Moscow Dulu, masih sempet pakai sepatu dengan hak 5 cm waktu kerja kantoran. Ya karena harus keliatan formal aja sih, meskipun nggak ada yang ngelarang juga kalau mau sepatu sneakers pun. Toh juga waktu kerja sepatu dilepas dan pakai sendal jepit. Tapi itu sudah lama sekali. Setelahnya, bertahun-tahun hanya punya 1 sepatu sneakers dan 1 sandal. Sendal jepit punya lah ya, kan hidup di Bali. Salah satu esensial itu. Sebenernya alesannya sederhana, bukan karena nggak mau punya sepatu lebih dari satu tapi lebih ke males harus nyocokin sepatu lagi ke kaki yang belum tentu enak dipakainya. Sepatu itu adalah hal esensial yang buat gw nggak apa mahal yang penting nyaman. Karena taruhannya di pijakan, dan itu bisa berdampak ke banyak hal kalau salah pilih sepatu. Jalan kaki adalah bagian besar dari hidup gw, jadi punya sepatu nyaman adalah hal yang tidak bisa dinego. Nah, meskipun gw beberapa kali pernah jalan-jalan saat musim dingin, Moskow ini agak beda. Kalau di Belanda, mes...
Sudah hampir 6 bulan bermukim di Surabaya jadi orang kantoran. Pertama sih aneh ya rasanya karena setiap hari udah pasti tau mau ngapain seharian itu. Tapi disini kali ini bukan mau membahas hal itu tapi membahas sifat dan karakter rekan kerja. Ada yg diam2 menghanyutkan, ternyata jago sikut sana sini. Ada yg cuek banget. Ada juga yg ceplas ceplos dan bebas berekspresi. Ada yg hobi kasih saya makanan. Ada yg kayak orang oon. Ada yg nggak pernah senyum. Ada juga yg suka bersin. ada juga yg kalau udah ngomong iku keras banget suaranya. Dan sifat2 lainnya. Kadang disela2 kebosanan kerja jadi cukup terhibur dg beberapa sifat unik rekan kerja. Ada aja obrolan ringan yg dibahas macam siapa pelaku pembunuh Mirna *itu berat sih*, kalau nggak gitu obrolan berat soal makanan apa yg bakal dibawa besok *sumpah ini keputusan yg susah tiap harinya*. Eh ada juga lho OB yg suka ngegosipin saya sama Prisca temenku yg di lain departemen. Karena katanya dari gosip yg menyebar itu saya sama dia digosip...