Skip to main content

Sayang Bumi Sayang Anak

Sharjah - UAE Gw suka banget belanja online. Ya karena praktis aja. Tentu saja gw juga suka banget belanja langsung on the spot  kalau lagi stress dan lagi ada waktu buat muter-muter. Tapi... ternyata gw jadi kesel tiap abis belanja online, gw harus berurusan dengan plastik-plastik bekas belanja.  "Dih plastik lagi." Emang, beberapa barang tentu saja perlu plastik/ bubble wrap  ekstra. Tapi banyak dari belanjaan gw yang nggak perlu itu semua. Tebel banget. Gw paham juga beberapa toko lebih milih dibungkus plastik tebel biar tokonya nggak dikomplain. Tapi bagi gw, udah kebangetan.  Gw tau kita nggak bisa sepenuhnya nggak pakai plastik. Kita masih akan pakai plastik. Konsekuensinya, ya kita harus tau sampah plastik ini harus diolah gimana biar nggak kebuang sia-sia. Mana nggak bisa terurai ratusan tahun lagi.  Masalahnya, plastik ini seringkali nggak bisa dipake lagi karena selotip yang muter. Susah lah di- breakdown lagi biar bisa dipakai ulang. Akhirnya, tentu saja dibuang pe

Turunan Bangsawan




Setelah menemukan celah untuk berhubungan kembali dengan keluarga Belanda, meskipun tidak semua keluarga yang ada disana sih, aku cerita dong ke papanya HJ. Eh papa jadi penasaran juga, akhirnya nanya nama familie nya apa. Karena nggak tau nama opa, akhirnya tanya ke mami. Dikasih tau lah kita nama marganya. 

Nama kakek buyut itu Arnold Carl von Bannisseth, nama nenek buyutnya yang aku lupa. Nama kakaknya mami itu Erich Carl von Bannisseth dan nama mami sendiri Rita von Bannisseth. Yang pada akhirnya nama mami berubah menjadi Rita Herawati Samsuri. Samsuri ini nama bapak sambungnya mami setelah bapak kandungnya meninggal. Meskipun di buku nikahnya mami masih pakai nama von Bannisseth.

Papanya HJ bilang kalau nama von ini dari Jerman, masih ada turunannya bangsawan. Wihhh seketika tau itu, aku langsung ngakak lho. Ngakak sejadi-jadinya. Sampe aku bilang ‘Yaudah pa nggak papa, anggep aja aku emang turunan bangsawan’, soalnya papa bilang ke aku kalo kayaknya aku ini duches. Yang kayak gelarnya Kate Middleton itu lho. Apa ya nggak makin ngakak aku  hahahahha

Disisi lain, dari alur keluarganya papaku sendiri, kakeknya masih ada darah kesultanan apaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa gitu. Nggak jelas dah, yang tau persis ini ya kakekku, tapi kakekku udah meninggal jadi nggak bisa dikorek lebih lanjut.

Jadi, simply said, gw ini turunan bangsawan tauuukkk!!! Kalo kata mamiku, ‘Iya emang bangsawan, bangsane tangi awan’ hahahahhahahahahaha. Itu aku banget sih

Note : bangsane tangi awan itu cara mamiku bilang ke aku golongan orang yang doyan bangun siang, yang mana itu adalah benar adanya hahahaha


After my mum knew her grandfather name, she said to me ‘if you have son, you can name it Arnold Carl. It’s a good name to remember him as a part of us’ …. Nggak ada salahnya juga sih 😄 besides, I will put HJ mother’s name if I have daughter 😄

Comments

  1. Kalo aku bukan turunan lagi mbak. Memang bangsawan


    Pangeran Riza....


    Wkwkwkwk

    ReplyDelete
  2. Ternyata gak kalah sama mss Kate Middleton ya. Enak Kalo masih ada keluarga yang bisa ditanya dan ditelusuri gitu asal usulnya. Kalo aku dah nggak bisa lagi karena sudah nggak ada. Gado2 rasa pecel taunya #eh,

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kate middleton mah lewaaatt haha

      Gado2 rasa pecel ituuuuu...bentar deh aku bayangin gimana rasanya yak

      Delete
    2. Jangan dibayangkan. Nti pusing sendiri sama rasanya #hahaha..

      Delete

Post a Comment

Share your thoughts with me here

Popular posts from this blog

The Reward of Teaching

Buku belajar Bahasa Indonesia dalam berbagai bahasa. I've become a teacher since semester 9. That being said, my teaching journey started in 2013. Took hiatus for 2 something years then I came back to these exam sheets, students, books, and social interactions. Didn't even want to become one but I fell in love right after I jumped in.  I guess I need to ask to apologize to my dad. I was mad at him a long time ago because he asked me to be one lol. Well, maybe I just didn't like the idea of being a teacher in a class where your students don't even care about you telling stuff in front of the class. That actually made me realize that I prefer to teach whoever wants to learn. Although sometimes I just need to teach without knowing what's their reasons to learn, and that is also fine. I do what I had to do. That is why I hate grading because I don't mind giving them a perfect score but what's the point if they know nothing after the course ended? I never teach a

Feeling Balanced

Never thought that I could feel this balanced. I now understand what zen is.  After all ups and downs that made me question my existential (probably won't be the last), I am starting to feel only love and less hate. As if love and compassion filling my heart every day. It's easy to annoy me normally, but so far, this past couple of months I feel less annoyed. So weird, crazy, yet amazing. Say, when I hear people talking about things I prefer not to talk about, like polygamy, I don't feel hate anymore. Usually, I'll say bad words, cursing them, you name it. But last night I watched a video about that and it made me feel "HA HA HA Stupid ignorant reasons" that was it. I thought I'll be emotional and angry, but I didn't. I even take pity for them. I know it's their right to do so, but the youngest wife wanted to go to college, and instead, she is married to that old guy who promised her to pay for her college. But that never happens (yet) even after 3

[Book] Dunia Cecilia

'apakah kalian membicarakan hal semacam itu di surga?' 'tapi kami berusaha tidak membicarakannya dekat-dekat Tuhan. ia sangat sensitif terhadap kritik' Yap, sepenggal dialog antara Cecilia dan malaikat Ariel. Saya mengenal Jostein Gaarder sejak kuliah. Ehhhh 'mengenal' dalam artian kenal bukunya ya, kalo bisa kenal pribadi mah bisa seneng jingkrak-jingkrak hehehe. Jadi karena teman saya mendapat tugas kuliah membaca satu novel filsafat berjudul Dunia Sophie, saya jadi sedikit mengetahui si bapak Gaarder ini. Enak ya tugasnya anak sastra baca novel, tugas anak matematika ya baca sih, tapi pembuktian kalkulus -_- Dunia Cecilia ini buku pertama Jostein Gaarder yang saya baca, karena buku Dunia Shopie sangatlah berat berdasar review teman saya. Saya sih nggak perlu baca buku itu karena teman saya sudah benar-benar mahir bercerita. Jadilah saya sudah paham bener cerita Dunia Sophie tanpa membacanya. Novel ini atas rekomendasi teman saya, dia bilang kala