Skip to main content

Sepatu Winter Pertama

Moscow Dulu, masih sempet pakai sepatu dengan hak 5 cm waktu kerja kantoran. Ya karena harus keliatan formal aja sih, meskipun nggak ada yang ngelarang juga kalau mau sepatu sneakers pun. Toh juga waktu kerja sepatu dilepas dan pakai sendal jepit.  Tapi itu sudah lama sekali. Setelahnya, bertahun-tahun hanya punya 1 sepatu sneakers dan 1 sandal. Sendal jepit punya lah ya, kan hidup di Bali. Salah satu esensial itu. Sebenernya alesannya sederhana, bukan karena nggak mau punya sepatu lebih dari satu tapi lebih ke males harus nyocokin sepatu lagi ke kaki yang belum tentu enak dipakainya.  Sepatu itu adalah hal esensial yang buat gw nggak apa mahal yang penting nyaman. Karena taruhannya di pijakan, dan itu bisa berdampak ke banyak hal kalau salah pilih sepatu. Jalan kaki adalah bagian besar dari hidup gw, jadi punya sepatu nyaman adalah hal yang tidak bisa dinego.  Nah, meskipun gw beberapa kali pernah jalan-jalan saat musim dingin, Moskow ini agak beda. Kalau di Belanda, mes...

Mayantara School


Pernah denger mayantara school sebelumnya? Kalo belom, kenalan dulu yuuukkk.

Oke, mayantara school itu pertama awal mulanya itu sebuah lembaga bahasa. Diwiwiti karo bahasa jerman, trus nyusul liyan2e semacem basa inggris, indonesia, arab, jepang, korea, apa lagi yah—lupa deh. Pokoknya awal mula dari bahasa lah. Udah setaun berdiri dengan judul “lembaga bahasa”. Nahh, saya dateng kesana pertama kali dg tawaran menjadi pengajar bahasa korea. Iya, saya dan temen sekamar ini jadi pengajar bahasa korea deh.
Beberapa waktu kemudian, ada orang yang minta pengajar untuk nemenin anaknya yang SD. Ngelesi judulnya, padahal juga nemenin doang. Akhirnya tawaran itu diberikan padaku dengan kondisi khusus dan tertentu. Inilah awal mula dibuka kelas baru yaitu kelas matematika dan ipa. Kelas baru. Gara-gara si ibu rt yang minta nih.

Kelas baru, dibuka. Dan saya tercatat sebagai pengajar matematika pertama. Terus nih ya, dapet juga sih ngajar matematika, matematika SMK, persiapan ujian akhir pula. Ohh menn. Saya terima dengan baik dan senang hati. Masih berlanjut nih, berawal dari anak yang kos di rumah pemilik mayantara ada tugas dari dosennya buat ppt dengan bahan bahasa inggris. Keterbatasan kemampuan mereka dalam memahaminya, membuat kita dapet kerjaan sampingan yaitu menerjemah. Dengan waktu yang singkat dan bayaran yang  lumayan, menerjemah merupakan salah satu kerja sampingan yang paling aduhai hahahah... akhirnya, dibukalah sesi baru yaitu sesi terjemah dengan 2 penerjemah awal adalah aku dan maya hohohoh

Ehhhh tadi belom ngenalin siapa pemilik mayantara school yaa??? Oke kita kenalin. Tercatat sebagai manager hrd dengan nama Ratih Putri Pratiwi atau lebih akrab dipanggil dengan nama mbak putri. Tercatat sebagai konsultan manager hrd dengan nama mas Yudis, yaaaa sebut saja suami mbak putri hehehe. Dan juga 2 jagoannya, Rama dan Cakra. Iya iya, sekeluarga ini emang aduhai banget deh. Kenalilah mereka, maka kau akan mengerti bagaimana mereka sebenarnya hahahahah

Melihat dari kedua kasus diatas, saya berani mengatakan bahwa sistem bisnis yang dilakukan mbak putri adalah “PALUGADA”. Apa lu mau, gue ada. Ini konsep bener2 diterapin mbak putri di mayantara school. Dan ada lagi nih kutukan yang terjadi di mayantara. Siapapun yang bersinggungan dengan mayantara, baik itu pemilik, pembantu, anak kos, pengajar bahkan sampe yang diajar, mereka semua pasti jadi orang ”grapyak”. Gak ada tuh orang mayantara yang gak “nyemanak dan grapyak”. Aneh emang, tapi menyenangkan. Berada di lingkungan mayantara itu seperti rumah. Seperti keluarga. Menyenangkan lah intinya.


Comments

Popular posts from this blog

Sepatu Winter Pertama

Moscow Dulu, masih sempet pakai sepatu dengan hak 5 cm waktu kerja kantoran. Ya karena harus keliatan formal aja sih, meskipun nggak ada yang ngelarang juga kalau mau sepatu sneakers pun. Toh juga waktu kerja sepatu dilepas dan pakai sendal jepit.  Tapi itu sudah lama sekali. Setelahnya, bertahun-tahun hanya punya 1 sepatu sneakers dan 1 sandal. Sendal jepit punya lah ya, kan hidup di Bali. Salah satu esensial itu. Sebenernya alesannya sederhana, bukan karena nggak mau punya sepatu lebih dari satu tapi lebih ke males harus nyocokin sepatu lagi ke kaki yang belum tentu enak dipakainya.  Sepatu itu adalah hal esensial yang buat gw nggak apa mahal yang penting nyaman. Karena taruhannya di pijakan, dan itu bisa berdampak ke banyak hal kalau salah pilih sepatu. Jalan kaki adalah bagian besar dari hidup gw, jadi punya sepatu nyaman adalah hal yang tidak bisa dinego.  Nah, meskipun gw beberapa kali pernah jalan-jalan saat musim dingin, Moskow ini agak beda. Kalau di Belanda, mes...

Jumat ceria

Hari ini memang bukan hari jumat, tapi cuman mau bilang aja sih kalo hari yang paling aku tunggu-tunggu itu hari jumat. Why?   Karena jumat itu selalu ceria, kalopun ada meeting besar pasti di hari jumat dan banyak cemilan, orang-orang pada berangkat sholat jumat, yang nasrani juga mengikuti misa di kantor, bisa pake baju bebas dan bebas berekspresi sepuas-puasnya, dan..... bisa video call sepuasnyaaaaaa kapanpun karena dia libur kerja 😍😍 gambarnya lucu 😁  taken from internet

Jangan minta oleh-oleh!

    Taken from internet Pernah nggak kalau kita mau bepergian, trus orang-orang pada bilang 'Jangan lupa oleh-olehnya ya' ? Pasti pernah dong ya... Yang jelas saya nggak pernah ngerti kenapa orang sering meminta sesuatu ketika kita pergi somewhere. Dulu waktu kecil juga saya suka bilang begitu. Siapa yang pergi kemana pasti deh 'jangan lupa oleh-olehnya ya om, tante pakdhe, budhe, mas, mbak'. Tapi lama kelamaan saya mikir 'saya cuman ngomong aja tanpa niat minta oleh-oleh', kecuali kalo memang kita menitipkan hal itu karena memang hanya ada ditempat yang akan dikunjungi orang tersebut, misal buku. Pernah nitip beliin buku di Korea karena emang adanya disana. Jadi esensinya oleh-oleh itu apa? Saya juga kurang tau soalnya udah nggak pernah lagi minta dibawain oleh-oleh. HJ pulang ke Belanda sana saya cuma minta beliin buku. Itupun nggak dibeliin gara-gara bukunya nggak bagus kata dia. Oleh-oleh pun ada yang sekedar apa adanya karena emang adanya begitu...