Rabu, 21 Agustus 2019

Punya Saham? Semua bisa!

Karena gw keturunan sultan, gw putuskan untuk beli saham.

😂

Jadi begini, setelah beberapa jenis investasi yang gw terjunin, er maksudnya didalami, gw mulai berani terjun ke dalam jurang persahaman. Udah terdengar kaya belom? 😂 Jangan salah, beli membeli saham ini bisa dimulai dari harga ratusan ribu juga lho, bahkan ada yang harga sahamnya masih sekitar 300an rupiah per lembarnya. Gila kan?

Tapi meskipun gila, tidak semua harus dibeli hanya karena MURAH. Tolong bukan begitu mainnya.

Ok gw coba jelasin dikit ya soal saham ini. Disaat perusahaan mulai membuat sahamnya go public, itu artinya masyarakat bisa memiliki saham perusahaan tersebut dengan pembelian minimal 1 LOT. Menurut definisi adalah sebagai berikut : Lot merupakan satuan terkecil untuk dapat melakukan transaksi pembelian maupun penjualan saham. 1 Lot terdiri dari 100 Lembar saham.


Jadi harga yang tertampil dalam daftar pasar saham itu adalah harga per lembarnya. Misal nih tertera ANTM (Aneka Tambang) harganya 1,040 itu artinya satu lembarnya seharga 1,040 rupiah. Minimal yang kita bisa beli adalah 100 lembar (atau 1 LOT) sehingga kita harus membayarkan 104,000 rupiah untuk satu Lot ANTM.

daftar watchlist ini gw ambil dari Stockbit (kakaknya Bibit) karena load cepet dan gw pake mantau harga saham aja. kita bisa isi watchlist dg saham-saham yang kita incar.

Pertanyaan terpentingnya adalah bagaimana cara mendaftar untuk membeli saham tersebut? Nah ini penting juga karena, kita harus daftar dulu melalui sekuritas yang ditawarkan oleh bank-bank yang ada. Temen gw pake BNI sekuritas, bisa dicek di sini untuk selanjutnya bisa dibaca ya jangan malas baca. Nah setelah itu data kita dikirimkan ke pusat untuk diolah dan blablabla. Biasalah birokrasi. (Sekuritas bank lain bisa dicari sendiri ya karena berkenaan juga dengan fee yang mereka tawarkan).

Saham Blue Chip yang gw punya, kemarin ANTM sempet bikin untung 10ribuan satu lot nya

Sedangkan gw pake via aplikasi namanya IPOTGO milik Bank Permata yang mana data bisa kita ajukan melalui aplikasi tanpa harus mengirim data ke pusat. Biasa kan, gw anaknya ga suka ribet. Tapi kelemahan IPOTGO ini dia lemot banget dah karena loading datanya yang amat banyak. Kata temen gw "Butuh sabar aja bebb" Oh iya temen gw ini ya si Prisca satunya ini yang suka ngajakin investasi.

Nah long story short nih kalau kita udah punya yang namanya rekening sekuritas. Rekening ini digunakan sebagai tempat menampung dana sebelum kita beli saham. Jadi nggak bisa ujug-ujug klik buy tapi harus transfer dana dulu ke rekening sekuritas tadi kemudian baru bisa beli saham.

Setelah dibeli, yang terjadi adalah menanti hingga masuk ke dalam rekening kita. Prosesnya bisa membutuhkan waktu selama 2-3 hari. Setelah itu yaaa selamat anda sudah memiliki saham.

 

Nah, kapan waktu yang pas buat beli saham? Balik lagi ke niat awal investasi itu apa. Kalau niatnya untuk memburu saham yaaa waktu yang pas dibeli saat harga sedang turun. Tapi kalau tipe investasi "santai" yang penting rajin nabung, bisa di set waktu membelinya tiap bulan. Continuity is the key. 

Lalu, saham apa yang harus dibeli? Demi keamanan rookie, pilihlah perusahaan-perusahaan yang masuk dalam kategori blue chip. Mereka adalah perusahaan papan atas yang nggak main-main asetnya, nggak main-main juga keuntungan serta formasi tim di perusahaannya. Bukan perusahaan abal-abal tentunya.


Jadi jangan asal, "wah murah beli ah", tapi harus dipelajari prospek jangka panjangnya juga. Kenali produk yang mereka miliki. Apakah kita cukup mengenalnya, apakah cukup jelas produk apa itu, dsb. Jadi ibaratnya kalau reksadana kan manager investasinya yang mikir dan juga punya kecenderungan naik meskipun lambat. Kalau saham ya pemiliknya sendiri yang mikir gimana enaknya dan kapan belinya.

Note per akhir minggu bulan Agustus 2019 : Beberapa saham sedang turun. Saham BRI dan ANTM juga sedang turun bahkan jauh dibawah gw beli sahamnya kemarin. Tapi gw lagi ga punya duit nganggur LOL. Tapi yang mau punya saham, ini saat yang tepat beli pas harga diskon.
Share:

10 komentar:

  1. Keren. Sempet pengen beli di bibit, bayar nya juga gampang pakai gopay. Praktis. tapi kurang lengkap yah bibit. Gak kayak ipot. Lanjutkan..👍

    Eh iya salam kenal. Blog anda bagus sekali.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bibit sejauh ini cuma reksadana aja sih, kalau saham ada banyak lainnya yang pakai aplikasi juga. ada mirae, ada apa lagi itu. Tapi karena sudah pakai ipotgo yasudah dilanjutkan disini saja :D iya betul baru tau di ipot bs reksadana waktu udah punya saham stlh buka reksadana di bibit haha.

      Ya mungkin nanti kalau butuh reksadana lagi bs buka di ipotgo :)

      jadi udah punya saham? ;)

      Hapus
  2. Kayaknya seru ga siiiiiiiiih, punya saham gitu gitu. Ngalirrrrrr terus kalau emang bener.

    BalasHapus
    Balasan
    1. seru dongggg, apalagi pas belinya lagi tinggi2nya trus besoknya anjlog. sueruuu itu sedihnya hahahahah!!! tapi nggak papa lah, kan buat jangka panjang. anggep aja mainan internet yg bermanfaat demi masa depan ketika tua menjelang ahoi

      Hapus
  3. Eikeh sudah punya sis, berkali-kali cuan, dan berkali-kali dapet deviden. Tapi belom ada yang dijual sih. Orang niatnya buat inves. Cuman gw males aja nulisnya. Biar lah, anda saja yang nulis. Saya yang baca, komen sama julidnya, wkwkwkwkwk.

    BalasHapus
    Balasan
    1. gapapa aku wakilin aja :P
      aku jg berencana gak dijual dulu, ditabung aja sampe karatan, sapa tau ntar bisa buat belli kos seharga 2M yekannn??

      Hapus
    2. Kosnya isinya cabe-cabean ya sis? Mau dong ngekos disitu...


      Wkwkwkwk

      Hapus
    3. nanti ku kabarin kalo emang ada cabenya. jangan lupa bawa serta tomat dan terongnya, serta ulekannya ya siss

      Hapus

Share your thoughts with me here