Skip to main content

Merah Putih

Gw sama Indonesia itu ibarat dua sejoli dalam love and hate relationship. Gw terlahir di tanah yang diperjuangkan orang-orang terdahulu. Nggak keitung berapa juta nyawa hilang untuk itu. Gw bersyukur gw nggak perlu lagi bawa bambu runcing untuk merebut negeri ini dari tangan penjajah. Sejak sebelum nikah gw mulai "berteman" dengan birokrasi dua negara. Birokrasi dari Belanda, tentu saja tidak seribet birokrasi di negeri ini. Segala macam email akan segera dibalas dan dibantu untuk dihubungkan ke pihak terkait atau yang menangani itu. Bahkan untuk permintaan Schengen visa tipe kunjungan keluarga di masa pandemik ini diberikan high priority dan email dibalas dalam sekejap. Sedangkan di Indonesia, aaahhh yaaa gitu dehh.

Tapi, nggak akan pernah gw pungkiri tiap kali gw denger lagu Indonesia Raya gw selalu mewek. Tiap kali liat bendera Indonesia, gw diam sebentar  berterima kasih atas nikmat bisa tinggal di negeri ini tanpa perlu memegang senjata. Gw bener-bener marah saat suami g…

Visa Sosial Budaya Approved!



 
alamat kedubes Indonesia di Singapore : 7 Chatsworth Road Singapore 249761

Karena HJ akan tinggal di Indonesia lebih dari sebulan demi mempersiapkan pernikahan dan jalan-jalan, akhirnya dengan berbagai pertimbangan kita memutuskan untuk membuat visa sosial budaya. Yang nantinya bisa dikonversi menjadi KITAS. Yak ruwet ya

Sebelum menuju kedubes Indonesia di Singapore, percayalah, persiapkan dulu semua dokumennya karena kalo nggak siap semua pasti kita muter-muter dulu. Yaiya ya, nggak usah dikasih tau ya hahahahah
Oke, dokumen yang harus disiapin itu : 

Surat sponsor dari Indonesia (surat sponsor ini dari saya), saya pakai alasan memberikan sponsor kepada calon suami saya untuk mempersiapkan pernikahan. Untungnya approved hahaha, padahal itu saya agak degdeg sih. 

Sertakan fotokopi KTP yang mensponsori. Fotokopinya selembar gede aja, persis kayak bikin paspor. Karena kalo nggak gede, nanti suruh fotokopi lagi. ada sih fotokopian disana, selembar 50sen, 2 lembar 1 dolar. Ngantrinya kan lumayan panjang juga. Jadi mending prepare lengkap.

Selanjutnya, fotokopi paspor yang disponsori. Sama yang ini juga selembar gede ya. Jangan sepotong ukuran paspor. Trus nanti paspornya juga ditinggal disana. soalnya kan visanya ditempel di paspor, masa iya paspornya ga dikasihkan hahahha. Trus pas photo dengan background warna apa aja terserah. Punya HJ background biru juga gapapa. Kalo lupa foto, bisa foto di kedubes sana bayar SGD 10 dapet 3 potong foto. Sekalian fotokopi resident permit (bagi pemohon yang stay di Singapore) atau kartu putih/kedatangan dari imigrasi Singapura

Jangan lupa isi formulir permohonan menggunakan huruf kapital. Well… kita nggak tau kan apa yang bikin itu approve apa rejected kan, jadi disitu tertulis harus huruf blok. HJ ngisi pake huruf kecil, untungnya aku bawa kopiannya buanyakkkkk. Jadilah aku yang ngisiin formulir dia. dia itu agak ngelewes soale -_-

Lalu semua dokumen disetorkan ke penerima dokumen di pinggir pintu masuk kedubes, trus diberi nomer antrian. Untuk pengajuan visa sih yang antri nggak banyak bener, yang banyak buat paspor Indonesia. Dan disana tiba-tiba merasa ‘Lah, ono wong jowoan dek kene’ haha

Visa bisa diambil 2 hari kemudian. Saya submit hari senin, diambil rabu. Jam submit dokumen jam 9 pagi sampai jam 12, jam pengambilan visa pukul 3 – 5 sore. Nggak usah heran, pas antri udah dari luar. Ngantri panjang diluar. Padahal juga pas udah didalem nomer itu nggak ngaruh hahaha

Nah kalo pas submit visa dapet nomer antrian dari meja sebelah pintu, kalo pas pengambilan, langsung aja antri di loketnya tanpa nomer. Jadi kalo yang ini bener-bener siapa cepat dia dapat. Tapi itupun nggak sebanyak antri di Indonesia sih haha

 
antrinya begini pas ngambil visa/paspor

Setelah paspor diambil, HJ nanya 'Mana ini yang disebut visa sosial budaya?'. Di Visa yang approved tadi ada nama orang yang mensponsori, dan juga jenis visanya. Tapi bukan 'visa sosial budaya', melainkan nomer jenis visa. Nah, saya mana apal, akhirnya ya saya bilang aja 'tuh ada namaku, ya udah pasti sosbud lah' 😂

Note : sponsor bisa juga dari perusahaan, bisa juga dilengkapi surat nikah untuk sponsor suami istri, atau untuk sponsor untuk anak perlu disertakan akta lahir.

Comments

Popular posts from this blog

[Piknik] Prambanan lagi

Salah satu pesona Jawa Tengah adalah Candi Prambanan. Saya sudah 3 kali berkunjung ke situs warisan dunia ini. Candi yang terletak di perbatasan Jawa Tengah dan jogja ini selalu menimbulkan kesan mistis bagi saya. Terletak tak jauh dari jalan raya, sehingga mengunjunginya pun sangat mudah. Berbeda dengan Candi Borobudur yang letaknya sangat jauh dari jalan raya besar. 
Ok, menurut saya ada 3 cara menuju candi ini. Menggunakan bus transjogja, taksi, dan kendaraan pribadi. Bagi yang menggunakan transjogja, saya pernah menggunakannya berangkat dari daerah kampus UNY, daerah Depok Sleman. 1 kali transit, 2 kali berganti bus. Dengan harga transjogja yang kala itu, 2014, seharga 3500 rupiah. Tapi sampai saat ini masih sama harganya, menurut info dari teman. Lokasi shelter bis berada agak jauh dari pintu masuk lokasi candi, mungkin kira-kira 500meter sampai 1kilometer. Kalau jalan, menghabiskan waktu sekitar 15-20menit. Bisa juga naik becak untuk opsi yang lain. Lagi-lagi, jangan lupa menaw…

[Book] Dunia Cecilia

'apakah kalian membicarakan hal semacam itu di surga?' 'tapi kami berusaha tidak membicarakannya dekat-dekat Tuhan. ia sangat sensitif terhadap kritik'
Yap, sepenggal dialog antara Cecilia dan malaikat Ariel. Saya mengenal Jostein Gaarder sejak kuliah. Ehhhh 'mengenal' dalam artian kenal bukunya ya, kalo bisa kenal pribadi mah bisa seneng jingkrak-jingkrak hehehe. Jadi karena teman saya mendapat tugas kuliah membaca satu novel filsafat berjudul Dunia Sophie, saya jadi sedikit mengetahui si bapak Gaarder ini. Enak ya tugasnya anak sastra baca novel, tugas anak matematika ya baca sih, tapi pembuktian kalkulus -_-



Dunia Cecilia ini buku pertama Jostein Gaarder yang saya baca, karena buku Dunia Shopie sangatlah berat berdasar review teman saya. Saya sih nggak perlu baca buku itu karena teman saya sudah benar-benar mahir bercerita. Jadilah saya sudah paham bener cerita Dunia Sophie tanpa membacanya.

Novel ini atas rekomendasi teman saya, dia bilang kalau novel ini ri…

Pake Jenius

Beberapa waktu lalu sering liat counter Jenius di Matos, yang lalu kutemui pula di MOG. Anak Malang tau lah dua mall ini. Nah udah cari info sana sini ya, kok kayaknya asik gitu. Jadi memberanikan diri untuk sign up. Apakah perlu kujelaskan fitur dan fungsinya secara mendetail? Karena sudah banyak tercecer informasinya di internet. Nggak ah, gw mau bahas pengalaman gw pake kartu ini selama sebulan ini.

Sign up lah aku di counter MOG (ya gusti kejebak lagi gw pake nambah kartu-kartuan begini). Kemudian, berkatalah mbaknya "Transfer aja mbak satu juta kesini, kita lagi ada promo kalau transaksi pertama kali satu juta akan ada free kartu member starbucks dengan saldo 50ribu. Lumayan lho mbak Starbucks". Gw nggak fanatik Sbucks (cuma kalo harus beli Chai tea selalu kesini). Dan tanpa sadar pun gw transfer sejuta ke akun jenius gw. Because, why not? Lagian juga mindah duit gw sendiri ke rekening yang lain kan? Nggak ilang duit juga.

Jadilah kudapat kartu Jenius beserta k…