Skip to main content

Merah Putih

Gw sama Indonesia itu ibarat dua sejoli dalam love and hate relationship. Gw terlahir di tanah yang diperjuangkan orang-orang terdahulu. Nggak keitung berapa juta nyawa hilang untuk itu. Gw bersyukur gw nggak perlu lagi bawa bambu runcing untuk merebut negeri ini dari tangan penjajah. Sejak sebelum nikah gw mulai "berteman" dengan birokrasi dua negara. Birokrasi dari Belanda, tentu saja tidak seribet birokrasi di negeri ini. Segala macam email akan segera dibalas dan dibantu untuk dihubungkan ke pihak terkait atau yang menangani itu. Bahkan untuk permintaan Schengen visa tipe kunjungan keluarga di masa pandemik ini diberikan high priority dan email dibalas dalam sekejap. Sedangkan di Indonesia, aaahhh yaaa gitu dehh.

Tapi, nggak akan pernah gw pungkiri tiap kali gw denger lagu Indonesia Raya gw selalu mewek. Tiap kali liat bendera Indonesia, gw diam sebentar  berterima kasih atas nikmat bisa tinggal di negeri ini tanpa perlu memegang senjata. Gw bener-bener marah saat suami g…

Met my Singaporean Friend

Ceritanya kita berdua ini kenal mulai taun 2014. Setaun sebelum kencan sama HJ. Kok bisa kita kenal? Ya biasa sih, surfing sana sini, terdampar di portal internasional, trus ketemu dia disana. Aku duluan yang kirim dia pesan, karena dia keliatan kayak artis Indonesia siapaaaa gitu (di fotonya masa lalu). 

Nah dari situ lah kita ngobrol. Sharing berbagai macem hal deh pokoknya, dari mulai remeh temeh sampe obrolan serius macem politik, agama, relationship. Enak pokoknya diajak ngobrol. Sampe galo-galoan juga bareng soalnya ceweknya dia orang Bandung, sedangkan dia pelayar yang kerjanya 6 bulan sekali baru balik ke Singapura (kalau beruntung, kalau nggak ya setaun sekali baru pulang). Jadi dia lebih sulit ketemu ceweknya padahal secara lokasi lebih deket dia ke Indonesia kan daripada HJ ke Indonesia. Jadilah kita sering galo bareng kek orang tolol gitu. Galo merindu pasangan masing-masing.

Saking gerahnya dia dengerin galoanku, dia pernah hampir jodohin aku sama temennya sekapal. Orang Malaysia ceritanya. Katanya gampang lah serumpun hahaha. Tapi hatiku masih memihak meneer tersayang haha.

3 taun kenal, dan akhirnya baru kemarin bisa ketemu di Singapura. Waktu ke Singapura 3 bulan lalu, kita nggak bisa ketemu karena dia sibuk sekolah, dan aku sibuk urus visa (dan jalan-jalan tentunya bareng HJ). Nah kemarin, sempet transit semalem di Singapura sebelum ke Dubai, dia lagi free, akhirnya kita ketemuan. Dijemput dari bandara, dianter ke hotel trus kita chit chat beberapa jam.

Namanya udah kenal lama ya, meskipun belom pernah ketemu, rasanya nyambung aja obrolannya. Apalagi dia tanya banyak soal kawin campur gegara dia mau nikah tapi bingung. Jadi disini akulah advisornya (yang udah pengalaman ngurusin ribetnya kawin campur di Indonesia) haha!

So was a good short time to meet you, Syarif. Sempet video call juga sama HJ sebentar meskipun ngadat gara-gara tetering. Safe sail for you. Hope we could meet again together with Bunga and HJ (double date gitu ceritanya) 😍

Comments

Popular posts from this blog

[Piknik] Prambanan lagi

Salah satu pesona Jawa Tengah adalah Candi Prambanan. Saya sudah 3 kali berkunjung ke situs warisan dunia ini. Candi yang terletak di perbatasan Jawa Tengah dan jogja ini selalu menimbulkan kesan mistis bagi saya. Terletak tak jauh dari jalan raya, sehingga mengunjunginya pun sangat mudah. Berbeda dengan Candi Borobudur yang letaknya sangat jauh dari jalan raya besar. 
Ok, menurut saya ada 3 cara menuju candi ini. Menggunakan bus transjogja, taksi, dan kendaraan pribadi. Bagi yang menggunakan transjogja, saya pernah menggunakannya berangkat dari daerah kampus UNY, daerah Depok Sleman. 1 kali transit, 2 kali berganti bus. Dengan harga transjogja yang kala itu, 2014, seharga 3500 rupiah. Tapi sampai saat ini masih sama harganya, menurut info dari teman. Lokasi shelter bis berada agak jauh dari pintu masuk lokasi candi, mungkin kira-kira 500meter sampai 1kilometer. Kalau jalan, menghabiskan waktu sekitar 15-20menit. Bisa juga naik becak untuk opsi yang lain. Lagi-lagi, jangan lupa menaw…

[Book] Dunia Cecilia

'apakah kalian membicarakan hal semacam itu di surga?' 'tapi kami berusaha tidak membicarakannya dekat-dekat Tuhan. ia sangat sensitif terhadap kritik'
Yap, sepenggal dialog antara Cecilia dan malaikat Ariel. Saya mengenal Jostein Gaarder sejak kuliah. Ehhhh 'mengenal' dalam artian kenal bukunya ya, kalo bisa kenal pribadi mah bisa seneng jingkrak-jingkrak hehehe. Jadi karena teman saya mendapat tugas kuliah membaca satu novel filsafat berjudul Dunia Sophie, saya jadi sedikit mengetahui si bapak Gaarder ini. Enak ya tugasnya anak sastra baca novel, tugas anak matematika ya baca sih, tapi pembuktian kalkulus -_-



Dunia Cecilia ini buku pertama Jostein Gaarder yang saya baca, karena buku Dunia Shopie sangatlah berat berdasar review teman saya. Saya sih nggak perlu baca buku itu karena teman saya sudah benar-benar mahir bercerita. Jadilah saya sudah paham bener cerita Dunia Sophie tanpa membacanya.

Novel ini atas rekomendasi teman saya, dia bilang kalau novel ini ri…

Pake Jenius

Beberapa waktu lalu sering liat counter Jenius di Matos, yang lalu kutemui pula di MOG. Anak Malang tau lah dua mall ini. Nah udah cari info sana sini ya, kok kayaknya asik gitu. Jadi memberanikan diri untuk sign up. Apakah perlu kujelaskan fitur dan fungsinya secara mendetail? Karena sudah banyak tercecer informasinya di internet. Nggak ah, gw mau bahas pengalaman gw pake kartu ini selama sebulan ini.

Sign up lah aku di counter MOG (ya gusti kejebak lagi gw pake nambah kartu-kartuan begini). Kemudian, berkatalah mbaknya "Transfer aja mbak satu juta kesini, kita lagi ada promo kalau transaksi pertama kali satu juta akan ada free kartu member starbucks dengan saldo 50ribu. Lumayan lho mbak Starbucks". Gw nggak fanatik Sbucks (cuma kalo harus beli Chai tea selalu kesini). Dan tanpa sadar pun gw transfer sejuta ke akun jenius gw. Because, why not? Lagian juga mindah duit gw sendiri ke rekening yang lain kan? Nggak ilang duit juga.

Jadilah kudapat kartu Jenius beserta k…