Skip to main content

Hello Menstrual Cup!

Two years ago when I was in Bali for a holiday with my husband, I saw an ad about a menstrual cup. That really surprised me. I was like, "Huh? A cup inside?" Well technically it is fine with penis inside, so it should be fine with a food-grade silicone cup inside. 
I am afraid I am gonna say "I am disappointed for not using this sooner" as so many reviews go like that.

The reason why I want to convert my menstrual pad to a menstrual cup is I got rashes so much when I am on my period. It's kind of allergic and that is every women's problem. 
A menstrual cup is reusable, no waste at all, you can use it for 5-10 years or until it cracks (then you have to change it). So this is an eco-friendly product. I chose menstrual cups instead of the menstrual reusable pad because it takes too much time to wash (and dry) the reusable pad and I just don't like it. It's like washing your panties when the blood leaks. Not my favorite. 
So after 2 years of readings, watch…

Urusan Pihak KUA Soal Kawin Campur


Perkara dengan KUA ini ngeri-ngeri sedap. Kalau beruntung, pihak KUA akan sangat membantu dan tidak meminta tarif lebih. Perlu dicatat ya untuk pendaftaran menikah dan proses menikah di KUA maka kalian akan membayar IDR 0. Jika menikah dirumah atau weekend, maka biayanya IDR 600,000. Biaya ini berlaku untuk sesama Indonesia maupun kawin campur. Dengan catatan dokumen masuk H-12 (11 atau 12). Tapi kalau nggak beruntung ya meskipun dokumen masuk dalam jangka tersebut, ya masih kena biaya penalti seperti saya contohnya. Atau kalau lebih nggak beruntung lagi, mereka akan nanya 'Masa nikah sama bule cuma bayar 600ribu? lebih lah ini harusnya' (ini kejadian lho beneran).

Tidak semua orang KUA pinter (sorry to say that but that is true). Kasus yang pernah saya alami, pihak KUA minta ke saya "Mbak, agama calon suami tolong tulisin ke ID atau CNI nya ya". Lah mana bisa kan? CNI yang keluarnya cuma sekali aja dan harus dikopi ratusan kali karena kalo ilang ga bisa minta lagi, eh orang KUA bilang begitu. Saya bilang dong nggak bisa, dia ngotot bilang "Bisa lah, kan cuma nambah agama gitu doang". Emosi memuncak dong. Seenak udel aja ngetik-ngetik nambah. Kan soal agama bisa pakai surat konversi yang berfungsi menggantikan tulisan "AGAMA" di kolom ID! Bego dipiara sih.

Orang tersebut mengancam tidak akan memberikan kita surat nikah kalau nggak ditulis di CNI (atau ID nya) calon suami. Dia sombong bilang kalo dia sudah pengalaman ngurusin nikah jadi harus sesuai maunya karena dia yang berkuasa. Padahal aturan dari negara sudah jelas. Orang seperti itu hanya orang berengsek yang maunya mengeruk keuntungan menggunakan jabatan untuk berlaku sewenang-wenang.

Akhirnya ntah apa yang mama saya lakukan, yang jelas saya berdiri di aturan negara tanpa membawa embel-embel jabatan maupun status sosial apapun melawan orang yang seperti itu. Orang tersebut akhirnya mau menerima kalau tanpa tulisan AGAMA di CNI (Atau ID).

Jika memang takut menghadapi hal tersebut, kalian bisa juga kirim email ke beberapa departemen terkait perihal urusan menikah. Saya salut dengan petugas Konjen Belanda di Surabaya yang cepat dan sangat membantu mempercepat prosesnya. Birokrasi Indonesia jelas membutuhkan banyak perbaikan. Banyak orang yang ingin menjadi PNS, hingga rela melakukan apapun, jadi sudah seharusnya mereka juga bekerja untuk rakyat dengan cara yang benar.

Setelah mendapatkan buku nikah, masih ada satu step lagi yang harus dilewati yaitu legalisasi buku nikah di 3 departemen dan kedubes negara asal suami. Proses tersebut harus dilakukan secara berurutan dan tidak boleh meloncat. Untuk yang berada di luar Jakarta dan nggak mau ribet urus legalisasi, bisa pula diserahkan ke orang yang direkomendasikan kedubes untuk legalisasi. Karena jika domisili luar Jakarta, harganya pun akan jauh lebih murah dibanding kita urus sendiri. Kisaran harga yang dibantu agen sekitar 1-2 juta. Jadi harus benar-benar cermat jeli memilih agen.

Segitu dulu aja lah gambarannya kira-kira kalo ngurus dokumen, Ya meskipun nggak semua KUA gitu kok, ini hanya pengalaman buruk aja yang bisa aja kejadian nimpa situ. Semoga sih nggak. Beneran nggak asik banget. In case you need a help, do contact me here or emails. I would be glad to help for sure 😁

Comments

Popular posts from this blog

[Piknik] Prambanan lagi

Salah satu pesona Jawa Tengah adalah Candi Prambanan. Saya sudah 3 kali berkunjung ke situs warisan dunia ini. Candi yang terletak di perbatasan Jawa Tengah dan jogja ini selalu menimbulkan kesan mistis bagi saya. Terletak tak jauh dari jalan raya, sehingga mengunjunginya pun sangat mudah. Berbeda dengan Candi Borobudur yang letaknya sangat jauh dari jalan raya besar. 
Ok, menurut saya ada 3 cara menuju candi ini. Menggunakan bus transjogja, taksi, dan kendaraan pribadi. Bagi yang menggunakan transjogja, saya pernah menggunakannya berangkat dari daerah kampus UNY, daerah Depok Sleman. 1 kali transit, 2 kali berganti bus. Dengan harga transjogja yang kala itu, 2014, seharga 3500 rupiah. Tapi sampai saat ini masih sama harganya, menurut info dari teman. Lokasi shelter bis berada agak jauh dari pintu masuk lokasi candi, mungkin kira-kira 500meter sampai 1kilometer. Kalau jalan, menghabiskan waktu sekitar 15-20menit. Bisa juga naik becak untuk opsi yang lain. Lagi-lagi, jangan lupa menaw…

[Book] Dunia Cecilia

'apakah kalian membicarakan hal semacam itu di surga?' 'tapi kami berusaha tidak membicarakannya dekat-dekat Tuhan. ia sangat sensitif terhadap kritik'
Yap, sepenggal dialog antara Cecilia dan malaikat Ariel. Saya mengenal Jostein Gaarder sejak kuliah. Ehhhh 'mengenal' dalam artian kenal bukunya ya, kalo bisa kenal pribadi mah bisa seneng jingkrak-jingkrak hehehe. Jadi karena teman saya mendapat tugas kuliah membaca satu novel filsafat berjudul Dunia Sophie, saya jadi sedikit mengetahui si bapak Gaarder ini. Enak ya tugasnya anak sastra baca novel, tugas anak matematika ya baca sih, tapi pembuktian kalkulus -_-



Dunia Cecilia ini buku pertama Jostein Gaarder yang saya baca, karena buku Dunia Shopie sangatlah berat berdasar review teman saya. Saya sih nggak perlu baca buku itu karena teman saya sudah benar-benar mahir bercerita. Jadilah saya sudah paham bener cerita Dunia Sophie tanpa membacanya.

Novel ini atas rekomendasi teman saya, dia bilang kalau novel ini ri…

Pake Jenius

Beberapa waktu lalu sering liat counter Jenius di Matos, yang lalu kutemui pula di MOG. Anak Malang tau lah dua mall ini. Nah udah cari info sana sini ya, kok kayaknya asik gitu. Jadi memberanikan diri untuk sign up. Apakah perlu kujelaskan fitur dan fungsinya secara mendetail? Karena sudah banyak tercecer informasinya di internet. Nggak ah, gw mau bahas pengalaman gw pake kartu ini selama sebulan ini.

Sign up lah aku di counter MOG (ya gusti kejebak lagi gw pake nambah kartu-kartuan begini). Kemudian, berkatalah mbaknya "Transfer aja mbak satu juta kesini, kita lagi ada promo kalau transaksi pertama kali satu juta akan ada free kartu member starbucks dengan saldo 50ribu. Lumayan lho mbak Starbucks". Gw nggak fanatik Sbucks (cuma kalo harus beli Chai tea selalu kesini). Dan tanpa sadar pun gw transfer sejuta ke akun jenius gw. Because, why not? Lagian juga mindah duit gw sendiri ke rekening yang lain kan? Nggak ilang duit juga.

Jadilah kudapat kartu Jenius beserta k…