Skip to main content

Pentingkah Memiliki Asuransi?

sunset di Kuta Bali
Dulu tiap kali denger kata asuransi, gw selalu antipati. Rasanya seperti, "Apaan sih asuransi-asuransi? Udah duit ilang, nggak dapet apa-apa, mending diinvestasikan aja lah" Asuransi yang gw punya cuma asuransi kesehatan aja karena otomatis terdaftar di Askes sebagai anak dari PNS.

Asuransi adalah pertanggungan atau perjanjian antara dua belah pihak, di mana pihak satu berkewajiban membayar iuran atau kontribusi atau premi. Pihak yang lainnya memiliki kewajiban memberikan jaminan sepenuhnya kepada pembayar iuran/kontribusi/premi apabila terjadi sesuatu yang menimpa pihak pertama atau barang miliknya sesuai dengan perjanjian yang sudah dibuat) -  Wikipedia
Tentu saja akhir-akhir ini sudah berubah dong opini gw terhadap asuransi. Tak kenal maka tak sayang. Gw pelajari tentang asuransi lebih jauh beserta manfaatnya. Tapi, benahi dulu definisi awal asuransi. Banyak orang yang salah kira kalau asuransi adalah soal "investasi." Asuransi bukan investasi.

Jihad



"Suami saya sedang jihad di Afganistan"

Bagi para pembaca yang baru membaca blog ini, dan langsung menuju tulisan judul ini, apa yang pertama kali terbayangkan oleh kalian dear readers?

Bagi para pembaca yang sering mampir, mungkin sudah tau dan mungkin hanya sedikit mengernyitkan dahi dan bertanya 'jihad? Situ sehat nulis beginian?' hahaha. Kemungkinan besar, bagi para pembaca yang baru pertama kali mampir dan membaca judul ini, apalagi dari yang golongan yang mudah terprovokasi dan berpikiran sempit, kemungkinan besar pikirannya akan menuntun ke arah 'Jihad? Bom? Teroris? Gabung ISIS?'. Uh serem


Judul tulisan kali ini mungkin sedikit menggiring opini publik (acileeeee bahasanyaaa). Masih untung nggak saya kasih judul 'Suamiku sedang berjihad' 😂



Saya tiba-tiba terlintas untuk menulis judul ini setelah bom kemarin yang terjadi di Manchester dan Jakarta. Bukan apa-apa sih, tapi sebel ya. Kenapa kata jihad digunakan untuk hal gak baek gitu. Cari deh apa arti jihad sesungguhnya. Jihad dalam hal menegakkan agama dengan cara yang baek-baek, manis, tidak dengan cara perang, pemaksaan atau membunuh warga sipil. Situ punya otak, tolong dipake dikit ya. Allah kasih otak buat kita mikir. Mau mengelak, 'Lho kan tapi harus menegakkan apa yang sesuai agama kita, yang lurus sesuai Al-Quran dan hadis'. Ya tapi kan elu nggak bisa tong, nyuruh umat lain ngikutin ajaran kita? La wong udah ada di Al-Quran disebutin, 'Agamamu, agamamu. Agamaku, agamaku'. Yang artinya kurang lebih, elu punya agama sendiri ya udah jalanin sendiri, nggak usah masuk-masuk ke agama orang laen dan maksain agama kita di fit-kan ke agama laen. Semodel gini nih misal, kalian beli jaket bulu tebel ala Finlandia sana, atau ala Irlandia, trus mau dipake di Indonesia. Mau musim hujan pun di Indonesia ga bakalan masuk tuh baju. Nggak bakalan cocok. Yang ada malah dibilang gila, panas-panas kok pake jaket tebel banget. Maksain kan.

Nah balik lagi ke jihad yang dilakukan suami saya. Daripada timbul hal-hal yang tidak diinginkan karena kalimat sebaris diatas, jadi maksud dari jihad yang dilakukan suami saya adalah bekerja untuk mencari nafkah bagi istri dan keluarga kecil kami, serta bekerja sebagai humanitarian di Afganistan sana. Kebetulan saja dia pekerjaanya seorang humanitarian di negeri konflik sana. Dia nggak ngebom kok, dia juga nggak teror siapapun. Dia kerja untuk keluarga kecil kita dan juga membantu orang-orang di daerah konflik. Bekerja untuk keluarga itu juga jihad lho gaes. Jangan salah.

So, buat kalian yang pikirannya rada sempit, plis di expand itu jaringan pikirannya biar dapet definisi lebih luas dan nggak cupet muter se RT RW aja.

Kalo kalian ngebom orang nggak bersalah, itu namanya bukan jihad tapi jahat! Apa yang kamu lakuin itu JAHAT! inspired by Cinta's way to talk to Rangga

Comments

Popular posts from this blog

[Piknik] Prambanan lagi

Salah satu pesona Jawa Tengah adalah Candi Prambanan. Saya sudah 3 kali berkunjung ke situs warisan dunia ini. Candi yang terletak di perbatasan Jawa Tengah dan jogja ini selalu menimbulkan kesan mistis bagi saya. Terletak tak jauh dari jalan raya, sehingga mengunjunginya pun sangat mudah. Berbeda dengan Candi Borobudur yang letaknya sangat jauh dari jalan raya besar. 
Ok, menurut saya ada 3 cara menuju candi ini. Menggunakan bus transjogja, taksi, dan kendaraan pribadi. Bagi yang menggunakan transjogja, saya pernah menggunakannya berangkat dari daerah kampus UNY, daerah Depok Sleman. 1 kali transit, 2 kali berganti bus. Dengan harga transjogja yang kala itu, 2014, seharga 3500 rupiah. Tapi sampai saat ini masih sama harganya, menurut info dari teman. Lokasi shelter bis berada agak jauh dari pintu masuk lokasi candi, mungkin kira-kira 500meter sampai 1kilometer. Kalau jalan, menghabiskan waktu sekitar 15-20menit. Bisa juga naik becak untuk opsi yang lain. Lagi-lagi, jangan lupa menaw…

Pake Jenius

Beberapa waktu lalu sering liat counter Jenius di Matos, yang lalu kutemui pula di MOG. Anak Malang tau lah dua mall ini. Nah udah cari info sana sini ya, kok kayaknya asik gitu. Jadi memberanikan diri untuk sign up. Apakah perlu kujelaskan fitur dan fungsinya secara mendetail? Karena sudah banyak tercecer informasinya di internet. Nggak ah, gw mau bahas pengalaman gw pake kartu ini selama sebulan ini.

Sign up lah aku di counter MOG (ya gusti kejebak lagi gw pake nambah kartu-kartuan begini). Kemudian, berkatalah mbaknya "Transfer aja mbak satu juta kesini, kita lagi ada promo kalau transaksi pertama kali satu juta akan ada free kartu member starbucks dengan saldo 50ribu. Lumayan lho mbak Starbucks". Gw nggak fanatik Sbucks (cuma kalo harus beli Chai tea selalu kesini). Dan tanpa sadar pun gw transfer sejuta ke akun jenius gw. Because, why not? Lagian juga mindah duit gw sendiri ke rekening yang lain kan? Nggak ilang duit juga.

Jadilah kudapat kartu Jenius beserta k…

Punya Rekening Lagi : CIMB on Account

Saya cenderung males bawa uang cash. Kenapa? Ribet, nominal rupiah yang gede banget kebanyakan nol, dan seringnya di dompet isinya duaribuan. Pernah lho duaribuan itu ada kali 30lembar. Serasa kaya, kalo duitnya merah haha

Saya lebih suka debet. Lebih praktis kan, tapi nggak bisa dipake beli di toko kelontong. Jatohnya malah lebih mahal sih emang, dipakenya juga kalo nggak ke toko kelontong kan. Tapi... Saya juga sebenernya rada takut akhir-akhir ini. Karena uang di rekening bisa aja tiba-tiba ilang. Ada temen, satu kali gaji ilang. Untung aja dia urusin bener-bener dan bisa balik duitnya. Ada lagi OB juga gitu, duitnya juga ilang mendadak. Takutnya itu kan di hack atau diduplikat kartu ATM nya. Semakin canggih lah pokoknya.

Nah karena banyak kejadian kayak gitu, saya jadi lebih protektif ke kartu mana yang bisa dipake sembarangan dan mana yang nggak boleh. For sure, ini berhubungan dengan berapa banyak jumlah rekening yang dimiliki. Menurut saya sih minimal harus punya 2. Satu buat …