Stigma Memiliki Pasangan Bule

11:16 PM



Disclaimer : This post will be a long post and I will write this in Indonesian. I am sure that a lot of people who are in relationship with a foreigner man/woman feel the same as me. This also has been written everywhere. I am not unintentionally offend some parties by publishing this post. But here, I want to write to change your mindset regarding us, Indonesian who are in relationship with foreigner (bule). If you have negative thoughts whenever you see mixed couple, then you should read this!

Stigma negatif kebanyakan masyarakat Indonesia masih sangat tinggi terhadap pasangan pelaku kawin campur. Pelaku kawin campur adalah warga negara Indonesia yang menikah dengan warga negara asing. Dalam hal ini, stigma lebih banyak mengarah kepada wanita Indonesia yang menjadi pasangan dari lelaki ras kaukasoid. Dalam hal ini, masyarakat sering menyebutnya 'bule'. Hal ini jarang sekali berlaku bagi lelaki asing yang berasal dari ras selain kaukasoid.

Mengapa hal ini terjadi?

Simple, alasan pertama adalah fisik. Alasan kedua adalah karena konversi EUR/USD menjadi IDR adalah sesuatu yang tidak sedikit.

Karena kebanyakan masyarakat masih memandang bahwa kriteria tampan maupun cantik adalah orang yang memiliki kulit berwarna putih. Ras kaukasoid, tentu saja warna kulitnya cenderung putih dengan mata cenderung berwarna selain coklat. Tentu saja hal ini membuat mereka terlihat berbeda dari kebanyakan masyarakat Indonesia.

Perbedaan warna kulit yang 'mencolok' ini menyebabkan ada beberapa hal yang dipandang sedikit miring ketika melihat seorang wanita WNI yang memiliki pasangan WNA.

Saya adalah seorang wanita Indonesia yang sedang menjalin hubungan dengan lelaki asing yang berasal dari Belanda. Sebagai seorang Indonesia yang berkulit coklat dan berjalan dengan seorang lelaki asing yang berwarna kulit putih dengan mata biru, tentu saja dalam sekejap menarik perhatian orang dijalanan, terlebih karena saya menggunakan jilbab.

At first, kebanyakan dari mereka akan mengatakan 'Wow, pacarnya (pasangannya) bule'. Komentar selanjutnya, bisa menjadi 'Hmm.. yaiyalah sama bule, kan bule punya banyak uang'. Komentar selanjutnya yang mulai agak kurang ajar adalah 'Dibeli mahal mungkin semalamnya?'. Saya pernah mengalaminya ketika berlibur ke Jogjakarta bersamanya. Berjalan kemanapun bisa menjadi pusat perhatian. Belum lagi diperhatikan dari ujung kaki sampai ujung kepala. Membeli tiket di Prambanan pun hanya kami berdua yang diperhatikan puluhan orang yang sedang antri membeli tiket masuk. Mengganggu? SANGAT.

Mungkin seorang wanita Indonesia yang sedang jalan dengan lelaki bule dianggap alien yang harus diperhatikan dengan detail.

Apa yang akan terjadi ketika kita berdua menikah?

Oh tentu saja, saya akan kehilangan sebagian hak saya sebagai warga negara Indonesia, terutama dalam hal kepemilikan properti. Technically, saya masih tercatat sebagai WNI, tapi hak saya berkurang. Artinya apa? Bagi kalian yang paham perbedaan antara Surat Hak Milik (SHM) dan Hak Guna Bangunan (HGB), tentunya memahami kerugian yang akan saya (WNI) alami ketika menikah nantinya. Membeli rumahpun suratnya mentok sampai HGB, bukan menjadi hak milik. Kenapa? Karena Indonesia mengharamkan tanahnya dimiliki pihak asing. Bisa dicek di UU Agraria selama belum di amandemen. Karena pelaku kawin campur sedang memperjuangkan hak untuk memiliki tanah dan rumah di negaranya sendiri.

Berbicara tentang hasil konversi EUR/USD ke IDR, tentunya menjadi hal yang menarik. Kenapa? Karena harga satu dolar atau satu euro ketika dijadikan rupiah sekitar 13,000 - 16,000. Menarik bukan? Bagi orang yang 'mata duitan' tentu hal ini menarik. Income saya yang sepuluh kali lipat pendapatan pasangan saya, akan membuat orang silau. Karena memang jumlahnya banyak dalam bentuk IDR. Kalau bentuk EUR dan dipakai hidup di negaranya gimana? Ya sama saja seperti gaji dua juta rupiah disini digunakan untuk hidup di Jakarta.

Memang, masih banyak bule hunters  diluar sana yang bertujuan menguras harta si bule. Tapi apakah adil menganggap saya atau orang yang seperti saya sebagai bule hunters yang hanya mengeruk kekayaan si bule? Kalau itu tujuan utama saya, saya pasti akan mencari bule yang jauh lebih kaya dari pasangan saya saat ini. Kalau bisa anak tunggal, pengusaha, anak orang kaya, hartanya yang nggak akan pernah habis selama 10 keturunan kalau perlu.

Apa hal tidak mengenakkan yang sering saya alami selama berpasangan dengan orang asing?

Bicara tentang hal yang tidak mengenakkan, ada beberapa poin antara lain : Pertama, perbedaan fisik yang dianggap tidak pantas karena dia seperti juragan dan saya seperti pembantu. Kedua, dianggap matrealistis dan mata duitan. Ketiga, dianggap wanita jalang yang hanya menjajakan dirinya demi segelintir dolar. Keempat, dicurigai bertujuan menguras harta pasangan asingnya (yang ini berhubungan dengan poin nomor dua). Kelima, diremehkan karena bisa 'mendapatkan' pasangan bule yang katanya 'superior'. Keenam, sering dianggap 'agen bule' yang punya stok bule untuk teman-temannya yang sedang mencari jodoh bule. Ketujuh, wisata kemana-mana diberikan harga khusus bule.

Mbak, mas, pak, bu, pakdhe, budhe, mbah, tante, om, kakak, tolong ya, orang asing itu bukan bank berjalan yang menggunakan baju terbuat dari uang seratusribuan warna merah. Tolong ya jangan seenaknya bilang 'Kan punya bule, minta dia uang dong!', jujur saja itu mungkin pernyataan candaan tapi itu sangat menyakitkan bagi saya. Seolah saya menggaet bule hanya demi uang.

Ada juga yang pernah bertanya kalau ngobrol menggunakan bahasa apa. Ya bahasa Inggris. Karena saya dilihat kurang mahir berbahasa Inggris mungkin ya, jadinya agak meragukan. In fact, kita berdua kalau sedang bertengkar bisa menggunakan 4 bahasa sekaligus. Inggris, Indonesia, Jawa, Belanda.

Pernahkah saya kecewa? 

Tentu saja. Seolah saya tidak pantas berpasangan dengan orang asing yang karena saya cinta dia. Seolah saya ini pencuri harta orang lain. I am not money minded person. Uang memang diperlukan untuk hidup, tapi bukan berarti saya menjadi gelap mata dan mengambil barang orang lain dengan sembarangan. Saya bukan orang yang dididik untuk hidup menumpuk dan mencuri harta orang. Bukan juga orang yang dididik untuk mengambil harta atau memiliki harta dengan cara yang haram dan tidak semestinya.

Saya hanya seorang wanita Indonesia yang ingin dengan bahagia menikah dengan lelaki (asing) pilihannya. Menikah dengan lelaki asing bukan demi menumpuk pundi-pundi uang, tapi hanya karena perasaan klik dan cinta yang memang kami berdua miliki.



Karena yang mengerti perasaan ini sepenuhnya hanyalah orang yang mengalami hal yang sama seperti kami dan orang yang bukan money minded person. 

I only want to live happily with my choosen man. Want to grow old with him in our simple house together with our kids. I love you HJL 💖💗

You Might Also Like

12 komentar

  1. pasangan itu pilihan kok, yah meskipun pada akhirnya jodoh ada ditangan Tuhan, peduli apa dengan komentar orang lain tih yg menjalani diri kita sendiri
    ok, saya ingin ucapkan selamat semoga pikihanmu adalah yg terbaik untuk mu
    salam

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak bener, cuman kadang nyesek aja milih dia dikira mata duitan pengen ngambil hartanya aja 😢

      Makasih ya mbak 😊

      Hapus
  2. Selama satu agama sih itu boleh kok mbak.

    Karena suami yang akan mempertanggungjawabkan kelak di akhirat.

    Berarti mbak bisa bahasa Inggris dengan lancar ya soalnya kalau sedikit ngerti mah pasti puyeng menerjemahkan apa maksudnya hehe.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Huahahaha bisa pun masih kadang suka slah paham mas, akhirnya malah ngomong pake bahasa asli masing2 hohoho

      Hapus
  3. semoga barokah mbak
    sy juga pengen banget punya isteri pinay (wanita Filipina) hihi
    entah biar Tuhan yg ngatur

    BalasHapus
    Balasan
    1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus
    2. Jodoh emang udah diatur mas, tapi Tuhan juga nggak mau semena-mena ngasih aja tanpa usaha ahaiiii

      *sorry lagi kesurupan jin baek ngomongnya bener

      Hapus
  4. #puk3,sabaryadek
    Semoga semua aman lancar berkah ya. Btw, kapan nih ceritanya kok gak undang2..?#hahaha #sapasihlo?

    BalasHapus
  5. Mana adegan kissingnya? Biar mirip film-film barat mbak

    Alah cuek wae rag wes. Ora ngempani, ora due kontribusi, yu ar no badi. Koyo kui wae. Ojo dipiker mumed.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ora mas ora mikir. Ada kok adegan dewasanya, tapi ora ditulis ben sampean ora iri 😂😂

      Hapus

Let me know what you think about mine ~ Share it here