Skip to main content

Sepatu Winter Pertama

Moscow Dulu, masih sempet pakai sepatu dengan hak 5 cm waktu kerja kantoran. Ya karena harus keliatan formal aja sih, meskipun nggak ada yang ngelarang juga kalau mau sepatu sneakers pun. Toh juga waktu kerja sepatu dilepas dan pakai sendal jepit.  Tapi itu sudah lama sekali. Setelahnya, bertahun-tahun hanya punya 1 sepatu sneakers dan 1 sandal. Sendal jepit punya lah ya, kan hidup di Bali. Salah satu esensial itu. Sebenernya alesannya sederhana, bukan karena nggak mau punya sepatu lebih dari satu tapi lebih ke males harus nyocokin sepatu lagi ke kaki yang belum tentu enak dipakainya.  Sepatu itu adalah hal esensial yang buat gw nggak apa mahal yang penting nyaman. Karena taruhannya di pijakan, dan itu bisa berdampak ke banyak hal kalau salah pilih sepatu. Jalan kaki adalah bagian besar dari hidup gw, jadi punya sepatu nyaman adalah hal yang tidak bisa dinego.  Nah, meskipun gw beberapa kali pernah jalan-jalan saat musim dingin, Moskow ini agak beda. Kalau di Belanda, mes...

Pakai eSIM Untuk 30 Hari di Belanda

Amsterdam

Ini pertama kalinya beli eSIM. eSIM ini nggak semua ponsel bisa, kebetulan aja gw beli karena ya ponsel gw bisa dipake eSIM. Sebelumnya sih gw jarang banget beli kuota internet kalau ke luar Indonesia. Kalau dibilang mahal buanget sih tergantung negaranya ya, cuma kadang males. Jadi kalau lagi di luar dan nggak ada internet gw bisa bilang "Wah lagi nggak ada internet gw di luar" 😅

Nah, gw pilih eSIM karena mikir kalau pake alat macem mifi begitu pasti harus pick up alatnya, kalau beli SIMCARD ribet harus kasih paspor, harus ganti kartunya juga. Lalu terbesitlah eSIM. Gw cari beberapa eSIM yang banyak beredar buat di Eropa. Tadinya mau milih Simyo tapi harus abonemen bulanan. Ah nggak dulu deh. Kalau lamaan di sana aja baru okelah. 

Tiap kali ke luar negeri, gw nggak pernah pakai roaming dari kartu gw sendiri karena menakutkan harganya. Tidak worth it. 

Akhirnya gw nemu eSIM dari Maya.

Menurut gw, kartu ini termasuk bersaing harganya. Gw beli yang 3GB dengan harga EUR 9 untuk satu bulan. Gw pikir ya karena gw cuma perlu chat aja di luar rumah, nggak mungkin juga keluar rumah mau strolling instagram juga. Okelah gw ambil yang 3GB aja lah. Lumayan. 

Setelah melakukan pembelian di websitenya, kita bisa login masuk ke websitenya untuk aktivasi kartu. Aktivasi ini bisa diatur untuk sehari sebelum dipakai. Gw waktu itu 24 jam sebelum dipakai gw aktifin. Nah, SIM akan aktif ketika kita berada di negara tujuan. Jadi waktu sampai di Belanda gw langsung matiin mode pesawatnya, nomer SIM langsung masuk 2. SIM Indonesia dan eSIM. Untuk jaringannya ngikut ke salah satu provider internet di negara tersebut.

Di setelan HP bisa diaktifkan saja yang eSIM sebagai SIM kedua dan matikan yang SIM utama, biar kalau-kalau internet habis jadi nggak nyedot roaming SIM utama. Kalau nggak dimatiin SIM utamanya, jaringan di HP bakal ketampil keduanya. 

Nah, karena ini yang gw pilih adalah untuk akses di Belanda, jadi waktu ke Jerman ya jaringannya mati 😕 Sepertinya sih ada yang langsung sekalian paket se-Eropa gitu, cuma kemaren nggak kepikiran nyari juga karena tujuannya mudik aja. Kalau kurang (kejadian juga), bisa langsung top up via website dan data langsung ter-update otomatis.

Kapan hari waktu banding-bandingin eSIM, harga mereka cukup bersaing satu sama lain. Ada yang dengan harga yang sama, pilihan banyak GB tapi durasinya cuma 7 hari. Ada juga yang GB dikit tapi durasi 30 hari. Jadi tinggal sesuaikan aja kebutuhannya seperti apa. Ada banyak kok provider lain yang sedia eSIM, yang penting cek aja HP nya dukung eSIM apa nggak. Karena nggak semua HP bisa pakai eSIM untuk saat ini. 

Menurut gw, eSIM sangat worthy sekali dibandingkan harus buka tutup HP untuk pasang SIMCARD. Nggak resiko hilang juga karena SIMcard yang bentuknya sekecil itu. Tinggal pilih aja nanti yang mana yang lebih bersaing harganya dan mana yang diperlukan. 

Comments

Popular posts from this blog

Jumat ceria

Hari ini memang bukan hari jumat, tapi cuman mau bilang aja sih kalo hari yang paling aku tunggu-tunggu itu hari jumat. Why?   Karena jumat itu selalu ceria, kalopun ada meeting besar pasti di hari jumat dan banyak cemilan, orang-orang pada berangkat sholat jumat, yang nasrani juga mengikuti misa di kantor, bisa pake baju bebas dan bebas berekspresi sepuas-puasnya, dan..... bisa video call sepuasnyaaaaaa kapanpun karena dia libur kerja 😍😍 gambarnya lucu 😁  taken from internet

Sepatu Winter Pertama

Moscow Dulu, masih sempet pakai sepatu dengan hak 5 cm waktu kerja kantoran. Ya karena harus keliatan formal aja sih, meskipun nggak ada yang ngelarang juga kalau mau sepatu sneakers pun. Toh juga waktu kerja sepatu dilepas dan pakai sendal jepit.  Tapi itu sudah lama sekali. Setelahnya, bertahun-tahun hanya punya 1 sepatu sneakers dan 1 sandal. Sendal jepit punya lah ya, kan hidup di Bali. Salah satu esensial itu. Sebenernya alesannya sederhana, bukan karena nggak mau punya sepatu lebih dari satu tapi lebih ke males harus nyocokin sepatu lagi ke kaki yang belum tentu enak dipakainya.  Sepatu itu adalah hal esensial yang buat gw nggak apa mahal yang penting nyaman. Karena taruhannya di pijakan, dan itu bisa berdampak ke banyak hal kalau salah pilih sepatu. Jalan kaki adalah bagian besar dari hidup gw, jadi punya sepatu nyaman adalah hal yang tidak bisa dinego.  Nah, meskipun gw beberapa kali pernah jalan-jalan saat musim dingin, Moskow ini agak beda. Kalau di Belanda, mes...

Otak Setengah-Setengah

  semoga gambar ini menjawab rasa penasaran orang ketika mengetahui saya kuliah matematika. this is exactly what I did. bercerita melalui teorema dan conjecture Otak bawaan saya dominan kearah eksak. Saya pun juga memutuskan untuk kuliah jurusan matematika. Ketika sebagian besar orang eksakta sangat membenci Bahasa (Bahasa Inggris dan Bahasa asing lainnya), saya sangat mencintai belajar Bahasa. Sejak masih SD, saya suka sekali belajar Bahasa asing. Pertama belajar pasti Bahasa inggris dong. Kemudian saya jatuh cinta dengan Bahasa Spanyol (yang sampe saat ini nggak mahir-mahir gara-gara nggak punya guru).  Padahal, sayang sekali jika ada seorang jenius dibidang eksakta, tapi kemampuan bahasanya nggak mumpuni. Semisal temen saya, yang pinter banget kimia, fisika, matematika, eh tapi bahasanya nol. Jadilah adegan, ‘eh nyontek kimia lu’ ‘enak aja nyontek, mikir sendiri’ ‘ehh yaudah Bahasa Inggris lu juga mikir sendiri ya. Awas kalo nyontek gw’ Ngancemny...