Skip to main content

Merah Putih

Gw sama Indonesia itu ibarat dua sejoli dalam love and hate relationship. Gw terlahir di tanah yang diperjuangkan orang-orang terdahulu. Nggak keitung berapa juta nyawa hilang untuk itu. Gw bersyukur gw nggak perlu lagi bawa bambu runcing untuk merebut negeri ini dari tangan penjajah. Sejak sebelum nikah gw mulai "berteman" dengan birokrasi dua negara. Birokrasi dari Belanda, tentu saja tidak seribet birokrasi di negeri ini. Segala macam email akan segera dibalas dan dibantu untuk dihubungkan ke pihak terkait atau yang menangani itu. Bahkan untuk permintaan Schengen visa tipe kunjungan keluarga di masa pandemik ini diberikan high priority dan email dibalas dalam sekejap. Sedangkan di Indonesia, aaahhh yaaa gitu dehh.

Tapi, nggak akan pernah gw pungkiri tiap kali gw denger lagu Indonesia Raya gw selalu mewek. Tiap kali liat bendera Indonesia, gw diam sebentar  berterima kasih atas nikmat bisa tinggal di negeri ini tanpa perlu memegang senjata. Gw bener-bener marah saat suami g…

Jumping Heart




Siapa yang suka nonton drama Korea hayo??? Yang suka nonton dan yang ga mau ketinggalan drama Korea, pasti tau drama yang judulnya Descendant of The Sun. Itu tuh, si Song Joongki dan mbak Song Hye Gyo. Dua Song ini sukses membawa drama ini memiliki rating luar biasa. Sampe bikin supervisor dan orang kantor baper berminggu-minggu. Yang ujung-ujungnya ‘Prissss donlotin lagunya’.

Hebat!

Buat saya, dramanya bagus, tapi bukan itu yang saya pikirkan selama menonton drama ini. But it’s more like how similar that drama to the story I have with my fiancé. Seriusan deh. Beda-beda tipis sih. Kalau di drama itu mbak Hye Gyo nya jadi dokter dan mas Joong Ki nya jadi tentara, kalau di kehidupan nyata (read : kehidupanku maksudnya), saya kerjanya di kantor (mumpung belom resign haaha) dan dia kerjanya sebagai interpreter ICRC. 



Lah terus samanya dimana?

Samanya itu… Joong Ki kerja didaerah konflik (bahkan pernah mendarat di Afganistan juga), dan HJ kerjanya di daerah konflik (di Afganistan tepatnya). Tetep ya yang beda itu saya sama Hye Gyo nya hahaha
Jadi maksud saya itu, pernah ada scene dimana Hye Gyo sama sekali nggak bisa menghubungi Joong Ki, saya jadi ikutan baper. Bukan baper gara-gara kebawa alur drama, tapi gara-gara saya tau rasanya nggak bisa menghubungi HJ yang bekerja di daerah konflik dengan alasan internet di kota yang dikunjungi itu nggak sebagus di kantor dia. Atau kalo nggak gitu, lagi detention visit  yang nggak memungkinkan HP masuk dan itu selama beberapa hari, whole day. Tapi sekarang dia udah ada paketan internet juga sih hahaha! Belum lagi kalo routing ke kota baru, yang lebih rawan konflik, kita pas video call diiringi alunan bom dan tembakan jedar jedor. PERNAH LHO DAN ITU SEREM!

Kalau nggak bisa dihubungi dengan alasan internet nggak mumpuni dan berada di daerah aman mah nggak masalah, la tapi ini daerah konflik. Apa ya nggak cekot-cekot ini hati nungguin kabar dari dia. Jangankan gitu ya, kantor utama dia kan compound sama kantornya jadi satu pager, lah kalo di kota lain ini terpisah. Harus nyebrang jalan depan dulu. Ya biarpun nyebrang jalan ya, peluru aja sempet nyasar ke jendela ruang makan deket kamarnya kok. Apa gak lebih cekot-cekot ini tiap hari.



yang ini kita, yang merasa seperti drama Korea

Kalo orang Tanya kerjanya apa, saya jawab sesuai keadaan dia ya. Reaksinya pertama pasti : wahh keren ya kerjanya. Reaksi kedua : duh tapi serem. Reaksi ketiga : nggak kamu suruh pindah kerja aja. Reaksi keempat : kamu nggak takut tiap hari kayak gitu? Duh deg-deg an terus tiap hari. 

Pernah juga dikirim foto pas dia terbang balik ke kantor utamanya, fotonya itu sejajar dengan pesawat yang nembakin rudal ke kota yang dia tempati pas routing itu. Nangis Bombay deh. 
 
Jadi intinya saya itu tiap hari deg-deg an 😁

Comments

Post a Comment

Share your thoughts with me here

Popular posts from this blog

[Piknik] Prambanan lagi

Salah satu pesona Jawa Tengah adalah Candi Prambanan. Saya sudah 3 kali berkunjung ke situs warisan dunia ini. Candi yang terletak di perbatasan Jawa Tengah dan jogja ini selalu menimbulkan kesan mistis bagi saya. Terletak tak jauh dari jalan raya, sehingga mengunjunginya pun sangat mudah. Berbeda dengan Candi Borobudur yang letaknya sangat jauh dari jalan raya besar. 
Ok, menurut saya ada 3 cara menuju candi ini. Menggunakan bus transjogja, taksi, dan kendaraan pribadi. Bagi yang menggunakan transjogja, saya pernah menggunakannya berangkat dari daerah kampus UNY, daerah Depok Sleman. 1 kali transit, 2 kali berganti bus. Dengan harga transjogja yang kala itu, 2014, seharga 3500 rupiah. Tapi sampai saat ini masih sama harganya, menurut info dari teman. Lokasi shelter bis berada agak jauh dari pintu masuk lokasi candi, mungkin kira-kira 500meter sampai 1kilometer. Kalau jalan, menghabiskan waktu sekitar 15-20menit. Bisa juga naik becak untuk opsi yang lain. Lagi-lagi, jangan lupa menaw…

[Book] Dunia Cecilia

'apakah kalian membicarakan hal semacam itu di surga?' 'tapi kami berusaha tidak membicarakannya dekat-dekat Tuhan. ia sangat sensitif terhadap kritik'
Yap, sepenggal dialog antara Cecilia dan malaikat Ariel. Saya mengenal Jostein Gaarder sejak kuliah. Ehhhh 'mengenal' dalam artian kenal bukunya ya, kalo bisa kenal pribadi mah bisa seneng jingkrak-jingkrak hehehe. Jadi karena teman saya mendapat tugas kuliah membaca satu novel filsafat berjudul Dunia Sophie, saya jadi sedikit mengetahui si bapak Gaarder ini. Enak ya tugasnya anak sastra baca novel, tugas anak matematika ya baca sih, tapi pembuktian kalkulus -_-



Dunia Cecilia ini buku pertama Jostein Gaarder yang saya baca, karena buku Dunia Shopie sangatlah berat berdasar review teman saya. Saya sih nggak perlu baca buku itu karena teman saya sudah benar-benar mahir bercerita. Jadilah saya sudah paham bener cerita Dunia Sophie tanpa membacanya.

Novel ini atas rekomendasi teman saya, dia bilang kalau novel ini ri…

Pake Jenius

Beberapa waktu lalu sering liat counter Jenius di Matos, yang lalu kutemui pula di MOG. Anak Malang tau lah dua mall ini. Nah udah cari info sana sini ya, kok kayaknya asik gitu. Jadi memberanikan diri untuk sign up. Apakah perlu kujelaskan fitur dan fungsinya secara mendetail? Karena sudah banyak tercecer informasinya di internet. Nggak ah, gw mau bahas pengalaman gw pake kartu ini selama sebulan ini.

Sign up lah aku di counter MOG (ya gusti kejebak lagi gw pake nambah kartu-kartuan begini). Kemudian, berkatalah mbaknya "Transfer aja mbak satu juta kesini, kita lagi ada promo kalau transaksi pertama kali satu juta akan ada free kartu member starbucks dengan saldo 50ribu. Lumayan lho mbak Starbucks". Gw nggak fanatik Sbucks (cuma kalo harus beli Chai tea selalu kesini). Dan tanpa sadar pun gw transfer sejuta ke akun jenius gw. Because, why not? Lagian juga mindah duit gw sendiri ke rekening yang lain kan? Nggak ilang duit juga.

Jadilah kudapat kartu Jenius beserta k…