Skip to main content

Romanticizing My Cooking

Bakso I have to admit that my love for cooking is growing. It's growing and I can't believe it myself. This feeling has been like this since probably two years ago. Before, cooking felt like a hard work that I had to fulfill. It still is, but the difference is I enjoy it now. So it does not feel like I am forcing myself.  Back then whenever I cooked, it's either wrong recipe or incorrect measurement. It never tasted right. So I gave up cooking just because I never found the right one. And then I started to feel that I wanna eat better. I don't want to just eat whatever, I want to know what goes into my body. If I prepare it myself, then I know it's good one.  I don't eat too much sugar, sometimes it is hard to buy one thing outside and has a lot of sugar in it. So cooking it myself will allow me to control the amount of sugar. So I found recipes and I tried to make them. As to my surprise, they taste right! Exactly how they should have tasted. That made me happy

Boxing!

bisa wrap sendiri setelah 2 bulan

Akhirnya gw nggak cuma mendambakan, "Ahh pengen boxing deh" tapi beneran bayar buat boxing.

Udah beberapa bulan ngintip instagram tempat boxing deket rumah gw, udah berbulan-bulan disuruh H buat berangkat, akhirnya gw mantapkan hati "Yaudah lah cobain dulu sekali" yang ternyata gratis trial ya. Karena baru pertama kali, ya gw mau coba yang basic aja. 

Setelah satu jam, penuh keringat, gw langsung aja "Mas, bayar dong bulanan". 

Gw bener-bener orang yang nggak bisa olahraga sendirian. Karena kalo sendirian, gw pasti boongin diri gw sendiri "Ah kan ga ada yang liat, udah ah nggak kuat" konyol. Tapi kalau ada minimal, pelatihnya, kita udah engap pasti mereka teriak-teriak "10 MORE SECONDS! AYO AYO BISA!!!" Kek malu lah kalau nggak lanjut, yekan? Plank dari cuma bisa 10 detik, jadibisa 20 detik, 30 detik, jadi 40 detik, gara-gara "AYO KAK BISAAAAAA!!!" Antara sebel, kesel, tapi ya seneng 😆

Jadi memang betul pribadi yang satu ini perlu orang lain untuk mau olahraga. Tempat boxing gw ini cuma 3 menit dari rumah. Kebetulan gw selalu ambil jam pagi. Kebetulan kelas pagi ini sering banyak ceweknya. Kalau pas sendirian emang sering capek sendiri, waktu istirahat lebih dikit juga. Jadi seneng banget kalo banyak temennya. 

Trus ada yang ngide bikin grup WA buat boxing ini jadi bisa absen siapa yang berangkat hari itu biar nggak sendirian 😂 Dari yang tadinya gw cuma seminggu 2 kali, sekarang jadi 3 kali. Kek jiwa-jiwa kompetitif gw nongol kalo ada saingannya gitu.

akhirnya hobi tendang-tendang gw bisa tersalurkan

Setelah satu bulan boxing biasa, gw akhirnya cobain Muay Thai. Ternyata enak dong, ada acara nendang-nendang pake kaki. Nah gw demen nih kalo nendang-nendang. Emang tiap abis kelas pertama pasti badan sakit semua, tapi setelahnya malah nagihin. 

Pertama boxing sih besoknya punggung perut bawah nggak ada rasanya lol, biru-biru juga. Boxing udah jalan 2 bulan, masih ngelatih badan bagian kiri biar bisa lebih fleksibel lagi sih. Kanan sih udah nurut apa kata otak, tapi yang kiri masih segan malu-malu koceng. Well, what's more important is enjoying the process of learning.

Emang rasanya setelah olahraga tuh lucu banget ya. 15 menit pertama pasti kesel mengutuk diri sendiri, tapi setelah 40 menit udah mulai endorpin kepompa. Memulainya tuh emang males banget, kayak berat bener gitu bangun pagi buat berangkat. Tapi kalau udah dijalanin malah enak dan kalo skip malah jadi grumpy. 

Gw boxing di Island Warrior Renon ya. Eh btw ini si Nana Mirdad juga boxing di sini. Tapi nggak pernah satu sesi sama gw sih 😂 

Comments

  1. waa, wonder woman sekarang mbak na :). rasa tinjuannya pasti tak kalah dengan tinjuan laki laki :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. HAHAHHAAH bonusnya sekalian buat bela diri ya

      Delete
    2. betul mbak, bela diri sekalian sehat juga keluar energi nya. konsisten . :)

      Delete

Post a Comment

Share your thoughts with me here

Popular posts from this blog

Romanticizing My Cooking

Bakso I have to admit that my love for cooking is growing. It's growing and I can't believe it myself. This feeling has been like this since probably two years ago. Before, cooking felt like a hard work that I had to fulfill. It still is, but the difference is I enjoy it now. So it does not feel like I am forcing myself.  Back then whenever I cooked, it's either wrong recipe or incorrect measurement. It never tasted right. So I gave up cooking just because I never found the right one. And then I started to feel that I wanna eat better. I don't want to just eat whatever, I want to know what goes into my body. If I prepare it myself, then I know it's good one.  I don't eat too much sugar, sometimes it is hard to buy one thing outside and has a lot of sugar in it. So cooking it myself will allow me to control the amount of sugar. So I found recipes and I tried to make them. As to my surprise, they taste right! Exactly how they should have tasted. That made me happy

Cerita Karantina di Hotel

Cerita karantina selanjutnya 2 kali di hotel. Kali ini, semuanya berjalan lebih terkoordinir. List hotel karantina bisa dilihat di sini . Jadi nggak ada lagi drama nggak diladenin karena ina inu. Tinggal pilih hotel, hubungi hotel via WA atau email, kirim dokumen yang diperlukan, lalu kita dapat QR code yang nantinya ditunjukkan ke pihak bandara.  Karantina pertama kali di hotel gw bulan September kalau nggak Oktober 2021 dan bulan Januari 2022. Gw pesen di dua hotel berbeda. Karantina di hotel pertama dapet rejeki cuma 3 hari, jadi biaya yang dikeluarkan juga nggak sebanyak kemaren yang 7 hari.  dipakein gelang rumah sakit, dilepas pas check out. Nah, alurnya secara detail ada yang berubah sedikit tapi secara garis besar masih sama. Begitu datang, urus dokumen ini itu, lalu kita di PCR di lokasi. PCR ini hasilnya didapat dalam waktu 1 dan 2 jam karena ada dua lab yang berbeda. Waktu pertama kali gw karantina, gw harus nunggu hasil di bandara sebelum diangkut ke hotel. Tapi karantina k

Gojek ke bandara juanda

While waiting, jadi mending berbagi sedikit soal gojek. Karena saya adalah pengguna setia gojek, saya pengen cobain ke bandara pake gojek. Awalnya saya kira tidak bisa *itu emang sayanya aja sih yang menduga nggak bisa*, trus tanya temen katanya bisa karena dia sering ke bandara pakai motornya. Nah berarti gojek bisa dong?? Sebelum-sebelumnya kalo naek gojek selalu bayar cash, tapi kali ini pengen cobain top up go pay. Minimum top up 10ribu. Jadi saya cobain deh 30ribu dulu. Eh ternyata lagi ada promo 50% off kalo pake go pay. Haiyaaaaa kenapa ga dari dulu aja ngisi go pay hahaha. Dari kantor ke bandara juanda sekitar 8km. Kantor saya sih daerah rungkut industri. Penasarannn banget ini abang mau lewat mana ya. Tertera di layar 22ribu, tapi karena pakai go pay diskon 50% jadinya tinggal 11ribu. Bayangin tuhh... pake bis damri aja 30ribu hahaha. 11ribu udah nyampe bandara. Biasanya 15ribu ke royal plaza dari kantor haha. Lagi untung. Bagus deh. Nah sepanjang perjalanan, saya mikir ter