Skip to main content

Kehidupan Selama Pandemi

Lidah mertua yang selalu gw pindah-pindah lokasi untuk mengejar sinar mentari. Ya gendeng. Gw sadar ada banyak hal berubah sejak pandemi. Banyak hal baik, tapi yaaa nggak sedikit yang eww I wish this pandemic never exist.  Level stres gw udah di level yang bikin gw pengen ke psikolog.  Skipped forward to November 2020 . Gw jadi rajin masak. Meskipun yaaa masih kadang order kalo pas pusing menyerang, tapi masak jadi agenda harian. Yang biasanya masak weekend doang, sekarang beli makanan kalo nggak kuat berdiri dari kasur. Tentu saja selain masak, dengan bantuan Sayurbox gw jadi lebih sering konsumsi buah dan sayur tiap hari. Tak lupa, segala macem vitamin dan minuman-minuman macam Oronamin, bear brand, yakult, dsb. Btw, buah dan sayur di Sayurbox itu murah-murah banget lho sungguhan. Gw jadi rajin yoga. Olahraga kecil-kecilan aja lah yang penting badan gerak dan nggak terlalu kaku. Karena gw lebih aktif di malam hari, jadi gw yoga biasanya sebelum tidur. Semales-malesnya gw yoga, minima

Goodbye Grandma

 
photo was taken last year when Idul Fitri (2016). she is about 94 years old

Nenek yang ada di Malang tiba-tiba kritis. Kondisinya memang sudah tidak stabil sejak 2 tahun terakhir. Sudah tak lagi kuat berjalan. Tak lagi sesehat dan sebugar beberapa tahun yang lalu. Hanya tiduran di tempat tidur, berpindah dari satu tempat ke tempat yang lainnya harus digendong ataupun menggunakan kursi roda.

Tapi sejak beberapa bulan terakhir, setiap kali papa mama berkunjung, dan ketika mengetahui bahwa salah satu cucunya akan menikah, nenek selalu mengatakan 'dungakno yo nduk, le, mandar mugo aku nututi anakmu dikulupi' --> doakan ya nak, semoga aku masih bisa melihat anakmu dinikahkan.

Frekuensi berkunjung mama papa yang tadinya sebulan sekali menjadi bertambah. Sebulan dua kali, bahkan bisa seminggu dua kali. Dan setiap kali berkunjung kesana, kalimat yang sama selalu terlempar. Semoga masih bisa menyaksikan cucunya dinikahkan. Ya kita pun slalu mengatakan, 'pasti, pasti bisa kok, tenang aja'. Terakhir kali saya berkunjung kesana dalam kondisi nenek sadar, ada percakapan lucu antara nenek dan papa,

'mak, bakal e mantuku iki wong adoh'
'lho wong adoh ngendi tho le?'

'wong londo mak'
'la kepiye kok iso oleh wong londo iku? piye ngomonge?'
'sampean iki duwe mantu putu bule lho mak. wong londo mak. ngkok nek wes tak rabekno, mantuku tak gowo mrene tak kenalno sampean yo. makane sampean kudu sehat, kudu mangan seng akeh, kudu waras'
'ojo digowo mrene le. la aku isin lho omah e elek kok diparani wong londo'
'yo ora popo ta, wong mbah e kok. anakku ae ora isin nggowo bakal bojoe mrene kok. wes pokoke sampean kudu waras'

terjemah :
'mak, calon menantuku itu orang jauh'
'orang jauh darimana le?'
'orang londo (belanda) mak'
'lah gimana kok bisa dapet orang jauh? gimana cara ngobrolnya?'
'sampean ini punya cucu menantu bule lho mak. orang belanda. nanti kalau sudah dinikahkan, saya bawa menantu saya kesini, saya kenalkan sampean. makanya itu sampean harus sehat, harus makan yang banyak, harus sehat'
'jangan dibawa kesini le, aku malu lho rumahnya jelek kok didatengi orang belanda'
'ya nggak apa-apa lah, kan neneknya. anak saya aja nggak malu kok bawa calon suaminya kesini. pokoknya sampean harus sehat'

Lucu sekali mendengarkan celoteh nenek kala itu. Dan itu terakhir kalinya saya melihat nenek dalam kondisi sadar.

Ribetnya mengurus dokumen pernikahan campur tiba-tiba membuat saya berpikir 'Ah iya ah, mumpung HJ ada disini, ntar dibawa ke Malang aja kerumah nenek'. Tiba-tiba ntah mengapa, HJ terpikir untuk menikah secara agama sepulang dari Singapura. Dia mengajukan proposal ke papa mama, dan ternyata papa mama juga memikirkan hal yang sama. Tenggang waktu 2 minggu sebelum pernikahan official, dirasa tidak terlalu lama. Singkat cerita, kami berdua dinikahkan tanggal 21 April 2017 secara agama. Dihadiri tetangga dan keluarga. Jadi ini bukan nikah rahasia dan bukan karena hamil duluan. Will post about this separately.

Tanggal 26 April, nenek semakin kritis. Kondisinya koma, hanya sekali dua kali sadar, selanjutnya koma. Kami menuju Malang untuk melihat kondisinya. Waktu itu nenek ada di puskesmas. Nggak tega liat nenek yang tinggal kulit dan tulang dan semakin kurus. Disitu saya dalam kondisi sudah menikah, saya mengunjunginya bersama suami. Dalam kondisi koma, mama mengenalkan suami saya kepada nenek.  Dalam kondisi koma, tiba-tiba tangan nenek bergerak dan merespon tangan mama yang sedang menungguinya.

Esok harinya, kami mendapat kabar dari Malang kalau nenek meninggal. 27 April 2017. Dari situ kami semua menyadari, ada kemungkinan besar nenek menunggu saya menikah dan membawa suami saya untuk menemui nenek meskipun dalam keadaan koma. Satu keinginan nenek sudah terwujud, mampu bertahan sampai saya menikah. Satu keinginan papa juga sudah terwujud, membawa menantunya menemui nenek. Ada satu lagi keinginan mama saat saya menikah. Mama ingin semua keluarga dari papa datang kerumah berkumpul semuanya tanpa terkecuali. Kala itu adik terakhir papa bilang 'pokoknya kalo mbak Ike mantu saya harus kesana nggak tau gimana caranya. Pokoknya harus kesana, nggak peduli mbahnya nanti dirawat siapa dititipin siapa pokoknya aku harus kesana'. Dan ternyata keinginan mama juga tercapai. Semua keluarga bisa datang ke acara pernikahan saya tanpa kecuali, karena memang nenek sudah ditempat yang lebih baik disana. 

Goodbye grandma. You deserve something better. Thank you for waiting us, to fulfill our promises. Thank you for always stay strong. Thank you for taking care of us for a long time. I have no other regret in my life. We love you grandma 💗

Comments

Popular posts from this blog

Ujian hari senin

Kejadian ini terjadi tepat senin minggu lalu. Baru kali itu aku merasa 'WOW.. ini senin yeay'. Karena biasanya 'haduhh udah senen lagi'. Kebayang kan kalo seneng begitu dihari senen menyambut pagi dan hari itu rasanya langka banget. Otomatis pengennya hari itu berlangsung indah. Jam setengah 9 pagi, seperti biasa ke pantry ambil minum bareng sama temen sebangku. Dia bikin teh, aku nyuci botol sekalian ngisi dong. Seperti biasa juga, kadang aku males sih nyuci botol dengan ritual lengkapnya, akhirnya cuman bilas pake air panas. Ya mungkin nggak sampe 50 ml juga. Dikit banget deh. Temen juga selalu bersihin gitu gelasnya pake air panas. Pic source is here Eh lakok lakok... si bapak pantry yang serem itu tiba-tiba bilang 'Gak bisa ya gak nyuci botol pake air panas? Tiap sore itu banyak komplain gara-gara airnya abis'. Yakaliii air abis tinggal isi aja, ibu yang dulu aja nggak pernah ada komplain. Ya aku bilang lah ini cuman dikit, lagian yang ngelakuin ini

Jumat ceria

Hari ini memang bukan hari jumat, tapi cuman mau bilang aja sih kalo hari yang paling aku tunggu-tunggu itu hari jumat. Why?   Karena jumat itu selalu ceria, kalopun ada meeting besar pasti di hari jumat dan banyak cemilan, orang-orang pada berangkat sholat jumat, yang nasrani juga mengikuti misa di kantor, bisa pake baju bebas dan bebas berekspresi sepuas-puasnya, dan..... bisa video call sepuasnyaaaaaa kapanpun karena dia libur kerja 😍😍 gambarnya lucu 😁  taken from internet

[Book] Dunia Cecilia

'apakah kalian membicarakan hal semacam itu di surga?' 'tapi kami berusaha tidak membicarakannya dekat-dekat Tuhan. ia sangat sensitif terhadap kritik' Yap, sepenggal dialog antara Cecilia dan malaikat Ariel. Saya mengenal Jostein Gaarder sejak kuliah. Ehhhh 'mengenal' dalam artian kenal bukunya ya, kalo bisa kenal pribadi mah bisa seneng jingkrak-jingkrak hehehe. Jadi karena teman saya mendapat tugas kuliah membaca satu novel filsafat berjudul Dunia Sophie, saya jadi sedikit mengetahui si bapak Gaarder ini. Enak ya tugasnya anak sastra baca novel, tugas anak matematika ya baca sih, tapi pembuktian kalkulus -_- Dunia Cecilia ini buku pertama Jostein Gaarder yang saya baca, karena buku Dunia Shopie sangatlah berat berdasar review teman saya. Saya sih nggak perlu baca buku itu karena teman saya sudah benar-benar mahir bercerita. Jadilah saya sudah paham bener cerita Dunia Sophie tanpa membacanya. Novel ini atas rekomendasi teman saya, dia bilang kala