Skip to main content

Pentingkah Memiliki Asuransi?

sunset di Kuta Bali
Dulu tiap kali denger kata asuransi, gw selalu antipati. Rasanya seperti, "Apaan sih asuransi-asuransi? Udah duit ilang, nggak dapet apa-apa, mending diinvestasikan aja lah" Asuransi yang gw punya cuma asuransi kesehatan aja karena otomatis terdaftar di Askes sebagai anak dari PNS.

Asuransi adalah pertanggungan atau perjanjian antara dua belah pihak, di mana pihak satu berkewajiban membayar iuran atau kontribusi atau premi. Pihak yang lainnya memiliki kewajiban memberikan jaminan sepenuhnya kepada pembayar iuran/kontribusi/premi apabila terjadi sesuatu yang menimpa pihak pertama atau barang miliknya sesuai dengan perjanjian yang sudah dibuat) -  Wikipedia
Tentu saja akhir-akhir ini sudah berubah dong opini gw terhadap asuransi. Tak kenal maka tak sayang. Gw pelajari tentang asuransi lebih jauh beserta manfaatnya. Tapi, benahi dulu definisi awal asuransi. Banyak orang yang salah kira kalau asuransi adalah soal "investasi." Asuransi bukan investasi.

Tentang kartu kredit



Ada sedikit cerita dari salah seorang teman saya pengguna kartu kredit. Ceritanya dia menggunakan kartu kreditnya temannya dengan limit 25 juta. Bukan kartu kredit milik pribadi. Sejauh ini sih dia masih bisa bayar tagihannya. Tapi makin lama dia mengeluh karena gaji cuman kayak model aja di catwalk, numpang lewat. Gaji dia sekitar 4juta, dibawah 5juta. Pertama kali dia menggunakan kartu kreditnya itu ketika kami sedang jalan-jalan dan dia melihat running shoes seharga 250 ribu setelah diskon. Buat saya sih nggak penting berapa jumlah diskonnya, yang penting harga akhirnya yang affordable dan barangnya bagus. Menurut saya sepatu olahraga seharga 250 ribu itu sudah cukup bagus dan saat itu dia memang membutuhkan sepatu olahraga. Saat itulah dia menggesek kartu kreditnya secara perdana. Menurut saya, nggak rugi dan smart choice.


smakin banyak kartu kredit yang dimiliki dan digunakan, maka potensi utang semakin besar (pinjem gambar dari sini)



Selanjutnya, tiba-tiba dia bercerita dia membeli dompet seharga 600 ribu. Saya kira dia beli emas batangan satu gram, ternyata cuman dompet. Sorry, dompet 100ribu itu sudah bagus kok. Lagian kita nggak akan pamer dompet kita kan??? Kalau tujuannya pamer barang mahal lho ya. Itu tuh bener-bener nggak masuk akal menurut saya. Nggak rasional aja alasannya untuk membeli, bahannya bagus. Duit mau ditaro dompet harga 100ribu apa 600ribu juga sama aja bentuknya. Nggak mungkin gambar pahlawannya berubah jadi tidur di kasur sutra kan?? Dan…. Tuh dompet juga nempel di saku pantat biasanya kalo cowo bawa dompet. 

Next, dia beli jaket 500 ribu merk beken. Dia agaknya menjadi social climber sekarang. Nggak masalah jadi social climber asal nggak keblinger. Alasannya kali ini adalah bahannya enak, dipake nyaman, dan itu harga diskon. Duh diskon aja masih 500ribu. Saya kemaren beli jaket harga 200 ribu udah uwenakkkk banget dipakenya. Kata teman saya yang di Liverpool, ‘kok diskon tapi masih mahalan di sana sih? Di Liverpool aja harga diskon udah 200an. Jaket yang kamu pake itu cuman 200ribu di Liverpool’.


iya kalo jaket sama jeans mahalnya bisa seketika bikin dia sebeken dan seganteng mas Siwon yang satu ini. btw, abang Siwon ini cinta Indonesia banget lho, tiap 17agustus selalu ngucapin happy independence day kecuali tahun ini karena wamil (pinjem gambar di sini)



Seminggu abis beli jaket, dia beli jeans seharga 999,900 rupiah. Ini bener-bener membelalakkan mata kita para pendengar. Jeans sejuta??? Udah bisa beli 5 jeans ku deh. Dia bilang ‘diskon ini beneran, enak banget pakenya’. Come on!! Harga memang mempengaruhi rasa, tapi kalau bisa dapat harga dibawahnya dengan kualitas dan rasa yang sama ya ngapain beli yang mahal sih ya. Itu prinsip saya sih. 

Kemudian dia membeli tiket penerbangan ke Singapura, harga 1,500,000 sudah dapat tiket PP Jakarta – Singapore dengan penerbangan bagus. Oke yang ini masuk akal. Ini juga belinya pake kartu kredit. Dicicil tiap bulan 250ribu selama 6bulan.

Yang paling terbaru ini dia baru saja beli MACBOOK seharga 16 juta (atau 21 juta lah itu) dengan cicilan tiap bulannya 800 hampir 900ribu. Well.. ini masuk kategori keinginan karena dia tidak membutuhkan laptop pribadi untuk bekerja, dia juga tidak memiliki hobi yang berhubungan dengan utak atik laptop dan pemrograman, dia beli karena ingin hits kalau dibawa ke kafe si apple-nya bisa nyala idup kece gitu. Saya juga pengen sih, kalau cuman keinginan aja hahaha! Kecuali kalo saya udah ada duit 500juta


hemm hemmm ini lho bikin ngiler (gambar pinjem sini)



Kondisi dia saat ini dengan gaji kisaran 4-5juta, dengan memiliki cicilan 900 ribu untuk motor, 800 ribu untuk macbook, 250ribu untuk pesawat ke Singapore, nggak tau sih cicilian jeans sejutanya udah kelar apa belom, tapi yang jelas hampir setengah gajinya dihabiskan untuk cicilan kartu kredit. Harga kos dia satu juta. Sudah menghabiskan 3 juta untuk itu. Belum lagi kebutuhan seperti kosmetik, pulsa, bensin, apakah cukup 500 ribu? Karena saya tahu kosmetik dia juga nggak murah. Mana dia juga hobi makan lagi, makan ditempat mahal dan hobi nonton. Sebulan bisa lebih dari 4 kali nonton diluar dan kebanyakan di akhir pekan. Saya tanya sama dia, kamu punya sisa duit nggak sebulan, dia jawabnya tidak punya. Keuangan dia tidak kurang dan tidak sisa. Pas. Abis.  

Apakah itu salah? Nggak. Sama sekali nggak salah. Toh dia membeli semua keinginannya dengan hasil jerih payahnya sendiri. Dia masih juga bisa membayar cicilan kartu kreditnya. Dia juga makan nggak minta saya. Jadi nggak ada yang salah kan? Emang nggak salah, cuman sayang aja. Sayang penghasilannya nggak habis buat disimpen atau di investasikan untuk masa depannya. Gemes kadang. Duhh iya kalo gaji kamu itu sebulan 20 juta, kamu bisa beli macbook seharga 16 juta kontan nggak utang kartu kredit. Dan dia merencanakan untuk apply kartu kredit lain lagi katanya demi diskon kalau pas terbang. Ngejar promo penerbangan ceritanya. 

Memang banyak keuntungan yang ditawarkan kartu kredit, termasuk bisa beli buku dari luar negeri yang sayangnya bank disini masih belum bisa memfasilitasi debet untuk pembayaran yang serupa kartu kredit. Tapi jangan lupakan efek negatifnya kalau kita kebablasan. Bukannya saya melarang untuk menggunakan kartu kredit ya. Semua tergantung niatnya. Kalau cuma bikin kartu kredit untuk memenuhi keinginan tanpa mempertimbangkan kapasitas dan kemampuan kita, pesan saya cuman satu, hati-hati. Hati-hati dikejar debt collector. Sifat dasar manusia memang tidak pernah puas. Karena itu ada bagian dari sifat dasar yang diberikan Tuhan kepada manusia. 


who wanna help Santa out? hahaha (pinjem di sini ya)



Saya mah berharap perbankan Indonesia majuin sistemnya biar kartu debet bisa dibuat bayar tanpa gesek. Anda pemegang kartu kredit? Bijaklah dalam memakainya!



Dilarang sama mas buat apply kartu kredit, katanya takut nanti saya dililit utang gara-gara celamitan hahaha

Comments

  1. Iya gak usah kalo masih bisa pake debit mbak.

    Ntar ngiler liat barang diskonan pake kartu kredit jadi gesek terus.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyes betul, akhirnya menyiasatinya sebagian duitnya dipindah ke atm yg ga bs debit, jd akhirnya males mau jln dulu ke atm, akhirnya ga jd beli hahaha

      Katanya si kartu kredit ini bunga berbunga ya bang? Ada yg bilang kl ga bs byar tagihan bln ini tuh kena bunga trus bln dpnnya bunganya berbunga. Iya gak sih?

      Delete

Post a Comment

Share your thoughts with me here

Popular posts from this blog

[Piknik] Prambanan lagi

Salah satu pesona Jawa Tengah adalah Candi Prambanan. Saya sudah 3 kali berkunjung ke situs warisan dunia ini. Candi yang terletak di perbatasan Jawa Tengah dan jogja ini selalu menimbulkan kesan mistis bagi saya. Terletak tak jauh dari jalan raya, sehingga mengunjunginya pun sangat mudah. Berbeda dengan Candi Borobudur yang letaknya sangat jauh dari jalan raya besar. 
Ok, menurut saya ada 3 cara menuju candi ini. Menggunakan bus transjogja, taksi, dan kendaraan pribadi. Bagi yang menggunakan transjogja, saya pernah menggunakannya berangkat dari daerah kampus UNY, daerah Depok Sleman. 1 kali transit, 2 kali berganti bus. Dengan harga transjogja yang kala itu, 2014, seharga 3500 rupiah. Tapi sampai saat ini masih sama harganya, menurut info dari teman. Lokasi shelter bis berada agak jauh dari pintu masuk lokasi candi, mungkin kira-kira 500meter sampai 1kilometer. Kalau jalan, menghabiskan waktu sekitar 15-20menit. Bisa juga naik becak untuk opsi yang lain. Lagi-lagi, jangan lupa menaw…

Pake Jenius

Beberapa waktu lalu sering liat counter Jenius di Matos, yang lalu kutemui pula di MOG. Anak Malang tau lah dua mall ini. Nah udah cari info sana sini ya, kok kayaknya asik gitu. Jadi memberanikan diri untuk sign up. Apakah perlu kujelaskan fitur dan fungsinya secara mendetail? Karena sudah banyak tercecer informasinya di internet. Nggak ah, gw mau bahas pengalaman gw pake kartu ini selama sebulan ini.

Sign up lah aku di counter MOG (ya gusti kejebak lagi gw pake nambah kartu-kartuan begini). Kemudian, berkatalah mbaknya "Transfer aja mbak satu juta kesini, kita lagi ada promo kalau transaksi pertama kali satu juta akan ada free kartu member starbucks dengan saldo 50ribu. Lumayan lho mbak Starbucks". Gw nggak fanatik Sbucks (cuma kalo harus beli Chai tea selalu kesini). Dan tanpa sadar pun gw transfer sejuta ke akun jenius gw. Because, why not? Lagian juga mindah duit gw sendiri ke rekening yang lain kan? Nggak ilang duit juga.

Jadilah kudapat kartu Jenius beserta k…

Punya Rekening Lagi : CIMB on Account

Saya cenderung males bawa uang cash. Kenapa? Ribet, nominal rupiah yang gede banget kebanyakan nol, dan seringnya di dompet isinya duaribuan. Pernah lho duaribuan itu ada kali 30lembar. Serasa kaya, kalo duitnya merah haha

Saya lebih suka debet. Lebih praktis kan, tapi nggak bisa dipake beli di toko kelontong. Jatohnya malah lebih mahal sih emang, dipakenya juga kalo nggak ke toko kelontong kan. Tapi... Saya juga sebenernya rada takut akhir-akhir ini. Karena uang di rekening bisa aja tiba-tiba ilang. Ada temen, satu kali gaji ilang. Untung aja dia urusin bener-bener dan bisa balik duitnya. Ada lagi OB juga gitu, duitnya juga ilang mendadak. Takutnya itu kan di hack atau diduplikat kartu ATM nya. Semakin canggih lah pokoknya.

Nah karena banyak kejadian kayak gitu, saya jadi lebih protektif ke kartu mana yang bisa dipake sembarangan dan mana yang nggak boleh. For sure, ini berhubungan dengan berapa banyak jumlah rekening yang dimiliki. Menurut saya sih minimal harus punya 2. Satu buat …