Skip to main content

Merah Putih

Gw sama Indonesia itu ibarat dua sejoli dalam love and hate relationship. Gw terlahir di tanah yang diperjuangkan orang-orang terdahulu. Nggak keitung berapa juta nyawa hilang untuk itu. Gw bersyukur gw nggak perlu lagi bawa bambu runcing untuk merebut negeri ini dari tangan penjajah. Sejak sebelum nikah gw mulai "berteman" dengan birokrasi dua negara. Birokrasi dari Belanda, tentu saja tidak seribet birokrasi di negeri ini. Segala macam email akan segera dibalas dan dibantu untuk dihubungkan ke pihak terkait atau yang menangani itu. Bahkan untuk permintaan Schengen visa tipe kunjungan keluarga di masa pandemik ini diberikan high priority dan email dibalas dalam sekejap. Sedangkan di Indonesia, aaahhh yaaa gitu dehh.

Tapi, nggak akan pernah gw pungkiri tiap kali gw denger lagu Indonesia Raya gw selalu mewek. Tiap kali liat bendera Indonesia, gw diam sebentar  berterima kasih atas nikmat bisa tinggal di negeri ini tanpa perlu memegang senjata. Gw bener-bener marah saat suami g…

Goodbye Grandma

 
photo was taken last year when Idul Fitri (2016). she is about 94 years old

Nenek yang ada di Malang tiba-tiba kritis. Kondisinya memang sudah tidak stabil sejak 2 tahun terakhir. Sudah tak lagi kuat berjalan. Tak lagi sesehat dan sebugar beberapa tahun yang lalu. Hanya tiduran di tempat tidur, berpindah dari satu tempat ke tempat yang lainnya harus digendong ataupun menggunakan kursi roda.

Tapi sejak beberapa bulan terakhir, setiap kali papa mama berkunjung, dan ketika mengetahui bahwa salah satu cucunya akan menikah, nenek selalu mengatakan 'dungakno yo nduk, le, mandar mugo aku nututi anakmu dikulupi' --> doakan ya nak, semoga aku masih bisa melihat anakmu dinikahkan.

Frekuensi berkunjung mama papa yang tadinya sebulan sekali menjadi bertambah. Sebulan dua kali, bahkan bisa seminggu dua kali. Dan setiap kali berkunjung kesana, kalimat yang sama selalu terlempar. Semoga masih bisa menyaksikan cucunya dinikahkan. Ya kita pun slalu mengatakan, 'pasti, pasti bisa kok, tenang aja'. Terakhir kali saya berkunjung kesana dalam kondisi nenek sadar, ada percakapan lucu antara nenek dan papa,

'mak, bakal e mantuku iki wong adoh'
'lho wong adoh ngendi tho le?'

'wong londo mak'
'la kepiye kok iso oleh wong londo iku? piye ngomonge?'
'sampean iki duwe mantu putu bule lho mak. wong londo mak. ngkok nek wes tak rabekno, mantuku tak gowo mrene tak kenalno sampean yo. makane sampean kudu sehat, kudu mangan seng akeh, kudu waras'
'ojo digowo mrene le. la aku isin lho omah e elek kok diparani wong londo'
'yo ora popo ta, wong mbah e kok. anakku ae ora isin nggowo bakal bojoe mrene kok. wes pokoke sampean kudu waras'

terjemah :
'mak, calon menantuku itu orang jauh'
'orang jauh darimana le?'
'orang londo (belanda) mak'
'lah gimana kok bisa dapet orang jauh? gimana cara ngobrolnya?'
'sampean ini punya cucu menantu bule lho mak. orang belanda. nanti kalau sudah dinikahkan, saya bawa menantu saya kesini, saya kenalkan sampean. makanya itu sampean harus sehat, harus makan yang banyak, harus sehat'
'jangan dibawa kesini le, aku malu lho rumahnya jelek kok didatengi orang belanda'
'ya nggak apa-apa lah, kan neneknya. anak saya aja nggak malu kok bawa calon suaminya kesini. pokoknya sampean harus sehat'

Lucu sekali mendengarkan celoteh nenek kala itu. Dan itu terakhir kalinya saya melihat nenek dalam kondisi sadar.

Ribetnya mengurus dokumen pernikahan campur tiba-tiba membuat saya berpikir 'Ah iya ah, mumpung HJ ada disini, ntar dibawa ke Malang aja kerumah nenek'. Tiba-tiba ntah mengapa, HJ terpikir untuk menikah secara agama sepulang dari Singapura. Dia mengajukan proposal ke papa mama, dan ternyata papa mama juga memikirkan hal yang sama. Tenggang waktu 2 minggu sebelum pernikahan official, dirasa tidak terlalu lama. Singkat cerita, kami berdua dinikahkan tanggal 21 April 2017 secara agama. Dihadiri tetangga dan keluarga. Jadi ini bukan nikah rahasia dan bukan karena hamil duluan. Will post about this separately.

Tanggal 26 April, nenek semakin kritis. Kondisinya koma, hanya sekali dua kali sadar, selanjutnya koma. Kami menuju Malang untuk melihat kondisinya. Waktu itu nenek ada di puskesmas. Nggak tega liat nenek yang tinggal kulit dan tulang dan semakin kurus. Disitu saya dalam kondisi sudah menikah, saya mengunjunginya bersama suami. Dalam kondisi koma, mama mengenalkan suami saya kepada nenek.  Dalam kondisi koma, tiba-tiba tangan nenek bergerak dan merespon tangan mama yang sedang menungguinya.

Esok harinya, kami mendapat kabar dari Malang kalau nenek meninggal. 27 April 2017. Dari situ kami semua menyadari, ada kemungkinan besar nenek menunggu saya menikah dan membawa suami saya untuk menemui nenek meskipun dalam keadaan koma. Satu keinginan nenek sudah terwujud, mampu bertahan sampai saya menikah. Satu keinginan papa juga sudah terwujud, membawa menantunya menemui nenek. Ada satu lagi keinginan mama saat saya menikah. Mama ingin semua keluarga dari papa datang kerumah berkumpul semuanya tanpa terkecuali. Kala itu adik terakhir papa bilang 'pokoknya kalo mbak Ike mantu saya harus kesana nggak tau gimana caranya. Pokoknya harus kesana, nggak peduli mbahnya nanti dirawat siapa dititipin siapa pokoknya aku harus kesana'. Dan ternyata keinginan mama juga tercapai. Semua keluarga bisa datang ke acara pernikahan saya tanpa kecuali, karena memang nenek sudah ditempat yang lebih baik disana. 

Goodbye grandma. You deserve something better. Thank you for waiting us, to fulfill our promises. Thank you for always stay strong. Thank you for taking care of us for a long time. I have no other regret in my life. We love you grandma 💗

Comments

Popular posts from this blog

[Piknik] Prambanan lagi

Salah satu pesona Jawa Tengah adalah Candi Prambanan. Saya sudah 3 kali berkunjung ke situs warisan dunia ini. Candi yang terletak di perbatasan Jawa Tengah dan jogja ini selalu menimbulkan kesan mistis bagi saya. Terletak tak jauh dari jalan raya, sehingga mengunjunginya pun sangat mudah. Berbeda dengan Candi Borobudur yang letaknya sangat jauh dari jalan raya besar. 
Ok, menurut saya ada 3 cara menuju candi ini. Menggunakan bus transjogja, taksi, dan kendaraan pribadi. Bagi yang menggunakan transjogja, saya pernah menggunakannya berangkat dari daerah kampus UNY, daerah Depok Sleman. 1 kali transit, 2 kali berganti bus. Dengan harga transjogja yang kala itu, 2014, seharga 3500 rupiah. Tapi sampai saat ini masih sama harganya, menurut info dari teman. Lokasi shelter bis berada agak jauh dari pintu masuk lokasi candi, mungkin kira-kira 500meter sampai 1kilometer. Kalau jalan, menghabiskan waktu sekitar 15-20menit. Bisa juga naik becak untuk opsi yang lain. Lagi-lagi, jangan lupa menaw…

[Book] Dunia Cecilia

'apakah kalian membicarakan hal semacam itu di surga?' 'tapi kami berusaha tidak membicarakannya dekat-dekat Tuhan. ia sangat sensitif terhadap kritik'
Yap, sepenggal dialog antara Cecilia dan malaikat Ariel. Saya mengenal Jostein Gaarder sejak kuliah. Ehhhh 'mengenal' dalam artian kenal bukunya ya, kalo bisa kenal pribadi mah bisa seneng jingkrak-jingkrak hehehe. Jadi karena teman saya mendapat tugas kuliah membaca satu novel filsafat berjudul Dunia Sophie, saya jadi sedikit mengetahui si bapak Gaarder ini. Enak ya tugasnya anak sastra baca novel, tugas anak matematika ya baca sih, tapi pembuktian kalkulus -_-



Dunia Cecilia ini buku pertama Jostein Gaarder yang saya baca, karena buku Dunia Shopie sangatlah berat berdasar review teman saya. Saya sih nggak perlu baca buku itu karena teman saya sudah benar-benar mahir bercerita. Jadilah saya sudah paham bener cerita Dunia Sophie tanpa membacanya.

Novel ini atas rekomendasi teman saya, dia bilang kalau novel ini ri…

Pake Jenius

Beberapa waktu lalu sering liat counter Jenius di Matos, yang lalu kutemui pula di MOG. Anak Malang tau lah dua mall ini. Nah udah cari info sana sini ya, kok kayaknya asik gitu. Jadi memberanikan diri untuk sign up. Apakah perlu kujelaskan fitur dan fungsinya secara mendetail? Karena sudah banyak tercecer informasinya di internet. Nggak ah, gw mau bahas pengalaman gw pake kartu ini selama sebulan ini.

Sign up lah aku di counter MOG (ya gusti kejebak lagi gw pake nambah kartu-kartuan begini). Kemudian, berkatalah mbaknya "Transfer aja mbak satu juta kesini, kita lagi ada promo kalau transaksi pertama kali satu juta akan ada free kartu member starbucks dengan saldo 50ribu. Lumayan lho mbak Starbucks". Gw nggak fanatik Sbucks (cuma kalo harus beli Chai tea selalu kesini). Dan tanpa sadar pun gw transfer sejuta ke akun jenius gw. Because, why not? Lagian juga mindah duit gw sendiri ke rekening yang lain kan? Nggak ilang duit juga.

Jadilah kudapat kartu Jenius beserta k…