Skip to main content

BaliSeries (1): Makan di Bali Itu Murah

Gw tinggal di Bali udah hampir 2 tahun, jadi pengen bikin tulisan #BaliSeries. Bukan tentang Bali yang umum diketahui orang, tapi hidup di Bali sebagai orang biasa dengan biaya hidup yang masuk akal. Orang-orang taunya Bali mahal. Padahal nggak juga hey! Tiap kali ada yang tau gw tinggal di Bali, orang pasti bilang "Eh, hidup di Bali kan mahal banget!" Hmm... nggak juga sih. Jadi gw akan tulis harga-harga di Denpasar ya karena gw tinggal di Denpasar. Denpasar yang ibukota dan bukan tempat tujuan utama turis buat plesir.  Gw sering keliling Bali tapi karena gw nggak tinggal di sana jadi gw nggak bisa bilang mahal murahnya. Tapi kalau untuk ukuran turis, harga di daerah utara dan timur bisa gw bilang lebih murah daripada Denpasar, Ubud, atau daerah pantai barat. Oke, tulisan pertama ini gw akan bahas hal yang gw demen. MAKANAN.  Gw secara personal lebih suka makanan Jawa daripada makanan Bali. Makanan Bali cenderung penuh rempah, rasanya kuat. Yaa setelah hampir dua tahun sih g

Urusan Pihak KUA Soal Kawin Campur


Perkara dengan KUA ini ngeri-ngeri sedap. Kalau beruntung, pihak KUA akan sangat membantu dan tidak meminta tarif lebih. Perlu dicatat ya untuk pendaftaran menikah dan proses menikah di KUA maka kalian akan membayar IDR 0. Jika menikah dirumah atau weekend, maka biayanya IDR 600,000. Biaya ini berlaku untuk sesama Indonesia maupun kawin campur. Dengan catatan dokumen masuk H-12 (11 atau 12). Tapi kalau nggak beruntung ya meskipun dokumen masuk dalam jangka tersebut, ya masih kena biaya penalti seperti saya contohnya. Atau kalau lebih nggak beruntung lagi, mereka akan nanya 'Masa nikah sama bule cuma bayar 600ribu? lebih lah ini harusnya' (ini kejadian lho beneran).

Tidak semua orang KUA pinter (sorry to say that but that is true). Kasus yang pernah saya alami, pihak KUA minta ke saya "Mbak, agama calon suami tolong tulisin ke ID atau CNI nya ya". Lah mana bisa kan? CNI yang keluarnya cuma sekali aja dan harus dikopi ratusan kali karena kalo ilang ga bisa minta lagi, eh orang KUA bilang begitu. Saya bilang dong nggak bisa, dia ngotot bilang "Bisa lah, kan cuma nambah agama gitu doang". Emosi memuncak dong. Seenak udel aja ngetik-ngetik nambah. Kan soal agama bisa pakai surat konversi yang berfungsi menggantikan tulisan "AGAMA" di kolom ID! Bego dipiara sih.

Orang tersebut mengancam tidak akan memberikan kita surat nikah kalau nggak ditulis di CNI (atau ID nya) calon suami. Dia sombong bilang kalo dia sudah pengalaman ngurusin nikah jadi harus sesuai maunya karena dia yang berkuasa. Padahal aturan dari negara sudah jelas. Orang seperti itu hanya orang berengsek yang maunya mengeruk keuntungan menggunakan jabatan untuk berlaku sewenang-wenang.

Akhirnya ntah apa yang mama saya lakukan, yang jelas saya berdiri di aturan negara tanpa membawa embel-embel jabatan maupun status sosial apapun melawan orang yang seperti itu. Orang tersebut akhirnya mau menerima kalau tanpa tulisan AGAMA di CNI (Atau ID).

Jika memang takut menghadapi hal tersebut, kalian bisa juga kirim email ke beberapa departemen terkait perihal urusan menikah. Saya salut dengan petugas Konjen Belanda di Surabaya yang cepat dan sangat membantu mempercepat prosesnya. Birokrasi Indonesia jelas membutuhkan banyak perbaikan. Banyak orang yang ingin menjadi PNS, hingga rela melakukan apapun, jadi sudah seharusnya mereka juga bekerja untuk rakyat dengan cara yang benar.

Setelah mendapatkan buku nikah, masih ada satu step lagi yang harus dilewati yaitu legalisasi buku nikah di 3 departemen dan kedubes negara asal suami. Proses tersebut harus dilakukan secara berurutan dan tidak boleh meloncat. Untuk yang berada di luar Jakarta dan nggak mau ribet urus legalisasi, bisa pula diserahkan ke orang yang direkomendasikan kedubes untuk legalisasi. Karena jika domisili luar Jakarta, harganya pun akan jauh lebih murah dibanding kita urus sendiri. Kisaran harga yang dibantu agen sekitar 1-2 juta. Jadi harus benar-benar cermat jeli memilih agen.

Segitu dulu aja lah gambarannya kira-kira kalo ngurus dokumen, Ya meskipun nggak semua KUA gitu kok, ini hanya pengalaman buruk aja yang bisa aja kejadian nimpa situ. Semoga sih nggak. Beneran nggak asik banget. In case you need a help, do contact me here or emails. I would be glad to help for sure 😁

Comments

Popular posts from this blog

Ujian hari senin

Kejadian ini terjadi tepat senin minggu lalu. Baru kali itu aku merasa 'WOW.. ini senin yeay'. Karena biasanya 'haduhh udah senen lagi'. Kebayang kan kalo seneng begitu dihari senen menyambut pagi dan hari itu rasanya langka banget. Otomatis pengennya hari itu berlangsung indah. Jam setengah 9 pagi, seperti biasa ke pantry ambil minum bareng sama temen sebangku. Dia bikin teh, aku nyuci botol sekalian ngisi dong. Seperti biasa juga, kadang aku males sih nyuci botol dengan ritual lengkapnya, akhirnya cuman bilas pake air panas. Ya mungkin nggak sampe 50 ml juga. Dikit banget deh. Temen juga selalu bersihin gitu gelasnya pake air panas. Pic source is here Eh lakok lakok... si bapak pantry yang serem itu tiba-tiba bilang 'Gak bisa ya gak nyuci botol pake air panas? Tiap sore itu banyak komplain gara-gara airnya abis'. Yakaliii air abis tinggal isi aja, ibu yang dulu aja nggak pernah ada komplain. Ya aku bilang lah ini cuman dikit, lagian yang ngelakuin ini

Jumat ceria

Hari ini memang bukan hari jumat, tapi cuman mau bilang aja sih kalo hari yang paling aku tunggu-tunggu itu hari jumat. Why?   Karena jumat itu selalu ceria, kalopun ada meeting besar pasti di hari jumat dan banyak cemilan, orang-orang pada berangkat sholat jumat, yang nasrani juga mengikuti misa di kantor, bisa pake baju bebas dan bebas berekspresi sepuas-puasnya, dan..... bisa video call sepuasnyaaaaaa kapanpun karena dia libur kerja 😍😍 gambarnya lucu 😁  taken from internet

Soal ujian TOPIK vs EPS TOPIK

Setelah membahas perbedaan TOPIK dan EPS TOPIK , kali ini saya akan menulis materi tentang apa saja yg diujikan *agak sedikit detail ya*. Pengalaman mengikuti dan 'membimbing' untuk kedua ujian tersebut, jadi sedikit banyak mengetahui detail soal yg diujikan. Dimulai dari EPS TOPIK. Jika anda adalah warga yg ingin menjadi TKI/TKW di Korea, lulus ujian ini adalah wajib hukumnya. Kebanyakan dari mereka ingin cara singkat karena ingin segera berangkat sehingga menggunakan cara ilegal. Bahkan ada yg lulus tanpa ujian. Bisa saja, tapi di Korea dia mlongo. Untuk soal EPS TOPIK, soal-soal yg keluar adalah materi tentang perpabrikan dan perusahaan semacem palu, obeng, cangkul, cara memupuk, cara memerah susu sapi, cara mengurus asuransi, cara melaporkan majikan yg nggak bener, cara membaca slip gaji, sampai soal kecelakaan kerja. Intinya tentang bagaimana mengetahui hak dan kewajiban bekerja di Korea termasuk printilan yang berhubungan dengan pekerjaan. Karena yang melalui jalur ini