Skip to main content

Pentingkah Memiliki Asuransi?

sunset di Kuta Bali
Dulu tiap kali denger kata asuransi, gw selalu antipati. Rasanya seperti, "Apaan sih asuransi-asuransi? Udah duit ilang, nggak dapet apa-apa, mending diinvestasikan aja lah" Asuransi yang gw punya cuma asuransi kesehatan aja karena otomatis terdaftar di Askes sebagai anak dari PNS.

Asuransi adalah pertanggungan atau perjanjian antara dua belah pihak, di mana pihak satu berkewajiban membayar iuran atau kontribusi atau premi. Pihak yang lainnya memiliki kewajiban memberikan jaminan sepenuhnya kepada pembayar iuran/kontribusi/premi apabila terjadi sesuatu yang menimpa pihak pertama atau barang miliknya sesuai dengan perjanjian yang sudah dibuat) -  Wikipedia
Tentu saja akhir-akhir ini sudah berubah dong opini gw terhadap asuransi. Tak kenal maka tak sayang. Gw pelajari tentang asuransi lebih jauh beserta manfaatnya. Tapi, benahi dulu definisi awal asuransi. Banyak orang yang salah kira kalau asuransi adalah soal "investasi." Asuransi bukan investasi.

Hoax Yang Makin Menggila

 

Kabar burung atau yang sering dikenal sekarang dengan sebutan HOAX mencapai level yang sangat melelahkan. Hoax memang sudah ada sejak dahulu kala, sejak dari awal ku mengenal HP. Hoax yang sering terjadi adalah SMS yang tersebar menggunakan nama nabi atau tuhan atau agama dan mewajibkan orang yang menerima SMS tersebut untuk menyebarkannya sebanyak puluhan kali. Jika tidak disebarkan dalam hari yang sama maka penerima pesan akan mengalami nasib buruk, bahkan meninggal dan tidak akan pernah bahagia. Serem kan?

Jadilah diriku yang masih SMP kala itu bingung sekali apa yang akan terjadi padaku dan juga orang yang kukenal jika ku tak segera broadcast pesan biadab tersebut dalam hari itu. Jikalau pulsa sedang cukup, maka sesegera mungkin kusebar. Jika tidak, yaaa segera ku berangkat beli pulsa. Bodohnya aku.

Nah, masuk SMA, ku mulai bertanya-tanya apa iya kalau pesan itu nggak disebarkan kita bisa celaka? Karena penasaran akhirnya ku tantang diriku. Tapi doa dulu dong, "Ya tuhan kalo emang nasibku baik dan buruk semua itu atas kehendakmu. Bukan karena sms sialan ini". Ketika mendapatkan pesan seperti itu, kucoba tak kusebarkan. Dan dalam jangka waktu tertentu tak ada kejadian yang membuatku terpuruk atau kejadian buruk menimpa. Smua normal. Normal sekali. Jadi ku berpikir "FFS why did I do that? Stupid!".

Dulu sih susah ya konfirmasi berita tertentu karena cyber police  masih nggak terlalu penting dan banyak. Tapi belakangan, dengan munculnya kegilaan hoax atas hal-hal konyol terciptalah cyber police (dan ini biasanya sesegera mungkin dikonfirmasi di akun Humas.pmj jika ada broadcast nyeleneh). Hoax yang rame kemaren adalah kasus RS yang katanya bonyok digebukin orang. Karena gw belajar dari pengalaman buat nggak segera percaya kabar atau pesan tertentu, jadilah gw santai aja bilang "Ya kalo emang dia digebukin, smoga pelakunya cepet ketemu dan cepet sembuh". Simpel kan?

Tapi kasusnya terbongkar terlalu cepat. Karena keesokan harinya RS mengaku itu bohong dan hoax. Alasan dihajar orang digunakan demi tidak membuat keluarganya khawatir karena hasil operasi sedot lemak (atau operasi apapun itu lah). Buat gw, gw lebih khawatir kalo tau mamak gw digebukin orang daripada tau bengkak karena operasi. Jadi menurut gw itu alasan absurd. Disaat dirinya yang dengan lantang selalu teriak tentang kabar bohong, hoax atau apapun itu tapi ternyata dia terpeleset sendiri dengan hoax yang tanpa sengaja diciptakannya sendiri.

Terlepas dari apapun alasan dibelakang RS mengaku digebuk orang, sangat disayangkan sekali ternyata jejeran orang teratas pun bisa membuat kabar bohong dan juga bisa membohongi orang-orang yang ada diatas sana. Sekali lagi, disini gw nggak tau dia beneran bikin berita bohong atau hanya intrik atau apapun itu, tapi hal ini benar-benar KONYOL.

Karena hal tersebut berkaitan dengan politik tentunya, dari kacamata pribadi gw hal ini adalah satu tindakan bego yang tidak dipikirkan rentetan yang ada di belakangnya. Yaaaa sudahlah yang jelas kita kudu jauh lebih pinter lagi dalam penggunaan IT dan tentunya lebih bijak lagi.

Buat Dokter Tompi si ahli bedah plastik, saya turut bersedih kemarin anda diserang diajarin politisi tentang hal yang menjadi ekspertise anda sendiri. Disini saya mikir, ibarat kata ada orang non eksak yang ngajarin saya gimana caranya nyari integral tingkat 3. Tapi saya tetap terhibur dengan cuitan para netijen di twitter terutama hashtag SaveRioDewanto. Karena seperti kata Netijen, kalau yang ngeluh soal mertua berarti belom pernah jadi seperti Rio Dewanto. Oh netijen ohh oh netijen

Jadi menurut gw sih, ketika kita dengar kabar yang kita sendiri nggak yakin itu bener apa nggaknya, jangan semakin memperkeruh keadaan dengan menyebarkannya plus menambah bumbu huru hara didalamnya. Karena gw yakin sih, diam lebih ok daripada menyebarkan sesuatu yang tak pasti 😁

Comments

  1. Orang sekarang kalo saya liat mudah percaya hal-hal yang heboh. Tanpa perlu mencari tahu kebenarannya, terus share aja di grup biar keliatan eksis. Mungkin karena orang dulu makannya tradisional jadi otaknya gak gampang tremor kaya orang sekarang yang makanannya kebanyakan micin.

    ReplyDelete
    Replies
    1. hidup micin!

      ya gimana ya, padahal banyak yg berpendidikan lho masa sih ga kroscek dulu. masa kroscek cm sekali aja. emng tujuanny kan dibikin heboh biar smua fokus kesana sih. tapi skrg akun humas polri sdkt byk ya bantuin konfirmasi berita hoax atau bukan, jd sebelum share biasanya kutahan dulu sampai polri konfirm itu hoax apa bkn. kl bukan ya yg share lngsg tak bungkus lol!

      jd kita jg kudu pinter jd filter sih mnrtku. yuk balik makan makanan tradisional lagi biar ga tremor uteknya wkwkwkkw

      Delete

Post a Comment

Share your thoughts with me here

Popular posts from this blog

[Piknik] Prambanan lagi

Salah satu pesona Jawa Tengah adalah Candi Prambanan. Saya sudah 3 kali berkunjung ke situs warisan dunia ini. Candi yang terletak di perbatasan Jawa Tengah dan jogja ini selalu menimbulkan kesan mistis bagi saya. Terletak tak jauh dari jalan raya, sehingga mengunjunginya pun sangat mudah. Berbeda dengan Candi Borobudur yang letaknya sangat jauh dari jalan raya besar. 
Ok, menurut saya ada 3 cara menuju candi ini. Menggunakan bus transjogja, taksi, dan kendaraan pribadi. Bagi yang menggunakan transjogja, saya pernah menggunakannya berangkat dari daerah kampus UNY, daerah Depok Sleman. 1 kali transit, 2 kali berganti bus. Dengan harga transjogja yang kala itu, 2014, seharga 3500 rupiah. Tapi sampai saat ini masih sama harganya, menurut info dari teman. Lokasi shelter bis berada agak jauh dari pintu masuk lokasi candi, mungkin kira-kira 500meter sampai 1kilometer. Kalau jalan, menghabiskan waktu sekitar 15-20menit. Bisa juga naik becak untuk opsi yang lain. Lagi-lagi, jangan lupa menaw…

Pake Jenius

Beberapa waktu lalu sering liat counter Jenius di Matos, yang lalu kutemui pula di MOG. Anak Malang tau lah dua mall ini. Nah udah cari info sana sini ya, kok kayaknya asik gitu. Jadi memberanikan diri untuk sign up. Apakah perlu kujelaskan fitur dan fungsinya secara mendetail? Karena sudah banyak tercecer informasinya di internet. Nggak ah, gw mau bahas pengalaman gw pake kartu ini selama sebulan ini.

Sign up lah aku di counter MOG (ya gusti kejebak lagi gw pake nambah kartu-kartuan begini). Kemudian, berkatalah mbaknya "Transfer aja mbak satu juta kesini, kita lagi ada promo kalau transaksi pertama kali satu juta akan ada free kartu member starbucks dengan saldo 50ribu. Lumayan lho mbak Starbucks". Gw nggak fanatik Sbucks (cuma kalo harus beli Chai tea selalu kesini). Dan tanpa sadar pun gw transfer sejuta ke akun jenius gw. Because, why not? Lagian juga mindah duit gw sendiri ke rekening yang lain kan? Nggak ilang duit juga.

Jadilah kudapat kartu Jenius beserta k…

Punya Rekening Lagi : CIMB on Account

Saya cenderung males bawa uang cash. Kenapa? Ribet, nominal rupiah yang gede banget kebanyakan nol, dan seringnya di dompet isinya duaribuan. Pernah lho duaribuan itu ada kali 30lembar. Serasa kaya, kalo duitnya merah haha

Saya lebih suka debet. Lebih praktis kan, tapi nggak bisa dipake beli di toko kelontong. Jatohnya malah lebih mahal sih emang, dipakenya juga kalo nggak ke toko kelontong kan. Tapi... Saya juga sebenernya rada takut akhir-akhir ini. Karena uang di rekening bisa aja tiba-tiba ilang. Ada temen, satu kali gaji ilang. Untung aja dia urusin bener-bener dan bisa balik duitnya. Ada lagi OB juga gitu, duitnya juga ilang mendadak. Takutnya itu kan di hack atau diduplikat kartu ATM nya. Semakin canggih lah pokoknya.

Nah karena banyak kejadian kayak gitu, saya jadi lebih protektif ke kartu mana yang bisa dipake sembarangan dan mana yang nggak boleh. For sure, ini berhubungan dengan berapa banyak jumlah rekening yang dimiliki. Menurut saya sih minimal harus punya 2. Satu buat …