw selalu ambil jam pagi. Kebetulan kelas pagi ini sering banyak ceweknya. Kalau pas sendirian emang sering capek sendiri, waktu istirahat lebih dikit juga. Jadi seneng banget kalo banyak temennya. 

Trus ada yang ngide bikin grup WA buat boxing ini jadi bisa absen siapa yang berangkat hari itu biar nggak sendirian 😂 Dari yang tadinya gw cuma seminggu 2 kali, sekarang jadi 3 kali. Kek jiwa-jiwa kompetitif gw nongol kalo ada saingannya gitu.

akhirnya hobi tendang-tendang gw bisa tersalurkan

Setelah satu bulan boxing biasa, gw akhirnya cobain Muay Thai. Ternyata enak dong, ada acara nendang-nendang pake kaki. Nah gw demen nih kalo nendang-nendang. Emang tiap abis kelas pertama pasti badan sakit semua, tapi setelahnya malah nagihin. 

Pertama boxing sih besoknya punggung perut bawah nggak ada rasanya lol, biru-biru juga. Boxing udah jalan 2 bulan, masih ngelatih badan bagian kiri biar bisa lebih fleksibel lagi sih. Kanan sih udah nurut apa kata otak, tapi yang kiri masih segan malu-malu koceng. Well, what's more important is enjoying the process of learning.

Emang rasanya setelah olahraga tuh lucu banget ya. 15 menit pertama pasti kesel mengutuk diri sendiri, tapi setelah 40 menit udah mulai endorpin kepompa. Memulainya tuh emang males banget, kayak berat bener gitu bangun pagi buat berangkat. Tapi kalau udah dijalanin malah enak dan kalo skip malah jadi grumpy. 

Gw boxing di Island Warrior Renon ya. Eh btw ini si Nana Mirdad juga boxing di sini. Tapi nggak pernah satu sesi sama gw sih 😂 

Comments

  1. waa, wonder woman sekarang mbak na :). rasa tinjuannya pasti tak kalah dengan tinjuan laki laki :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. HAHAHHAAH bonusnya sekalian buat bela diri ya

      Delete
    2. betul mbak, bela diri sekalian sehat juga keluar energi nya. konsisten . :)

      Delete

Post a Comment

Share your thoughts with me here

Popular posts from this blog

Getting my Hands on Film Camera

In attempts to slow_myself_down_away_from_digital_life, I am getting my hands on film camera. Yes, the kind of camera where you need to put the film roll in and then start snapping. If you are lucky, the pictures will turn up good but if not then we let the fate decide. This is not my first rodeo on using film camera, but it definitely is the first ever to buy the film and develop it using my own money. It is not cheap, which I know.  What can I say, it's an expensive hobby.  I used my first film roll to take photos of my favorite people. So it has more human than random pictures. It was on family event. After the last shot, I wanted to develop it before I flew to Bali but they had no lab. Luckily we have the lab in Bali. I developed and scanned the film in Ojisanfilmlab Bali. They're just a google away. They sell the roll as well. I had to tell the TSA to do the hand checking rather putting it through the scanner. They understood.  Cimol hides himself in his favorite sp...

Gampangnya Apply e-visa Rusia

Red square Jadi, WNI diberi kemudahan untuk ke Rusia. Cukup dengan apply e-visa yang bisa didapatkan dalam hitungan hari saja. Meskipun sudah sering apply e-visa, tapi e-visa Rusia ini agak unik formulirnya. Jadi sebelum apply, gw baca gimana caranya di sini yang amat sangat runtut dan mudah dipahami. Sebelum isi formulir online, ada baiknya siapkan foto 3.5 x 4.5 dengan background putih dulu. Setelah itu jangan lupa untuk beli asuransi. Karena agak kepikiran, gw putuskan untuk beli asuransi dari perusahan yang ada di sana. Asuransi yang gw beli dari sini . Tadinya setelah beli kok nggak ada info apapun, bahkan bukti bayar pun nggak ada. Tapi petugasnya cukup tangkas setelah gw email, gw langsung dapat asuransinya. Nomer asuransi diperlukan untuk mengisi formulir, jadi harus beli asuransi sebelum apply visa.  Nah, bagi gw, ini formulir baru kali ini dapat pertanyaan yang unik-unik semacam apakah pernah pelatihan militer, wajib militer, pernah pegang / punya senjata, bahkan sampai ...

Setelah Schengen Visa Ditolak Jerman

Bentheim Gw tau Jerman tuh emang meticulous banget, tapi gw nggak sangka bakal se- meticulous itu. Kira-kira bulan Maret gw apply Schengen via Jerman. Kenapa via Jerman? Karena Belanda nggak ada slot heheheee. Rencana perginya bulan April kalau nggak salah waktu itu. Karena suami ada libur tapi cuma pendek banget, dan dia pengen banget pulang ke sana, yaudah lah coba aja. Dapet antrian, mana bayarnya 700ribu pula 😅 lalu pergilah gw submit semua dokumen gw.  Gw bukan yang pertama kali mengajukan Schengen, jadi gw udah "tau" harus submit apa aja. Karena sebagai orang yang menikah dengan warga EU, kami berhak untuk tidak menunjukkan buku tabungan (yg penting tabungan pasangan yang EU yg ditampilkan), dll. Dengan ina inu, eh ternyata diminta surat kerja lah, kalau freelancer harus kasih tau bukti kerjaan juga. Gw rasa ribet ya karena nggak formal kerjanya, jadi ya udah gw tulis ibu rumah tangga. Itu juga masih harus bikin surat pernyataan siapa yg membiayai biaya hidup gw kala...