Urusan Pihak KUA Soal Kawin Campur

8:16 PM


Perkara dengan KUA ini ngeri-ngeri sedap. Kalau beruntung, pihak KUA akan sangat membantu dan tidak meminta tarif lebih. Perlu dicatat ya untuk pendaftaran menikah dan proses menikah di KUA maka kalian akan membayar IDR 0. Jika menikah dirumah atau weekend, maka biayanya IDR 600,000. Biaya ini berlaku untuk sesama Indonesia maupun kawin campur. Dengan catatan dokumen masuk H-12 (11 atau 12). Tapi kalau nggak beruntung ya meskipun dokumen masuk dalam jangka tersebut, ya masih kena biaya penalti seperti saya contohnya. Atau kalau lebih nggak beruntung lagi, mereka akan nanya 'Masa nikah sama bule cuma bayar 600ribu? lebih lah ini harusnya' (ini kejadian lho beneran).

Tidak semua orang KUA pinter (sorry to say that but that is true). Kasus yang pernah saya alami, pihak KUA minta ke saya "Mbak, agama calon suami tolong tulisin ke ID atau CNI nya ya". Lah mana bisa kan? CNI yang keluarnya cuma sekali aja dan harus dikopi ratusan kali karena kalo ilang ga bisa minta lagi, eh orang KUA bilang begitu. Saya bilang dong nggak bisa, dia ngotot bilang "Bisa lah, kan cuma nambah agama gitu doang". Emosi memuncak dong. Seenak udel aja ngetik-ngetik nambah. Kan soal agama bisa pakai surat konversi yang berfungsi menggantikan tulisan "AGAMA" di kolom ID! Bego dipiara sih.

Orang tersebut mengancam tidak akan memberikan kita surat nikah kalau nggak ditulis di CNI (atau ID nya) calon suami. Dia sombong bilang kalo dia sudah pengalaman ngurusin nikah jadi harus sesuai maunya karena dia yang berkuasa. Padahal aturan dari negara sudah jelas. Orang seperti itu hanya orang berengsek yang maunya mengeruk keuntungan menggunakan jabatan untuk berlaku sewenang-wenang.

Akhirnya ntah apa yang mama saya lakukan, yang jelas saya berdiri di aturan negara tanpa membawa embel-embel jabatan maupun status sosial apapun melawan orang yang seperti itu. Orang tersebut akhirnya mau menerima kalau tanpa tulisan AGAMA di CNI (Atau ID).

Jika memang takut menghadapi hal tersebut, kalian bisa juga kirim email ke beberapa departemen terkait perihal urusan menikah. Saya salut dengan petugas Konjen Belanda di Surabaya yang cepat dan sangat membantu mempercepat prosesnya. Birokrasi Indonesia jelas membutuhkan banyak perbaikan. Banyak orang yang ingin menjadi PNS, hingga rela melakukan apapun, jadi sudah seharusnya mereka juga bekerja untuk rakyat dengan cara yang benar.

Setelah mendapatkan buku nikah, masih ada satu step lagi yang harus dilewati yaitu legalisasi buku nikah di 3 departemen dan kedubes negara asal suami. Proses tersebut harus dilakukan secara berurutan dan tidak boleh meloncat. Untuk yang berada di luar Jakarta dan nggak mau ribet urus legalisasi, bisa pula diserahkan ke orang yang direkomendasikan kedubes untuk legalisasi. Karena jika domisili luar Jakarta, harganya pun akan jauh lebih murah dibanding kita urus sendiri. Kisaran harga yang dibantu agen sekitar 1-2 juta. Jadi harus benar-benar cermat jeli memilih agen.

Segitu dulu aja lah gambarannya kira-kira kalo ngurus dokumen, Ya meskipun nggak semua KUA gitu kok, ini hanya pengalaman buruk aja yang bisa aja kejadian nimpa situ. Semoga sih nggak. Beneran nggak asik banget. In case you need a help, do contact me here or emails. I would be glad to help for sure 😁

You Might Also Like

0 komentar

Let me know what you think about it ~ Share it here