Skip to main content

Pentingkah Memiliki Asuransi?

sunset di Kuta Bali
Dulu tiap kali denger kata asuransi, gw selalu antipati. Rasanya seperti, "Apaan sih asuransi-asuransi? Udah duit ilang, nggak dapet apa-apa, mending diinvestasikan aja lah" Asuransi yang gw punya cuma asuransi kesehatan aja karena otomatis terdaftar di Askes sebagai anak dari PNS.

Asuransi adalah pertanggungan atau perjanjian antara dua belah pihak, di mana pihak satu berkewajiban membayar iuran atau kontribusi atau premi. Pihak yang lainnya memiliki kewajiban memberikan jaminan sepenuhnya kepada pembayar iuran/kontribusi/premi apabila terjadi sesuatu yang menimpa pihak pertama atau barang miliknya sesuai dengan perjanjian yang sudah dibuat) -  Wikipedia
Tentu saja akhir-akhir ini sudah berubah dong opini gw terhadap asuransi. Tak kenal maka tak sayang. Gw pelajari tentang asuransi lebih jauh beserta manfaatnya. Tapi, benahi dulu definisi awal asuransi. Banyak orang yang salah kira kalau asuransi adalah soal "investasi." Asuransi bukan investasi.

Halo Prenup!



Prenup menjadi salah satu hal yang terbilang penting bagi saya dan dia yang akan menikah. Prenuptial agreement bisa menjadi opsional bagi pasangan sesama Indonesia terutama bagi mereka yang memiliki asset yang wow. Lah saya aja nggak punya asset ngapain bikin prenup? Karena eh karena prenup itu dipakai sebagai syarat untuk beli rumah dan buka rekening bank. Sampai pada bulan Oktober pas sumpah pemuda kemarin salah seorang anggota Perca berhasil memperjuangkan satu poin dalam beberapa poin yang diajukan, yaitu tidak menjadikan prenup menjadi satu hal yang dibutuhkan sebelum pernikahan. Intinya, kita bisa kawin nikah tanpa prenup.

 cuman tangan kita kok 😉

Udah di ketuk palu sih katanya, tapi eh tapi kok kabarnya belum kedengeran lagi. UUnya belum amended katanya. Nyari infonya juga susah pula. Kayaknya harus daftar jadi member Perca ini.

Kita berdua sih pengennya nggak bikin, karena : take time buat ngurusnya, harus bener-bener didiskusikan, nambah budget pula. Tapi ternyata, kita diskusi juga soal prenup. Dirumah. Kebanyakan prenup itu lebih mengarah ke asset berupa rumah, tanah, dan beberapa harta berharga lainnya. Tapi juga bisa kok nambah hal-hal semacem cara ngurus anak, ya pokoknya hal yang berkaitan dengan kehidupan pernikahan sih. Menurut saya sih kalo itu fleksible karena akan selalu didiskusikan kalo soal cara mendidik anak lho ya. Tapi yang nggak kenal kompromi itu ya soal asset itu. Aku nggak punya asset jadi bingung harus nulis apaan hehee

Jadilah kita diskusi tentang prenup ini dirumah. Pertama diskusi soal property dan sejenisnya, fine aja sih di bagian ini. Soal anak, oke fine. Soal biaya rumah tangga, fine kelar. Soal divorce ini yang mulai nggak fine. Ya semua nikah untuk sekali selamanya ya, tapi poin perceraian ini juga ada didalam prenup. Tadinya mulai gusar dan sadar kalo kita juga harus bicarakan soal ini. Sok sok kuat, ehh mewek juga endingnya. Beneran mewek. Sedih lah pas mbahas ini. Udah ah skip aja lah bahas yang sedih ini ya.
Nah setelah kita selesai diskusi soal ini, dikirain bakal langsung dibawa ke notaris, ehhh dia bilang kalo mau dibawa ke NL dulu mau dibicarain sama notarisnya disana. Ya gustiiiiiii. Tau gitu nggak perlu lah aku bingung bikin janji notaris disini. 

Jadi intinya kita udah ngobrolin diskusiin prenup, tinggal di tok palu dan tanda tangan aja deh. Dan itu nggak tau kapan hohoho. Bingung mikir waktunya. Semoga kelar cepet lah deh. Udah pusing banget mikir yang nggak kelar-kelar. 


*updated : akhirnya saya bikin di notaris Joyce di Surabaya, saya bikin sekitar tgl 20 April sepulang dari urus visa suami di Singapore, tanggal 25 April prenup selesai, tanggal 27 April prenup udah dirumah, tanggal 6 Mei saya nikah resmi. 

Comments

  1. Elah ribet banget...

    Dirimu ikut misua ke londo opo di Indonesia aja mbak? And hey, let me tell you ! You have an asset. This blog !

    ReplyDelete
    Replies
    1. Smntra di indonesia dlu mas krn dia kan kerjae di afganistan. Kl aku dibawa ntar bisa2 aku disana bedil2an haha

      Ohh true!!! This is one of my asset! Can I put this on prenup? 😄😆

      Delete
    2. Kerjo opo nang afganistan? Wartawan yah?

      Yes..yes.. yu ken put dis aset on yor prenup...

      *medok*

      Delete
    3. Hahaha boro wartawan, dia nulis aja ogah. Kerja di ICRC mas

      Yes ai wil put dis blog as mai aset yes

      Delete
  2. Mbak...bikin prenupnya dmn? Boleh mnta alamatx? Trus biayanya brpa? Soale aku jg btuh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai mbak, aku belum bikin bener2 sih soalnya yg kita diskusiin kemaren masih mau dibawa ke notaris belanda jg

      Aku rencana bkin di joyce sudarto, daerah jalan sulawesi. Cobak cek gugel mbak dan hubungi aja. Aku smntra ini via tlp dan wa aja

      Delete
    2. Boleh minta WAnya mbak. Aku mau ngobrol2 gtu..klo boleh. Atau Line juga bisa

      Delete
    3. Boleh2 boleh

      Line ku silverestrella, aku tunggu ya

      Delete
  3. Hai mbak Prisca, akhirnya bikin prenup dimana? Apakah prenup yg dibuat di notaris belanda berlaku juga di Indonesia? Saya juga lagi berkutat dengan prenup, bingung antara buat di Indo ato di Belanda. Thanks.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai mbak Hani... kita akhirnya bikin di surabaya. H-6 sebelum nikah 🙈
      Kalau soal berlaku ga nya harusnya berlaku ya soalnya menyangkut hukum juga sih. Ato mgkn bs juga nnti dilegalisir biar berlaku disana atau disini. Soale temen ada yg legalisir prenup nya yg bkin disini, dia mau tinggal di NL.

      Senyamannya dan sefleksibelnya mbak sama partner aja bikinnya dimana. Soalnya lmyn take time mbak. Bukan soal sidangnya tp soal diskusinya. Sran aku sih diskusiin dlu mateng2, jd ntr kl ke notaris tgl cek ulang bentar trus ttd trus nunggu selesai disahkan. 5 harian lah

      Delete

Post a Comment

Share your thoughts with me here

Popular posts from this blog

[Piknik] Prambanan lagi

Salah satu pesona Jawa Tengah adalah Candi Prambanan. Saya sudah 3 kali berkunjung ke situs warisan dunia ini. Candi yang terletak di perbatasan Jawa Tengah dan jogja ini selalu menimbulkan kesan mistis bagi saya. Terletak tak jauh dari jalan raya, sehingga mengunjunginya pun sangat mudah. Berbeda dengan Candi Borobudur yang letaknya sangat jauh dari jalan raya besar. 
Ok, menurut saya ada 3 cara menuju candi ini. Menggunakan bus transjogja, taksi, dan kendaraan pribadi. Bagi yang menggunakan transjogja, saya pernah menggunakannya berangkat dari daerah kampus UNY, daerah Depok Sleman. 1 kali transit, 2 kali berganti bus. Dengan harga transjogja yang kala itu, 2014, seharga 3500 rupiah. Tapi sampai saat ini masih sama harganya, menurut info dari teman. Lokasi shelter bis berada agak jauh dari pintu masuk lokasi candi, mungkin kira-kira 500meter sampai 1kilometer. Kalau jalan, menghabiskan waktu sekitar 15-20menit. Bisa juga naik becak untuk opsi yang lain. Lagi-lagi, jangan lupa menaw…

Pake Jenius

Beberapa waktu lalu sering liat counter Jenius di Matos, yang lalu kutemui pula di MOG. Anak Malang tau lah dua mall ini. Nah udah cari info sana sini ya, kok kayaknya asik gitu. Jadi memberanikan diri untuk sign up. Apakah perlu kujelaskan fitur dan fungsinya secara mendetail? Karena sudah banyak tercecer informasinya di internet. Nggak ah, gw mau bahas pengalaman gw pake kartu ini selama sebulan ini.

Sign up lah aku di counter MOG (ya gusti kejebak lagi gw pake nambah kartu-kartuan begini). Kemudian, berkatalah mbaknya "Transfer aja mbak satu juta kesini, kita lagi ada promo kalau transaksi pertama kali satu juta akan ada free kartu member starbucks dengan saldo 50ribu. Lumayan lho mbak Starbucks". Gw nggak fanatik Sbucks (cuma kalo harus beli Chai tea selalu kesini). Dan tanpa sadar pun gw transfer sejuta ke akun jenius gw. Because, why not? Lagian juga mindah duit gw sendiri ke rekening yang lain kan? Nggak ilang duit juga.

Jadilah kudapat kartu Jenius beserta k…

Punya Rekening Lagi : CIMB on Account

Saya cenderung males bawa uang cash. Kenapa? Ribet, nominal rupiah yang gede banget kebanyakan nol, dan seringnya di dompet isinya duaribuan. Pernah lho duaribuan itu ada kali 30lembar. Serasa kaya, kalo duitnya merah haha

Saya lebih suka debet. Lebih praktis kan, tapi nggak bisa dipake beli di toko kelontong. Jatohnya malah lebih mahal sih emang, dipakenya juga kalo nggak ke toko kelontong kan. Tapi... Saya juga sebenernya rada takut akhir-akhir ini. Karena uang di rekening bisa aja tiba-tiba ilang. Ada temen, satu kali gaji ilang. Untung aja dia urusin bener-bener dan bisa balik duitnya. Ada lagi OB juga gitu, duitnya juga ilang mendadak. Takutnya itu kan di hack atau diduplikat kartu ATM nya. Semakin canggih lah pokoknya.

Nah karena banyak kejadian kayak gitu, saya jadi lebih protektif ke kartu mana yang bisa dipake sembarangan dan mana yang nggak boleh. For sure, ini berhubungan dengan berapa banyak jumlah rekening yang dimiliki. Menurut saya sih minimal harus punya 2. Satu buat …