Skip to main content

The Reward of Teaching

Buku belajar Bahasa Indonesia dalam berbagai bahasa. I've become a teacher since semester 9. That being said, my teaching journey started in 2013. Took hiatus for 2 something years then I came back to these exam sheets, students, books, and social interactions. Didn't even want to become one but I fell in love right after I jumped in.  I guess I need to ask to apologize to my dad. I was mad at him a long time ago because he asked me to be one lol. Well, maybe I just didn't like the idea of being a teacher in a class where your students don't even care about you telling stuff in front of the class. That actually made me realize that I prefer to teach whoever wants to learn. Although sometimes I just need to teach without knowing what's their reasons to learn, and that is also fine. I do what I had to do. That is why I hate grading because I don't mind giving them a perfect score but what's the point if they know nothing after the course ended? I never teach a

Hoax Yang Makin Menggila

 

Kabar burung atau yang sering dikenal sekarang dengan sebutan HOAX mencapai level yang sangat melelahkan. Hoax memang sudah ada sejak dahulu kala, sejak dari awal ku mengenal HP. Hoax yang sering terjadi adalah SMS yang tersebar menggunakan nama nabi atau tuhan atau agama dan mewajibkan orang yang menerima SMS tersebut untuk menyebarkannya sebanyak puluhan kali. Jika tidak disebarkan dalam hari yang sama maka penerima pesan akan mengalami nasib buruk, bahkan meninggal dan tidak akan pernah bahagia. Serem kan?

Jadilah diriku yang masih SMP kala itu bingung sekali apa yang akan terjadi padaku dan juga orang yang kukenal jika ku tak segera broadcast pesan biadab tersebut dalam hari itu. Jikalau pulsa sedang cukup, maka sesegera mungkin kusebar. Jika tidak, yaaa segera ku berangkat beli pulsa. Bodohnya aku.

Nah, masuk SMA, ku mulai bertanya-tanya apa iya kalau pesan itu nggak disebarkan kita bisa celaka? Karena penasaran akhirnya ku tantang diriku. Tapi doa dulu dong, "Ya tuhan kalo emang nasibku baik dan buruk semua itu atas kehendakmu. Bukan karena sms sialan ini". Ketika mendapatkan pesan seperti itu, kucoba tak kusebarkan. Dan dalam jangka waktu tertentu tak ada kejadian yang membuatku terpuruk atau kejadian buruk menimpa. Smua normal. Normal sekali. Jadi ku berpikir "FFS why did I do that? Stupid!".

Dulu sih susah ya konfirmasi berita tertentu karena cyber police  masih nggak terlalu penting dan banyak. Tapi belakangan, dengan munculnya kegilaan hoax atas hal-hal konyol terciptalah cyber police (dan ini biasanya sesegera mungkin dikonfirmasi di akun Humas.pmj jika ada broadcast nyeleneh). Hoax yang rame kemaren adalah kasus RS yang katanya bonyok digebukin orang. Karena gw belajar dari pengalaman buat nggak segera percaya kabar atau pesan tertentu, jadilah gw santai aja bilang "Ya kalo emang dia digebukin, smoga pelakunya cepet ketemu dan cepet sembuh". Simpel kan?

Tapi kasusnya terbongkar terlalu cepat. Karena keesokan harinya RS mengaku itu bohong dan hoax. Alasan dihajar orang digunakan demi tidak membuat keluarganya khawatir karena hasil operasi sedot lemak (atau operasi apapun itu lah). Buat gw, gw lebih khawatir kalo tau mamak gw digebukin orang daripada tau bengkak karena operasi. Jadi menurut gw itu alasan absurd. Disaat dirinya yang dengan lantang selalu teriak tentang kabar bohong, hoax atau apapun itu tapi ternyata dia terpeleset sendiri dengan hoax yang tanpa sengaja diciptakannya sendiri.

Terlepas dari apapun alasan dibelakang RS mengaku digebuk orang, sangat disayangkan sekali ternyata jejeran orang teratas pun bisa membuat kabar bohong dan juga bisa membohongi orang-orang yang ada diatas sana. Sekali lagi, disini gw nggak tau dia beneran bikin berita bohong atau hanya intrik atau apapun itu, tapi hal ini benar-benar KONYOL.

Karena hal tersebut berkaitan dengan politik tentunya, dari kacamata pribadi gw hal ini adalah satu tindakan bego yang tidak dipikirkan rentetan yang ada di belakangnya. Yaaaa sudahlah yang jelas kita kudu jauh lebih pinter lagi dalam penggunaan IT dan tentunya lebih bijak lagi.

Buat Dokter Tompi si ahli bedah plastik, saya turut bersedih kemarin anda diserang diajarin politisi tentang hal yang menjadi ekspertise anda sendiri. Disini saya mikir, ibarat kata ada orang non eksak yang ngajarin saya gimana caranya nyari integral tingkat 3. Tapi saya tetap terhibur dengan cuitan para netijen di twitter terutama hashtag SaveRioDewanto. Karena seperti kata Netijen, kalau yang ngeluh soal mertua berarti belom pernah jadi seperti Rio Dewanto. Oh netijen ohh oh netijen

Jadi menurut gw sih, ketika kita dengar kabar yang kita sendiri nggak yakin itu bener apa nggaknya, jangan semakin memperkeruh keadaan dengan menyebarkannya plus menambah bumbu huru hara didalamnya. Karena gw yakin sih, diam lebih ok daripada menyebarkan sesuatu yang tak pasti 😁

Comments

  1. Orang sekarang kalo saya liat mudah percaya hal-hal yang heboh. Tanpa perlu mencari tahu kebenarannya, terus share aja di grup biar keliatan eksis. Mungkin karena orang dulu makannya tradisional jadi otaknya gak gampang tremor kaya orang sekarang yang makanannya kebanyakan micin.

    ReplyDelete
    Replies
    1. hidup micin!

      ya gimana ya, padahal banyak yg berpendidikan lho masa sih ga kroscek dulu. masa kroscek cm sekali aja. emng tujuanny kan dibikin heboh biar smua fokus kesana sih. tapi skrg akun humas polri sdkt byk ya bantuin konfirmasi berita hoax atau bukan, jd sebelum share biasanya kutahan dulu sampai polri konfirm itu hoax apa bkn. kl bukan ya yg share lngsg tak bungkus lol!

      jd kita jg kudu pinter jd filter sih mnrtku. yuk balik makan makanan tradisional lagi biar ga tremor uteknya wkwkwkkw

      Delete

Post a Comment

Share your thoughts with me here

Popular posts from this blog

The Reward of Teaching

Buku belajar Bahasa Indonesia dalam berbagai bahasa. I've become a teacher since semester 9. That being said, my teaching journey started in 2013. Took hiatus for 2 something years then I came back to these exam sheets, students, books, and social interactions. Didn't even want to become one but I fell in love right after I jumped in.  I guess I need to ask to apologize to my dad. I was mad at him a long time ago because he asked me to be one lol. Well, maybe I just didn't like the idea of being a teacher in a class where your students don't even care about you telling stuff in front of the class. That actually made me realize that I prefer to teach whoever wants to learn. Although sometimes I just need to teach without knowing what's their reasons to learn, and that is also fine. I do what I had to do. That is why I hate grading because I don't mind giving them a perfect score but what's the point if they know nothing after the course ended? I never teach a

Dapet Visa UAE (Dubai) Gampang Banget

Dubai creek Beberapa waktu yang lalu, kita pusing berat karena H dapet libur kali ini cuman 10 hari. 10 hari dari yang biasanya 14 hari. Akhrinya diputuskan untuk tetap mengambil libur tapi nggak ke Indonesia.  Ternyata, beberapa hari kemudian, dia bilang, kalau liburnya malah jadi 7-8 hari aja. Mau ga mau saya yang harus kesana. Maksudnya terbang mendekatinya. Udah milih-milih negara mana yang harganya rasional, yang ga banyak makan waktu buat terbangnya H, dan tentunya ga ribet urus visa buat pemegang paspor hijau yang ga sesakti paspornya H.  Btw warna paspor Indonesia jadi biru ya sekarang?? Pilihan jatuh ke Dubai. Pemegang paspor hijau harus bikin visa, ya pusing lagi deh cara bikin visa Dubai nih gimana. Apa iya sesusah bikin visa schengen, visa US, visa lainnya. dari persyaratan sih standar ya, termasuk  record  bank account selama 3 bulan. Emang nggak pernah bikin visa Dubai sebelumnya ya, apalagi H yang paspornya super sakti kemana-mana (hampir) ga perlu visa, dia ga pernah ad

Catatan Kuliah (6) : Masuk bareng, keluar bareng (?)

Sanur Sebagai mahasiswa yang masih belum mengenal kerasnya kehidupan kala itu, kita berikrar "Kita masuk bareng kita juga harus keluar bareng." Naif? Iya tentu. Maklumin aja namanya juga mahasiswa baru kan. Maunya yang  flawless  terus. Tapi apa salahnya sih berdoa baik kali aja malaikat mengamini lol.  Ternyata, kenyataannya, tentu saja tidak. Iya kalau semua  setting  nya  default  semua mahasiswa tidak ada kesulitan yang berarti, dosen nggak resek, mahasiswa juga nggak resek, data nggak resek, pasti lulus bareng kita. Kehidupan perkuliahan keras di akhir hahaha Gw dari awal masuk kampus ngerasa kalo gw nggak akan lulus tepat waktu. Aneh ya, harusnya orang mikir lulus tepat waktu tapi gw udah ada feeling. Dan gw berusaha keras buat nggak terlalu jatuh dalam angka. Ya maksudnyaaaa karena gw anak minor komputasi jadi gw udah bisa tebak lah data yang gw pake pasti agak makan waktu. Jadi  range  kelulusan adalah 7 semester, 8 semester, 9 semester, diatas 9 semester. Temen gw ya