Skip to main content

Surviving -20 Celcius in Moscow

frozen lake in Moscow I'd say surviving because I am a tropical girl coming from 30-35 degree Celcius. So yes, this is about surviving such differences in temperature. I spent my whole life in a tropical country then I have to be in a -20 celcius, not an easy situation.  Obviously, I came prepared. I have been in a 0 celcius and learned that double triple layering is the right answer. Moscow has heater that runs nonstop since the beginning of (probably, I dont remember) November until early May. So you technically can not turn it off or on. Many days it gets too hot inside. Going to the mall in Moscow got me super sleepy and tired because it feels most of the time like in Sauna. So, double triple layering in Moscow is the right thing to do.  November temperature usually started to feel chilly, still not lower than 0. December will get colder can be minus. But January and February are the coldest season. This year dropped to -20 (that I can remember). The average temperature wa...

Pakai eSIM Untuk 30 Hari di Belanda

Amsterdam

Ini pertama kalinya beli eSIM. eSIM ini nggak semua ponsel bisa, kebetulan aja gw beli karena ya ponsel gw bisa dipake eSIM. Sebelumnya sih gw jarang banget beli kuota internet kalau ke luar Indonesia. Kalau dibilang mahal buanget sih tergantung negaranya ya, cuma kadang males. Jadi kalau lagi di luar dan nggak ada internet gw bisa bilang "Wah lagi nggak ada internet gw di luar" 😅

Nah, gw pilih eSIM karena mikir kalau pake alat macem mifi begitu pasti harus pick up alatnya, kalau beli SIMCARD ribet harus kasih paspor, harus ganti kartunya juga. Lalu terbesitlah eSIM. Gw cari beberapa eSIM yang banyak beredar buat di Eropa. Tadinya mau milih Simyo tapi harus abonemen bulanan. Ah nggak dulu deh. Kalau lamaan di sana aja baru okelah. 

Tiap kali ke luar negeri, gw nggak pernah pakai roaming dari kartu gw sendiri karena menakutkan harganya. Tidak worth it. 

Akhirnya gw nemu eSIM dari Maya.

Menurut gw, kartu ini termasuk bersaing harganya. Gw beli yang 3GB dengan harga EUR 9 untuk satu bulan. Gw pikir ya karena gw cuma perlu chat aja di luar rumah, nggak mungkin juga keluar rumah mau strolling instagram juga. Okelah gw ambil yang 3GB aja lah. Lumayan. 

Setelah melakukan pembelian di websitenya, kita bisa login masuk ke websitenya untuk aktivasi kartu. Aktivasi ini bisa diatur untuk sehari sebelum dipakai. Gw waktu itu 24 jam sebelum dipakai gw aktifin. Nah, SIM akan aktif ketika kita berada di negara tujuan. Jadi waktu sampai di Belanda gw langsung matiin mode pesawatnya, nomer SIM langsung masuk 2. SIM Indonesia dan eSIM. Untuk jaringannya ngikut ke salah satu provider internet di negara tersebut.

Di setelan HP bisa diaktifkan saja yang eSIM sebagai SIM kedua dan matikan yang SIM utama, biar kalau-kalau internet habis jadi nggak nyedot roaming SIM utama. Kalau nggak dimatiin SIM utamanya, jaringan di HP bakal ketampil keduanya. 

Nah, karena ini yang gw pilih adalah untuk akses di Belanda, jadi waktu ke Jerman ya jaringannya mati 😕 Sepertinya sih ada yang langsung sekalian paket se-Eropa gitu, cuma kemaren nggak kepikiran nyari juga karena tujuannya mudik aja. Kalau kurang (kejadian juga), bisa langsung top up via website dan data langsung ter-update otomatis.

Kapan hari waktu banding-bandingin eSIM, harga mereka cukup bersaing satu sama lain. Ada yang dengan harga yang sama, pilihan banyak GB tapi durasinya cuma 7 hari. Ada juga yang GB dikit tapi durasi 30 hari. Jadi tinggal sesuaikan aja kebutuhannya seperti apa. Ada banyak kok provider lain yang sedia eSIM, yang penting cek aja HP nya dukung eSIM apa nggak. Karena nggak semua HP bisa pakai eSIM untuk saat ini. 

Menurut gw, eSIM sangat worthy sekali dibandingkan harus buka tutup HP untuk pasang SIMCARD. Nggak resiko hilang juga karena SIMcard yang bentuknya sekecil itu. Tinggal pilih aja nanti yang mana yang lebih bersaing harganya dan mana yang diperlukan. 

Comments

Popular posts from this blog

Jumat ceria

Hari ini memang bukan hari jumat, tapi cuman mau bilang aja sih kalo hari yang paling aku tunggu-tunggu itu hari jumat. Why?   Karena jumat itu selalu ceria, kalopun ada meeting besar pasti di hari jumat dan banyak cemilan, orang-orang pada berangkat sholat jumat, yang nasrani juga mengikuti misa di kantor, bisa pake baju bebas dan bebas berekspresi sepuas-puasnya, dan..... bisa video call sepuasnyaaaaaa kapanpun karena dia libur kerja 😍😍 gambarnya lucu 😁  taken from internet

Fire in the Building

Who would have thought that I  experienced fire in the building.  This is my first time living in an appartement. Of course I never chose appartement when living in Indonesia because it’s a real high risk when the earthquake happen. But here we are placed in an appartement. What got me relieved the first time that we are in the lowest floor so if something happen we will be quickly evacuated.  That’s what I thought.  Until it really happened.  We slept around midnight and abruptly woken up by the noise outside. I thought it was the drunk people just got back from night club or the restaurant next door was doing some deep cleaning. So loud that I had to wake up. My husband peeked outside and immediately said “fire brigade outside, you wait here!” I was just “am I dreaming or what?” I put on clothes, checked outside and saw a few of fire trucks. I checked the other side of the appartement and saw a few of police cars and ambulances.  “Oh no, something serious...

Jangan minta oleh-oleh!

    Taken from internet Pernah nggak kalau kita mau bepergian, trus orang-orang pada bilang 'Jangan lupa oleh-olehnya ya' ? Pasti pernah dong ya... Yang jelas saya nggak pernah ngerti kenapa orang sering meminta sesuatu ketika kita pergi somewhere. Dulu waktu kecil juga saya suka bilang begitu. Siapa yang pergi kemana pasti deh 'jangan lupa oleh-olehnya ya om, tante pakdhe, budhe, mas, mbak'. Tapi lama kelamaan saya mikir 'saya cuman ngomong aja tanpa niat minta oleh-oleh', kecuali kalo memang kita menitipkan hal itu karena memang hanya ada ditempat yang akan dikunjungi orang tersebut, misal buku. Pernah nitip beliin buku di Korea karena emang adanya disana. Jadi esensinya oleh-oleh itu apa? Saya juga kurang tau soalnya udah nggak pernah lagi minta dibawain oleh-oleh. HJ pulang ke Belanda sana saya cuma minta beliin buku. Itupun nggak dibeliin gara-gara bukunya nggak bagus kata dia. Oleh-oleh pun ada yang sekedar apa adanya karena emang adanya begitu...